4. Memutuskan Kekuatan Karma, Pemikiran Setelah Mencapai Ketenangan
Selanjutnya Master akan membahas tentang pemikiran setelah mencapai ketenangan dan sebelum mencapai ketenangan pikiran. Pemikiran sebelum mencapai ketenangan pikiran adalah saat diri saya masih belum tenang, contoh terjadi satu masalah, saya akan sangat panik dan sangat sedih, lalu saya akan terimajinasi banyak hal, kemudian hal yang muncul dari pemikiran ini pastinya tidak matang dan akan membuahkan suatu buah karma buruk. Apabila setelah mencapai ketenangan pikiran, kamu mampu memahami segalanya dan memikirkannya dengan benar, bisa melihat kebenaran dari segala hal, berpikiran terbuka, dan melepaskan semua, maka pada dasarnya, pemikiran ini sudah berbeda dengan pemikiran sebelum mencapai ketenangan pikiran, dan pada saat ini kamu baru memikirkan masalah tersebut, maka segala pemikiran yang muncul disebut sebagai pemikiran setelah mencapai ketenangan pikiran.
Pemikiran adalah suara yang muncul berdasarkan kebijaksanaan seseorang, seberapa besar kebijaksanaanmu, maka sebesar itu juga pemikiranmu. Contoh: ibarat kamu seekor kuda, tidak ada kebijaksanaan dalam pemikirannya, yang diketahuinya adalah, saat ada orang bersiul, berarti tuan pemilik datang, tidak peduli di mana pun dia berada, (kuda ini) akan berderap menuju ke sana. Karena dia tidak memiliki kebijaksanaan. Sedangkan manusia memiliki kebijaksanaan. Pemikiran adalah suara yang muncul berdasarkan kebijaksanaan seseorang, “suara” ini adalah pemikiranmu, suara hatimu. Coba kalian katakan, siapa yang tidak memarahi orang di dalam hati, siapa yang tidak bicara dalam hati? Sewaktu orang lain memarahimu, maka kamu pasti berbicara dalam hati. Misalnya, saat suamimu bersikap tidak baik terhadapmu, maka dalam hati, kamu pasti memarahinya, kamu tidak merasa takut. Karena kamu menggunakan kebijaksanaan pikiran, kamu menggunakan pemikiran setelah mencapai ketenangan pikiran untuk menghadapi kehidupan ini, oleh karena itu, kamu tidak memiliki ketakutan apapun, sudah tiada lagi halangan dalam segala hal bagi kamu. Tiada lagi halangan dalam segala hal, berarti kamu sudah menyingkirkan “batu penghalang”, kamu sudah berhasil menghilangkan segala halangan, maka kamu baru bisa menenangkan diri. Setelah mencapai ketenangan, maka pemikiran yang muncul adalah pemikiran yang benar. Sedangkan, jika tidak bisa menenangkan diri, maka pemikiran yang muncul sesudahnya adalah pemikiran yang mengganggu.
Jika kita bisa memandang semua benda di dunia ini sebagai hal-hal yang tidak nyata (tidak abadi), mampu melihat kebenarannya, “Saya sudah memahami makna kebenaran ini”, sesungguhnya kamu sudah mencapai ketenangan pikiran, maka kamu akan memasuki kesadaran spiritual “bagaikan rupa yang sesungguhnya”. Apa yang dimaksud dengan “bagaikan rupa yang sesungguhnya”? “Rupa yang sesungguhnya” berarti rupa yang benar-benar ada di dunia ini. Ditambah dengan kata “bagaikan”, maka rupa yang sesungguhnya ini pun tidak nyata. Bagaikan, seperti dunia yang benar-benar nyata ini, namun sesungguhnya apakah dunia ini benar-benar nyata? Pasti tidak, karena dunia ini adalah kosong (tidak kekal).
