Menyelaraskan Hati atau Pikiran dengan Buddha, Menjauhi Khayalan yang Kontradiktif
Orang yang benar-benar memiliki kebijaksanaan, tetap harus mengubah nasib peruntungannya. Misalnya, bagaimana nasib saya, ketika saya belajar Buddha Dharma di masa lalu, saya tidak mengerti terhadap banyak hal, saya merasa orang ini menindas saya, orang itu memerintah saya, dan beberapa orang tidak mau mendengarkan saya, biarlah saya sendiri mengubah nasib diri sendiri. Mengubah nasib bukanlah agar diri sendiri menikmati lebih banyak balasan berkah, namun agar diri sendiri dapat mengatasi dan menghilangkan hambatan selama proses menekuni Dharma, serta dapat menyucikan hati dan pikiran diri sendiri. Terhadap segala sesuatu yang kita lakukan, kita melepaskan, maka ini menandakan bahwa kita sedang mengubah nasib, dan juga agar diri sendiri dapat lebih mudah mencapai ke Empat Alam Brahma. Apakah dengan memberi diri sendiri sebuah lingkungan yang penuh dengan kerisauan, lalu dapat membina diri dengan baik? Mengapa kuil selalu berada di atas gunung di masa lalu? Sangat sederhana, karena harus bersih dan tenang. Banyak biksu demi melatih tekad pikiran diri sendiri, mendorong diri mereka sendiri ke dalam pusat perbelanjaan, betapa ributnya kondisi di luar, dia bermeditasi, bersamadhi di dalam. Begitu orang melihatnya, bagus, memiliki kekuatan. Bayangkan saja, cara pembinaan manakah yang lebih sulit, pembinaan seperti ini atau membina diri di gunung? Pasti lebih sulit untuk membina diri di pusat perbelanjaan. Apakah kesulitan ini akan menambah hambatan untuk dirimu sendiri? Lalu, jika kamu berada dalam kondisi lingkungan yang bersih dan tenang, juga dapat menyelamatkan makhluk, juga dapat menekuni Dharma yang sesungguhnya, dan dapat terus tekun, lalu mengapa kamu masih menciptakan rintangan iblis untuk menguji diri sendiri? Jika dikatakan, mengapa Bodhisattva datang ke Alam Manusia untuk menyelamatkan makhluk hidup? Karena Beliau sudah menjadi Bodhisattva, Beliau demi menyelamatkan semua makhluk, maka Beliau tidak takut.
Perlu diingat, tidak menciptakan rintangan iblis bagi diri sendiri, kamu berkemungkinan dapat naik ke Alam Surga lebih cepat; Jika kamu menciptakan rintangan iblis bagi diri sendiri, kamu juga dapat naik ke Alam Surga, akan tetapi terjerat oleh iblis, yang akan menciptakan sangat banyak tekanan bagimu. Oleh karena itu, Bodhisattva bukan menganjurkan kita untuk mempraktikkan pembinaan keras, tetapi menggunakan metode yang baik untuk menyelamatkan hidup kita saat ini. Sekarang adalah zaman berakhirnya Dharma, harus menggunakan metode yang baik untuk mengubah dunia ini. Sebagai praktisi Buddhis sejati, kita harus tahu bagaimana caranya menyingkirkan kerisauan, melangkah maju menuju Empat Alam Brahma. Ini adalah supaya kita memiliki suatu tingkat kesadaran spiritual dalam pembinaan diri di masa depan, kita harus berjalan menuju ke arah ini. Pembinaan diri secara internal adalah harus sering mengintrospeksi diri: Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Saya menekuni Dharma hingga hari ini, pertama, apakah saya memiliki keangkuhan atau kesombongan? Kedua, apakah saya dapat mempertanggungjawab terhadap hati Buddha dalam diri saya? Segala hal yang saya lakukan hari ini, jika dibandingkan dengan Bodhisattva, seberapa jauh perbedaannya? Apakah saya memiliki hati welas asih? Saya melihat banyak makhluk, apakah saya sangat risau? Saya melihat orang ini, saya bersedia membantunya, tetapi terhadap orang itu, saya tidak bersedia membantunya. Jika dia datang mencari saya, apakah saya akan merasa risau? Semua ini adalah tingkat pembinaan diri secara internal, pembinaan dalam pengendalian diri, pembinaan tingkat kesadaran spiritual dalam belajar Buddha Dharma, membina pengendalian diri dalam batin, apakah tingkat kesadaran spiritual kamu sudah mencapai tingkat Bodhisattva? Apakah dirimu sendiri telah membina diri secara mendalam?
