9. Memanfaatkan Keadaan untuk Melatih Diri Sendiri — 让环境来锻炼自己

Memanfaatkan Keadaan untuk Melatih Diri Sendiri

Master meminta kalian untuk menyesuaikan jodoh, seseorang yang semakin bisa menyesuaikan jodoh, semakin mudah untuk bertahan hidup. Saat dingin, saya bisa menahannya; panas, saya juga bisa menahannya. Di masa sepuluh tahun kekacauan revolusi budaya, banyak pekerja-pekerja senior, yang kemudian semuanya dipulihkan lagi nama baiknya, padahal dulu sampai dipukuli habis-habiskan oleh orang-orang, dia pun bisa bersabar dan bertahan, maka dia bisa bertahan hidup, dia harus bisa menyesuaikan jodoh. Pada saat itu, ada seorang guru di sekolah dasar kami, sampai ditampar dan diludahi orang-orang, akhirnya, setelah dia melepaskan topinya, dia berkata, “Kalian benar-benar lucu sekali, para prajurit kecil sangat lucu”, bukankah begitu dia tetap terus hidup. Banyak orang yang tidak bisa menahan diri, karena dia adalah kepala sekolah, merasa gengsi, pada akhirnya dipukuli sampai menjadi lumpuh. Seperti sekarang, sebagian orang di antara kita yang duduk di sini, kalau terlahir di masa revolusi budaya, mungkin akan berkata, lebih baik saya mati saja pun enggan dipermalukan mereka, kalau begitu bukankah akan mati. Sesusah apapun, juga harus tetap hidup, menghadapi masalah sesulit apapun, juga harus bertahan, karena bertahan baru bisa mencapai kemenangan. Bukankah banyak orang juga begitu? Karena saya bertahan, bukankah akhirnya saya yang menang? Banyak orang tidak mau mengalah, padahal hidup di dunia ini memang menderita, kita datang untuk menyelaraskan diri, lalu mengapa tidak bisa berpikiran terbuka? Setelah terjadi perubahan dalam kualitas hidup kita, kemudian orang yang semakin mampu menyesuaikan jodoh, akan semakin bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, setelah kita menekuni Dharma, dalam kehidupan nyata, kita paling bisa memanfaatkan jodoh-jodoh ini, untuk menyesuaikan kehidupanmu sendiri. Apakah kehidupan sendiri? Hari ini walau merasa senang, saya juga menyesuaikan jodoh, kalau senang, yang senanglah sebentar; besok saat merasa tidak senang, saya juga menyesuaikan jodoh, aduh, merasa tidak senang, namun hidup ini memang penuh ketidakkekalan. Semuanya menyesuaikan jodoh, maka kamu pun mampu melewatinya, kemudian lusa keadaan kembali membaik. Saat kamu masuk angin dan sakit flu, bukankah merasa sedih? Begitu menyesuaikan jodoh, dua hari kemudian juga sembuh. Yang penting adalah, kita harus belajar dari pengalaman, mengapa saya bisa sakit seperti ini? Karena sudah datang, maka kamu pun harus bisa menyesuaikan jodoh, janganlah kamu berjalan melawan jodoh, saya justru tidak mau mengalah, maka saya beritahumu, kalau kamu tidak mau mengalah, akan mematahkan kepalamu. Ini namanya jodoh buruk, mengerti?  

 