Kita harus bisa memahami kebenaran Alam Dharma. Alam Dharma itu nyata, namun dunia ini palsu, rupa yang sesungguhnya juga palsu. Master pernah mengatakan kepada kalian, kalian harus “menangkap” Alam Dharma di dunia ini, walaupun kamu berada di Alam Manusia, atau kamu juga bisa mengatakan bahwa Alam Dharma dan hasil pembinaan yang kamu miliki, Alam Dharma yang dibina ini adalah kosong. Sesungguhnya, Alam Dharma ini memang benar-benar ada di dunia ini, dengan kata lain, pembinaan dirimu sudah mencapai suatu tingkatan tertentu. Akan tetapi jika kamu benar-benar ingin membina diri sampai keluar dari Tiga Alam ini, maka kamu bisa mengatakan bahwa bahkan Dharma ini sendiri adalah kosong. Contoh, Master sekarang memiliki tubuh Dharma, begitu tubuh Dharma Master berdiri di sini, apakah kalian bisa melihat Master? Bisa melihat. Kalau begitu saya benar-benar berada di sini, tubuh Dharma berada di sini. Apakah kalian bisa melihat kalau tubuh ini yang palsu? atau tubuh Dharma? Di Alam Manusia, bisa dikatakan yang seperti ini sudah sangat bagus. Akan tetapi saat benar-benar sudah melampaui tiga alam, maka bahkan tubuh ini pun adalah palsu, sudah tidak ada apa-apa lagi. Oleh karena itu, Ajaran Buddha Dharma adalah ajaran sesungguhnya yang dapat memahami kebenaran segala sesuatu dari alam semesta. Jika kamu bisa mengetahui kenyataannya, kamu mampu mempertahankan konsep pemikiran ini, maka kamu pasti bisa terus tekun membina pikiran dengan baik, dan mampu membebaskan diri terhadap masalah apapun yang dihadapi. Contohnya, sebelum kamu mengenal Master, kamu akan merasa sangat takut terhadap segala hal di dunia ini, terus-menerus muncul masalah di rumah, kamu tidak tahu masalah apalagi yang akan menanti di hari esok. Kalau hari ini kamu mengenal Master, mengenal Pintu Dharma Master, maka sekarang kamu akan merasa sangat senang, menurutmu, apakah sekarang kamu masih merasa takut? Sekarang tidak peduli menghadapi masalah apapun, yang pertama terpikir adalah pergi mencari Master, “Master bisa membantu saya mengatasinya”. Contoh yang Master katakan ini bukan berarti menyuruh kalian untuk mencari Master, melainkan setelah kalian mengenal kebenaran dari dunia ini, maka kalian tidak akan takut terhadap apapun. Karena kalian sudah memiliki Pintu Dharma yang sesungguhnya, asalkan terus tekun membina diri, bukankah segala permasalahan akan teratasi? Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap mempertahankan konsep pemikiran sendiri, tidak peduli mengadapi permasalahan apapun, kita tetap bisa membebaskan diri, tidak merasa takut, bahkan akan merasa sangat bebas.
Selanjutnya Master akan membahas tentang tingkat kesadaran spiritual yang tiada halangan. Semua makhluk, segala benda di dunia ini, semuanya memiliki halangan, dengan kata lain, pasti ada yang menghalangi atau membatasi. Contoh, kamu hidup di dunia ini, tubuhmu bisa menjadi lemah dan tidak sehat, barang milikmu bisa rusak, sesuatu yang ingin kamu lakukan bisa terhalangi. Jika kesadaran spiritualmu sudah mencapai tingkat “ketiadaan halangan”, dengan kata lain, sudah tidak ada lagi halangan pada apapun yang kamu lakukan, jika menggunakan bahasa yang lebih kita kenal adalah segalanya sudah lancar. Maka saat segalanya sudah lancar dalam hidupmu, sudah tidak ada halangan lagi, berarti yang kamu pelajari dan praktikkan adalah Ajaran Buddha Dharma Mahayana. Aliran Theravada menyelamatkan dan menyadarkan kesadaran spiritual diri sendiri, sedangkan Aliran Mahayana menyelamatkan dan menyadarkan kesadaran spiritual semua makhluk. Contoh: hari ini saya membantu yang ini, besok membantu yang itu, saya berusaha sekuat tenaga membantu semua teman-teman, sedangkan teman-teman ini bekerja di bidang yang berbeda-beda, ada dokter, ada pengacara, ada pejabat… kalau menurut kamu, apakah semua yang ingin saya lakukan apakah masih ada halangan? Saya sudah menolong begitu banyak orang, balasan dari begitu banyak orang datang membantu saya, kalau menurutmu, apakah saya masih akan menghadapi halangan dalam melakukan setiap hal? Inilah Ajaran Buddha Dharma Mahayana. Semakin banyak makhluk yang kamu tolong, maka jasa kebajikanmu akan semakin besar, pahala duniawi dan surgawi milikmu juga akan semakin besar, maka segala hal yang kamu lakukan sudah tidak akan memiliki halangan lagi.
