Senantiasa Menjauhi Kebohongan, Tiga Karma Terbersihkan
Master beritahu kalian, sama seperti tubuh setiap orang, harus sering dijaga agar tiada sakit. Tubuh kita harus senantiasa dijauhi dari penyakit, maka nyawa dan masa hidupmu baru bisa berlangsung lama. Jika seseorang hari ini sakit ini, besok sakit itu, sekujur tubuhnya dijangkiti penyakit, maka bagaimana mungkin dia bisa berumur panjang? Apabila orang ini dalam kesehariannya, tidak pernah menyukai siapapun yang dilihatnya, iri hati terhadap orang lain, membenci orang lain, menurutmu, apakah orang seperti ini adalah orang baik? Bukankah prinsipnya sama saja? Hari ini flu dan masuk angin, besok kembali ribut bertengkar, lusa kembali menangis dan tertawa, menurutmu bukankah sama seperti orang sakit jiwa, apakah orang seperti ini akan panjang umur? Maka kita harus memahami pentingnya memiliki otak yang sehat dan pikiran yang bersih.
Kita harus bisa bertahan menghadapi kesusahan, orang yang bisa hidup sulit, tiada mimpi buruk, jika tidak bermimpi buruk, saat tidur pun akan berbahagia dan tenang. Banyak orang yang tidak mau hidup susah atau sederhana, hanya ingin menikmati kesenangan, maka dia pun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Contoh sederhana, kalian anak-anak perempuan menikah dengan orang kaya, jika kalian tidak bisa hidup dalam kesusahan, maka setiap hari kalian akan dibayangi dengan mimpi buruk. Mengapa? Karena kamu ketakutan kalau suamimu yang kaya ini pada suatu hari akan meninggalkanmu, maka selanjutnya, kamu akan hidup susah karena tidak punya uang, kamu akan kehilangan segalanya, karena kamu tidak mau bekerja, di rumahmu menggunakan pembantu, kamu ingin tinggal di tempat yang bagus, makan makanan enak, mengenakan barang-barang bermerek, kamu hanya bisa mengandalkan suamimu, menurutmu apakah dirimu tidak akan bermimpi buruk? Kamu harus mengandalkan kerja keras diri sendiri, mengandalkan kedua tanganmu sendiri untuk mencari uang, maka kamu pun bisa tidur dengan nyenyak. Oleh karena itu, mampu bertahan dalam keadaan susah sangatlah penting. Seseorang yang mau berjuang menghadapi kesusahan baru bisa tahan banting.
Master ingin kalian bisa “melenyapkan jalinan buruk”, jangan menciptakan hubungan buruk dengan orang lain, juga jangan menjalin permusuhan dengan orang lain. Master hari ini diwawancarai seorang wartawan sebagai bahan berita di koran, kalian merasa senang, sedangkan Master merasa khawatir, karena yang terpikirkan oleh Master adalah akan ada banyak orang yang cemburu dan tidak senang, oleh karena itu, Master memohon berkat dari Bodhisattva, supaya semuanya lancar dan baik-baik saja, selain bisa menyebarkan ajaran Dharma, juga tetap damai dan selamat. Kalian senang melihat berita Master, tetapi ada banyak orang yang iri hati, lalu bagaimana? Maka, kita harus berpikir demi orang lain, karena mereka masih belum membina diri baik-baik, itu adalah dosa karma buruk mereka, sedangkan dirimu adalah Bodhisattva, maka kamu bertanggung jawab untuk membantu mereka menghilangkan halangan karma buruk ini, jadi jangan terlalu berlebihan, rendah diri jangan terlalu menonjol.
Kita dalam menekuni Dharma, harus bisa “membebaskan diri dari kebencian semua makhluk”, yakni menghadapi segala kebencian dan ketidaksukaan semua orang, diri sendiri yang harus bisa membebaskan diri. Hari ini, hubunganmu dengan seseorang menjadi buruk, maka harus kamu sendiri yang membebaskan diri. Hari ini, kamu bertengkar hebat dengan putramu, saling tidak menegur, pada akhirnya, tetap dirimu sendiri yang harus menguraikannya. Melihat anakmu tidak mau bicara, kamu menghampirinya dan bertanya: “Sudah makan belum?” Bukankah dirimu sendiri yang sedang menguraikannya? Kamu bertengkar hebat dengan suamimu, tetap dirimu sendiri yang harus berbicara dengannya, oleh karena itu, asalkan ada permusuhan, tetap harus diri sendiri yang menguraikannya.
