Menyadari Sifat Dasar Baru Bisa Menyelamatkan Diri Sendiri
Orang yang berdana secara setara, barulah orang yang paling welas asih. Kamu sudah berdana, jika kamu menggunakan hati yang setara, maka kamu pasti adalah orang yang paling welas asih. Kamu hari ini bersikap baik kepada siapa saja, kamu adalah orang yang paling welas asih; kamu hari ini berdana kepada siapa saja dengan setara, kamu adalah orang yang paling rendah hati dan mudah didekati, kamu adalah orang yang paling welas asih. Oleh karena itu, asalkan masih dalam batas kemampuanmu sendiri, hal-hal yang bisa kamu lakukan, kamu harus berdana secara setara. Jika kamu hari ini melakukan sesuatu dan tidak bisa mencapai anuttara-samyak-sambodhi (pencerahan yang paling sempurna), tidak bisa mencapai kesempurnaan, kamu boleh melepaskan sejenak hati anuttara-samyak-sambodhi itu, mulailah membina diri terlebih dahulu dari hati yang tanpa membeda-bedakan. Kamu hari ini tidak bisa sempurna, masih belum cukup menjadi orang baik, masih ada kekurangan sebagai dermawan, maka kamu mulailah terlebih dahulu dari hati yang setara, bersikap sama kepada siapa saja, ini adalah dasar untuk memperkuat dirimu dalam mencapai anuttara-samyak-sambodhi.
Orang yang memiliki kebijaksanaan besar, barulah bisa merangkul semua makhluk di alam Dharma. “Merangkul” artinya mengumpulkan dan menyatukan semuanya menjadi satu. Orang yang memiliki kebijaksanaan besar akan mampu menoleransi orang lain. Kamu memarahi saya, kamu membicarakan keburukan saya, semua bisa saya terima, inilah yang disebut kebijaksanaan besar. Kamu bersikap baik kepada saya, saya juga akan seperti ini; kamu bersikap buruk kepada saya, saya juga akan tetap seperti ini. Bagaimanapun situasi yang terjadi pada dirimu, saya akan tetap memperlakukanmu dengan baik, itulah yang dinamakan toleransi. Ketika air yang kotor sampai di lautan luas, laut akan berkata: “Toleransi dan terimalah dia.” Namun ketika sampai di sungai kecil, sungai kecil akan berkata: “Tidak boleh masuk, karena air kami sangat bersih.” Mengapa laut luas bisa menjadi lautan luas? Seberapa kotor pun air yang masuk ke dalam laut, laut akan tetap mengubahmu menjadi biru, menjadi hijau, saya bisa meleburkan kekotoranmu, itulah yang dinamakan kelapangan dada. Harus diingat, banyak orang pergi ke hadapan orang lain dan berkata: “Saya beri tahu kamu hal ini, kamu jangan marah ya.” Kelemahan terbesar manusia adalah mengaku sebelum ditanya, dia sendiri sudah tahu bahwa orang lain akan marah, lalu mengapa masih harus mengatakannya, benar tidak? Berkata kepada orang lain “Saya hari ini bukan sedang mengadu domba”, maka kamu pasti sedang mengadu domba, kebijaksanaan Bodhisattva semuanya terpancar dengan jelas di sana. Coba pikirkan, orang yang memiliki kebijaksanaan besar mampu merangkul semua makhluk di alam Dharma, akankah Bodhisattva membicarakan keburukan orang lain? Semua kekurangan kalian bisa saya maklumi dan maafkan, tidak menjadi masalah. Ini barulah yang dinamakan kebesaran hati yang welas asih.
