2. Memperoleh Ketenaran dan Kekayaan, Melepaskan Ketenaran dan Kekayaan, Baru Bisa Mencapai Pencerahan Pikiran dan Menemukan Sifat Dasar 得名利 舍名利 才能明心见性

Memperoleh Ketenaran dan Kekayaan, Melepaskan Ketenaran dan Kekayaan, Baru Bisa Mencapai Pencerahan Pikiran dan Menemukan Sifat Dasar

Hubungan antar manusia yang penuh intrik dan saling menjatuhkan, yang kuat menindas yang lemah, semua ini sudah menjadi fenomena yang biasa di dunia ini, karena kamu lemah, maka saya boleh menindasmu, karena kamu tidak berani bersikap bagaimana terhadap saya, maka saya pun berani memperlakukan kamu bagaimana, apakah semua ini benar? Saling menipu dan mencurangi, konflik persaingan yang tiada habisnya, semuanya tidak benar, yang kuat boleh menindas yang lemah, ini juga tidak benar. Dalam masyarakat sekarang ini, teman pun layaknya harimau dan serigala, mengapa? Coba pikirkan, sekarang ada berapa banyak orang yang mengalami penipuan, hanya dengan menelepon atau iklan di koran tidak akan bisa membohongi dia, tetapi lihatlah, orang-orang yang tertipu semuanya adalah teman. Dalam dunia bisnis saat ini, bukankah banyak teman yang menipu teman sendiri? Para pemasaran berjenjang bukankah juga mengatakan betapa bagusnya produk yang dijual dengan teman mereka sendiri? Kita harus memahami kebenaran ini, terkadang teman seperti harimau dan serigala, murid juga bisa mencelakakan gurunya, dunia fana Alam Manusia ini memang benar-benar sangat mengerikan. Teman mencelakakan teman, hubungan buruk murid dan guru, orang-orang di dunia ini bertikai dan saling menusuk dari belakang, pada akhirnya menjadi sangat mengerikan, siapapun tidak berani berbicara jujur, bukankah begitu? Siapapun terlihat menakutkan, siapapun disangka akan menjahati dia.

 

Kita harus memahami satu prinsip kebenaran, bahwa kita harus mengenali kerisauan duniawi, bahwa ketenaran, kekayaan, dan kekuasaan semuanya adalah sampah. Memangnya ketenaran-ketenaran itu bukan sampah? Jika kalian hari ini menjadi ketua organisasi, lalu besok tidak; atau hari ini kalian menjadi presiden, lalu dua hari turun pangkat; dalam sebuah organisasi yang kecil, di dalamnya terbagi menjadi 16 ketua divisi, panggilannya terdengar begitu keren, “Ketua Wang” atau “Ketua Li” … beberapa hari kemudian, karena perampingan organisasi, semuanya dihilangkan. Pahamilah, bahwa ketenaran, kekayaan, dan kekuasaan semuanya adalah sampah, jadi jangan terlalu mementingkannya, karena “sampah” ini bukanlah tujuan belajar para praktisi Buddhis. Kita para praktisi Buddhis tidak seharusnya menyimpan sampah-sampah ini dalam hati kita.

 

Luka besar dan kecil di dunia ini bisa membuat seseorang menjadi lebih tegar. Hari ini ada orang yang mengkritikmu, maka jadilah lebih tegar, diperbaiki jika ada, lebih mawas diri meskipun tidak ada. Bila hari ini kamu dipukul, atau dimarahi, atau dicelakakan, atau dijahati oleh orang lain, kamu pun harus menjadikan mereka sebagai faktor yang bisa membuat tekadmu menjadi lebih kuat, “Di mana saya terjatuh, di sanalah saya bangkit berdiri.” Orang lain mengatakan kalau saya tidak kuasa menahan godaan uang, maka dalam aspek ini saya harus lebih kuat; orang-orang mengatakan kalau saya terlalu mementingkan nama baik, maka saya harus membebaskan diri dari ketenaran. Hari ini kalian beberapa penanggung jawab ini, jika ada orang yang mengatakan kalau kalian masih mengejar akan ketenaran, maka besok, kalian jangan menginginkan ketenaran lagi, “Saya masih sama seperti dulu, baik-baik melakukan jasa kebajikan”, bersungguh-sungguh menjadi orang baik, yang seperti ini baru bisa menang mengatasi cobaan.

