Seminar Dharma Taipei - Taiwan, 14 September 2014
Memahami secara Mendalam terhadap Pembinaan yang Sungguh-sungguh, Melepaskan Ego Pribadi, Metode Baik untuk Menyelamatkan Semua Makhluk, Menciptakan Kepentingan Universal Bersama-sama
Kita harus memahami sebab dan akibat, mengetahui ketidakkekalan, dan membina tingkat kesadaran spiritual. Ketika kita tahu diri kita salah barulah kita dapat memperbaiki kesalahan kita. Ketika kita tidak tahu bahwa kita salah, dan selalu berpikir bahwa kita benar, maka akan menimbulkan pikiran marah dan benci, akan merasa mengapa masyarakat tidak adil terhadap saya. Hanya dengan memahami nilai kehidupan kita baru dapat mengendalikan takdir hidup. Praktisi Buddhis harus memiliki jiwa kebijaksanaannya sendiri. Kita mempunyai dua kehidupan di dunia: yang satu adalah nyawa, dan yang satu lagi adalah jiwa kebijaksanaan. Kehidupan akan hilang seiring berjalannya waktu, namun jiwa kebijaksanaan akan bertahan selamanya di alam semesta.
Di periode akhir Dharma, berharap semua orang harus menekuni Dharma dan menjadi orang dengan baik. Terkadang tidak mudah untuk menemukan pintu Dharma yang paling cocok untuk diri sendiri, baik-baiklah melafalkan paritta. Master menceritakan sebuah lelucon kecil kepada semua orang. Orang-orang zaman sekarang dapat memikirkan berbagai pikiran. Ada seorang cucu kecil yang membolos sekolah dan pergi bermain selama beberapa hari, guru ingin datang ke rumah. Nenek mengirim pesan WeChat untuk memberi tahu cucunya: “Jangan pulang, cepat bersembunyi di luar. Guru datang mencarimu karena kamu bolos sekolah.” Cucu itu menjawab WeChat dan berkata: “Nenek, aduh parah, kamu harus bersembunyi sekarang. Saya meminta izin kepada guru hari ini dengan mengatakan bahwa kamu meninggal dunia.” Saat itu, guru telah mengetuk pintu. Ketika nenek membuka pintu, gurunya sangat terkejut: “Nenek, Anda belum mati?” Nenek tersenyum dan berkata, “Hari ini adalah tujuh hari pertama, saya pulang untuk melihat-lihat.” Guru itu langsung pingsan di tempat. Sekarang kita orang tua menekuni Dharma, generasi muda baru bisa menjadi lurus. Dalam keluarga sekarang, orang tua berbohong, membual, dan bertengkar, anak-anak akan mengikuti teladan orang tuanya. Beberapa anak dan orang tuanya berbohong bersama, merasa rumah tidak seperti rumah, menjadi autis sepanjang hari, dan akhirnya menderita depresi.
Ada lima ketersesatan dalam hidup. Kita harus menyingkirkan lima ketersesatan ini. Ketersesatan penderitaan manusia adalah karena terus mengejar hal yang salah; Dosa terbesar dalam hidup adalah menipu diri sendiri dan orang lain, mengira semua jenis orang bisa tertipu, kenyataannya, orang-orang zaman sekarang semuanya pintar. Kamu tidak bisa menipu orang lain, pada akhirnya yang tertipu adalah diri sendiri. Penderitaan terbesar dalam hidup adalah obsesi. Apabila terobsesi, maka tidak akan tersadarkan. Kebodohan dan terobsesi terhadap sesuatu dan tidak mampu menyingkirkannya adalah penderitaan terbesar. Kerisauan terbesar dalam hidup adalah merebut ketenaran dan kekayaan. Ketika demi ketenaran dan kekayaan, maka akan ada kerisauan. Kebangkrutan terbesar dalam hidup adalah keputusasaan. Sebenarnya, orang hidup tidak boleh putus asa, jika putus asa, maka akan kehilangan harapan. Praktisi Buddhis akan selalu memiliki hari esok yang indah dan tidak akan pernah putus asa.
