17. Membahas Tentang “Langit, Bumi, dan Manusia” 漫谈 “天地人”

17. Membahas Tentang “Langit, Bumi, dan Manusia”

Penghuni di Alam Asura memiliki pahala surgawi, namun tidak memiliki moralitas surgawi. Alam Asura merupakan alam roh, namun pemikiran mereka juga sangat rendah. Lihat saja apa yang dilakukan para pria dan wanita yang turun dari Alam Asura ke Alam Manusia, maka akan mengetahuinya. Sekarang kalian menyeberangkan orang tua sampai ke Alam Asura, mengira itu sudah cukup bagus, lalu tidak ingin menyeberangkan lagi. Namun sesungguhnya ada sebagian orang yang masih memiliki jalinan hubungan buruk dengan orang tuanya yang belum lunas. Banyak orang berkata, bagaimana kalau kita kurangi pelafalan Xiao Fang Zi, supaya mereka bisa bereinkarnasi menjadi manusia? Bukankah kalian sedang berada di Alam Manusia? Menderita tidak? Sangat menderita sekali. Ada berapa orang di antara kalian yang masih ingin terlahir sebagai manusia? 

Master beri tahu kalian, dari antara 10 narapidana di dalam penjara, 9 di antaranya sangat cerdas. Akan tetapi dalam Ajaran Buddha Dharma dikatakan, “Justru karena cerdas malah akan disesatkan oleh kecerdasannya”. Berapa banyak orang yang mengira dirinya sangat cerdas, semua ini malah menjerumuskan diri dan merugikan diri sendiri. Sama halnya dalam pembinaan diri, ada berapa banyak orang yang mengira dirinya sudah membina diri dengan baik, ketika orang lain menasihatinya, dia akan menyangkalnya dengan banyak teori. Semua ini disebut sebagai halangan buah karma buruk. Orang seperti ini adalah orang yang tidak memiliki kebijaksanaan. Saya akan memberikan contoh di Alam Manusia pada kalian, misalnya kamu belajar jurusan komputer di Universitas Sydney, dia belajar ilmu kedokteran di Universitas Sydney. Lalu kamu berkata kepada mahasiswa kedokteran bahwa, kita semua satu universitas, kamu bisa menggunakan stetoskop, apakah bisa membantu saya memperbaiki komputer? Dari 84,000 Pintu Dharma, apakah kamu boleh menggunakan satu Pintu Dharma untuk menyerang Pintu Dharma yang lain? Setiap Pintu Dharma harus menunggu waktu alam, keadaan bumi, dan manusia baru bisa diwariskan ke dunia. Namun di antara pintu-pintu Dharma tersebut, ada sebagian Pintu Dharma yang datang lebih awal ke dunia ini untuk menyelamatkan kesadaran spiritual orang-orang. Bukan berarti semua Pintu Dharma cocok untuk kita pelajari, akan tetapi kita harus mencari satu Pintu Dharma yang sesuai dengan diri sendiri.

Lalu apa standar dari Pintu Dharma yang benar? Jika dikatakan dalam istilah masa kini, yakni penerapan dalam kehidupan nyata adalah satu-satunya standar untuk menilai kebenaran yang sesungguhnya. Dengan kata lain, Pintu Dharma ini harus manjur, bisa segera menyelamatkan orang-orang. Mengapa ada begitu banyak orang yang melafalkan paritta dan membina pikiran mengikuti Master? Jika bukan karena Pintu Dharma ini manjur, mengapa keluarga setiap orang berubah menjadi semakin baik? Yang tadinya akan bermasalah, tetapi setelah melafalkan paritta, semua menjadi semakin membaik. Akan tetapi, juga banyak orang yang mengatakan, “Sebelum saya melafalkan paritta, sebenarnya tidak sakit, namun mengapa setelah melafalkan paritta, malah menjadi sakit?” Sebenarnya sakit ini baru akan dirasakan nanti, namun setelah melafalkan paritta menjadi sakit itu disebabkan arwah asing teraktivasi terlebih dahulu, dan setelah rasa sakit berlalu, kelak tidak akan sakit lagi. Apabila sekarang tidak melafalkan paritta dan membina diri, maka di hari tua nanti, ketika sudah tidak memiliki kekuatan, maka kamu harus menerima kematian dengan penuh penderitaan. Sekarang ini kamu masih muda, masih memiliki kekuatan, juga masih memiliki kekuatan, jika sekarang kamu sakit, kamu tidak akan meninggal. Oleh karena itu, lebih baik bersakit-sakit dahulu, ada masalah diselesaikan terlebih dahulu, jangan menunggu sampai di hari tua nanti, baru sekaligus dibalaskan. Jika dibalas secara bersamaan, ini yang dikenal sebagai“sakit komplikasi”, jika sudah komplikasi, maka sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Ketika liver, paru-paru, dan jantung sudah tidak berfungsi lagi, bagaimana mungkin masih bisa tertolong?

