27. Kembali Ke Keadaan Semula, Mengubah Kesadaran Menjadi Kebijaksanaan
Di alam Dharma, pikiran kalian akan “bertindak sembarangan”, kita di Alam Manusia, apakah termasuk alam Dharma? Di alam Dharma pikiranmu akan sering “bertindak sembarangan”. “Bertindak sembarangan” yaitu sepanjang hari tiada hentinya berpikir, memikirkan pemikiran yang tidak seharusnya dipikirkan adalah “berpikir sembarangan”, maka akan membuahkan karma. Master menjelaskan dari mana asal muasal karma, banyak orang bertanya: “Master, dari mana asal muasal karma?” Saya beri tahu kalian: karena pikiran kalian di alam Dharma, di dunia sering memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan, ini penyebab datangnya karma. Contoh, anakmu sebenarnya tidak bisa lulus ujian dan masuk ke sekolah bagus, namun kamu memaksanya untuk mengikuti ujian masuk, maka karmamu akan datang. Pertama, karena kamu terus membandingkan dengan orang lain, kedua, kamu memukul anak, ketiga, diri sendiri tidak mempunyai uang, namun berusaha keras mencari uang, kemudian mengikutsertakan anak les, dan pada akhirnya anak tidak berhasil, lalu kamu memukul anak hingga terluka. Maka selanjutnya, saat anak tumbuh dewasa, maka buah karma akan menantimu – anak akan membencimu seumur hidup. Mengerti? Bertindak sembarangan, berpikir sembarangan, semuanya akan melahirkan karma, karena ada karma maka muncullah kebaikan dan kejahatan, oleh karena itu karma melahirkan kebaikan dan kejahatan. Ketika kebaikan dan kejahatan muncul, jika melakukan perbuatan baik, akan memperoleh buah karma baik; Jika melakukan perbuatan jahat, akan memperoleh buah karma jahat. Kemudian ‘yin’ dan ‘yang’ akan terbagi secara jelas, terbagi jelas berarti ‘yin’ dan ‘yang’ terbagi dengan sangat jelas. ‘yin’ dan ‘yang’ adalah milikmu dan milikku. Milikku adalah ‘yang’, milikmu adalah ‘yin’. Segala hal di dunia ini bisa terbagi menjadi 2 jenis yaitu ‘yin’ dan ‘yang’. Uang saya tergolong ‘yang’, uangmu tergolong ‘yin’. Saya menggunakan uangmu, maka saya merasa senang, yang digunakan juga adalah uang ‘yin’. Sesungguhnya uang ‘yin’ sama dengan uang dari alam Akhirat, menggunakan uang orang lain secara cuma-cuma akan merasa senang.
Segala hal terbagi menjadi dua, yakni ‘yin’ dan ‘yang’. Jika sukses berarti ‘yang’, jika gagal berarti ‘yin’. Sesungguhnya, ‘yin’ dan ‘yang’ saling mendukung dan berhubungan. Inilah mengapa ada pria dan wanita, ada matahari dan bulan, inilah mengapa ada tangan kanan dan tangan kiri – tangan kanan tergolong ‘yang’, sedangkan tangan kiri tergolong ‘yin’, karena tangan kanan yang diutamakan (yang saya bahas di sini adalah pembagian ‘yin’ dan ‘yang’di tubuh manusia).
Kemudian lahir dan lenyap juga terus menerus berubah. Apakah yang dimaksud dengan lahir dan lenyap? Lahir dan lenyap terjadi karena ada karma, yang membuatnya terus menerus berubah. Hari ini seorang anak lahir, lalu melihatnya tumbuh besar, sampai pada waktu tertentu, setelah meninggal, berarti sudah lenyap, setelah lenyap kemudian terlahir kembali, lalu lahirlah seorang anak kecil, kemudian memulai kehidupan baru, kelahiran dan kematian terus menerus berputar seperti ini. Mengerti? Master sedang mengajarkan kalian prinsip kebenaran, mengapa terdapat lahir dan lenyap di kehidupan manusia? Mengapa ada karma? Oleh karena itu puluhan ribu fenomena terus menerus bergerak dan berputar. Apa itu puluhan ribu fenomena? Puluhan ribu fenomena adalah milyaran fenomena, ada berbagai macam keadaan, semuanya sedang berubah. Ini mengapa, hari ini kondisimu baik, besok mungkin tidak baik; Hari ini dia mempunyai uang, besok dia tidak mempunyai uang. Coba kalian pikirkan, banyak hal memiliki aturan tersendiri, karena puluhan ribu fenomena ini sedang berubah dan terus menerus berubah. Karena ada karma, maka bisa berubah. Kamu menanam bibit sebab baik, maka akan muncul buah karma baik, ini akan menjadi buah karma baik. Jika hari ini kamu menanam bibit karma buruk, maka yang menantimu adalah buah karma buruk. Karena puluhan ribu fenomena terus menerus berubah dan bergerak, oleh karena itu terdapat fase terbentuk, tinggal, rusak, dan kosong. Karena ada perubahan pasti akan ada proses perubahan fase terbentuk-tinggal-rusak-kosong, ini adalah Hukum langit, adalah aturan yang selamanya tidak terelakkan.