Dua hadiah paling membahagiakan dalam hidup, Master berikan kepada kalian: Pertama, memaafkan orang lain adalah sumber kebahagiaan diri sendiri. Ketika kamu bisa memaafkan dan mengampuni orang lain, kamu akan memiliki kebahagiaan tanpa akhir. Kedua, menguasai kekayaan terbesar dalam hidup adalah kesehatan. Jika ingin bahagia, maka harus menekuni Dharma.
Sama-sama menghabiskan begitu banyak energi, mengapa beberapa orang dengan cepat bisa mencapai Surga Barat, dan beberapa orang dengan cepat bisa terbebas dari ketersesatan dan memperoleh pencerahan? Sudah lebih dari lima orang telah mencapai Surga Barat melalui Xin Ling Fa Men. Sangat sulit untuk mencapai pencerahan di Periode Akhir Dharma, ada “metode luar biasa” dalam hal ini. Di kala itu, Guan Shi Yin Pu Sa menunjukkan 32 wujud untuk menyelamatkan makhluk yang berbeda. Logika yang sama, jika seseorang mengendarai sepeda, dengan usaha keras paling bisa mencapai sepuluh kilometer per jam. Jika mengendarai mobil, menginjak pedal gas bisa mencapai 100 kilometer per jam. Jika naik kereta berkecepatan tinggi, memejamkan mata bisa mencapai 300 kilometer per jam. Jika naik pesawat, makan makanan lezat, satu jam bisa mencapai 1.000 kilometer. Kita harus memahami metode yang baik. Menekuni Dharma harus menggunakan metode yang baik. Ajaran Buddha Dharma yang sama dan usaha yang sama akan mempunyai hasil yang berbeda, karena dengan platform dan pembawa yang berbeda, serta pintu Dharma yang berbeda, maka hasilnya pasti akan berbeda.
Dunia ini adalah penderitaan, kekosongan dan ketidakkekalan. Segala karma dan jodoh ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ketenaran dan kekayaan membuatmu tidak pernah merasa puas. Kehidupan manusia adalah penderitaan dan kekosongan. Kita sama sekali tidak perlu mengejar hal apa pun di dunia ini. Belajar dari Bodhisattva untuk mengutamakan orang lain daripada diri sendiri. Manusia biasa mendahulukan dirinya sendiri daripada orang lain, sehingga ia akan muncul keegoisan. Jangan berdebat tentang benar dan salah. Orang lain mengatakan baik atau buruk tentangmu, jika kamu tidak berdebat maka kamu akan terbebaskan. Bersabar dalam kerisauan akan memiliki kebijaksanaan. Belajar Buddha Dharma adalah belajar menjadi manusia. Ajaran Buddha Dharma adalah metode untuk menyempurnakan kesadaran hidupmu. Orang bijak harus tahu ilusi dan segera meninggalkannya.
Jika tidak mau merelakan yang dimiliki, maka tidak akan mendapatkan yang lebih baik. Seekor monyet yang ingin menjadi manusia, ia harus memotong ekornya. Monyet memutuskan bahwa ia harus menjadi manusia karena manusia itu sangat baik. Sebelum monyet melakukannya, ia diganggu oleh tiga hal: pertama, memotong ekor akan sangat menyakitkan; kedua, apakah tubuhnya masih sama fleksibel dengan sebelumnya setelah ekornya dipotong; ketiga, setelah sekian lama hidup dengan ekor, saya tidak tega membuangnya. Oleh sebab itu, monyet belum berubah menjadi manusia hingga hari ini. Jika seseorang ingin menjadi Buddha, ia harus menyingkirkan kebiasaan buruknya, seperti halnya harus memotong ekor sifat akar buruknya. Orang juga terbelenggu dan tersesat oleh tiga hal: Orang ingin belajar Buddha Dharma, pertama-tama berpikir bahwa mengubah diri sendiri akan sangat menderita; kedua, berpikir bahwa setelah berubah, dirinya akan ditindas oleh orang lain, akan ada banyak risiko dalam hidup; ketiga, saya tidak tega meninggalkan kebiasaan yang telah mengikuti saya selama puluhan tahun. Tidak peduli apakah itu baik atau buruk, karena telah mengikuti dirinya selama puluhan tahun, jadi sangat sulit bagi orang untuk mengubah dirinya sendiri. Jika ingin mencapai Kebuddhaan dan menjadi Buddha masa depan di dunia, maka harus meninggalkan kepentingan egois kita di dunia untuk mengubah diri sendiri. Mungkin kita akan menderita untuk sementara waktu selama perubahan, tetapi jika tidak berubah, kita akan menderita seumur hidup.
