49. Memahami Sifat Dasar Diri Sendiri dan Meninggalkan Pikiran Sesat 了解自性 舍弃邪念

Memahami Sifat Dasar Diri Sendiri dan Meninggalkan Pikiran Sesat

Harus memutuskan kebiasaan buruk, harus memutuskan sifat hati yang angkuh dan sombong. Keangkuhan yang keterlaluan, mengira dirinya luar biasa hebat, saya adalah wanita yang paling hebat di seluruh dunia, bahasa Inggris saya adalah yang terbaik. Mengapa sampai ada perlombaan? Itu karena dia mengira dirinya adalah yang terbaik, kamu mengira dirimu adalah yang terbaik, maka orang-orang memanfaatkan psikologi semacam ini, memanfaatkan perlombaan, untuk menciptakan pertikaian yang tiada henti. Ibu ini berkata: “Putri saya adalah yang paling cantik di seluruh dunia.” Kemudian, ibu itu berkata: “Putri saya yang paling cantik.” Selanjutnya, pergilah mereka semua mengikuti kontes kecantikan, dinilai dan dikomentari dari ujung kepala hingga ujung kaki oleh orang lain. Apa yang disebut rupawan, apa yang disebut rupa jelek? Setiap pandangan yang keluar dari mata setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda, tidak ada satu hal dasar yang mutlak. Itu semua adalah intuisi yang dihasilkan oleh khayalan manusia. Intuisi ini muncul karena kamu memiliki khayalan, pikiran yang tidak nyata baru bisa menghasilkan perasaan langsung semacam ini. Apa yang disebut bahasa Inggris yang bagus? Bahasa Inggris kamu mungkin sangat bagus di bidang ini, bahasa Inggris miliknya mungkin sangat bagus di bidang itu, bagaimana kalian bisa membandingkannya? Benar tidak? Hidungmu mungkin bentuknya bagus, ada orang yang matanya bagus, ada orang yang hidung, mata, dan mulut semuanya terlihat tidak rupawan, tetapi setelah dipadukan menjadi sangat enak dipandang; ada orang yang kelima organ indera semuanya rupawan, tetapi begitu disatukan malah terlihat tidak menarik. Semua ini hanyalah sejenis perasaan, hanyalah sejenis sensasi, bagaimana mungkin kamu bisa menganggap serius hal-hal seperti ini?

 

Harus mengerti, jika hati kita tidak lurus, maka niat pikiran yang muncul adalah buruk; jika hatinya lurus, maka niat pikiran yang keluar semuanya adalah baik. Di dalam hati kita tidak boleh ada sedikit pun pikiran menyimpang dan pikiran sesat. Hari ini jika kalian memiliki sedikit saja pikiran menyimpang dan pikiran sesat terhadap Master, merasa Master pilih kasih, merasa Master dalam menangani suatu hal kurang sempurna atau kurang baik, maka pandangan kalian terhadap Master pasti akan menyimpang. Sebagai contoh sederhana, saat masih kecil kita memiliki kepercayaan mutlak kepada ayah dan ibu kita. Walaupun ayah dan ibu berbuat salah, kita pun akan tetap mengira bahwa ayah dan ibu adalah orang terbaik di seluruh dunia, mereka tidak akan mencelakai kita, benar tidak? Dengan begitu, barulah kamu bisa mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari ayah dan ibu. Jika sejak kecil kamu sudah merasa ayah dan ibu pilih kasih, tidak baik dalam bersikap, maka di dalam hati, kamu akan berjalan semakin jauh dari ayah dan ibumu. Lama-kelamaan, kamu tidak akan memiliki ayah dan ibu lagi. Kalian hari ini mengikuti Master dalam belajar Buddha Dharma, jika kalian meragukan Master, maka kalian akan semakin jauh dari Master. Master diawasi dan dilindungi oleh Bodhisattva, sedangkan kalian diawasi oleh Master, dan juga diawasi oleh Bodhisattva. Master tidak seberuntung kalian, mengapa? Karena Master hanya diawasi oleh Bodhisattva, sedangkan kalian masih memiliki seorang Master yang mengawasi kalian. Master di Alam Manusia ini masih bisa sering kali memaafkan hal-hal salah yang kalian lakukan, sedangkan Dewa Pelindung Dharma jauh lebih tegas. Kalian harus mengikuti Master dengan baik untuk belajar, harus dengan tulus hati belajar Buddha Dharma.

 

