Potensi Kesadaran adalah Pusaka, Terbebaskan adalah Akar
Kehidupan roh yang terus mengalami kelahiran dan kematian, apa itu kehidupan roh? Kelahiran dan kematian tidak lain hanyalah roh yang meninggalkan tubuh jasmanimu, hari ini ada, besok tiada, itulah yang disebut kehidupan roh, nyawa dari roh. Kehidupan roh yang terus mengalami kelahiran dan kematian dibandingkan dengan kesadaran diri yang singkat sekarang ini, sebenarnya hanya suatu keberadaan di tubuh, sangatlah kecil, dengan kata lain, tubuh jasmani seseorang sangatlah kecil, di dalam tubuh itu ada secercah kehidupan roh, yakni roh pada tubuhmu yang membentuk dirimu sebagai manusia. Jika dibandingkan dengan alam semesta yang begitu luas, keberadaan ini terlihat begitu kecil, oleh sebab itu, kita harus mampu melihat kehidupan dari sudut pandangan makro. Ketika kamu dilahirkan dan mengerti tentang prinsip kebenaran, maka kamu akan menyadari, saya ini tidak akan mati, meskipun tubuh jasmani saya tidak ada lagi, namun roh saya masih bisa naik ke atas langit, apalagi saya tahu, asalkan saya membina diri dengan baik, maka saya dapat selamanya berada di dalam ruang alam semesta ini, ini dinamakan pandangan makro. Apa itu pandangan makro? Yakni, harus berdiri di ketinggian dan melihat ke kejauhan. Ketika saya melakukan hal ini, saya harus mempertimbangkan banyak sisi, maka ini dinamakan pandangan makro. Orang yang gagal dalam berbisnis adalah orang yang tidak mampu berpikir secara makro. Contoh sederhana, demi mendapatkan sedikit keuntungan dari satu transaksi, ia justru kehilangan kesempatan menjalin kerja sama jangka panjang. Orang seperti ini tidak punya kesadaran makro. Kesadaran makro adalah meskipun saya mungkin merugi sedikit pada transaksi pertama, namun saya tahu bahwa jika kamu percaya pada saya, kamu akan memberikan saya bisnis yang besar di masa depan. Oleh karena itu, meski rugi, saya tetap akan menjalankan bisnis ini denganmu. Maka di kemudian hari, bisnis orang ini akan semakin besar, karena dia memiliki pandangan makro, semangat besar, dan kelapangan hati yang melampaui orang pada umumnya.
Coba kalian pikirkan, ada seorang umat kita yang menulis sebuah kesan tentang Xin Ling Fa Men, namun karena belum sepenuhnya memahami, tulisannya agak kritis. Jika Master tidak membimbing atau memotivasinya, mungkin ia akan menjadi salah satu yang kehilangan jiwa kebijaksanaan dalam ajaran Xin Ling Fa Men. Namun Master justru memotivasinya, membantunya dan mengakuinya serta menggunakan metode yang sangat baik membimbingnya agar dia dapat berlindung pada Dharma yang benar. Meskipun tutur katanya masih kurang dan emosional, tetapi harus membimbingnya untuk terus memahami ajaran Xin Ling Fa Men. Sekarang, ia justru menjadi teman se-Dharma yang sangat aktif dalam menyebarkan ajaran Xin Ling Fa Men. Kita semua jangan merasa tersinggung terhadap pendapat orang lain. Jangan merasa sedih hanya karena seseorang mengkritik kamu. Orang yang mendengarkan masukan orang lain lalu menganggapnya sebagai sesuatu yang menyakitkan, balasan, atau tanda iri hati, maka dia adalah orang yang paling bodoh di dunia.