Kerisauan dan kebahagiaan hanyalah dua benih kehidupan. Kita hidup di dunia ini, yang satu adalah kerisauan dan satu lagi adalah kebahagiaan. Benih apa yang ditabur dalam hatimu, benih itulah yang akan bertumbuh dan bertunas. Jika ingin terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan, maka harus menabur benih kebahagiaan, kebaikan, dan kegembiraan di dalam hati sendiri. Jika ingin memiliki berkah, jodoh baik, dan jodoh penolong di dunia, maka harus banyak menjalin jodoh baik. Di dunia ini, kita harus belajar mengalah. Mengalah bisa membantumu mengikis karma, sedangkan keserakahan akan menambah karma burukmu. Orang yang banyak memohon akan memiliki banyak nafsu keinginan. Sedikit memohon sedikit nafsu keinginan, tidak memohon tidak ada nafsu keinginan. Berharap semua orang memahami bahwa tiada nafsu keinginan dengan sendirinya hati akan setenang air.
Master sangat senang bisa datang ke Taiwan kali ini karena bisa melihat begitu banyak teman se-Dharma dan praktisi Buddhis. Jika semua orang berusaha keras dan tekun, mungkin kita bisa bertemu di Surga di masa depan. Berharap semua orang bisa mengesampingkan kerisauan di dunia. Di Periode Akhir Dharma, kerisauan kita akan semakin banyak, penderitaan akan semakin dalam. Ajaran Buddha Dharma dapat membebaskan penderitaan orang. Berharap semua orang bisa memperkuat pengembangan diri dan menekuni ajaran Buddha Dharma dengan baik. Kita akan bertemu di Alam Surga suatu hari nanti.
Kita ingin menemukan kebahagiaan setiap hari dalam hidup, tetapi di manakah kebahagiaan itu? Kebahagiaan ada dalam semangat hidup setiap orang. Kepuasan batin akan membuat orang bahagia. Banyak orang akan menderita ketika mereka tidak dapat melihat masa depan, dan semua orang menderita karena kehilangan. Terlalu banyak memiliki pasti akan kehilangannya. Lebih baik tidak pernah memilikinya daripada kehilangannya setelah memilikinya, jadi jangan memiliki terlalu banyak. Seorang wartawan bertanya kepada Bill Gates apa rahasia kesuksesannya. Bill Gates berkata kepadanya: “Alasan mengapa saya menjadi orang terkaya, karena saya selalu memakai teleskop untuk melihat dunia. Saya selalu memperhatikan dunia, yang saya lihat adalah masa depan. Saya selalu merasa ada harapan untuk masa depan. “Seorang wartawan pernah bertanya kepadanya: “Apa yang akan terjadi padamu jika semua kekayaanmu dirampas suatu hari nanti? Dia berkata: “Selama kamu memberi saya keyakinan diri dan memberi saya waktu lima atau sepuluh tahun, saya tetap bisa mendapatkan kekayaan kembali.” Inilah pentingnya keyakinan diri. Praktisi Buddhis harus selalu hidup dalam harapan. Kesulitan di dunia adalah sementara. Kita harus melihat dengan jelas diri kita yang palsu di dunia ini dan menemukan diri yang sejati dalam sifat diri. Dunia adalah tempat tinggal sementara, dan rumah sejati adalah jalan menuju Surga setelah meninggal nanti. Itu barulah tepian pencerahan atau paramita yang dicapai, Surga Barat dan Empat Alam Brahma.
