11. Kepekaan dan Merasakan Adalah Kesadaran, Menyadari Kebenaran Adalah Kepekaan 觉受是悟,悟道是觉

11. Kepekaan dan Merasakan Adalah Kesadaran, Menyadari Kebenaran Adalah Kepekaan

Ketika Master sedang membantu orang lain, saya merasa bahwa saya sedang mendapatkan, namun bukan sedang berkorban. Sedangkan pemahaman orang-orang pada umumnya adalah saya membantumu, saya membelikanmu makanan karena saya baik terhadapmu, itu berarti saya sedang memberi. Orang-orang pada zaman sekarang semua mengharapkan imbalan, inilah kesadaran spiritual. Ketika tingkat kesadaran spiritual tidak sama, saat kamu membantu orang lain, namun dirimu tetap tidak akan merasa bahagia. Karena sewaktu kamu membantu orang lain, kamu akan berpikir “Aduh, saya sudah melakukan begitu banyak hal, namun dia tidak memahami saya.” “Aih, saya telah melakukan secara gratis untukmu”, begitu perkataan ini terlontar keluar, raut wajahmu juga akan terlihat tidak menyenangkan, benar tidak? Pahamilah bahwa membantu orang lain sama dengan membantu diri sendiri. Tahukah kamu berapa banyak yang kamu peroleh dari membantu orang lain? Yang kamu peroleh adalah kebijaksanaan yang tiada tara. Karena ketika seseorang membantu orang lain, yang ia peroleh adalah kebijaksanaan, itu adalah potensi kesadaran. Tahukah kamu, ketika seseorang sedang membantu orang lain, orang yang dibantu tersebut akan sangat berterima kasih kepadamu, maka sewaktu kamu memerlukan bantuan dari orang lain, maka akan banyak pihak yang datang membantumu (Satu pihak dalam kesusahan, maka bantuan datang dari segala penjuru). Master memberi tahu kalian, setelah memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi maka kamu akan menemukan jalan welas asih, yakni jalan pembinaan ini, jalan pembinaan adalah membina diri dalam jalan ini. Jika dirimu memahami prinsip kebenaran ini, kamu baru bisa memiliki jalan ini; jika dirimu tidak memahami logika ini, maka kamu tidak akan memiliki jalan ini, mengerti? Banyak orang yang merasa sangat bersedih ketika kehilangan pekerjaan, namun dia tidak tahu bahwa ini menandakan akan ada satu pekerjaan yang lebih baik yang sedang menantikan dirinya. Banyak orang yang rumah tangga hancur, namun dia tidak tahu bahwa ini berarti ada sebuah rumah tangga yang lebih baik yang sedang menantikan dirinya. Akan tetapi  semua tergantung apakah dirimu memiliki pahala keberuntungan ini atau tidak, juga tergantung apakah kamu memiliki moralitas seperti ini, tergantung apakah kamu benar-benar membina dirimu, jika kamu memang serius membina diri, maka Bodhisattva akan membantumu menyelesaikan masalah.

Teori dan kesadaran spiritual harus konsisten. Dengan kata lain, kamu sudah menekuni Dharma begitu lama, kamu sudah mempelajari begitu banyak teori, namun jika kamu tidak mencapai kesadaran spiritual ini, maka kamu tidak akan bisa meneladani Bodhisattva dengan baik. Oleh karena itu, banyak orang yang sudah menghabiskan banyak waktu, setiap hari belajar teori, mampu mengatakan banyak sekali teori-teori Buddhis, seperti Buddha dan Bodhisattva ini bagaimana dan bagaimana…, Buddha dan Bodhisattva itu bagaimana dan bagaimana, sutra yang ini, paritta yang itu… Berarti kamu sedang mempelajari teori Buddhis, namun bukan sedang mempraktikkan Buddhisme. Jika kesadaran spiritualmu tidak bisa mencapai tingkat kesadaran spiritual Bodhisattva, lalu apa gunanya setelah kamu pelajari? Pahamilah satu prinsip: Kita meneladani Buddha dan Bodhisattva, bukan hanya sekedar membaca paritta, kita harus meneladani kesadaran spiritual Buddha dan Bodhisattva, sedangkan teori Buddha dan Bodhisattva berada di atas kesadaran spiritual ini. Apa yang dimaksud dengan kesadaran spiritual? Kesadaran spiritual adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat dan disentuh, yaitu melalui teori sebagai dasar, kemudian terus disempurnakan melalui pemikiranmu, ia baru bisa berubah menjadi suatu kesadaran spiritual.