Penghuni Alam Asura yang pria berwajah sangar, biasanya bentuk rupa mirip seperti alien yang mengemudikan UFO dalam film-film fiksi ilmiah, akan tetapi lebih tampan daripada mereka. Sesungguhnya anggota grup pencipta film-film fiksi ilmiah ini semua mendapatkan ide dari para paranormal yang terlibat di dalamnya. Seperti dalam film “Star Wars”, seperti itulah kehidupan di Alam Asura. Cara pembinaan diri yang diwariskan 2,000 tahun yang lalu dari India memang sangat bagus, akan tetapi apakah masih sesuai untuk orang-orang masa kini dalam menjalani pembinaan diri? Apapun cara yang digunakan untuk membina diri, bertujuan demi mencapai penerangan sempurna, berarti kamu sudah berhasil. Apabila kalian masih ingin memahami lebih dalam tentang Alam Asura, maka kalian bisa menonton film-film fiksi ilmiah. Ketika Master menonton film fiksi ilmiah tersebut, seluruh tubuh Master merinding, ini sama percis seperti apa yang Master lihat di Alam Surga. Orang, pedang, senjata, laser dan lainnya, sesungguhnya benda-benda yang berkilau keemasan di dalam film-film fiksi ilmiah itu berubah menjadi peluru. Ketika Master menerawang totem, yang terlihat adalah sinar cahaya, seperti kedua mata orang yang memancarkan dua buah cahaya. Hanya saja kalian tidak bisa melihatnya. Oleh karena itu, bisa terlahir banyak khayalan dalam diri orang-orang. Kita sekarang membayangkan dan mengira saat meninggal, pasti akan merasa sangat menderita, namun sesungguhnya, saat begitu meninggal, jika kamu benar-benar terbang ke atas langit, maka sedikit pun tidak terasa sakit. Mengapa? Pada saat itu sudah tidak ada penderitaan, karena kamu tidak akan memikirkan lagi hal-hal yang di bawah. Bukan mengatakan bahwa kamu tidak memiliki hati nurani, akan tetapi karena kamu telah pergi ke dunia yang lain. Pada saat itu perasaanmu tidak akan sama, seperti saat kita pergi bertamasya, kita akan melupakan banyak kerisauan dan merasa sangat senang.