Kita harus belajar mengenali kebenaran dunia. Sebenarnya manusia sangat kasihan. Manusia hidup di dunia ini. Biasanya orang tampil di umum pada usia satu tahun, membuat kemajuan setiap hari pada usia sepuluh tahun, memiliki cita-cita luhur pada usia dua puluh tahun, berorientasi pada pekerjaan pada usia tiga puluh tahun, menjadi populer pada usia empat puluh tahun, masih ingin bersaing pada usia lima puluh tahun, pensiun dan pulang ke kampung pada usia enam puluh tahun, bermain mahjong pada usia tujuh puluh tahun, tulang menjadi kaku pada usia delapan puluh tahun, sakit dan baring di tempat tidur pada usia sembilan puluh tahun, dan digantung di dinding pada usia seratus tahun. Kehidupan seseorang datang dan pergi dengan tergesa-gesa, dan perjalanan hidup yang singkat berakhir dalam kebingungan. Hidup ini singkat, tidak perlu menyimpan kebencian, kerisauan dan ketidakadilan di dalam hati dan menggunakannya untuk menyakiti diri sendiri. Kita telah membenci masyarakat sejak kecil dan merasa bahwa dunia ini tidak adil, ini akan mencelakai diri kita sendiri dan semua makhluk. Kita harus menanam hal-hal baik di dalam hati kita.
Sebuah kejadian yang terjadi di Taiwan belum lama ini, MRT Jagal. Pemuda ini membenci masyarakat sejak kecil dan selalu memiliki keinginan untuk membunuh. Dia menggunakan pisau untuk menusuk empat orang yang tertidur di kereta MRT dalam waktu tiga detik. Tiga orang ditusuk jantungnya dan satu orang ditusuk arteri karotisnya. Semuanya tidak beralasan, pembunuh yang berdarah dingin. Wartawan bertanya kepadanya: “Jika orang tuamu berada di kereta, apakah kamu juga akan melakukan ini?” Tidak diduga, dia berkata: “Jika orang tuaku juga ada di dalam kereta, Aku akan tetap membunuh mereka.” Sungguh kejam. Wartawan bertanya lagi: “Mengapa kamu memilih membunuh orang di MRT?” Ia berkata: “Karena bus tidak luas, kompartemen kereta relatif besar, mudah beraksi, orangnya banyak, jadi mereka tidak bisa melarikan diri.” Saat ini pikiran orang sudah sesat, perubahan sosial, sifat dasar manusia sudah tercemar sehingga muncullah kelompok yang sinis. Mereka tidak menyukai semua orang, ingin bersaing setiap hari, pikiran orang tidak murni lagi. Kalian semua yang ada di sini hari ini, jika kalian masih membenci seseorang, bukankah hati kalian sesat? Bersikaplah baik hati.
Saat ini, para pebisnis sangat ingin menipu orang setiap hari. Ada sebuah lelucon, mahasiswa lulusan fakultas kedokteran melamar pekerjaan di rumah sakit, direktur rumah sakit menguji mereka dan bertanya: “Jika seorang pasien hanya disengat lebah di kepalanya, bagaimana kamu mengobatinya?” Pelamar kerja pertama berkata: “Ini sangat sederhana, cukup oleskan disinfektan ke area yang digigit saja.” Direktur rumah sakit menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kamu pulang dan tunggu pemberitahuan.” Pelamar kerja kedua berkata: “Direktur, ini adalah penyakit serius, setidaknya harus dirawat di rumah sakit selama seminggu, dan harus memeriksa darah, elektroensefalogram (EEG), elektrokardiogram (ECG), USG, pencitraan resonansi magnetik (NMR)…” Sebelum dia selesai, direktur rumah sakit langsung berkata: “Selamat datang bekerja di rumah sakit kami.” Sekarang bahkan rumah sakit juga berusaha keras hanya untuk menghasilkan uang, bahkan para malaikat berbaju putih yang pada dasarnya menyelamatkan nyawa dan menyembuhkan yang terluka telah melupakan prioritas pertama untuk menyelamatkan nyawa demi keuntungan. Dunia ini berubah menjadi sangat egois, maka balasan karma tiada hentinya. Keegoisan manusia telah menyelubungi sifat dasar seseorang yang baik. Demi keuntungan diri sendiri, rela mengorbankan orang lain. Oleh sebab itu, semua makhluk hidup baru akan menanggung karma bersama.
Datang ke dunia ini, kehidupan adalah awal dari tanggung jawab, dan kematian adalah akhir dari misi. Setelah misi selesai, itu tergantung apakah dirimu membina diri dengan baik atau tidak. Ketika tahu bahwa sulit untuk mendapatkan tubuh manusia dan sulit untuk mengenal ajaran Buddha Dharma, menghargai diri sendiri dan melepaskan ego pribadi, barulah bisa menciptakan kepentingan universal bersama-sama dengan semua makhluk.