Oleh karena itu, kalian harus ingat, dalam keadaan apapun, kita harus bisa mengikuti nasib menyesuaikan keadaan. Tidak peduli di tengah keadaan sesulit dan sesusah apapun, kita harus bisa mengikuti nasib. Apakah yang dimaksud dengan mengikuti nasib? Yakni mengikuti pemikiran, mengikuti diri sendiri dalam bertindak. Kita bisa menyesuaikan jodoh mengikuti nasib, dalam keadaan apapun, kapanpun, dan di mana pun, kita berjalan menyesuaikannya, ini dinamakan menyesuaikan jodoh. Hari ini keadaan rumah tidak baik, biarkan saja, hari ini televisi mau rusak, aduh, tidak apa-apa, goyangkan sedikit, gambarnya muncul kembali, coba lihat dua hari ke depan, kalau benar-benar rusak, ya berakhirlah, kalau begitu beli satu lagi. Tidak masalah, mengikuti nasib saja. Jika kamu bersusah hati, baru saja setahun, masa jaminan sudah berlalu, hanya beberapa hari saja, sudah tidak ada lagi. Kamu merasa kesal, merasa sedih, lalu menendang televisi, pada akhirnya malah melukai kaki sendiri. Menyesuaikan jodoh saja, dalam banyak hal, kita harus bisa menyesuaikan jodoh. Kita harus menyesuaikan keadaan apapun dalam kehidupan kita harus bisa mengaktifkan dan memutarnya. Dengan kata lain, saat berada dalam keadaan yang tidak baik, kita harus bisa mengubahnya, supaya dia bisa berjalan ke arah yang positif, saat berada dalam keadaan yang baik, kita juga harus mengubahnya, supaya dia bisa semakin baik. Mengerti? Hari ini di tempat kerja, kamu merasa tidak nyaman dan tidak senang, maka kamu harus bisa mengubahnya? Bagaimana cara mengubahnya? Yakni dengan melafalkan paritta, selain itu adalah menjaga relasi baik dengan orang-orang. Jika orang yang tidak bisa melafalkan paritta, dia akan memberikan hadiah, mentraktir makan, tersenyum dan ramah pada orang-orang. Ini juga namanya mengubah, sedangkan perubahan seperti ini adalah perubahan bersifat mekanik, sedangkan perubahan dalam dunia roh tidak perlu memberikan hadiah atau mentraktir makan, kamu hanya perlu terus-menerus melafalkan paritta, maka tidak lama kemudian, pandangannya terhadapmu tidak akan sama lagi. Padahal mulanya sangat membenci ketika melihatnya, merasa jelek sekali, setelah melafalkan paritta, menjadi terlihat bagus. Ini karena terjadi perubahan dalam keadaannya, terjadi perubahan dalam kesadarannya, maka akan mengubah pandangannya terhadap benda-benda dalam kehidupan nyata, mengerti?

Ada sebagian orang yang melihat orang-orang yang sangat gemuk, misalnya, Robin sangat gemuk, begitu dilihat, wah gemuk sekali, tidak bagus, akan tetapi saat kamu melihat dia membantumu membungkus barang, kamu melihatnya, wah.. dia rajin sekali, dia lucu sekali, semua orang merasa senang dan menyukainya. Coba kamu lihat Xiao Zhang, biasanya tidak tersenyum, anak ini kenapa ya? Kelihatannya kurang menyenangkan, akan tetapi ketika kamu melihat dia di belakang membuang sampah, terus bekerja ke sana kemari, kamu lihat, anak ini begitu baik, maka perasaan itu akan segera tidak sama, kamu akan segera menyukainya. Ini berarti keadaan sedang berubah. Ada pendengar kita yang sangat gemuk, jika kamu gemuk, lalu kamu juga malas, tidak mau bekerja, maka suamimu semakin melihatmu semakin sebal padamu, namun jika kamu adalah orang yang gemuk, tetapi kamu selalu bekerja keras, terus-menerus berberes dan membersihkan, maka orang lain akan melihatmu semakin lama semakin cantik, merasa kamu suka bekerja, seluruh rumah semuanya kamu yang membereskannya, maka orang lain tidak hanya akan menyukainya, juga akan terlahir rasa belas kasihan. Benar tidak? Robin memang tubuhnya sudah sangat gemuk, jika dia masih tidur-tiduran di sofa rumah sambil menonton televisi, tidak mau mengerjakan apapun, istrinya yang melihatnya pun akan kesal. Kalau kamu tidak percaya, coba kamu membantu istrimu mengerjakan sedikit hal, maka dia akan segera mengatakan kalau kamu baik, melihatmu pun rasanya tidak sama. Oleh karena itu, yang saya ingin katakan pada kalian adalah, kita harus bisa mengubah keadaan, setelah keadaan berubah, orang baru bisa berubah.