Ingatlah bahwa kita harus selalu mempraktikkan apa yang telah dipelajari, jika tidak mempraktikkan hal-hal yang telah dipelajari sama seperti tidak belajar. Oleh karena itu, kepekaan dan merasakan ini sangat halus dan spesifik, seperti perasaan seseorang. Contoh: kalian semua pernah pacaran, ketika ada seseorang menyukaimu, sewaktu dia berdiri di belakangmu, maka kamu bisa merasakan nafasnya, kamu bisa merasakan dia sedang memandangimu dari belakang. Ini yang dimaksud dengan perasaan yang sangat spesifik, mengerti? Kamu bisa merasakan, merasakan dirimu hari ini bersujud di hadapan Guan Shi Yin Pu Sa, lalu Guan Shi Yin Pu Sa memandangi saya, merasa Guan Shi Yin Pu Sa sedang memperhatikan saya, ini yang disebut sebagai kepekaan dan merasakan.

Merasakan secara kuat pencerahan di dalam hati, dengan kata lain, ketika seseorang setelah menekuni Dharma dan membina pikiran, maka dia akan memiliki suatu pencerahan yang kuat, yakni saya sudah memahaminya sekarang. Seperti sebagian orang yang terlihat lugu, tetapi dia berkata: “Sekarang saya sudah mengerti setelah menekuni Dharma, hanya Guan Shi Yin Pu Sa yang bisa menyelamatkan rumah tangga saya, sekarang saya memiliki keyakinan. Tidak peduli apapun yang terjadi dalam keluarga, saya pasti akan tekun melafalkan paritta, saya mesti bertahan. “Ini berarti ada pencerahan di dalam hatinya. Jika tidak ada pencerahan ini di dalam hatinya, maka dia akan kecewa, akan putus asa, dan tidak dapat menemukan arah tujuan, dan akan kehilangan ambisi hidup. Apabila kehilangan ambisi hidup, bagaikan kamu mengendarai mobil menuju ke lereng bukit, tidak ada lagi jalan di depan, dan ditegakkan sebuah rambu lalu lintas: “Tidak ada jalan di depan”. Jika kamu terus mengendarai mobil menuju ke depan lagi, maka akan jatuh ke bawah, apakah sudah mengerti? Kita harus memiliki ambisi dalam menekuni Dharma, harus bisa merasakan bahwa Guan Shi Yin Pu Sa sedang memperhatikan kita. Jika kamu bisa merasakan pencerahan yang kuat di dalam hatimu, “Saya sudah mengerti”, sebenarnya ini disebut kondisi kesadaran, menyadari kebenaran, yaitu kamu telah menyadari tingkat kesadaran spiritual ini, kamu telah memperoleh jalan pembinaan ini. Apabila kamu bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh Bodhisattva, berarti kamu adalah Bodhisattva. Seperti halnya kamu mengetahui apa yang dipikirkan oleh anakmu, inilah faktor yang sangat penting bagimu dalam memahami anak-anak. Sama seperti banyak ibu yang mengetahui apa yang dipikirkan oleh anak-anak, ini karena dirimu telah menyadari kebenaran ini:
Karena saya tidak boleh bersikap terlalu galak terhadap anak ini, tidak boleh bersikap terlalu keras terhadapnya, karena anak ini bagaimana dan bagaimana.” Berarti kamu telah menyadari kebenaran ini, yang disebut menyadari kebenaran. Setelah kamu memahami kebenaran ini, maka kamu akan memaafkan dia, dan bersikap baik terhadap dia.

Kepekaan dan merasakan bisa berubah, namun menyadari kebenaran tidak mudah berubah. Hari ini saya telah melafalkan paritta, saya bisa merasa baik atau tidak baik, berarti hal ini sedang mengalami perubahan. Akan tetapi, menyadari kebenaran tidak mudah berubah. Apa itu menyadari kebenaran? Yakni, setelah saya memahami kebenaran ini, saya bersiap untuk terus berjalan menekuni jalan ini, saya merasa jalan ini adalah jalan yang benar, maka dia tidak akan mudah berubah. Mengerti? Menyadari kebenaran berarti terbuka kesadaran. Harus mampu menerapkan teori Ajaran Buddha Dharma yang mendalam ke dalam praktik nyata. Mempelajari teori yang mendalam dari Buddha dan Bodhisattva, harus dipraktikkan ke dalam kehidupan nyata, seberapa bagus yang dikatakan di mulut, “Saya tidak mempermasalahkan segalanya”, namun ketika benar-benar menghadapi masalah, langsung berubah menjadi panik dan temperamental. Seperti ketika kalian di rumah melihat anak-anak berulah pada kalian, apakah kamu bisa bersabar? Kesabaran berasal dari lubuk hati, ketika kamu bisa menyadari kebenaran ini, maka baru bisa bersabar; jika kamu tidak mengetahui prinsip ini, maka kamu tidak akan bisa bersabar. Jika tidak mampu menyadari prinsip kebenaran namun mengendalikan diri sendiri, maka pada akhirnya tubuhmu yang akan bermasalah, seperti sakit jantung, darah tinggi, semuanya akan muncul.