 

Kita harus memahami, mendapatkan ketenaran – melepaskan ketenaran, mendapatkan kekayaan – melepaskan kekayaan. Hari ini saya memiliki ketenaran, maka saya harus membuang ketenaran ini; hari ini saya memperoleh keuntungan, maka saya harus bisa melepaskan keuntungan ini, maka orang seperti kamu ini baru bisa mengatasi cobaan. Apa ketenaran yang diinginkan? Apa kekayaan yang diinginkan? Ketenaran dan kekayaan semuanya palsu dan kosong. Kita harus tegar dan kuat, yakni dengan mengandalkan latihan-latihan ini, semakin diasah, kita harus menjadi semakin kuat.

 

Pahamilah bahwa luka-luka besar dan kecil yang dialami di dunia ini adalah demi membuatmu menjadi lebih tegar. Kita harus bisa menerima dan melalui segala ketidaklancaran di dunia ini, sewaktu kelancaran datang, saya menyesuaikan jodoh; saat hal baik datang, tersenyum, ini berkat dari Bodhisattva; ketika ketidaklancaran datang, ini adalah ujian dari Bodhisattva untuk saya, dengan demikian, kamu baru bisa mempertanggungjawabkan jiwa kebijaksanaan diri sendiri. Sewaktu hal baik datang, lalu segera lupa diri dan omong besar; saat hal buruk datang, lalu segera merasa sedih dan putus asa, apakah orang seperti ini bisa menjadi sebuah pohon pinus? Hari ini, cahaya mentari yang hangat bersinar di atas pohon pinus, dia tetap menanggung kehangatan matahari; saat badai hujan dan angin, atau topan salju dengan petir menyambar, pohon pinus ini tetap harus menanggung dan menerima siksaan ini. Inilah yang seharusnya manusia belajar untuk seperti pohon pinus, jangan merasa sedih dan tidak senang atas masalah-masalah sepele di dunia ini, juga jangan mengkhawatirkan begitu banyaknya kerisauan di dunia ini, terlebih lagi jangan bergembira atas ilusi palsu benda-benda yang kita miliki dan kesuksesan kecil yang tercapai di dunia ini, melepaskan pikiran yang melekat pada ketenaran dan kekayaan, membuang pikiran yang melekat, baru bisa membina diri dan pikiran dengan tulus.

 

Kita harus berterima kasih pada semua makhluk yang telah mendukung kehidupan pembinaan diri kita. Hari ini kalian bisa membina pikiran di Dong Fang Tai, jika tidak ada Dong Fang Tai ini, kalian kemana pergi membina pikiran? Jika hari ini tidak ada begitu banyak orang yang memasak dan membantu kalian, bagaimana mungkin kalian bisa terus bertahan? Apabila hari ini tidak ada begitu banyak orang yang bertanya pada kalian, lalu kalian di sini bisa melakukan jasa kebajikan apa? Semua ini kita harus berterima kasih kepada semua makhluk yang telah memberikan kita satu kesempatan membina diri seperti ini, membuat kita terkondisi untuk melakukan jasa kebajikan. Orang-orang divonis menderita kanker, setiap hari terjadi di sekitar kita, kalian semua melihatnya, Nyonya Yang yang melakukan jasa kebajikan di Guan Yin Tang, Master sudah dari awal mengetahui kalau dia menderita kanker payudara, hanya saja Master tidak mengatakannya, namun terus berpesan padanya harus pergi periksa ke dokter. Kemarin dia pergi periksa ke dokter, setelah diperiksa, ternyata kanker payudara stadium akhir. Master pernah memberinya kesempatan dan menyuruhnya menjadi murid, tetapi dia tidak mau, seperti seorang murid pada tahun itu, Master menyuruhnya masuk ke perkumpulan murid, tetapi dia tidak mau, sampai akhirnya diri sendiri menderita dan barulah sadar. Kita harus memahami bahwa, sulit terlahir sebagai manusia, dan susah mengenal ajaran Buddha Dharma. Master telah memberikan kesempatan yang begitu baiknya bagi kalian untuk membina pikiran dan perilaku, jadi kalian sendiri harus baik-baik melakukan jasa kebajikan, sedangkan jasa kebajikan ini harus dikumpulkan sedikit demi sedikit. Bila anak kalian tidak sakit, keluarga kalian harmonis, maka kalian harus berterima kasih atas seluruh jasa kebajikan yang kalian lakukan sendiri. Masyarakat sekarang ini, keluarga siapa yang tidak bermasalah? Keselamatan adalah berkah. Kita harus bisa berpikiran terbuka dan memahami segalanya, asalkan baik-baik melakukan jasa kebajikan, Bodhisattva selamanya tidak akan meninggalkan kita, Beliau pasti akan membuat kita memperoleh lebih banyak balasan baik dan jasa kebajikan.