 

Oleh karena itu, kita harus bisa tidak mengambil juga tidak melepas, mampu melihat kebenaran dari segala hal di dunia ini, bisa melampaui segalanya di dunia ini, terhadap masalah ini, kita harus bisa melihat karakter aslinya, seperti kamu mencintai putramu ini, namun sampai pada akhirnya, anak ini masih lebih mencintai istrinya daripada ibunya. Benar tidak? Maka kamu harus melihat lebih jauh melampauinya, maka hatimu baru bisa melepas, bukannya malah jadi membencinya. Karena kamu mencintainya, sesungguhnya ini adalah perilaku duniawi, yang bisa menyakiti hatimu, membuatmu tidak bisa merelakannya, maka kamu hanya bisa menggunakan cara ini untuk merelakannya. Kamu sangat mencintai anakmu, namun terakhir kamu berpikir, lepaskanlah, dia pada suatu hari nanti juga akan menyayangi istrinya dan melupakan ibunya. Begitu kamu bisa berpikir demikian, maka kamu pun bisa melampauinya. Kita lihat banyak orang, saya sangat mencintai wanita ini, coba pikirkan saja, kamu sangat mencintainya, lalu di usia 70 atau 80 tahun, dia meninggal, bukankah hanya tersisa seonggok tulang saja? Begitu kamu berpikir demikian, bukankah kamu pun bisa melaluinya? Jangan lagi melekat, kita harus bisa melihat kebenaran dari segala hal di dunia ini, semuanya adalah palsu, mengapa harus melihatnya begitu nyata? Saat masih kecil, mata kita cukup bagus, tiba-tiba saja menderita rabun jauh, lalu merasa sedih, saya pakai kacamata jadi kelihatan jelek, namun kalau tidak mau pakai, jadi tidak kelihatan. Saya juga begitu, saat masih kecil, mata saya cukup baik, tidak pakai kacamata, wajah saya terlihat bagus, namun kemudian karena rabun jauh, melihat papan tulis semakin lama semakin tidak jelas, masih harus menyipitkan mata, benar-benar lelah sekali, karena di dalam kelas ada banyak anak-anak perempuan dan laki-laki, makanya tidak mau pakai kacamata, lalu kemudian jadi tidak kelihatan, benar tidak? Akan tetapi, tidak terpikirkan oleh kamu, saat kamu sudah lanjut usia, kamu juga akan menjadi penderita rabun dekat, kamu tidak bisa melihat jelas benda-benda berjarak dekat, namun bisa melihat yang jauh. Dia memang berubah-ubah, benar tidak? Maka, janganlah kamu bersedih karena hal-hal kecil yang terjadi pada saat ini, kamu harus bisa melupakannya. Kekurangan seseorang memang begini, saat menunjukkan kekurangannya, dia berpendapat kalau dia benar, maka tidak mau memperbaikinya. Ayah dan ibu mengatakan, kamu jangan begini, namun dia tetap tidak mau berubah. Seperti anak laki-laki memanjangkan rambut, kalau sekarang kamu memanjangkan rambut, apakah bagus? Maka kita harus berubah.

 

Oleh karena itu, kita harus bisa melihat kebenaran dari segala benda di dunia ini, bahwa mereka semua adalah nidana yang bersifat sementara. Apakah yang dimaksud dengan nidana sementara? Berarti palsu, waktunya sangat singkat, hari ini ada, besok sudah hilang, hari ini kakak dari Nyonya Hong, biasanya masih bisa menelepon masuk, hari ini sudah tidak ada lagi, bukankah juga meninggal begitu saja? Sama saja, Nyonya Hong membantu melafalkan paritta untuk adik yang satunya, karena adiknya ini juga sakit parah, namun orang ini masih hidup sampai sekarang, makanya kamu tidak bisa tidak percaya, kalau sudah tidak ada, ya tidak ada lagi. Misalnya, hari ini Xiao Yu kalau tidak membina diri baik-baik, “Master begitu disiplin pada saya, saya tidak mau membina diri lagi”, lalu kamu pergi, maka segera ada orang lain yang menggantikan, berarti kesempatanmu ini sudah hilang, benar tidak? Sama seperti kalian para murid, sebelumnya saya sudah mengatakan pada kalian, bukanlah Guan Shi Yin Pu Sa yang tidak mau kalian, tetapi kalian yang tidak mau Guan Shi Yin Pu Sa. Apa yang dikesalkan? Untuk apa marah? Memang kalau kamu pergi, dunia ini tidak berputar lagi?