Tiada kebencian baru bisa meniadakan ketakutan. Kamu tidak bermusuhan dengan orang lain, kamu tidak akan merasa takut; kalau kamu bertengkar dengan orang lain, terjalin hubungan buruk, maka kamu akan takut orang lain akan mencelakakan kamu. Tiada ketakutan, di sini berarti tiada ketakutan dari alam yang buruk. Apakah alam yang buruk di sini? Di Alam Manusia pun ada alam yang buruk. Apakah alam buruk di Alam Manusia? Alam yang buruk di Alam Manusia adalah pikiran dan cara berpikir kamu yang memasuki keburukan, membuatmu merasa ketakutan, semakin kamu membenci seseorang, akan membuatmu merasa semakin takut. Kalian coba saja, ketika kamu membenci orang ini, kamu akan merasa dia akan mencelakakan dirimu, maka kamu akan semakin takut. Di tempat kerja, semakin kamu membenci orang ini, semakin matamu tidak berani melihat dia, maka dia akan tahu kalau kamu membencinya, maka selanjutnya, dia akan menjahati kamu, benar tidak? Hari ini kamu merasa bos tidak menaikkan gajimu, jadi kamu merasa tidak senang saat bertemu dengannya, dirimu tidak bisa tersenyum padanya jadi kamu tidak mau melihatnya. Bos datang dan menyapa semua orang: “Halo semua!”, namun kamu sama sekali tidak bisa tersenyum, maka bos akan mengetahui kalau di hatimu ada ganjalan dengannya, berarti kamu sudah menanam bibit karma buruk, maka beberapa hari kemudian, orang pertama yang akan dipecat adalah dirimu. Bukankah yang Master katakan ini adalah ajaran Buddha Dharma dunia? Maka kalian harus memahami prinsip-prinsip ini, jika kamu tidak mempermasalahkan apapun, kamu bisa menerima kerugian, maka kamu tidak akan memiliki ketakutan.
Kita harus bisa bersikap fleksibel dan adaptif – tahu kapan harus mengalah dan kapan harus maju, ketahuilah bahwa di dunia ini, segalanya nyata bagaikan palsu, namun semuanya juga palsu seperti nyata. Banyak istri orang-orang kaya, semua cincin berlian yang dikenakannya tidak ada satu pun yang asli, orang di pinggirnya sampai tertegun: “Begitu indahnya, benar-benar tak ternilai harganya.” Si nyonya kaya masih senyum-senyum dan berkata: “Semuanya palsu.” Akan tetapi, orang lain malah berkata: “Nyonya Wang, kamu bercanda ya, kamu bilang palsu, semua orang masih mengira asli.” Seorang wanita miskin menikah dengan seorang pria, dan berkata padanya: “Saya tidak menginginkan apapun, saya hanya mau kamu membelikan saya cincin berapa karat saja.” Dia memakai cincin berlian di tangannya dan menunjukkannya pada orang-orang: “Ini asli lho, cantik sekali.” Namun orang lain malah berkata: “Haha, itu palsu.” Mengapa bisa begitu? Ini membuktikan bahwa, jika mentalitas kamu berubah, maka perilaku dan pemikiranmu akan turut berubah, oleh karena itu, asli dan palsu di dunia ini sulit ditentukan, jadi jangan menginginkan yang dimiliki orang lain.
Kita harus senantiasa menjauhi kebohongan. Di Guan Yin Tang, mengapa Master melarang kalian anak-anak muda ini untuk berbohong? Karena orang yang berbohong akan menurun harga dirinya. Orang yang berbohong, akan diketahui orang lain kebohongannya, dari pandangan matamu, dari sikap dan perilakumu, dari mulutmu, semuanya bisa terdengar jelas, apakah kamu sedang bicara jujur atau berbohong. Seorang wanita terlebih lagi tidak seharusnya berbohong, karena akan membuat orang lain merendahkanmu. Kamu kira orang lain tidak mengetahuinya? Mereka hanya tidak mengatakannya saja, karena mereka bukan gurumu. Master mengkritik kalian, supaya kalian nantinya bisa dihormati orang lain. Begitu mata berkedip, berarti sudah berbohong, akan membuat orang lain memandang rendah diri kalian. Seperti banyak wanita di antara kalian, dulu suka sembarangan membual, termasuk kalian sekarang masih suka membual, karena bicara terlalu cepat, masih belum selesai berbicara, kata-kata di belakang sudah menunjukkan kebohongan kamu, kalian merasa malu atau tidak? Malah masih mengatakan: “Maaf Master, bukan begitu maksud saya.”