 

Kita hidup di dunia ini jangan suka bersaing, memangnya apa yang perlu diperebutkan di dunia ini? Mengapa saya harus berebut dengan orang lain? Semua yang diperoleh dari persaingan ini adalah palsu, yang didapatkan dari menyesuaikan jodoh barulah nyata. Kita sendiri harus bisa mengendalikan hidup dan mati, “Saya harus bisa mengendalikan kehidupan diri sendiri, saya harus bisa mengendalikan hidup dan mati sendiri”, dengan demikian kamu baru bisa bebas dari ketakutan. Dengan mengetahui hidup diri sendiri, “Karena saya seumur hidup menjadi orang baik, saya di kehidupan berikutnya pasti akan terlahir di keluarga yang baik; saya seumur hidup tidak pernah mencelakakan orang lain, maka saat saya meninggal, saya tidak akan ditarik pergi oleh setan-setan, saya tidak akan masuk Neraka”, bukankah ini berarti mengendalikan hidup dan mati dirimu, benar tidak?

 

Kita harus bisa mencapai pencerahan pikiran dan menemukan sifat dasar sendiri, harus bisa  benar-benar membina diri dan mencapai kesadaran. Benar-benar membina diri baik-baik, kamu baru bisa menyaksikan sifat Kebuddhaanmu. Banyak orang mengatakan, “Saya sudah tersadarkan”, namun sesungguhnya belum tersadarkan, karena kesadaran yang sejati adalah mencapai pencerahan pikiran dan menemukan sifat dasar sendiri, yang berarti pikiranmu sudah mampu memahami segalanya, kamu sudah melihat sifat dasar dirimu sendiri, maka kamu ini baru bisa dikategorikan sebagai benar-benar tersadarkan. Jangan biarkan keadaan apapun di dunia ini mempengaruhi kalian, jika hari ini pulang ke rumah, kamu merasa tidak senang karena keluargamu sedang tidak senang, berarti kamu sudah terpengaruh; bila hari ini kamu datang ke Dong Fang Tai dan melihat orang lain tidak mengacuhkanmu lalu kamu merasa tidak senang, berarti kamu kembali melakukan kesalahan. Pahamilah, bahwa kita tidak boleh terpengaruh dengan perkataan apapun, tidak peduli apapun yang dikatakan orang lain, saya tidak mendengarkannya. Banyak orang yang mendatangi Master dan membicarakan orang ini atau orang itu, mendengarnya, Master hanya tersenyum, sesungguhnya Master sama dengan tidak mendengarkannya, jangan didengarkan, jangan dipengaruhi oleh ucapan apapun.