Master beri tahu kalian, harus ingat: jika kamu memiliki kebijaksanaan, maka sudah mencapai tingkat ketiadaan halangan. Tiada melakukan, berarti tidak ada pencapaian, tidak melakukan hal apapun, melalui tiada melakukan untuk mencapai tingkat kesadaran spiritual lainnya. Apakah itu? Namanya adalah “menguraikan”. Apakah maksud dari menguraikan? Menguraikan berarti kamu bisa menyelesaikan, mengatasi segala permasalahan yang dihadapi. Kalau begitu, masih ada masalah apalagi? Setelah sering menghadapi masalah, lalu bisa menyelesaikannya, kemudian tiada lagi halangan, sudah memiliki kebijaksanaan, maka lambat laun seluruh jiwamu akan bertransformasi. Setelah bertransformasi, kamu akan mencapai satu tingkat kesadaran yang masih sangat dangkal, yakni “menyadari dengan cara memahami”, dengan kata lain memahami dan menyadari kebenaran ini. Menyadari dengan memahami, namun bukan pencerahan yang sesungguhnya, karena pencerahan yang sesungguhnya masih lebih sulit lagi. Dari sudut pandang lain bisa dikatakan, kalian sudah memahami secara teoritis, kamu sudah menyadari kebenaran ini. Akan tetapi kalian belum mempraktikkannya, oleh karena itu ada dua macam pembinaan, yakni pembinaan pikiran dan pembinaan perilaku.
Selanjutnya Master akan membahas tentang kekuatan supernatural di Alam Manusia. Di dunia ini bukankah ada kekuatan supernatural? Kalian semua tahu, bahwa Master memiliki kekuatan supernatural. Kalau begitu, apakah kalian memiliki kekuatan supernatural? Setiap orang memiliki kekuatan supernatural. Bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, adalah kekuatan supernatural. Bisa mengetahui anak sendiri ingin makan apa, juga merupakan kekuatan supernatural. Apabila saya mengetahui bahwa apa yang saya katakan hari ini, adakah ada pendengar yang mendengarkan, apakah para pendengar akan langsung berdiri dan pergi, ini juga kekuatan supernatural. Kekuatan supernatural disebut juga sebagai jalan “Attha Vimokha (pelepasan)”. Apa yang dimaksud dengan “pelepasan”? Yakni tidak peduli menghadapi jodoh buruk maupun jodoh baik, kamu tetap mampu mencapai kebebasan. Ketika hal baik datang, atau jodoh baik datang, saya bisa terbebaskan. Saat hal buruk datang, jodoh buruk datang, saya juga bisa terbebaskan. Sesungguhnya, jodoh baik juga bukan merupakan hal baik, karena setelah jodoh baik datang, maka yang akan menghampiri kita setelahnya adalah jodoh buruk. Contoh, sewaktu berpacaran, bisa disebut sebagai jodoh baik, dua orang bersumpah sehidup semati, keduanya sangat bahagia. Namun setelah menikah, pelan-pelan berubah menjadi jodoh buruk, keduanya bertengkar, berselisih paham, bersengketa. Apabila mampu terbebaskan dari jodoh baik maupun jodoh buruk, kamu baru bisa mencapai kebebasan yang sesungguhnya.
