Menyadari Penderitaan Memperoleh Kebahagiaan, Senantiasa Menyingkirkan Pikiran Tamak
Karena tiada yang didapatkan, baru bisa tidak mempermasalahkan apapun. Apa yang perlu dipermasalahkan? Di dunia ini, ada kamu tidak menjadi banyak, tidak ada kamu juga tidak berkurang apa-apa. “Terima kasih ya, kamu telah menemani saya sejauh ini”, menghadapi masalah seperti apapun, bukankah bisa dilewati juga? Berterima kasih padanya, yang telah membuat saya belajar melihat kenyataan hidup; terima kasih kepadamu, yang telah membuat saya mengerti, apa itu pria, apa itu wanita, apa namanya anak, apa itu orang tua. Hanya sewaktu kamu sudah tidak mempermasalahkan apapun, kamu baru bisa bahagia. Memang apa hebatnya?
Nenek Zhou sekarang sudah begitu tua, sudah tidak mempermasalahkan apapun, benar tidak? Apakah kamu sekarang masih memikirkan ketenaran dan keuntungan? Sudah tidak masalah lagi, akan pergi begitu saja dengan tangan kosong. Menjelang ajal, ajaran Buddha Dharma bisa membuat saya naik ke Surga, ini adalah berkah pahala duniawi yang terbaik, sudah tidak masalah lagi. Tante Zhou, sekarang sudah tidak mempermasalahkan apapun, bahagia bukan? Dulu, putramu memarahi kamu sedikit, bisa membuatmu kesal setengah mati, kamu bisa tidak mengacuhkannya selama bertahun-tahun, namun sekarang meskipun dia marah sampai menuding-nuding kamu, kamu pun tetap bisa tersenyum padanya. Sudah tidak mempermasalahkannya lagi, maka kamu akan bahagia; kalau kamu masih peduli pada orang ini, maka kamu akan menderita. Konsep ajaran Buddha dari Master ini, hanya bisa sedikit demi sedikit membantu kalian, jika dalam sekejap, kalian belajar terlalu banyak hal-hal yang bersifat konseptual, kalian tidak akan bisa menerimanya, karena teori ajaran Buddha Dharma memiliki sifat yang cukup filosofis.
Kebahagiaan kita yang sesungguhnya, harus dengan memiliki pikiran yang bersih, baru bisa berpuas hati dan senantiasa berbahagia, dengan kata lain, jika dalam hati, kamu mengetahui kalau ini adalah kebahagiaan, kamu baru bisa merasa bahagia; jika kamu sendiri bahkan tidak mengetahui apa itu kebahagiaan dan penderitaan, bagaimana mungkin kamu bisa bahagia? Banyak orang yang bahagia namun terakhir malah menangis, benar tidak? Kita jangan merasakan kalau ini adalah kebahagiaan. Suatu hal yang membahagiakan sekalipun, setelah melewati satu periode penyesuaian tertentu, tunggu sampai dia benar-benar mendapatkannya, dia tidak akan merasa lagi kalau ini adalah suatu kebahagiaan.
Perkataan yang Master katakan ini, coba kalian rasakan sendiri baik-baik dalam keseharian kalian. Contoh, satu anak yang paling suka makan tape beras, neneknya setelah membuat fermentasi tape meletakkannya di sana, dia setiap hari membuka tutupnya, dan mencium bau harumnya, merasa sangat senang, setelah 6-7 hari, tunggu sampai tape berasnya jadi, anak ini sudah tidak mau menciumnya lagi, karena dia sudah pusing dengan aroma fermentasi tapenya. Logikanya memang begini, yang Master katakan adalah kenyataan.