Orang bodoh menyukai keangkuhan yang gila, orang yang sangat bodoh suka bertingkah gila; orang suci menjauhi keangkuhan yang gila, orang suci akan meninggalkan kondisi gila dan labil. Orang yang benar-benar memiliki kualifikasi untuk menjadi angkuh, dia justru tidak akan angkuh; sedangkan mereka yang tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi angkuh, malah pergi ke mana-mana menunjukkan keangkuhannya. Dengan kata lain, hari ini asalkan orang ini merasa dirinya sangat hebat, maka orang ini pasti bukanlah orang yang hebat. Orang yang benar-benar hebat tidak akan mengatakan bahwa dirinya sangat hebat, benar tidak? Apakah orang suci akan mengatakan dirinya hebat? Dari mana orang suci itu berasal? Itu karena semua orang mengatakan dia baik, barulah dia bisa menjadi orang suci. Sedangkan orang yang sepanjang hari mengatakan dirinya adalah orang suci dan mengatakan dirinya luar biasa baik, kehebatan apa yang dia miliki? Dulu ketika Master mengatakan kebiasaan buruk para penyiar radio, mereka semua berkata: “Master, ayah dan ibu saya saja tidak pernah menegur saya seperti yang Anda lakukan.” Kalian lihat sendiri, bukan? Angkuh, bukan? Kamu hanya bisa bertingkah angkuh di dalam rumahmu sendiri, namun ketika kamu berada di luar, di dalam masyarakat, mana mungkin kamu tidak dikomentari atau ditegur oleh orang lain? Setelah melewati bimbingan dan arahan Master yang keras dan tiada henti, mereka kemudian menjadi sangat disukai oleh orang lain, dan mereka juga sangat berterima kasih kepada Master. Sebenarnya Master telah mengorbankan banyak hal, namun ini juga merupakan hal yang sudah seharusnya Master lakukan. Master lelah, pada waktu itu, setiap kali Master menemui penyiar radio, Master menemui satu dan menegur yang satu itu, menegur mereka hingga duri-duri di sekujur tubuh mereka dicabut sampai habis dan dikikis sampai halus. Dengan begitu, mereka menjadi sosok yang dicintai oleh setiap orang, tentu saja orang lain akan menyukai mereka, dan mereka akan lebih sedikit menemui masalah di dalam masyarakat. Bukankah kalian saat ini juga demikian?

 

Manusia jangan pergi membanding-bandingkan; begitu pergi membandingkan diri dengan orang lain, kamu akan memunculkan rasa iri hati. Karena setelah manusia membandingkan diri, begitu kalah, dia pasti akan iri hati kepada orang lain. Jika Xiao Zhang dan Xiao Wang pergi membandingkan siapa yang membina diri dengan lebih baik, begitu dibandingkan, jika Xiao Zhang lebih buruk, dia akan segera memunculkan hati yang iri, dan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, kehidupan yang tidak membanding-bandingkan, itu barulah yang dinamakan kehidupan yang sejati, kehidupan yang penuh perbandingan akan membuat orang-orang muncul keserakahan, kebencian, dan kebodohan. Membina pikiran hingga pada akhirnya, sama sekali tidak boleh memiliki pikiran yang menyimpang, tidak boleh ada sedikit pun penyimpangan, dan sedikit pun pikiran buruk tidak boleh ada. Terhadap Master, pertama-tama kalian harus memiliki rasa percaya, “Satu hari menjadi guru, seumur hidup menjadi ayah”. Seseorang yang bahkan prinsip dasar ini saja tidak mampu dijalankan, bagaimana mungkin kamu bisa belajar Buddha Dharma dengan baik mengikuti Master? Harus memiliki sifat dasar diri, harus menyelamatkan diri sendiri. Saya adalah orang yang memiliki sifat dasar diri, saya pasti bisa menyelamatkan diri saya dengan baik. Dengan begitu, barulah kamu dapat memahami dirimu sendiri, barulah kamu dapat memahami sifat dasar diri. Seseorang harus dapat memahami dirinya sendiri, harus tahu diri akan kemampuan yang dimilikinya. Apa yang mampu dilakukan maka lakukanlah, apa yang tidak mampu dilakukan jangan memaksakan diri untuk memikul dan melakukannya. Orang Tiongkok memiliki sebuah peribahasa yang berbunyi: “Jika tidak memiliki bor intan, maka jangan menerima pekerjaan porselen – (jika kurang keterampilan, maka jangan menerima tugas yang menantang)”, benar tidak? Oleh karena itu,  harus melepaskan semua pikiran ego, benar-benar menyelamatkan diri sendiri. Dengan melepaskan seluruh pikiran ego sendiri secara total, maka dirimu sedang benar-benar menyelamatkan dirimu sendiri. Pikiran yang iri, pikiran yang benci, pikiran yang serakah, lepaskanlah semua pikiran, maka kamu benar-benar menyelamatkan diri sendiri, ini baru yang dinamakan pandangan yang benar.

 

Harus menggunakan kebijaksanaan untuk menghancurkan kebodohan batin. Bagaimana mungkin orang yang pintar bisa memiliki kebodohan batin? Bagaimana mungkin orang yang memiliki kebijaksanaan bisa menjadi labil dan gila? Jika kamu tidak mampu menghancurkan kemelekatan dan keserakahan yang melekat, maka dirimu adalah orang yang memiliki kebodohan batin, dan akan menjadi seperti hewan yang tidak dapat mengendalikan dirinya. Karena jika kamu tidak dapat mengendalikan diri, kamu akan bertengkar saat ingin bertengkar, menjadi gila saat ingin menjadi gila, serta menjadi labil dan lepas kendali saat ingin lepas kendali. Terkadang ada banyak orang yang berpikiran buntu lalu bunuh diri saat ingin bunuh diri, sebenarnya itu terjadi karena mereka tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri, maka kamu baru bisa menjadi seperti hewan. Karena kamu adalah manusia, kamu harus belajar untuk mengendalikan diri sendiri. Hewan mengapa disebut hewan, itu karena mereka selamanya berada dalam kebodohan batin; karena kebodohan batinnya itulah, mereka baru menjadi hewan. Jika seorang manusia memiliki kebodohan batin, dia pun akan berubah menjadi seperti hewan. Mengurai dan melenyapkan kebodohan batin, itulah yang dinamakan sebagai seorang praktisi; kamu harus mengurai dan melenyapkan seluruh kebodohan batin, dengan begitu barulah dirimu menjadi seorang pembina diri yang sejati.