Kita harus senantiasa menjauhi kebohongan, jangan menyatu dengan kebohongan. Orang yang sering berbohong, adalah seorang pembohong, dan seorang pembohong sama dengan “sampah”. Orang yang tidak berbohong, dia akan dipuji di Alam Surga. Apakah Bodhisattva bisa berbohong? Di Surga ada banyak Dewa-dewa, mengapa mereka bisa turun ke Alam Manusia? Karena mereka telah melakukan kesalahan, mereka di Alam Surga juga ada yang berbohong, aturan di Alam Surga sangat ketat, maka dihukum turun ke bawah. Sedangkan di Alam Manusia, ada satu jenis warna pelindung yang bisa membuatmu malu, dan itu adalah kebohongan. Karena begitu kebohongan ini diucapkan keluar, bisa mempermalukan dirimu dan membuat kamu merasa bersalah, namun kamu masih mengira sedang melindungi dirimu sendiri. Padahal sesungguhnya siapapun mengetahuinya, hanya kamu yang sedang membohongi dirimu sendiri. Oleh karena itu, pahamilah, dengan meninggalkan kebohongan, Surga pun akan memujimu, selain itu, tubuhmu akan menjadi tenang dan bersih. Coba kalian pikirkan, jika ada satu hari dari pagi sampai malam kamu tidak berbohong sama sekali, maka di malam hari, kamu akan merasa tenang dan nyaman; jika kamu berbohong, kamu akan bersusah hati.
Master beri kalian satu contoh, kalian pergi ke supermarket untuk belanja, sekarang semuanya bisa pelayanan bayar sendiri, dalam otak kalian hanya ada satu pemikiran, “Hari ini ada satu barang yang tidak akan saya bayar”, maka selanjutnya, wajah dan telingamu akan memerah, seluruh tubuh panas dan tidak nyaman, kamu merasa dirimu sama seperti orang jahat. Kalian mau mencobanya? Jangan kalian lakukan, coba kalian hanya bayangkan saja, kalau orang itu berpikir sebagai praktisi Buddhis, maka dia akan segera merasa malu, pada saat itu sikapnya akan berbeda, seluruh tubuhnya menjadi tidak damai, dia sendiri menjadi tidak tenang, dan merasa dirinya seperti orang jahat.
Kemarin saat Master menjawab pertanyaan kelompok muda-mudi, ada seorang wanita yang bertanya pada Master, dia punya satu anak dengan seorang biksu, ini adalah ganjalan hati yang tidak bisa dihilangkannya, selain itu dia juga tahu kalau ini adalah dosa dengan hukuman masuk Neraka. Tahukah kalian? Apakah saat dia melakukannya, dia mempertimbangkan masalah ini? Master setiap hari mengingatkan kalian, jangan menunggu sampai buah karma tiba, baru kalian bisa melihat bibit karma yang ditanamkan sendiri, jadi jangan melanggar sila! Kekurangan terbesar seseorang adalah suka mempersulit diri sendiri, sering melanggar sila, dan setelah melanggar sila, lalu melakukan hal-hal yang tidak bermoral, karena ingin menjaga harga dirinya. Kita lebih baik mengendalikan nafsu keinginan diri sendiri daripada melakukan hal-hal yang tidak terhormat, karena setelah melakukan hal-hal buruk ini, nantinya pasti akan turun ke alam bawah, mengerti? Berhutang pada orang lain pada akhirnya juga harus dilunasi.
Kita harus bisa membuat semua makhluk yakin dan percaya, harus sering menghibur mereka dengan kata-kata penuh cinta kasih. Kamu harus bisa membuat orang lain menerima dan percaya padamu, maka kamu harus sering mengutarakan kepedulian kamu terhadap mereka untuk menghibur mereka, dengan begitu orang lain pasti akan baik padamu. Misalnya, Tuan Song berkata pada seseorang: “Kamu jangan panik, kamu sakit ini pun tidak apa-apa, ada banyak orang di antara kami yang bisa sembuh, asalkan kamu percaya pada Guan Shi Yin Pu Sa, kamu pasti bisa mengatasi kesulitan, tidak akan mati.” Setelah kamu mengutarakan kepedulian kamu, bukankah orang lain menerima dan jadi percaya padamu? Orang lain akan berterima kasih kepada Bodhisattva dan kepadamu, bukankah berarti kamu sedang membantu Bodhisattva menyadarkan seseorang?