Ketika hantu akan terlahir sebagai manusia, mereka akan minum “Meng Po Tang” – sup penghilang ingatan, dan melupakan kejadian-kejadian di masa lalu. Sesungguhnya, ketika seseorang naik ke Alam Surga, dia juga akan melupakan masa lalunya. Di dalam Kitab {Amitabha} ada pembahasan tentang kolam teratai, air delapan jasa kebajikan, dan kolam tujuh pusaka, setelah membasuh diri di kolam ini, maka seluruh kerisauan dan kekotoran pada dirimu akan tercuci bersih. Dengan kata lain, jika kamu secara alami naik ke Alam Surga, maka akan terdapat satu lapisan ini, sama seperti biasanya kita naik pesawat melewati lapisan awan, alam kesadaran setelah melewati lapisan awan ini sudah tidak sama. Sewaktu pembinaan diri sudah mencapai tingkat Alam Surga, maka pada saat itu kamu tidak akan merasa menderita lagi, kamu tidak akan memikirkan apapun lagi. Master memiliki jodoh dengan kalian semua di kehidupan sebelumnya. Master merasa sangat menderita, karena Master bisa melihat kehidupan yang sebelum-sebelumnya, ada banyak orang yang dulunya berhutang pada Master, juga ada banyak orang yang dulunya adalah murid Master. Namun sekarang (di kehidupan ini), kalian telah melupakan semua, sudah tidak tahu lagi. Contoh, kamu bertemu dengan seseorang, wajah orang ini sangat familiar, “Saya senang berbicara dengannya”, namun apakah kamu tahu dia itu dulu pernah menjadi siapanya kamu? Sama seperti sekarang kalian tidak bisa melihatnya. Sekarang Master bisa melihat kehidupan kalian sebelumnya, “Orang ini datang membayar hutang karma, orang itu adalah murid dalam saya, dulunya orang itu adalah anak murid saya”, Master lebih baik tidak melihatnya, karena Master akan merasa sangat sedih. Mengerti? Apakah kalian sekarang masih ingat hal-hal di kehidupan sebelumnya? Apakah setelah kalian pergi ke Alam Surga masih akan mengingat hal-hal duniawi? Setelah seseorang meninggal dan terlahir di Alam Surga, maka dia hanya akan memikirkan hal-hal di Alam Surga. Akan tetapi banyak orang yang tidak memahami, mengira orang setelah meninggal pasti bisa naik ke Alam Surga. Banyak agama yang mengira setelah orang meninggal pasti akan naik ke Alam langit atau Surga, tidak peduli seberapa banyak kejahatan yang telah dilakukannya, tetap bisa naik ke Surga. Apakah ini mungkin? Orang jahat harus turun ke bawah, orang baik harus naik ke Alam Surga, ini adalah Hukum Karma.

Master beri tahu kalian: kita hidup di dunia ini hanya boleh melakukan perbuatan baik, tidak boleh melakukan kejahatan, terhadap segala hal harus bisa menyesuaikan jodoh. Terhadap banyak hal, tidak bisa memaksakan jodoh, jika seseorang memaksakan jodoh, maka habislah. Mengejar sesuatu yang tidak seharusnya dirimu miliki, kasihan tidak? Tahukah kalian ada berapa banyak orang yang ingin menjadi juara pertama dalam ujian negara, akan tetapi mereka hanya memiliki harapan satu berbanding seribu. Banyak orang yang menginginkan anak mereka harus masuk ke sekolah menengah unggulan, akan tetapi berapa banyak yang bisa lolos? Kalian sekarang mengikuti Master, maka kalian akan memiliki keberuntungan ini. Ingatlah, asalkan kalian membina diri mengikuti Master, tidak hanya diri kalian akan baik, anak-anak kalian juga akan menjadi baik. Apabila kalian ingin anak-anak kalian baik, perbanyak afalkan paritta dan mempraktikkan Ajaran Dharma, maka kalian pasti akan memiliki keberuntungan. Master mengajarkan kalian berarti memberkati kalian, dalam menekuni dan mempraktikkan Dharma, harus memiliki kebijaksanaan.