 

Oleh karena itu, ingatlah, tidak melekat, memiliki kebijaksanaan ditambah konsentrasi pikiran, baru bisa terbebaskan dalam keadaan apapun. Mohon diingat, kata-kata ini sangat penting, memiliki kebijaksanaan, bukan kepintaran, namun sepenuhnya mampu memahami prinsip kebenaran, memiliki kebijaksanaan ditambah dengan konsentrasi pikiran, apakah yang dimaksud dengan konsentrasi pikiran? Sepenuhnya memahami prinsip kebenaran ini dinamakan memiliki kebijaksanaan, akan tetapi, saya harus terus mempertahankannya, ini disebut memiliki konsentrasi pikiran – keteguhan, saya memahami kebenaran ini, saya tidak boleh melakukan kejahatan, ketika orang lain sedang menggodamu, maka kamu harus memiliki keteguhan hati. Saat orang lain mengatakan, “Saya beri kamu uang sepuluh ribu Yuan, saudaraku, mau tidak kamu melakukan hal ini?” Kamu harus memiliki keteguhan, ini adalah hal buruk, saya harus punya kebijaksanaan, saya tidak boleh melakukannya, akan tetapi, melihat uang itu, hatimu goyah, dan kamu melakukannya, itu sama dengan menimbulkan masalah, benar tidak? Maka kita harus memiliki kebijaksanaan, ditambah dengan konsentrasi pikiran – keteguhan, kamu baru bisa berhasil.

 

Kita harus bisa terbebaskan, apakah yang dimaksud dengan terbebaskan? Terlepas, melupakan semuanya, terbebas dari segalanya, mendapatkan kebahagiaan, memperoleh sukacita. Karena kamu sudah terbebaskan, anak bagimu pun tidak akan lagi menimbulkan gejolak besar dalam hatimu, terhadap suami juga sudah tidak terlalu mementingkannya lagi, asalkan saya sendiri membina diri baik-baik, saya sudah tidak terlalu menganggap penting segalanya, karena saya sudah berumur segini, sudah mendekati kematian, saya sudah berpikiran terbuka terhadap segala hal, saya tidak lagi berpikiran buntu, sudah tidak menjadi masalah bagi saya lagi, saya sudah terbebaskan, sudah bebas leluasa jadi merasa senang. Benar tidak? Lalu seperti apa yang disebut dengan tidak bebas leluasa? Orangnya berada di sini, namun dalam hati masih berpikir, anak saya masih belum makan, dan lain-lain, putra saya itu, apakah dulu bisa masak? Tidak bisa, lepaskan dan biarkan dia mandiri, sekarang dia sudah bisa masak sendiri, bukankah keluar dengan begini? Orang tua tidak ada di rumah, memangnya dia akan mati kelaparan? Bercanda, manusia justru memerlukan keadaan di sekitarnya untuk melatih dirinya. Jika latihannya gagal, tidak apa-apa, karena pada dasarnya dalam segala hal pasti ada kemungkinan untuk tidak berhasil, akan tetapi, kalau berhasil berarti sukses.

 

Terakhir, saya akan mengatakan satu kalimat, tidak terlalu mempedulikan segala hal dengan sendirinya menyucikan pemikiran sendiri. Kita jangan terlalu peduli terhadap segala hal, baik terhadap anak juga demikian, semuanya tidak menjadi masalah; diri sendiri harus membersihkan kesadaran diri sendiri, ini disebut menyucikan pemikiran sendiri. Jika kesadaranmu tidak bersih, maka akan menimbulkan masalah, yang menyebabkan kamu melakukan kesalahan, maka kamu harus bisa membersihkan pemikiran diri sendiri, mengerti? Kita harus bisa membersihkan segala pemikiran yang dilakukan sendiri, dengan kata lain, hari ini saya memikirkan lima hal, saat saya memikirkan kelima hal ini, maka setiap hal harus saya pikirkan dengan cermat, apakah berbuat seperti ini benar? Maka hal ini pun akan menjadi bersih. Hari ini saya pergi membeli sesuatu, saya membantu orang lain, apakah benar? Itu berarti sudah bersih. Hari ini saya menerima uang yang lebih dari orang lain, apakah benar? Karena saya sudah bersih, tidak seharusnya berbuat demikian. Ini yang disebut dengan menyucikan pemikiran sendiri. Setelah menyucikan pemikiran sendiri, baru bisa mencapai hati yang murni, ketika pemikiranmu sudah bersih, maka hatimu baru bisa menjadi bersih, jika pemikiranmu tidak bersih, maka hatimu pun tidak akan bersih. Ketika pemikiran sangat kacau balau, memikirkan segalanya, maka hatimu tidak akan bisa bersih. Misalnya, pemikiran bagaikan sampah, benar tidak? Satu pemikiran buruk, maka sampah akan masuk ke dalam hatimu, lalu kembali muncul satu pemikiran buruk, maka kembali lagi setumpuk sampah masuk ke dalam hatimu, pada akhirnya hatimu akan dipenuhi dengan sampah, ya sudah, hati dan pikiranmu menjadi tidak bersih, karena ia menjadi tempat penimbunan sampah.