 

Menghadapi masalah seburuk apapun, kita harus menerima dan menyesuaikan diri, apa maksudnya? Jadi jika ada orang yang menentangmu, atau bersikap buruk padamu, menjelek-jelekkanmu, maka kamu harus tetap menyesuaikannya, dan dia pun tidak berdaya menghadapimu. Terhadap kritikan orang lain, kamu harus memandangnya sebagai jodoh pendukung, jika kamu malah membantahnya, maka kamu akan menunjukkan sifat burukmu sendiri yang mengakar. Begitu orang lain mengatakan kekuranganmu, lalu kamu langsung marah, bukankah berarti kamu sama seperti binatang? Kalau orang lain mengkritikmu, cukup tersenyum saja, apapun yang dikatakan orang itu, asalkan dalam hatimu mengerti bahwa, tidak peduli baik atau tidaknya penilaian orang lain terhadapmu, yang terpenting jangan sampai kamu tidak mau mengakui kekurangan diri sendiri. Jangan segera membalas mengatakan kejelekan orang lain, ucapan balas dendam seperti ini merupakan wujud sikap tidak beretika. Apakah orang seperti ini patut dihormati orang lain? Master pernah mengatakan pada kalian, manajer sebuah perusahaan, asalkan menghadapi masukkan dari pelanggannya, pertama-tama tidak mengatakan apapun, namun segera meminta maaf terlebih dahulu: “Maaf, kami tidak melakukan pekerjaan kami dengan baik.” Apakah dia salah? Manajer seperti ini baru namanya memiliki etika yang baik. Jika hanya semata melindungi karyawannya sendiri, dan bersikap tidak sopan terhadap pelanggan, apakah manajer seperti ini bisa mengelola perusahaan dengan baik?

 

Dengan tidak dipengaruhi dunia luar, pikiran kita baru bisa tidak kacau-balau, dengan pikiran yang tenang, perasaan baru bisa tidak bergejolak. Contoh sederhana, seorang anak perempuan yang melihat anak laki-laki yang sangat tampan, begitu hatinya menjadi kacau, maka selanjutnya, perasaannya akan bergejolak; jika perasaannya sudah tergerak, maka matanya akan mulai sembarangan melihat, tidak bisa duduk dan berdiri dengan tenang, memainkan rambut dengan tangan, merapikan pakaian, lalu diam-diam mengoleskan lipstick, kalau begitu, malah akan dipandang rendah oleh orang lain. Karena hatinya tergerak, perasaannya menjadi kacau; bisa tetap tenang, itu yang disebut sebagai konsentrasi Zen.

 

Dengan mengenal jelas sifat Kebuddhaan diri sendiri, kita baru bisa menyempurnakan buah Kebuddhaan. Kamu ini adalah orang yang memiliki sifat dasar Buddha dan Bodhisattva, kamu sudah memiliki sifat Kebuddhaan, kamu baru bisa menjadi Buddha, baru bisa menyempurnakan buah suci tingkat Buddha dan Bodhisattva. Baik-baiklah membina diri, menyempurnakan buah Kebuddhaan, jangan biarkan ketidaktahuan membelenggu diri sendiri, karena ketidakpahamanmu, baru bisa mengekang dirimu sendiri. Ingatlah, ada sebagian orang yang jelas-jelas tidak mengerti, tetapi dia pura-pura mengerti, terakhir malah membuat masalahnya menjadi semakin berantakan, berarti dia sudah mengikat diri sendiri ke dalamnya. Dulu saat Master mengajar kalian, ada banyak murid dan pengikut yang mengatakan, “Master, kamu pasti sedang membicarakan saya”, selain itu, banyak orang yang setelah dikritik, dalam hati masih merasa tidak senang, mengapa sekarang bisa berpikiran terbuka? Mengapa sekarang bisa senang? Karena tingkat kesadaran spiritual kalian sudah meningkat. Dulu tidak bisa menerima kritikan orang lain, begitu Master mengkritik kalian, langsung merasa malu dan emosi, merasa kalau Master sedang membicarakan dia, padahal sesungguhnya, Master sedang mengkritik kekurangan yang sama yang dimiliki begitu banyak orang secara umum.