Kita harus ingat, jangan membatasi pandangan hanya pada kehidupan saat ini. Manusia sering tidak tahu dari mana sebenarnya kehidupan ini bermula. Karena ketika kita dilahirkan, kita tidak tahu kapan hidup kita dimulai. Siapa di antara kalian yang saat dilahirkan sudah tahu siapa dirinya? Saat mulai memiliki kesadaran, kamu sebenarnya sudah berada di dalam keluargamu, dalam kedudukan dimana kamu berada, kaya atau miskin, segala keadaan rumah tangga. Mengapa memberi saya ibu dan ayah ini? Mengapa memberi saya saudara-saudari ini? Mengapa saya harus lahir di tempat ini? Segala sesuatu dirimu itu semuanya tidak diketahui. Lalu, karena sekarang kamu menekuni Dharma, maka ketika kamu menyadari segala hal tentang dirimu, kamu sudah berada di usia paruh baya. Kamu harus segera memanfaatkan masa paruh baya ini untuk terus mengumpulkan berkah, memperpanjang usia, berbuat baik, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Dengan begitu, kamu sedang mempersiapkan jalan bagi kelahiranmu di kehidupan berikutnya — lahir di keluarga dengan ayah dan ibu yang sehat jasmani, tanpa penyakit turunan. Inilah hal yang seharusnya kamu lakukan di sisa hidupmu. Apa yang Master sampaikan ini masih merupakan hal tingkat kesadaran yang rendah. Jika mampu mengetahui ke mana kamu akan lahir di kehidupan berikutnya, itu pun hanyalah hal dalam beberapa puluh tahun ini. Konfusius pernah berkata, “Jika belum memahami kelahiran, bagaimana bisa memahami kematian?”Kamu bahkan tidak tahu diri sendiri dilahirkan, jadi bagaimana kamu tahu ke mana akan pergi setelah meninggal? Kita tidak tahu dari mana kehidupan kita bermula, dan kita juga tidak tahu kapan hidup kita akan berakhir. Ada orang berkata, “Usianya seharusnya sudah habis, tapi ia tetap hidup lama”, karena ia berbuat baik dan melepaskan makhluk hidup. Ada juga yang berkata, “Umurku pendek, tapi nyatanya saya panjang umur.”Ada yang berkata, “Usiaku tidak termasuk panjang, namun jika sakit kritis, mungkin hidupku tidak lama.” Kenapa bisa begitu? Karena telah melakukan terlalu banyak kejahatan, maka takdir ini juga turut berubah.
Kita hidup di dunia ini, di saat mulai menekuni Dharma, terdapat satu dasar yaitu terlebih dahulu harus memiliki cinta kasih di dunia ini. Tanpa cinta kasih tidak akan menjadi dunia. Coba pikirkanlah, bukankah hidup kita di dunia ini dipenuhi oleh cinta? Ada cinta di antara saudara-saudari, cinta orang tua kepada anak-anaknya, cinta murid kepada gurunya, dan cinta terhadap semua makhluk di dunia ini. Bahkan terhadap anjing pun kamu harus mencintainya, kamu tidak boleh membunuhnya, apalagi memakan dagingnya. Segala hal yang ada di dunia ini, harus memiliki sebuah kebaikan hati dalam memberikan cinta kasih. Semenjak manusia dilahirkan, semuanya berawal dari cinta kasih, setelah kamu dilahirkan, kamu mulai memiliki cinta kasih, karena yang pertama kamu cintai adalah ibumu. Ketika ada cinta, seiring berjalannya waktu, akan ada perpisahan. Cinta dan perpisahan adalah sebuah penderitaan. Karena kamu memiliki cinta, maka kamu baru akan ada perpisahan dan meninggalkan dia, oleh sebab itu, ini disebut penderitaan atas cinta dan perpisahan. Karena kamu tiba di dunia ini, kamu akan tersesat dan melekat pada cinta. Cinta kalian yang egois disebut kemelekatan, hanya mencintai diri sendiri, tidak mencintai orang lain disebut egois. Yang kamu cintai hanya anggota keluargamu, mencintai diri sendiri, mencintai semua uangmu, organ tubuhmu, wajahmu, setiap bagian dari dirimu, kamu cintai, kecuali semua makhluk. Inilah cinta yang sempit, cinta yang penuh kebingungan. Ketika seseorang sangat egois, ia tak akan pernah mendapatkan cinta dari orang lain. Sekarang, jika kalian tidak menolong orang lain, kelak siapa yang akan menolong kalian? Sekarang, jika kalian tidak mencintai orang lain, siapa yang akan mencintaimu? Suatu hari, ketika kamu kekurangan Xiao Fang Zi, tidak ada seorang pun yang membantu membacakannya untukmu, karena kamu tak pernah mencintai semua makhluk.