 

Kalian harus membina diri dengan baik, harus bisa memusatkan pikiran. Sesungguhnya, dua kalimat yang terpenting yang Master katakan pada kalian hari ini adalah, kebijaksanaan ditambah dengan konsentrasi pikiran. Banyak orang yang memiliki kebijaksanaan, seperti kalian yang bertahun-tahun belajar mengikuti Master, semuanya memiliki kebijaksanaan, mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk, akan tetapi, apakah memiliki konsentrasi pikiran – keteguhan? Punya konsentrasi pikiran, namun tidak bisa menenangkan diri. Apakah punya kebijaksanaan? “Aduh, saya tidak boleh berkata seperti itu, jika berkata seperti itu akan sampai ke telinga Master”, namun mulutnya “jahat” dan tidak bisa menahan diri, tetap saja mengatakannya. Apakah memiliki konsentrasi pikiran? Sudah tahu banyak hal yang tidak seharusnya dikatakan, namun tetap mengatakannya, ini dinamakan tidak memiliki konsentrasi pikiran. Jika tidak memiliki konsentrasi pikiran akan melakukan banyak kesalahan, tahukah kalian? Banyak orang yang saat minum alkohol, “Mari minum”, “Tidak boleh, saya harus menyetir mobil, saya tidak mau minum”, banyak orang yang memiliki konsentrasi pikiran – keteguhan hati, lalu tidak minum. Sama saja, saat semua orang pergi bersama-sama, banyak orang mengatakan, “Minum sedikit lagi, belum tentu akan bertemu polisi”, lalu begitu minum satu gelas, tiba-tiba di tengah jalan dihadang oleh polisi, selain itu saat minuman beralkohol berada di dalam perut, begitu dihadang polisi, akan membuat orang-orang gugup. Ada orang yang langsung melarikan diri, jika melarikan diri, polisi yang paling senang, mulailah kejar-kejaran seperti kucing dan tikus. Ini yang dinamakan tidak memiliki konsentrasi pikiran – keteguhan hati.

 

Kalian menekuni Dharma juga begitu, yang tidak seharusnya dilakukan, jangan dilakukan; yang tidak seharusnya dikatakan, jangan dikatakan; yang tidak seharusnya didengar, jangan didengar; yang tidak seharusnya dilihat, jangan dilihat, kita harus membersihkan keenam akar indrawi diri sendiri, menyegelnya. Memang tidak melihatnya bisa mati? Ada anak perempuan yang cantik sekali, jodohnya denganmu muncul, sesungguhnya, orang yang kamu sukai, pasti berjodoh denganmu. Maka kamu seharusnya bertahan, tidak melihatnya. Pemuda ini sangat tampan, sangat menyukainya, namun saya tidak akan melihatnya. Uang ini, saya sangat menyukainya, namun saya tidak akan mengambilnya. Ketenaran ini, kepala atau ketua apapun saya tidak mau, tidak penting, ketua apa. Benar tidak? Di seluruh dunia ada ribuan ketua stasiun radio, lalu bagaimana? Jika kamu terlalu memandang penting hal ini, saya sering mengatakannya, terkadang, ada orang yang berkata pada saya, Master Lu, saya bilang, saat mengangkat barang, baru memanggil “tai zhang” – ketua angkat-angkat, dulu pada mulanya, saya benar-benar sering mengangkat dan memindahkan barang-barang, memasang bangku panjang, memasang kursi, memang apa hebatnya? Kalian harus bisa memandang diri sendiri lebih rendah, lebih bisa melepas, maka kamu pun bisa melampaui segala hal; jika memandang diri sendiri terlalu tinggi, maka tidak akan bisa melampauinya.