Kalian harus ingat beberapa hal. Kalian semua tahu bahwa kita berlindung kepada Triratna – Buddha, Dharma, dan Sangha. Lalu apa yang dimaksud dengan sifat dasar dalam Triratna? Kesadaran, kebenaran, dan kesucian. Dengan kata lain, setelah tersadarkan, lalu kita baru bisa memperbaiki segala hal atau tindakan yang dilakukan, kemudian menyucikan jiwamu, dengan begitu sifat Kebuddhaan yang pada awalnya kamu miliki baru bisa perlahan-lahan muncul. Kesadaran, kebenaran, kesucian, baru bisa perlahan-lahan mencuat keluar. Yang harus kalian pelajari adalah hal ini. Setiap kemarahan dalam duniawi, merasa tidak senang, serakah, suka mengambil keuntungan, kecanduan, dan lainnya, semua ini karena tidak tersadarkan. Orang-orang yang suka berjudi sering berkata kepada keluarganya, “Taruhan kecil menyenangkan hati, taruhan besar menafkahi keluarga.” Coba kalian katakan, siapa yang suka berjudi yang mampu menghidupi keluarganya? Ini dinamakan tidak benar. Ketika seseorang memiliki pemikiran yang tidak benar, dia pasti akan tersesat, begitu memiliki pemikiran sesat, maka dia akan tertimpa kesialan. Saat seseorang memiliki pemikiran yang tidak benar, maka segala hal yang dilakukannya tidak akan benar. Contoh: Jalan ini menuju Canberra, asalkan kamu berjalan mengikuti jalan ini, maka pasti bisa tiba di Canberra. Apabila kamu mulai berjalan menyerong, maka walaupun kamu menambah kekuatan untuk berjalan maju, bukankah akan berjalan semakin menyimpang? Demikian juga dalam mempraktikkan Dharma. Apabila seseorang mempelajari sangat banyak Pintu Dharma, maka sewaktu dia memasuki satu Pintu Dharma, mengapa pembinaannya akan menjadi semakin buruk? Saat menyembah Buddha dan melafalkan paritta, semakin tidak manjur? Ini semua karena adanya penyimpangan, mana mungkin permohonannya bisa terkabul?

Sama seperti banyak orang yang sakit malah minum suplemen. Ketika tubuh sudah sakit, seharusnya minum obat, suplemen hanya membantu menjaga kesehatan tubuhmu ketika kamu tidak sakit. Jika setelah sakit malah minum suplemen dan tidak minum obat, bukankah ini sama dengan menunda pengobatan? Sekarang banyak sekali kekurangan dan halangan karma buruk yang berat pada diri kalian, namun masih menginginkan“suplemen”dari Master. Master ingin menggunakan sebuah“golok besar”, tidak peduli terhadap orang yang berusia 82 tahun atau 28 tahun, begitu melihat kekurangan pada diri kalian, maka Master akan menggoloknya. Sakit atau tidak? Jika sakit, berarti akan cepat sembuh, ini yang dinamakan“lugas”. Jika tidak sakit, maka akan terus terasa sakit secara perlahan-lahan. Ketika dioperasi akan sakit sejenak, namun selanjutnya tidak sakit lagi. Ada banyak hal juga demikian, bertahan sejenak, selanjutnya tidak akan menderita lagi. Contoh: Ada banyak muda-mudi yang berpacaran putus-nyambung, selamanya menderita. Terus berkata, “Saya sudah memutuskan untuk putus, lalu mengapa saya masih pergi mencarinya? Mengapa saya tidak bisa menahan diri?” Meskipun sudah tidak berjodoh, namun masih pergi mencari, inilah penderitaan. Penderitaan ini dirimu sendiri yang mencarinya, jika kamu tidak bersedia melepaskan, maka kamu akan menderita selamanya. Yang seharusnya direlakan, maka harus dilepaskan. Master pada masa ini bersikap berani dan tegas dalam menolong orang-orang, menyelamatkan yang bisa diselamatkan, yang tidak bisa diselamatkan, maka hanya bisa direlakan.