Menjadi Buddha (mencapai Kebuddhaan) berarti meninggalkan khayalan kembali ke semula, dengan kata lain kamu harus menghilangkan segala pemikiran liar, lalu kembali ke dalam sifat dasarmu yang sesungguhnya. Akan tetapi Master beri tahu kalian, menekuni dan mempraktikkan Dharma adalah “fan pu gui zhen” – kembali ke keadaan semula, sedangkan “fan wang gui zhen” berarti menghilangkan pemikiran liar, kata “返fan” berarti melupakan, bukan kembali. Yaitu melupakan pemikiran liar, lalu mengembalikan kemurnian. Master meminta kalian mengembalikan kepolosan, ini merupakan pesan yang Guan Shi Yin Pu Sa ingin sampaikan kepada kalian melalui saya. Guan Shi Yin Pu Sa sering memberi tahu Master, meminta Master “fan pu gui zhen”. Apakah arti kata “pu” di sini? Berarti kemurnian, kesederhanaan. “Pu” sendiri berarti kembali ke tempat kamu yang semula, pulang ke “rumahmu” yang sesungguhnya. Rumah kita yang sesungguhnya berada di Alam Surga.
Karena keterbatasan waktu, Master sekarang hanya bisa membahas sedikit tentang “fan pu gui zhen” – kembali ke keadaan semula secara singkat, Master akan membaginya menjadi 3 pokok bahasan besar. Pertama, “fan pu gui zhen”. Bagaimana memahami kata “pu – kesederhanaan” ini? Apakah masih memiliki kesederhanaan ini? Sesungguhnya kesederhanaan ini adalah bibit sebab yang kamu ciptakan selama berkali-kali reinkarnasi, kamu ingin mengembalikannya seperti semula, namun jika bibit penyebab yang kamu ciptakan selama berkali-kali reinkarnasi tidak baik, lalu bagaimana mungkin bisa membuatnya menjadi semula? Yang kedua, “zhen” atau yang nyata – yang semula. Apakah kamu masih memiliki “zhen” di hati? Apakah masih bisa menemukan “kampung halaman” kamu? Meskipun kamu ingin mencari “kampung halaman”, jika kamu sudah tidak mengetahui alamatnya, walaupun kamu ingin mencari namun tidak bisa menemukannya. Yang ketiga, ini yang terpenting, yakni kamu harus menyatukan segala yang kamu miliki sekarang dengan segala yang kamu miliki di kehidupan sebelumnya, maka kamu baru bisa “fan pu gui zhen – kembali ke keadaan semula”. Dengan kata lain, bibit sebab yang kamu tanam di kehidupan lalu dan menjadi buah karma, sudah dibalaskan di kehidupanmu sekarang, lalu di kehidupan ini, bagaimana seharusnya kamu menyatukannya supaya bisa “fan pu gui zhen – kembali ke keadaan semula”? Pintu Dharma Master sekarang bertujuan supaya kalian bisa menemukan masa lalu kalian dan bertobat, kemudian disatukan dengan bibit karma baik yang ditanam di kehidupan ini, maka kamu bisa menemukan “kampung halaman” kamu. Memikirkan kembali seluruh jalan yang pernah kamu lalui, lalu meninggalkan semua jalan yang salah yang pernah kamu jalani, menemukan kembali satu jalan yang baru, baru bisa kembali ke awal. Jernihkan pikiran, saya sudah menemukan satu jalan yang sesungguhnya, setelah menemukannya lalu dengan ringan menjalaninya.