Kalian harus bisa memahami prinsip kebenaran, jangan biarkan pikiran diri sendiri bergejolak. Jika pikiranmu teguh tak tergoyahkan, kamu tidak akan takut akan apapun. Yang paling ditakutkan adalah hati – pikiranmu tergerak, itu adalah dasar lahirnya kerisauan dan kebahagiaan pada dirimu. Oleh karena itu, pikiran sebaiknya jangan tergerak, jika hatimu tergerak, maka tubuhmu menjadi tidak sehat; kalau tubuhmu tidak sehat, berarti ragamu akan terluka; kalau ragamu terluka, maka kamu tidak akan bahagia. Kalian mengira hal-hal yang kalian pikirkan dalam hati, pasti bisa dicapai oleh tubuh badaniah kalian? Banyak orang yang bahunya tidak bisa diangkat, melihat ada tempat yang sangat dekat, kamu kira diri sendiri bisa mengambil barang itu kemari, apakah kamu bisa melakukannya? Kamu tidak sanggup melakukannya. Jika seperti Master, begitu mengulurkan tangan, segara mengambil barangnya, benar tidak? Sedangkan tanganmu baru saja diulurkan, tetapi karena kamu melupakan sakit sendiri, namun kamu akan segera merasa kalau tubuhmu tidak bisa mencapai sesuatu yang kamu pikirkan.
Pikiran tenang, baru bisa mencapai ketenangan jiwa. Sewaktu pikiran seseorang sudah tenang, kesadarannya baru bisa terpusat. Tubuh terasa ringan dan tenang, jadi jika tubuh seseorang sudah terasa nyaman dan leluasa, dia baru bisa merasakan keamanan. Kalau tubuh terasa berat, kaki bengkak, tangan sakit, kelopak mata berat ingin tidur, kamu merasa sedih atau tidak? Apakah hatimu bisa tenang? Yang Master bicarakan dengan kalian tidak hanya ajaran Buddha Dharma, itu adalah filosofi dalam menekuni Dharma. Oleh karena itu, tunggu sampai kita bisa mengatasi semua rupa palsu ini, dengan sendirinya kamu akan bahagia. Apabila pikiran tidak tenang, hati terasa gusar, misalnya Master mengkritik kamu, lalu kamu segera menjadi risau: “Aduh, apakah Master melihat sesuatu pada diri saya?” Hatimu terasa tidak tenang, kehilangan akal sehat, mulut mulai bicara sembarangan, perilaku menjadi kacau, mengerti?
Karena ada banyak orang yang menderita karena keinginannya tidak bisa terpenuhi. Di dunia ini, apakah keinginanmu bisa terkabul? Memangnya apa yang kamu inginkan bisa selalu tercapai? Kamu menyukai gadis ini, kamu mengejarnya, lalu apakah dia mau menerimamu? Kamu ingin menikah dengan pria ini, kamu berusaha keras mendekatinya, apakah akhirnya berhasil? Kamu ingin memiliki rumah ini, apakah bisa langsung segera? Hari ini kamu pergi menyewa rumah, begitu melihatnya, ternyata rumah ini sangat cocok dengan selera kamu, namun ada belasan orang yang juga menginginkannya, apakah kamu masih punya kesempatan? Di dunia ini tiada hal apapun yang sesuai dengan keinginan kita, maka kita harus memahami, bahwa dengan pikiran yang tenang, seseorang baru bisa tidak menderita.
Kita terkadang memerlukan hari-hari yang sepi dan lebih keras, apa maksudnya? Dengan kata lain, dengan sengaja membuat diri sendiri menghadapi kesulitan dalam hidup. Semakin sulit, maka di hari selanjutnya kebahagiaan yang kamu terima akan terasa lebih besar, mengerti? Hidup dengan lebih keras dan sulit, memang apa salahnya? Kalau kita tahu besok bisa makan enak, maka hari ini makan makanan yang lebih sederhana; coba pikirkan, saat kamu besok makan makanan yang lebih enak, maka rasanya akan berbeda. Kalian masih begitu muda, apa salahnya sedikit menderita? Membuat diri sendiri hidup dalam sedikit kesepian, ini tidak apa-apa. Kamu diam seorang diri di sana, tidak ada orang yang memedulikanmu, namun dalam hati jangan merasa kesepian. Mengapa ada banyak orang duduk di sana, sepanjang hari tidak berbicara, juga tidak ada orang yang menegurnya, namun dia tetap merasa bahagia? Karena hatinya tidak merasa kesepian, sedangkan banyak orang kelihatannya gembira, bicara ke kanan kiri, begitu diam di pinggir, lalu teringat: “Dua hari ini ada orang yang datang menagih hutang, setelah saya pulang, bagaimana ya?” atau “Dokter menyuruh saya untuk periksa minggu depan, saya masih tidak tahu akan bermasalah atau tidak?” Menurut kamu, apakah dirimu kesepian atau tidak? Dengan sering hidup lebih keras dan sederhana, melatih pikiran sendiri dalam menghadapi tantangan yang lebih sulit, akan membawa manfaat bagimu.