“Suci”merujuk pada kesucian jiwa. Setiap orang biar bagaimana pun harus berusaha membuat jiwanya menjadi lebih baik hati. Seseorang yang ingin tersadarkan memiliki satu syarat, yakni harus memiliki “akar kebijaksanaan tingkat atas”. Dengan kata lain orang ini harus memiliki akar pembinaan diri tingkat atas, orang ini adalah orang cerdas dan sangat bijaksana. Apabila seseorang yang sangat bodoh dan tidak terbuka kesadaran, maka akan sangat lambat untuk tersadarkan. Seseorang yang memiliki moralitas dan kualitas yang baik, serta baik hati baru bisa tersadarkan. Seseorang yang berhati jahat juga tidak akan bisa tersadarkan. Ketika kalian menolong orang lain, jika bertemu dengan para preman atau orang-orang jahat, jangan menolongnya, karena tubuh mereka terlalu kotor, berbau busuk, tidak akan bisa tertolong. Terlebih dulu menolong kesadaran spiritual diri sendiri baru menolong kesadaran spiritual orang lain. Jika dirimu sendiri saja tidak baik, sekujur tubuh sakit-sakitan, bagaimana mungkin bisa menolong orang lain? Banyak praktisi Buddhis hanya melafalkan paritta seumur hidup, yang ditekuni adalah Ajaran Buddha Dharma Mahayana, yang diselamatkan adalah orang-orang dan arwah-arwah di langit dan bumi, apakah mereka memiliki jasa kebajikan? Ada, di kehidupan selanjutnya. Apabila mereka tidak melenyapkan halangan karma buruk pada tubuhnya sendiri, maka hanya mengandalkan jasa kebajikan dari melafalkan paritta, selain menetralisir buah karma buruk, maka di kehidupan selanjutnya, mereka mungkin juga tidak bisa pergi ke Alam Surga. Oleh karena itu, di dunia ini bisa ada begitu banyak anak-anak pejabat tinggi, dan para konglomerat yang berkuasa. Mereka sudah membina diri seumur hidupnya, namun malah bereinkarnasi kembali ke dalam keluarga kaya raya dan kehilangan arah pembinaan diri, bermalas-malasan tidak mau kerja, berasusila dan berjudi, kemudian di kehidupan selanjutnya akan terlahir sebagai setan. Mungkin saja mereka akan melakukan lebih banyak kejahatan dibandingkan di kehidupan sebelumnya, maka mereka akan terlahir di Alam Neraka, terlahir menjadi binatang, bahkan tidak lagi memiliki kesempatan untuk menjadi manusia. Mengapa binatang tidak bisa menjadi manusia? Karena binatang, misalnya kuda, mereka hanya tahu kalau mereka adalah kuda, ini dinamakan tidak memiliki kebijaksanaan. Kalian sudah bertemu dengan Master yang begitu baik, harus membina diri dengan sungguh-sungguh.

Master suka menjelaskan Ajaran Buddha Dharma yang begitu sulit dan mendalam ke dalam bahasa sehari-hari yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Master suka membahas Dharma di Alam Manusia. Harus dijelaskan hingga orang-orang bisa mengerti. Dalam menjelaskan Dharma harus membuat orang-orang mengerti baru bisa menyelamatkan mereka, itu baru disebut sebagai ajaran Buddha Dharma Mahayana. Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Agung dalam menyelamatkan orang akan mewujudkan dirinya sesuai dengan keadaan orang yang akan diselamatkan. Sewaktu Master berada di atas panggung, ada banyak orang yang melihat tubuh Dharma Master adalah Bodhisattva. Oleh karena itu, ketika menolong orang lain, kita harus mengeluarkan seluruh ketulusan hati kita, jangan hanya formalitas di luar saja. Ada sebagian organisasi sosial yang pergi ke panti jompo, contoh pada hari ibu, atau malam Natal, dan sebagainya. Orang-orang di panti jompo banyak yang menderita alzheimer, dan duduk di sana. Namun orang-orang ini malah menarik tangan para lansia untuk menyanyi, bermain game, dan berfoto. Ini apa yang sedang dilakukan? Bukankah ini sama dengan menyiksa para lansia ini? Sandiwara apa ini? Ada sebagian orang dari suatu negara, atau suatu tempat, malah berlutut dan mencium tanah, menempelkan mulut mereka ke tanah, benar-benar sangat “salut” dengan mereka. Dalam menolong orang, Master meneladani Bodhisattva Ji Gong, yang menolong orang-orang ke mana pun Master pergi. Menghukum orang jahat, menolong orang baik.