Harus melenyapkan semua kesesatan dan pikiran menyimpang di dalam hati semua makhluk, sedikit saja kesesatan tidak boleh ada, karena jika ada sedikit saja kesesatan, maka akan menyimpang. Hal-hal benar yang kamu lakukan di dalam dirimu adalah hal yang memang seharusnya dimiliki oleh manusia, sedangkan kesesatan dan pikiran menyimpang adalah hal yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia, oleh karena itulah Master harus menegur kalian. Hal-hal baik di dalam diri kalian, apa yang perlu dibicarakan lagi? Kamu datang ke hadapan Master dan menceritakan betapa baiknya dirimu, apa gunanya? Jika kamu memiliki kemampuan, datanglah ke hadapan Master dan katakan bagaimana kamu telah berbuat salah, itu barulah seorang praktisi Buddhis yang sejati. Hal yang baik tidak perlu dibicarakan, “Master, mengapa kamu tidak memahami saya, lihatlah berapa banyak yang sudah saya lakukan”, para Bodhisattva semua sudah mengetahuinya, untuk apa membuat Master tahu? Master secara khusus bertugas untuk menegur kelemahan kalian, bukan untuk memuji kalian. Jika ingin dipuji, jangan cari Master; jika ingin dikritik, carilah Master, karena guru yang tegas melahirkan murid yang hebat. Harus melenyapkan hati yang sesat dan menyimpang, hati yang arogan, hati yang tidak baik, hati yang iri, serta hati yang dengki dan kejam. Hati dan pikiran yang seperti ini, segala macam hati yang seperti ini, asalkan kalian memiliki hati dan pikiran ini, kalian tidak akan bisa membina diri mencapai Kebuddhaan dengan baik, dan kalian akan tetap menjadi makhluk awam. Karena makhluk awam adalah orang-orang yang tersesat, orang-orang yang belum tersadarkan.
Menyadari sifat dasar diri sendiri barulah bisa menyelamatkan diri sendiri, jika seseorang mengetahui sifat dasar dirinya sendiri, barulah orang ini bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Kamu bahkan tidak bisa menemukan sifat dasarmu lagi, bagaimana kamu bisa menyelamatkan dirimu? Menyadari sifat dasar sendiri dan menyelamatkan diri, memahami diri sendiri dan menyelamatkan diri. Yaitu diri sendiri memahami sifat dasar sendiri, dan diri sendiri yang menyelamatkan diri, orang seperti ini barulah benar-benar menyelamatkan dirinya sendiri. Sebenarnya, jika diri sendiri mengetahui kelemahan dirinya, lalu menyelamatkan dirinya, dan membiarkan diri sendiri memperbaiki kelemahan tersebut, maka kamu barulah benar-benar sedang menyelamatkan dirimu sendiri. Belajarlah dengan baik, kalian masih kurang dan sangat jauh. Kalian datang ke hadapan Master tidak perlu membicarakan hal apa pun, jangan mengaku sebelum ditanya. Apa yang kalian pikirkan, bagaimana mungkin Master tidak mengetahuinya? Apa yang perlu dibicarakan dengan kalian? Apa yang perlu dikatakan oleh Master?
Di dalam otak kalian tidak boleh memikirkan sedikit pun pikiran buruk, kurangi berpikir maka akan mengurangi kerisauan. Master suka memberikan contoh, Xiao Li ditertawakan oleh banyak orang yang mengatakan bahwa dia menyukai anak perempuan ini, sebenarnya di dalam hatinya tahu kalau dia menyukainya, hatinya sudah merasa bersalah seperti seorang pencuri. Orang-orang berkata “Kamu menyukai banyak orang ya”, sebenarnya orang-orang hanya berbicara sambil bercanda, juga tidak menunjuk ke siapa pun, tetapi dia malah berkata: “Kalian jangan bicara sembarangan ya, saya juga tidak menyukai si xxx, saya tidak menyukai si xxx ya, kalian jangan mengira saya menyukai siapa.” Dia malah menyebutkan nama orang tersebut, benar-benar seperti pepatah “mengaku sebelum ditanya”. Pembinaan diri kalian sangatlah kurang, kecerdasan kalian hampir sama dengan anak kecil, masih saja datang ke hadapan Master untuk memainkan hal-hal seperti ini, kalian benar-benar sangat bodoh.