Selanjutnya Master membahas, “Mengubah kesadaran menjadi kebijaksanaan”. Dengan kata lain mengubah kesadaran kamu menjadi kebijaksanaanmu. Mengubah kesadaran menjadi kebijaksanaan berarti mentransformasi kesadaranmu. Dalam kesadaranmu sesungguhnya menganggap hal ini tidak baik, namun sekarang kesadaranmu berubah, lalu menganggapnya menjadi hal yang baik. Seperti, terjadi suatu masalah yang tidak menyenangkan di antara kalian dan anak kalian, sebenarnya satu hal yang sangat tidak baik, yang membuat kamu merasa sangat tidak senang. Namun kalian sekarang sudah menekuni Dharma, kalian tidak marah lagi, berpikiran terbuka, dan kesadaranmu berubah, merasa, “Inilah hutang karma yang harus saya bayarkan kepada mereka, ini tidak bisa diubah. Saya harus membayar apa yang seharusnya saya bayar, selain itu saya lafalkan paritta untuk membayarnya, maka mereka bisa berubah.” Kamu tidak marah lagi, kamu telah berpikiran terbuka, dan kesadaranmu telah berubah. Begitu kesadaranmu berubah, akan menjadi kebijaksanaan. Ini disebut mengubah kesadaran menjadi kebijaksanaan. Hari ini anak berada di sisimu, lewat beberapa hari anak berkata ingin pergi, jika kamu bersikeras tidak mau melepasnya, maka akhirnya kamu hanya akan menghambat masa depan anak. Menurutmu bukankah ini termasuk kesadaran kamu? Kesadaran kamu ini adalah “Ibu harus membuat anaknya tinggal di sisinya”, tidak membiarkan dia meninggalkanmu; Jika kesadaran kamu berubah, “Anak seharusnya memiliki dunianya sendiri, seharusnya memiliki masa depannya sendiri.” Dengan berpikir demikian bukankah berarti kamu sudah memiliki kebijaksanaan? Apakah hal ini masih perlu Master beri contoh? Di dunia ada banyak sekali contoh-contoh ini.
Rupa dan kosong tiada halangan. Rupa adalah kosong, kosong adalah rupa. Rupa dan kosong tanpa halangan membubung di antara langit dan bumi. Kosong berarti palsu, tidak ada. Apakah kamu bisa melihat Bodhisattva di tengah langit? Tidak bisa. Akan tetapi ada tidak? Ada, karena rupa adalah kosong. Kita bisa melihat apapun di alam rupa manusia. Orang yang kalian lihat hari ini, beberapa hari kemudian meninggal, tidak ada lagi, ini berarti rupa adalah kosong. Ketika kita sudah tidak ada, kita menjadi kosong di dunia ini, kemudian kita bertemu lagi di Alam Surga, berarti ada atau tidak? Ada. Kosong adalah rupa, rupa adalah kosong. Hari ini saat kalian memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, semua itu kosong, tidak terlihat, lalu begitu memohon Bodhisattva lalu kehidupan kalian berubah, permohonan terwujud, nasib berubah, bukankah semuanya nyata dan berupa? Begitu memohon segera terwujud, bukankah langsung mengubah dunia rupa kamu? Sedangkan memohon kepada Bodhisattva itu tidak terlihat. Ada atau tidak? Kalian tidak bisa melihatnya, namun mengapa begitu kalian memohon bisa langsung terwujud? Inilah rupa adalah kosong, dan kosong adalah rupa.
Master membahas lebih mendetail kepada kalian, orang-orang yang pernah membaca {Li Fo Da Chan Hui Wen} hatinya akan gemetar. Karena ketika kamu sedang melafalkan {Li Fo Da Chan Hui Wen}, akan muncul dua macam pandangan: Yang pertama adalah bertobat, yang lainnya adalah menerima hukuman. Hukuman ini adalah hukuman yang kamu lakukan sendiri terhadap batinmu. Karena kamu telah melakukan kesalahan, karena kamu salah berbicara, maka pikiranmu baru merasa menyesal dan bertobat, maka hati nurani kamu baru merasa tersiksa, maka sesungguhnya ini adalah dua macam hukuman. Jika hari ini kamu mencelakai orang lain sampai meninggal, bukankah hati nurani kamu akan menerima hukuman? Hari ini saat kamu sedang melafalkan {Li Fo Da Chan Hui Wen}, bukankah kamu akan teringat kembali kesalahan-kesalahan yang dulu pernah kamu lakukan? Kamu memohon begitu banyak Buddha dan Bodhisattva di istana Surga untuk memaafkanmu, maka kamu harus melepaskan keakuan, jangan berpikir kalau kamu memiliki banyak gengsi. kamu mengucapkan begitu banyak nama suci Buddha dan Bodhisattva, memangnya Buddha dan Bodhisattva tidak mengetahui kejahatan yang pernah kamu lakukan? Coba pikirkan sendiri, harus bisa memahaminya! Oleh karena itu saat melafalkan {Li Fo Da