Kita harus bisa menjadi panutan, harus memiliki wawasan dasar, kalian tidak boleh hari ini begini lalu besok berubah jadi begitu, harus bisa “mewujudkan apa yang diucapkan”. Apa maksudnya? Asalkan kamu sudah mengucapkan suatu hal, menjadi satu kalimat, ini namanya “apa yang diucapkan”, maka kamu harus bisa melaksanakannya, ini namanya “mewujudkan”, kalau tidak perkataan yang kamu ucapkan akan menjadi kebohongan, kurangi mengucapkan kata-kata yang tidak dewasa. Kalian harus belajar baik-baik, dengarkan baik-baik, dan menggunakannya baik-baik. Jika kalian tidak bisa mewujudkan apa yang diucapkan, tiga karma kalian tidak akan bersih. Jika kalian bisa memahami, semua perkataan yang kalian ucapkan harus bisa dilaksanakan, maka tiga karma kalian baru bisa bersih. Orang yang tidak berbohong, bukankah otak – pikirannya akan bersih? Dia tidak berbohong, maka dia tidak perlu mengarang kebohongan untuk menutupi diri sendiri, bukankah niat pikirannya akan menjadi bersih? Orang yang tidak berbohong, mulutnya pun akan bersih. Orang yang tidak berbohong, bukankah perilakunya adalah perilaku orang yang tidak berbohong? Dengan begitu, tiga karmanya akan bersih. Seseorang yang ketiga karmanya bersih tidak akan salah bicara, maka dia akan senantiasa bersukacita, sedangkan orang yang mulutnya suka sembarangan berbicara, tidak akan terlahir sukacita di hatinya.
Sewaktu kalian baru saja mengikuti Master menekuni Dharma, siapa yang tidak berbohong? Kalian – anggota grup muda-mudi, ketika Master memarahi kalian, segera membalas dan terus berbohong. Coba ingat kembali masa lalu kalian, dan lihat diri kalian pada hari ini, kalian baru bisa menyadari bahwa, “sering bicara tanpa kesalahan”, dengan kata lain tidak salah bicara, akan membuat seseorang semakin lama semakin bahagia. Orang yang tidak berbohong akan hidup dengan bahagia, sedangkan orang yang suka berbohong, hidupnya akan sangat sulit, bukankah begitu? Lalu mengapa masih berbohong? Satu kebohongan memerlukan sepuluh kebohongan untuk menutupinya, kamu harus memikirkan sepuluh kebohongan baru bisa menutupi satu kebohongan, selain itu pikiranmu menjadi tidak tenang, pemikiranmu menjadi tidak bersih. Master setiap hari menasihati kalian, semakin banyak berbohong, nantinya semua akan turun ke alam bawah. Lebih baik sekarang lebih jujur, lebih baik sekarang menjadi lebih bersih.
Saat berbicara, kita harus menghormati orang lain, seseorang yang sering menghormati orang lain, disebut sebagai “diamalkan di Alam Manusia dan Surga”, dengan sering menghormati orang lain, bahkan Surga pun akan membantumu. Jika terhadap ibu tua atau paman tua, kamu bersikap sangat hormat, maka siapapun akan menyukainya, bukankah ini adalah kehendak surgawi? Bahkan Surga pun akan membantunya. Seseorang yang tidak menghormati siapapun, akan mendatangkan masalah bagi dirinya sendiri, menciptakan halangan karma buruk bagi diri sendiri. Dengan tidak berbohong akan senantiasa melahirkan sukacita, akan selalu memiliki kebijaksanaan yang mulia, akan sering merasa damai dan berpikiran bersih. Coba lihat saja, satu dusta atau satu kebohongan, bisa mendatangkan begitu banyak masalah bagi diri sendiri, memang kalian masih tidak tahu berapa banyak masalah yang muncul kalau bukan dari kebohongan sendiri? Pulang ke rumah, padahal sebenarnya suami istri yang sangat rukun, karena bertanya padanya beberapa hal, namun dia berbohong, lalu diketahui pasangannya, dan mereka pun mulai bertengkar, semalaman tidak bisa dilalui baik-baik. Kalau jujur memang apa salahnya? Oleh karena itu, jika kamu adalah orang yang suka berbohong, karena hatimu telah berubah menjadi hati-pikiran yang keliru, maka kamu tidak dapat menaklukkan pikiran keliru ini, dan hatimu pun berubah menjadi palsu.