Kalian semua tahu yang Master lakukan demi kebaikan kalian, setiap orang pernah dikritik oleh Master, dan kritikan Master sangat pedas, terkadang sampai menjatuhkan gengsinya. Baru-baru ini ada satu orang yang dimarahi oleh Master, dia merasa harga dirinya terluka, akhirnya dia malah bercerita sembarangan dengan orang lain, tahukah kalian, apa jawaban orang lain padanya? “Hanya dua kalimat yang Master katakan padamu ini, seperti gerimis kecil saja. Tahukah kamu, bagaimana Master memarahi kami? Kamu tidak memiliki berkah, baru saja dikritik Master seperti ini, kamu sudah begini, kalau Master mengkritik kita, maka kita akan memperoleh berkat kekuatan.” Lalu orang itu melongo sambil membelalakkan matanya. Apa maksud dari memperoleh berkat kekuatan? Sesungguhnya, saat kekurangan diri seseorang ditunjukkan oleh orang lain, sama dengan memberinya berkat kekuatan. Master beritahu kalian, dia tidak sanggup menerimanya, seperti yang baru saja Master katakan pada kalian di depan, dia tidak memiliki kendali, karena dia terlalu melekat pada egonya sendiri, maka dia tidak memiliki kekuatan yang mengendalikan dirinya, maka kita tidak boleh terlalu mementingkan diri sendiri.
Master sesungguhnya tidak ingin memarahi kalian, mengapa Master bisa mengkritik kalian seperti ini? Demi menghilangkan kesombongan kalian. Kalian saja yang tidak paham, sewaktu kalian datang, setiap orang merasa dirinya sendiri sangat hebat, seperti Xiao Ai yang lulusan dari Universitas Beijing, Xiao Chen lulusan S3, sewaktu datang, merasa hebat bukan? Setiap orang merasa diri sendiri sangat hebat sekali, sampai seolah-olah matanya berada di puncak kepala, sekarang Master menarik semua mata kalian ke bawah. Setiap orang memiliki temperamen masing-masing, namun harus bisa melepaskan ego sendiri. Master mengkritik kalian demi kebaikan kalian, untuk menghilangkan kesombongan kalian. Kalau Master tidak mendisiplinkan kalian, apakah bisa? Ketahuilah bahwa, guru yang disiplin baru bisa menghasilkan murid yang piawai.
Kita harus membuat diri sendiri lebih “kesepian dan menderita”, termasuk sakit pada tubuh kita sendiri, ini adalah sesuatu yang baik. Kalian sakit gigi, atau sakit di sana sini, akan membuat kalian lebih menghargai tubuh kalian sendiri. Tahukah kalian, mengapa banyak orang bisa mati? Karena seumur hidupnya mereka jarang sakit, lalu tiba-tiba sakit dan meninggal. Seseorang yang sering sakit sini sana, tidak akan mudah meninggal, karena dia sudah memiliki pencegahannya. Pahamilah, hidup lebih susah sedikit, tidak ada salahnya. Sering menghadapi sedikit kesulitan dalam hidup dan kesakitan pada tubuh kita, akan menghilangkan ketamakan yang tidak perlu.
Tahukah kalian, kapan saat kalian paling tidak tamak? Yakni sewaktu kalian terbaring sakit di atas ranjang, sewaktu tangan kalian tidak bisa memegang apapun, atau saat tidak ada orang yang peduli pada kalian, ketika sedang sangat kesepian, pada saat itu, apakah kamu masih berpikir untuk tamak? Ketika seseorang hidup menderita, dan tubuhnya terasa kurang sehat, ketamakannya akan berkurang. Seorang pria yang bertubuh sehat, pergi keluar merasa dirinya hebat sekali, lalu tiba-tiba sakit, terbaring di rumah sakit, dia akan segera merasa kalau hidup ini tidak berarti. Ini adalah, memahami ketidakkekalan, menghilangkan ketamakan. Yang Master katakan pada kalian semuanya adalah intisari penting, maka masukan baik-baik ke dalam pikiran kalian. Pahamilah bahwa dengan sedikit menderita, akan menghilangkan ketamakan berlebih, kesakitan sementara, bisa membuat kita meninggalkan dan menghindari kebodohan duniawi.