Harus dipahami bahwa cinta adalah penjara bagi jiwa. Karena cintamu yang sempit, maka orang yang kamu cintai pun menjadi terbatas. Oleh sebab itu, cintamu akan terperangkap dalam “penjara jiwa”dalam hatimu, kamu akan kehilangan cinta universal. Kamu tersesat dan terbelenggu, maka kamu mengurung jiwa cinta kasihmu, sehingga kamu hanya tahu untuk mencintai diri sendiri, tidak mencintai orang lain. Di dunia ini, banyak orang takut kehilangan. Semakin takut kehilangan perasaan asmara, maka akan semakin erat mengikat perasaan asmara kamu. Banyak orang takut kehilangan banyak hal, semakin takut kehilangannya, kamu malah semakin membelenggu diri sendiri. Kamu mencintai anakmu, lalu takut kehilangannya, akhirnya kamu akan terikat oleh anak. Kamu takut pacarmu akan pergi, maka kamu justru makin terikat olehnya.
Harus diingat, lapangkan hati, berpikiran terbuka dan mengerti, jangan terlalu terpaku pada datang dan pergi serta perolehan dan kehilangan dari luar maupun dari dalam diri kita, jangan berpikir berlebihan. Hari ini saya mendapatkan, mungkin besok akan kehilangannya. Segala yang datang dan pergi, semua perolehan dan kehilangan, pada akhirnya hanyalah kosong belaka. Harus membebaskan hati diri kita, yakni dapat menerima apa yang datang dan pergi. Segala hal dalam hidup ini, semuanya datang tergesa-gesa, perginya pun tergesa-gesa. Master setiap hari berada di kantor, mendengarkan laporan kalian. Setiap orang bercerita tentang ini dan itu, namun setelah diceritakan, hal ini pun tidak ada lagi. Kita yang bergerak di dunia media, setiap hari mendengar begitu banyak berita dan informasi. Saat sebuah peristiwa besar terjadi, ia datang dengan cepat, namun beberapa hari kemudian, ia bukan berita lagi, benar tidak? Jadi, apa yang benar-benar bisa membuat kita terikat? Oleh karena itu, lapangkanlah hati. Jangan terus memikirkan, saya sudah mendapatkannya, atau saya telah kehilangannya, jika begitu, maka adalah orang yang egois. Jangan hidup dalam kegelisahan atas kehilangan dan perolehan. Sebentar khawatir, bagaimana kalau saya kehilangannya? Sebentar lagi khawatir, bagaimana kalau saya mendapatkannya? Dalam istilah Buddhis, ini disebut “Kegelisahan atas kehilangan dan perolehan. Kita hidup di dunia ini, segala hal semuanya adalah khayalan, benda yang palsu, hari ini ada, besok bisa lenyap. Kenapa kalian masih belum memahaminya? Sama halnya dengan menonton sebuah film palsu. Saat film selesai, semuanya pun selesai, tidak ada lagi, dan kalian masih terlena dalam film tersebut, sesederhana itu saja. Bukankah hidup ini seperti film? Saat selesai, maka tidak ada lagi. Kamu masih terjebak di dalamnya.
Begitu seseorang tercerahkan, begitu dia benar-benar memahami, setelah dia tercerahkan, dia akan mampu mengubah khayalan menjadi manfaat yang baik. Dengan kata lain, hal-hal negatif yang dulu pernah kamu bayangkan dan pikirkan, dapat dimanfaatkan secara positif dalam ajaran Buddha Dharma. Yang Master katakan ini sangat mendalam, dan banyak orang yang tidak memahaminya. Master berikan contoh sederhana untuk kalian. Apa yang dimaksud mengubah khayalan menjadi manfaat yang baik? Misalnya, kamu mengejar seorang wanita. Kamu mengejarnya hanya berdasarkan khayalan, sesungguhnya kondisi atau latar belakangmu jauh lebih buruk daripada dia. Saat kamu mencoba mendekatinya, dia sama sekali tidak menggubrismu, karena kamu tidak memenuhi syarat. Jadi, dia tidak akan peduli padamu, dan kamu akan sangat sedih. Ini yang disebut dengan “khayalan.” Yang diceritakan Master ini adalah sebuah kisah nyata, ada seorang aktris film yang cukup terkenal, dan dia akhirnya bisa dijadikan pacar oleh seorang pria yang memang mengejarnya dengan cara seperti ini. Pada awalnya, ketika pria itu mengejarnya, dia sama sekali tidak