Kekuatan supernatural yaitu harus mampu memutus atau merelakan. Kekuatan supernatural yang Master miliki dengan kekuatan supernatural yang sedang kita bicarakan sekarang tidaklah sama. Kekuatan supernatural kalian, berarti kamu memiliki kemampuan ini, kekuatan ini, kemampuan untuk menghubungkan ini, ingin membuat hal-hal di dunia ini bisa menjadi lebih lancar. Yang Master bicarakan sekarang adalah kekuatan supernatural seperti ini yaitu apakah kalian bisa memutuskan kerisauan diri sendiri? Ketika kerisauan baru saja melanda, kalian akan merasa panik, tidak tahu bagaimana mengatasinya, atau hanya bisa menangis. Master pernah mengatakan satu kalimat kepada para pendengar: “Apakah kamu ingin memahami kebenaran dari dunia ini? Air matamulah yang sedang membuatmu memahami kebenaran dunia ini. Karena setiap kali kamu menangis, sesungguhnya jika bukan karena dibohongi, berarti kamu telah tertipu, atau karena kamu menderita dan bersedih, maka kamu akan mengetahui bahwa ternyata dunia ini begitu kotor, ternyata dunia ini begitu tidak berdaya, dunia ini telah mengikat dan mengendalikan diri saya, ini berarti pelan-pelan kamu sedang memahami kebenaran yang sesungguhnya dari dunia saha ini”.
Yang Master bahas sekarang juga memiliki prinsip logika yang sama. Jika ingin terbebaskan, maka harus bisa memutuskan kerisauan diri sendiri, harus bisa memutuskan gangguan kekuatan karma. Gangguan kekuatan karma sangat merepotkan, contoh sesuatu yang sudah jelas tidak diinginkan, namun harus dimiliki; Sesuatu yang tidak ingin dilihat, namun harus dilihat; Orang yang sudah jelas dicintai, namun pergi meninggalkanmu; Uang yang sudah jelas bisa kamu peroleh, namun tidak didapatkan. Kalian tahu, ada banyak kisah tentang lotre. Ada satu orang yang membeli dua tiket lotre, salah satunya diberikan ke tetangga, tidak disangka setelah hasil undian keluar, kedua keluarga ini malah menjadi musuh, karena setelah tetangga menang lotre, namun tidak memberikan sepeser pun uang kepadanya. Semenjak saat itu, dia tidak pernah tertawa lagi. Seperti kalian ini, jika membelikan lotre untuk orang lain, kalau orang itu menang undian sepuluh juta, maka kamu juga akan merasa tidak senang selama setengah bulan. Seseorang yang memiliki kekuatan spiritual sekalipun, setidaknya juga akan terus membicarakan hal ini selama satu minggu. Menceritakan kepada setiap orang yang ditemuinya, ini adalah suatu pelampiasan, suatu luapan emosi, mengatakan kerisauan di dalam hati, maka ini juga merupakan suatu kerisauan.
Orang zaman sekarang, karena suatu hal yang membuat diri sendiri merasa tidak senang, maka dia juga akan membuat orang lain turut tidak bahagia. Ini adalah kekuatan pengaruh. Hari ini saya merasa tidak senang, saya akan memberitahukan kepada setiap orang, sampai semua orang merasa tidak bahagia karena saya. Coba kalian lihat saja, keegoisan orang zaman sekarang sudah sampai taraf seperti apa? Yang Master katakan ini adalah Ajaran Buddha Dharma di Alam Manusia. Kalian harus ingat, bagaimanapun jangan sampai dirimu dipengaruhi oleh kekuatan karma, kamu harus bisa membebaskan diri. Apakah kekuatan karma itu? Jika hari ini malapetaka tiba, maka sesungguhnya, ini adalah balasan karma yang mendatangimu. Sekarang kalian sudah pintar, bisa melafalkan paritta, bisa membina pikiran, bisa membebaskan diri dari sedikit kerisauan di dunia ini. Masalahnya kalian masih tetap harus memutuskannya. Ketika kamu sedang melafalkan paritta, namun masih memikirkan hal-hal yang menyakitkan ini. Saat kamu ingin memutuskan hal-hal ini, maka kamu harus memutuskan secara total, ditambah melafalkan paritta untuk membayar hutang karma, maka kamu pasti akan berhasil. Yang jadi masalah adalah walau kamu sambil melafalkan paritta, namun kamu masih tidak bisa menghilangkannya dari pikiranmu.