Banyak orang yang pada awalnya ingin melakukan ini dan itu, ada sebagian orang yang masih ingin berbisnis, namun tunggu waktu dia terbaring di rumah sakit dengan kesakitan di sekujur tubuhnya, dia akan terpikir, mengapa hidup manusia bisa seperti ini? Pada saat itu, apakah kamu masih ingin membuka toko? Ada banyak orang yang sebenarnya tidak rela menjual rumahnya, lalu begitu dia sendiri sakit kanker, lalu segera menjualnya. Seseorang yang tadinya demi selisih 50 ribu atau seribu dolar, dia masih tidak terima, tetapi begitu sakit, tubuh sudah begitu lemah, maka dia tidak lagi bersitegang dengan orang lain. Banyak orang yang bersengketa di pengadilan juga begitu, mengajukan perkara lalu sakit, akhirnya mencabut perkaranya sendiri, sudah kalah, orang yang bersengketa di pengadilan namanya bodoh. Kita harus bisa meninggalkan dan menghindari kebodohan duniawi, cara yang terbaik adalah dengan tidak membiarkan diri kita selalu hidup dalam kelancaran.
Seseorang yang pernah hidup menderita, akan mampu menemukan arah hidup; orang yang tidak pernah menderita dan selalu hidup dalam kelancaran, terakhir malah menimbulkan masalah. Banyak pejabat yang demikian, selalu hidup lancar, pada akhirnya, entah tidak terjadi masalah sama sekali, atau justru tertimpa masalah besar. Dengan kata lain, hidup seseorang tidak boleh terlalu lancar, karena jika terlalu lancar akan mencelakakan dirimu sendiri. Anak kecil pun begitu, jangan biarkan hidupnya terlalu lancar, harus membuatnya menjalani sedikit kesulitan. Seorang anak begitu dilahirkan, dokter dan suster sudah membuatnya merasakan derita, berkali-kali memukul pantatnya, agar dia segera mulai menangis.
Hanya dengan berada di tengah penderitaan, kita baru bisa merenung dengan lebih dalam, baru bisa memikirkan berbagai masalah; sewaktu seseorang sedang tidak susah, siapa yang akan memikirkan masalah? Orang itu sudah meninggalkan saya, maka saya baru berpikir: “Apakah saya sendiri juga ada salah? Mengapa dia bisa meninggalkan saya?” — mulai merenung lebih dalam bukan? Karena sudah menderita baru bisa berpikir lebih dalam.
Untuk menghilangkan sifat keras kepala yang egois adalah suatu hal yang sulit, bahkan sangat sulit. Karena manusia sangat keras kepala, terkadang demi gengsi malah bisa kehilangan banyak hal. Sesungguhnya, dalam bersikap dan berperilaku, serta dalam menekuni Dharma, asalkan yang dikatakan orang lain adalah benar, maka kamu harus berubah. Mungkin sewaktu orang lain mengkritik kamu, ada Bodhisattva pada dirinya yang membuatnya berbicara seperti itu, kemelekatan bisa mencelakakan seseorang. Ingin mengubah sifat keras kepala sangat sulit, mengapa kalian anak-anak perempuan ini tidak bisa menikah? Karena terlalu keras kepala. Kalian para pria mengapa tidak mendapatkan istri? Juga karena terlalu keras kepala. Jangan terlalu keras kepala, jangan menggunakan keegoisan dan mentalitas yang penuh ketamakan, kebencian dan kebodohan dalam menjalani hidup di dunia ini, seseorang yang memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan yang besar, bukankah adalah seorang yang sangat bodoh? Berusaha mati-matian untuk merebut sesuatu yang palsu, hal-hal yang tidak perlu dibenci jangan dibenci, karena terakhir kebencian itu akan mencelakakan diri sendiri.