menggubrisnya. Namun, akhirnya pria itu mengubah khayalannya menjadi manfaat yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Dia berkata kepada wanita itu, “Walaupun saya tidak punya uang, dan juga tidak tampan, tapi saya benar-benar menyukaimu. Saya tahu diriku tidak sebanding denganmu, semua yang saya pikirkan dulu hanyalah khayalan. Tapi sekarang, saya hanya ingin menjadi temanmu. Di saat kamu mengalami kesulitan, saya ingin membantu mengurus hal-hal kecil untukmu, merawatmu sedikit. Saya tidak memiliki niat lain dalam berteman denganmu. Saya sudah mengerti semuanya.” Justru karena pemikiran pria itu, wanita tersebut mulai menurunkan kewaspadaannya terhadapnya. Namun, antara manusia akan tumbuh perasaan. Pria itu terus-menerus membantunya melakukan hal-hal kecil, seperti menyajikan teh, mengantar barang, membelikan sesuatu untuknya. Selama beberapa tahun itu, pernikahan aktris tersebut selalu tidak berjalan lancar. Pria itu terus mendampinginya, membantunya menganalisis masalah, menghiburnya. Akhirnya, wanita itu pun menikah dengannya. Dengan kata lain, kamu harus mengubah khayalan menjadi manfaat yang baik, karena kamu sudah tercerahkan, kamu tahu bahwa dirimu tidak mungkin bisa mendapatkan wanita tersebut, jadi kamu tidak mengejarnya lagi, tapi memilih cara lain, benar tidak? Tentu saja, pria itu menulis dalam memoarnya bahwa saat itu dia memang sudah tidak ingin mengejarnya lagi, hanya ingin memperlakukannya dengan baik, karena sangat menyukai film-film yang diperankan oleh wanita itu. Setelah dia memiliki pikiran seperti itu, justru pada akhirnya dia benar-benar mendapatkannya. Hal ini membuktikan pepatah Tiongkok, “Menanam bunga dengan niat, bunga tak mau mekar; menancapkan dahan willow tanpa niat, malah tumbuh rindang.”
Demikian juga dalam menekuni Dharma. Ketika kita pergi memperkenalkan Dharma kepada orang, jika kamu terlalu memaksakan diri untuk membuatnya berhasil, justru tidak berhasil. Sebaliknya, jika kamu hanya berpikir untuk berteman dengannya, dan terus bersikap baik kepadanya, memberi tahu dia informasi yang baik, seiring berjalannya waktu, sifat Kebuddhaannya akan tercerahkan, dan dia akan mulai percaya. Banyak orang yang berbisnis sering mengatakan satu kalimat: “Meskipun bisnis tidak berhasil, hubungan antarmanusia tetap ada.” Sebenarnya, hubungan inilah yang memungkinkan dia untuk tetap bisa berbisnis dengan orang itu di masa depan. Karena kamu tercerahkan, maka kamu bisa mengubah ilusi menjadi manfaat yang baik. Mengertikah? Karena apa yang kita dapatkan hari ini, pada dasarnya semuanya hanyalah ilusi. Hal yang kamu anggap baik — itu adalah ilusi; hal yang kamu anggap buruk — itu juga ilusi; ketika kehilangannya besok — tetap adalah ilusi. Yang ini datang dan yang itu pergi, yang ini naik dan yang itu turun, terus-menerus silih berganti, tidak pernah berakhir. Saat suami istri bertengkar, banyak orang berkata, “saya sangat membencinya. “ Tapi setelah beberapa hari, tidak membenci lagi. Saat marah, rasanya sangat membenci, tapi beberapa hari kemudian sudah membaik. Inilah yang disebut datang dan pergi, naik dan turun, selamanya tiada henti. Hidup adalah kematian, kematian adalah hidup, semuanya tidak pernah berakhir. Mengubah kerisauan menjadi bodhi, tapi bodhi juga perlahan bisa melahirkan kerisauan, karena kamu masih berada di Alam Manusia. Oleh sebab itu, hidup adalah kematian, dan kematian adalah hidup. Setelah lahir, bukankah kita hanya menunggu kematian? Setelah mati, harus bereinkarnasi lagi, bukankah itu berarti menunggu kelahiran kembali? Maka, hidup dan mati terus bergulir, tak ada habisnya, tak pernah ada hari di mana semuanya berhenti. Inilah yang disebut enam alam kehidupan selalu berada dalam siklus kelahiran dan kematian (reinkarnasi).