Master suka memberikan contoh dari kehidupan nyata kita, seperti seseorang ketika batuk, lalu dalam hati berpikir: “Saya tidak boleh batuk, saya harus menahannya, harus bisa menahannya”, kemudian pada akhirnya tetap tidak bisa menahan, “uhuk… uhuk… uhuk…” kamu tidak bisa menahan, karena kamu tidak memahami prinsip pengobatan di dalamnya, kamu baru bisa berbuat seperti ini. Sama seperti dalam bersikap, hanya dengan memahami prinsip kebenaran, baru bisa mengendalikan diri sendiri, jika tidak memahami kebenaran ini, lalu kamu meminta dia menahan diri, bagaimana mungkin dia bisa menahan diri? Ini disebut kesadaran. Kemudian ketika sisi dalam dan sisi luar diri kita bisa saling mengarahkan, baru bisa mencapai kesadaran spiritual. Dengan kata lain, dalam meneladani Buddha dan Bodhisattva, mempelajari dan mempraktikkan Ajaran Buddha Dharma, luar dalam harus selaras, dengan kata lain, baik dari penampakan luar maupun dari dalam, keduanya harus bisa menyatu, yang berarti jika saya terlihat sangat rendah hati, maka hati saya juga harus benar-benar rendah hati. Coba kalian lihat betapa munafik orang-orang zaman sekarang, penampilan luar mereka dengan wajah tersenyum berkata: “Halo, apa kabar? Lama tidak berjumpa, kangen sekali rasanya…”, namun begitu berbalik badan, wajahnya segera berubah. Wajah berubah dengan sangat cepat, ini karena hati atau pikiran seseorang tidak konsisten dengan perilaku. Jika benar-benar menyukai seseorang, maka hati dan perilaku harus selaras, lebih baik jangan berpura-pura. Saat saya membahas ini, mungkin ada di antara kalian yang berpikir: “Benar, saya memang seperti ini, kalau tidak suka dia ya tidak suka.” Master beri tahu kalian: Meskipun tidak suka dia namun tetap harus menyukainya. Karena dia adalah “makhluk hidup”, makhluk hidup adalah orang tua kita, anak-anak kita, yaitu semua yang kita miliki, diri kita juga merupakan salah satu diantara semua makhluk hidup, lalu mengapa kamu tidak menyukai dia? Jika kamu tidak menyukai dia, maka dirimu memiliki pemikiran diskriminatif, ini berarti kamu tidak mempraktikkan Dharma dengan baik, mengerti?

Apa yang dimaksud dengan membuktikan dan menyadari? Itu berarti saya sudah membuktikan, saya sudah menyadari. Saya sudah membuktikan Pintu Dharma Master – Xin Ling Fa Men benar-benar bagus, saya menyadari kebenaran ini, saya harus menekuni dengan baik, saya mau membina diri dengan baik, ini yang disebut membuktikan dan menyadari. Oleh karena itu, menyadari kebenaran bukan di sisi luar, dari sisi dalam, di dalam maupun di tengah. Mengapa harus menyadari kebenaran? Saya sudah menyadari], ternyata begini prinsipnya, ternyata begitu logikanya, semuanya itu tidak benar. Tidak dari dalam, tidak di luar, tidak di dalam, juga tidak di tengah, menyadari kebenaran adalah intisari sesungguhnya yang selamanya tidak akan pernah berubah. Dengan kata lain, kamu bisa memahami kebenaran  yang selamanya tidak akan berubah, ini disebut sebagai menyadari kebenaran. Seperti, karena Guan Shi Yin Pu Sa selamanya sedang menolong kita, maka setelah kita melafalkan paritta, Bodhisattva akan memperhatikan kita, ini adalah kebenaran sesungguhnya yang selamanya tidak akan berubah, benar tidak?