Chan Hui Wen} sesungguhnya adalah sedang mengguncang dan menyucikan jiwa diri sendiri, berarti sedang membasuh jiwamu. Karena setiap kali diguncangkan, maka pikiranmu akan menjadi lebih bersih. Sewaktu kamu merasa telah melakukan kesalahan, merasa sedih, bukankah hatimu akan gemetar? Karena ketika seseorang sedang melafalkan {Li Fo Da Chan Hui Wen}, seperti jika pernah mencuri barang orang lain, sama seperti menunggu diadili setelah melakukan kesalahan, saat melafalkan apakah merasa takut? Setelah melafalkan 3 kali dan hati berpikir masih belum cukup, masih belum terhapus, lafalkan lagi beberapa kali, dosa terlalu berat. Mengerti? Oleh karena itu, harus masuk ke jalan yang benar, dan menemukan satu Dharma yang benar, jalan yang benar, keyakinan yang benar, ini benar-benar tidak mudah. Setiap hari mengatakan “Yang benar”, namun berapa orang yang benar-benar bisa menemukannya? Mengapa ada orang yang setelah membaca blog Master, bisa berkata: “Setelah saya melihat blog ini, segera merasa bersuka cita dan langsung membina diri mengikuti Pintu Dharma ini.” Mengapa dia bisa bersukacita? Karena dia sudah menemukan Pintu Dharma yang sesuai dengan jiwanya, Pintu Dharma di dalam jiwanya yang paling dalam, sudah menemukan “Pintu rumahnya”. Ketika kamu memasuki jalan kebenaran, maka harus benar dan tidak boleh menyimpang, oleh karena itu, harus bisa memperbaiki segala kesalahan diri sendiri. Ada satu kekurangan orang-orang adalah sangat cepat mempelajari hal-hal yang tidak baik, dan sangat lambat mempelajari hal-hal yang baik. Master berkata begini karena Master mengajar kalian seperti anak sendiri, seperti orang tua yang mendidik anaknya. Karena kalian sangat mudah belajar hal buruk, karena manusia memang memiliki akar sifat buruk seperti ini. Seperti anak yang sangat kecil sekali pun bisa mengusili orang lain, hal-hal yang buruk langsung bisa dikuasai begitu belajar, banyak anak yang belajar hal-hal baik dalam waktu yang lama namun tetap tidak bisa, inilah akar sifat buruk manusia. Oleh karena itu, membina pikiran sangat sulit. Manusia sesungguhnya harus belajar yang baik, karena saat pikiran mereka menyimpang, hati nurani tersesat, makanya belajar hal buruk itu sangat cepat, belajar hal baik itu lambat. Seperti sebuah jam sebagus apapun, jika tidak berdetak dengan tepat, maka dia bukan jam yang bagus; orang sebaik apapun, sebagus apapun kamu memujinya, jika sifat dasarnya tidak baik, maka dia bukan orang yang baik; Sebanyak apapun Ajaran Buddha Dharma yang dipelajarinya, jika tidak mempelajari jalan kebenaran dan Dharma yang benar, maka yang dipelajarinya adalah Dharma yang menyimpang.
Membahas tentang “Bersabar menghadapi pekerjaan dan kritikan”kepada kalian. Banyak orang mengatakan, seumur hidup saya selalu bersabar menghadapi banyak pekerjaan dan kritikan. Bersabar menghadapi pekerjaan berat itu mudah, kerjaan apapun yang disuruh, saya akan melakukannya. Akan tetapi bersabar menghadapi kritikan itu tidak mudah. Ada berapa banyak orang yang memiliki kebencian yang sangat besar, tidak apa-apa bila memintanya melakukan banyak hal, namun jika mendengar satu perkataan yang tidak menyenangkan, bisa segera marah. Ada berapa orang yang benar-benar bisa bersabar menghadapi pekerjaan dan kritikan? Mulutnya berkata, “Saya sanggup menghadapi pekerjaan berat dan kritikan”, namun sesungguhnya memiliki kebencian yang sangat besar.
Banyak orang berkata: Kamu memiliki berkah pahala, Kamu memiliki keberuntungan. Lalu dari manakah berkah pahala ini berasal? Berkah pahala berasal dari sebuah hati yang mau berdana. Orang yang mau berdana baru memiliki keberuntungan, sedangkan orang-orang yang tidak mau berdana selamanya tidak memiliki keberuntungan.
Master berharap setiap orang yang membina pikiran dan melafalkan paritta bisa membina diri hingga membuat negara yang ditempatinya tidak tertimpa bencana, kemudian baru memohon keselamatan bagi negara lain, ini juga dinamakan menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Apabila kalian masih tidak memahami pentingnya membina pikiran dengan baik, maka bencana sudah tidak jauh lagi dari diri kalian.