Harus menggunakan pandangan benar untuk melenyapkan pandangan sesat, kerisauan, dan makhluk awam yang bodoh di dalam hatimu sendiri. Apa artinya? Yaitu harus menggunakan cara yang benar untuk melihat dan melenyapkan pikiran yang tidak baik, kerisauan, dan kebodohan di dalam hatimu sendiri. Menggunakan cara yang benar dalam memandang segala hal, inilah yang disebut terbentuknya Dharma yang benar. Sangat sederhana, jika kamu menggunakan cara yang benar untuk memandang segala hal di dunia ini, apa yang kamu dapatkan pasti adalah perilaku dan teori yang benar. Di dalam hatimu, Dharma yang benar pun akan terbentuk, karena caramu melihat sesuatu sangatlah benar, yaitu memiliki pandangan benar, yang merupakan pemahaman yang sejati. Menggunakan kebijaksanaan Prajna untuk menghancurkan kebodohan, harus menggunakan kebijaksanaan Bodhisattva untuk menghancurkan kebodohan kita. Makhluk awam yang sesat dan penuh khayalan, karena kita bodoh, kita akan kehilangan arah, kita akan melupakan banyak hal, dan khayalan akan mulai muncul, maka kita adalah makhluk awam yang sesat dan penuh khayalan. Kita harus masing-masing menyelamatkan diri sendiri, di saat sedang menyelamatkan diri sendiri, harus memperbaiki diri sendiri. Banyak orang di saat menyelamatkan dirinya, selalu suka mencari-cari kesalahan orang lain. Master beri tahu kalian, mengapa banyak orang bisa bertengkar? Ketika seseorang membicarakan keburukan orang lain, sebenarnya saat dia mengatakan keburukanmu, dia memiliki kelemahan, kamu harus mendengarkan terlebih dahulu apa yang dia katakan. Jika apa yang dikatakannya benar, kamu harus berubah; jika apa yang dikatakannya tidak benar, kamu harus menjadikannya sebagai peringatan bagi dirimu sendiri. Kelemahan manusia adalah, baru saja mendengar orang lain mengatakan dirinya tidak baik, hal pertama yang dilakukannya bukanlah mengubah diri sendiri, melainkan langsung mencari-cari kesalahan pihak lawan, dan mengatakan bahwa orang lain juga bersikap demikian, inilah yang disebut kebodohan. Setiap orang harus memulainya dari diri sendiri.
Ketika pikiran jahat muncul, lenyapkan dengan pikiran benar. Hari ini saya melihat barang ini jatuh di luar, tidak tahu apakah orang lain sudah membayarnya atau belum, apakah saya boleh mengambilnya ya, pikiran jahat sudah muncul, bukan? Harus melenyapkannya dengan kebenaran, segera berpikir: tidak boleh, saya adalah seorang praktisi Buddhis, saya tidak boleh mengambil keuntungan yang tidak sah, ini tidak ada hubungannya dengan saya. Maka kamu telah menggunakan pemikiran yang benar untuk mengatasi masalah ini. Menyelamatkan, bukan berarti hanya pergi menyelamatkan orang lain saja, melainkan juga bisa menyelamatkan diri sendiri. “Menyelamatkan” juga memiliki penjelasan lain, yaitu melenyapkan atau mengatasi. Ketika kesesatan muncul, menggunakan cara apa untuk menyelesaikannya? Kesesatan muncul, lenyapkan dengan pencerahan. Hari ini saya tersesat dan bingung, tidak tahu bagaimana harus melakukan hal ini, saya harus tercerahkan. Hari ini dia memarahi saya, saya benci setengah mati, saya sangat ingin memarahi balik, bagaimana cara mencapai pencerahan? Berpikirlah seperti ini: saya adalah seorang praktisi Buddhis, saya tidak boleh memarahi dia, jika saya memarahi dia, bukankah saya menjadi sama dengannya? Kebodohan muncul, dilenyapkan dengan kebijaksanaan. Ketika kebodohan muncul, maka menggunakan kebijaksanaan untuk mengatasinya. Sekarang semua orang berebut membeli properti di Gold Coast, mereka bilang hanya perlu membayar 50 Dolar Australia seminggu, maka rumah ini akan menjadi milikmu, bodoh sekali bukan? Mana ada hanya dengan 50 Dolar Australia bisa memiliki sebuah rumah? Coba kamu pikirkan, apakah dirimu bodoh? Kamu gunakan kebijaksanaan untuk berpikir: bagaimana mungkin 50 Dolar Australia bisa membeli rumah? Ini adalah hal yang mustahil. Tersenyumlah dan biarkan saja berlalu, biarkan kekayaan ini diraih oleh orang lain, dengan demikian kamu tidak akan menjadi bodoh lagi. Kejahatan muncul, dilenyapkan dengan kebaikan. Orang lain memarahi saya, kejahatan telah datang, bagaimana menghadapinya? Kamu bersikap buruk kepada saya, saya justru harus semakin bersikap baik kepadamu, saya ingin lihat bagaimana tindakanmu selanjutnya. Suami memarahi saya, saya tetap menyajikan lauk dan nasi untuk melayaninya, tetap bersikap baik kepadanya, menggunakan kebaikan untuk menguraikan kejahatan. Jika menyelamatkan semua makhluk dengan cara seperti ini, maka dinamakan penyelamatan yang sejati, kamu barulah benar-benar sedang menyelamatkan dirimu sendiri.