Banyak teman-teman muda yang memberitahu Master, semasa kecil, dia menginginkan suatu benda, tetapi ibunya tidak mau membelikannya, maka dia setiap hari tidak mau makan, terakhir sampai kelaparan luar biasa, jadi saat ibunya tidak melihat, dia diam-diam minum susu dari lemari es, dan pada akhirnya malah diare dan ketahuan ibunya, bukankah ini namanya mempersulit diri sendiri? Mengapa harus gengsi seperti itu?
Menekuni Dharma harus bisa melepaskan gengsi atau harga diri sendiri, meskipun dimarahi atau dikritik orang lain, tetap merasa senang, jangan mempermasalahkan, namun pada saat yang sama, harus memperbaiki kekurangan diri. Kita harus belajar hidup sederhana, sama seperti biksu dan biksuni. Hidup sederhana, menyantap apa yang bisa dimakan, tidak mempermasalahkan, dengan begitu baru bisa menjaga kebahagiaan. Menjalani hari-hari tanpa terlalu perhitungan dan jangan terlalu mementingkan kehendak sendiri, kamu baru bisa mempertahankan kebahagiaan, kamu akan mampu memahami kebahagiaan hidup, kamu baru bisa benar-benar memahami apa makna sesungguhnya dari kebahagiaan hidup.
Hidup manusia tidak mudah, coba kalian pikirkan, generasi muda selalu mendorong dan melampaui generasi sebelumnya, sekarang di seluruh dunia ada banyak orang yang ingin menjadi murid Master, murid internal, dan murid inti, akan tetapi sekarang syaratnya semakin tinggi, maka kalian harus berusaha lebih keras, kalau kamu ingin menghalangi orang lain, itu tidak boleh. Coba kalian pikirkan, dulu hanya ada kalian beberapa orang saja, betapa bahagianya kalian, sekarang ada begitu banyak murid, kalian pun duduk sampai ke depan, benar tidak? Kalian tidak boleh memojokkan mereka, tidak boleh mencemburui mereka. Ingatlah, membuat orang lain maju, bisa membuat kemajuanmu semakin pesat. Setiap orang sedang mengalami kemajuan, kamu juga sedang mengalami kemajuan, ini seperti pepatah, ombak yang saling menghempas, yang saling mendorong. Sama seperti di tempat ini, selalu ada “ombak” yang mendorongmu, maka kamu baru bisa maju ke depan.
Yang ingin Master katakan dengan kalian hari ini, yang paling penting adalah kita harus memahami sukacita dalam hati, harus benar-benar merasa bahagia, harus bisa tersenyum. Senyum yang tulus, maka dirimu sendiri akan merasa senang; kalau senyum yang palsu, seperti berpura-pura bersembah sujud di hadapan Buddha dan Bodhisattva, kalian akan merasa tidak nyaman.
Semoga kalian belajar dan membina diri dengan baik, untuk selanjutnya, kalian harus belajar, sewaktu Master sedang memuji seseorang, kalian harus turut merasa senang untuknya, maka kalian akan memperoleh jasa kebajikannya, hanya saja selama ini kalian tidak mengerti. Apabila dalam pikiran kalian muncul perasaan iri hati, misalnya, dia adalah orang yang disukai Bodhisattva, dia adalah orang baik, begitu Master memujinya, Bodhisattva juga merasa kalau dia baik, tetapi bila kamu dalam hati merasa tidak senang, berarti kamu bertolak belakang dengan Bodhisattva, maka jasa kebajikanmu pasti akan berkurang; tetapi jika kamu juga mengatakan kalau orang ini adalah orang baik, dan kamu merasa sangat senang, maka jasa kebajikanmu akan bertambah. Orang yang sering iri hati pada orang lain, hidupnya akan sangat melelahkan. Kita tidak boleh memiliki perasaan iri hati, jika orang lain baik, kamu harus merasa senang. Kamu memuji orang lain, berarti yang ada dalam pikiranmu semuanya baik; kalau kamu menjelek-jelekkan orang lain, berarti pikiranmu dipenuhi dengan hal-hal buruk, bukankah ini akan menyebabkan penyakit parah? Inilah mengapa, sifat dasar harus terhubung dengan cahaya pikiran Buddha, dengan begitu kamu baru bisa menemukan pencerahan.