Kita hidup di dunia ini harus memahami satu prinsip kebenaran yang selamanya tidak akan berubah, itu adalah: terbentuk, tinggal, rusak, dan kosong; serta lahir, tua, sakit, dan mati. Jika kamu telah memahami prinsip kebenaran ini, maka kamu akan mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya, ini baru disebut menyadari kebenaran. Pada saat itu, ketika Buddha Sakyamuni masih seorang pangeran, dia duduk di atas kereta dan melihat orang-orang tua yang segera mendekati ajal, ada yang karena kelaparan, ada juga yang karena sakit. Melihat mereka begitu menderita, Buddha Sakyamuni merasa sangat sedih. Sang Buddha mengatakan: “Saya melihat orang-orang ini kasihan sekali, saya harus menemukan suatu jalan, yakni suatu jalan di mana manusia selamanya tidak akan meninggal, karena melihat mereka menjalani fase lahir, tua, sakit, dan mati, membuat saya merasa sangat sedih.” Pada akhirnya, Sang Buddha menemukan sebuah jalan yang bisa membuat manusia selamanya tidak akan meninggal, karena raga seseorang bisa meninggal, namun semangat dan jiwanya selamanya tidak akan musnah. Inilah jalan pembinaan jiwa untuk membebaskan diri dari kelahiran dan kematian yang ditemukan oleh Sang Buddha, inilah kemuliaan Sang Buddha.

Sekarang, apa yang Master minta kalian lakukan? Yaitu mengajarkan kalian membuat karya yang besar, mengajarkan kalian menyadari kebenaran ini, menyadari kebenaran yang sesungguhnya yang selamanya tidak akan dijatuhkan, yang selamanya tidak akan berubah. Apakah proses lahir, tua, sakit, dan mati bisa berubah? Apakah fase terbentuk, tinggal, rusak, dan kosong akan berubah? Ibu-ibu dan paman-paman yang sudah lansia, apakah mereka sedari kecil sejak lahir sudah tua? Oleh karena itu, ketika masih kecil harus terpikirkan saat tua nanti, sedangkan kala sudah tua dan berumur, harus memperhatikan yang lebih muda. Namun masalahnya: ketika sudah berumur sering mengingat betapa baiknya dia memperlakukan orang lain sewaktu dia masih kecil; sedangkan kalangan muda malah berpikir, “Baiklah, kamu sudah segitu tua masih bersikap begini terhadap saya?” Pikirkanlah konflik ini, bagaimana bisa melangkahi jarak generasi ini? Bekerja keras seumur hidup pada akhirnya tidak mendapatkan apapun, tidak memiliki apapun, datang dengan cepat dan pergi dengan tergesa-gesa. Sewaktu melihat diri sendiri sudah berumur, lalu badan sakit-sakitan, sedih atau tidak? Coba pikirkan, pada malam hari sewaktu tidur, kalian akan merasa sedih, pada saat itu kamu menyadari bahwa manusia ini adalah palsu. Kepekaan dan merasakan adalah perasaan harmonis yang dirasakan tubuh dan pikiran dalam menjalani praktik pembinaan, merasakan dan menerima keharmonisan tubuh dan pikiran dari praktik pembinaan diri.

Manusia hidup di dunia ini, sering mengatakan beberapa kalimat ini: “Hidup ini adalah satu tarikan nafas, saya justru berjuang untuk satu tarikan nafas ini. ““Saya marah bukan dari satu hal, saya benar-benar marah.” Sampai pada akhirnya, orang ini mengatakan, “Saya sudah tidak marah lagi.” Sesungguhnya amarah adalah suatu medan aura, bukankah merasa senang adalah suatu energi? Merasa murung juga suatu energi? Merasa sedih pun suatu energi? Manusia hidup di tengah medan aura. Jika menggunakan kata-kata paranormal, manusia hidup di tengah energi. Energi memiliki “batas”, ketika mencapai suatu batas tertentu, maka mungkin ia akan hilang, oleh karena itu ada perkataan, “takdirnya sudah tiba / nyawanya sudah habis”. Ada banyak ahli astronomi yang meramalkan nasib kaisar, pada akhirnya mengatakan: “Kaisar, umur negara ini sudah berakhir.” Pada saat itu, Ibu Suri Ci Xi mengatakan: “Umur Dinasti Qing sudah berakhir.” Energi bisa berubah. Barusan masih marah, luar biasa marah, kemudian ketika orang lain mengatakan: “Saya bukan mengkritik kamu, maksud saya, kamu itu bagus, kamu sudah salah paham.” “Ah, benarkah?” Maka energi segera berubah. Ada orang yang merasa sangat senang: “Saya memenangkan lotere.” Kemudian datang satu orang yang mengatakan: “Maaf, nomor yang dilaporkan salah.” “Hah?” lalu merasa kecewa, maka energi pada dirinya segera berubah. Oleh karena itu, energi qi ini sangat penting.