Kerisauan tanpa batas, saya bertekad untuk memutuskannya. Kerisauan manusia tidak ada batasnya, hari ini setelah selesai merisaukan masalah ini, besok masalah itu datang lagi merisaukanmu, selamanya akan ada hal yang tidak pernah habis dirisaukan. Oleh karena itu, harus membangkitkan kebijaksanaan prajna dalam sifat dasar, yaitu membuat hati dan pikiran diri sendiri selamanya menjadi sangat bijaksana yang mampu mengatasi segala hal, itulah yang dinamakan memiliki kebijaksanaan Bodhisattva. Orang lain memarahi kamu, itu menunjukkan bahwa dia tidak memiliki pembinaan diri, tidak memiliki kebijaksanaan, menunjukkan bahwa dia belum tersadarkan, dan menunjukkan bahwa dia tidak memahami kebenaran. Apakah orang yang memahami kebenaran akan memarahi orang lain? Orang lain memarahi kamu, lalu kamu memarahi dia, maka kalian berdua sama saja tidak ada bedanya. Jika kamu adalah orang yang tersadarkan, maka kamu tidak akan bertengkar dengannya.
Hari ini Master melihat sebuah berita, di dalam pesawat Tigerair menuju Singapura, saat seorang penumpang sedang mengantre untuk ke toilet, dia tidak sengaja menyenggol penumpang lain. Masalah sekecil ini, kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah dan saling memarahi. Pada akhirnya, begitu turun dari pesawat, kedua orang tersebut langsung ditangkap oleh polisi. Menurut hukum Singapura, memarahi dan memfitnah orang lain di tempat umum akan dikenakan hukuman cambuk dan hukuman penjara di bawah dua tahun. Orang Australia ini bekerja di biro maritim di bidang kelautan. Coba kalian pikirkan, jika orang-orang seperti kalian ini bertengkar dengan orang lain di dalam pesawat, bukankah kalian juga akan memarahi orang dengan cara yang sama? Kalian mengira memarahi orang di rumah itu tidak masalah karena sudah terbiasa, lalu memarahi orang di dalam pesawat, rasakan akibatnya, hukuman cambuk! Satu kali cambukan, membuatmu tidak bisa duduk selama tiga bulan. Jangan mengira hidup sebagai manusia di dunia ini tidak perlu mempelajari berbagai etika. Memarahi orang, menyindir orang, semuanya adalah dosa, ini adalah dosa alam bawah; mengadu domba, mengintip rahasia orang lain, membongkar privasi orang, ini semua adalah perbuatan dosa yang menjerumuskan ke neraka, hanya hantu yang akan melakukan hal-hal seperti ini. Kalian lihatlah, pembawa acara radio di Australia itu, yang berpura-pura menjadi Ratu dan membongkar privasi orang, pada akhirnya dia dipecat. Coba pikirkan, ini semua adalah hal yang tidak memiliki kebijaksanaan, tidak boleh dilakukan.