Apa itu membina diri secara mendalam? Ketika berenang, ada air di permukaan, dan jika menyelam ke bawah, berarti mendalam. Jika kalian membina diri secara mendalam, sebenarnya adalah menekuni Dharma ke arah yang mendalam, juga merupakan sejenis konsentrasi zen, oleh karena itu, orang mengatakan bahwa Zen dan konsentrasi adalah satu kesatuan, orang yang mampu menenangkan diri maka memiliki Zen, dan orang yang bisa mendapatkan kekuatan Zen pasti bisa tenang. Pembinaan Zen dan membina diri secara mendalam sebenarnya adalah konsep yang sama. Yang artinya kamu harus menekuni Dharma secara mendalam, kamu harus menekuni Dharma secara seksama, harus menekuninya secara mendalam, maka kamu dapat melepaskan diri sendiri. Jangan belajar seperti buluh yang tampaknya kokoh, namun bagian tengahnya kosong, harus seperti gandum yang semakin tumbuh tinggi, pucuknya semakin merendah. Oleh karena itu, meningkatkan karakter seorang praktisi Buddhis adalah paling penting. Sebagai seorang praktisi Buddhis, meskipun kalian tidak mencukur rambut, meskipun kalian tidak mengenakan jubah Dharma, akan tetapi kalian tetap merupakan seorang praktisi Buddhis. Kalian adalah praktisi awam yang membina diri di rumah, jadi tidak perlu mencukur rambut, tetapi sikap yang kalian tampilkan, harus membuat orang lain begitu melihat, maka akan terlihat bahwa kalian adalah seorang praktisi Buddhis. Tahun lalu kami membuat acara di atas kapal, pemilik kapal berkata: belum pernah melihat sebelumnya di mana ada ratusan peserta tidak berebut makanan, semuanya bervegetarian, alhasil pelayan terus mengeluarkan menu kepiting, dan kami bersikeras agar mereka bawa kembali, mengapa bisa demikian? Sangat sederhana, kalian adalah praktisi Buddhis, kalian adalah murid Buddha, kalian adalah umat Buddhis dari Guan Shi Yin Pu Sa, bagaimana kalian bisa memalukan Guan Shi Yin Pu Sa? Bagaimana kalian bisa memalukan Buddha Sakyamuni? Coba dipikirkan, segala perbuatan yang kita lakukan, hendaknya mendekati Bodhisattva. Ketika berakhirnya kelas hari ini, coba kalian pikirkan, kesalahan apa yang telah kamu perbuat hari ini? Apakah kamu melakukannya karena keegoisan? Suatu hal yang ingin kamu lakukan hari ini, pikirkanlah, apakah Bodhisattva akan berbuat demikian? Semakin mendekati Bodhisattva, maka tingkat kesadaran spiritual kalian akan semakin tinggi.
Seorang praktisi Buddhis hendaknya rendah hati dan tanpa keakuan, dalam Buddhisme dikatakan, orang yang rendah hati, baru bisa tanpa keakuan. Orang yang memiliki keakuan, bagaimana dia bisa bersikap rendah hati? Semuanya tentang aku, aku, aku, aku tidak sanggup melakukannya, aku tidak dapat menahannya lagi, hal ini tidak adil terhadap aku, coba kamu katakan, orang ini, semuanya hanya tentang dirinya sendiri? Apakah masih bisa bersikap rendah hati? Jika seseorang bersikap rendah hati, apakah masih ada keakuan? Oleh sebab itu, dalam bersikap harus tulus, setelah bersikap tulus, maka orang tersebut akan menjauh dari kerisauan. Secara permukaan dikatakan sangat sulit untuk menjauhi kerisauan, sesungguhnya Master memberi tahu kalian, sangat mudah bagi Master untuk menjauhi kerisauan, kalian percaya tidak? Master bisa melupakan semua masalah pada saat itu juga, Master memiliki satu bentuk pemikiran tersendiri, asalkan Master membayangkan sedikit saja, sudah bisa langsung berpikiran terbuka. Coba kalian berpikir, jika dalam kehidupanmu terdapat satu ketika di mana hampir kehilangan nyawa, maka sisa hidupmu selanjutnya semuanya akan menjadi jelas, benar tidak? Sekarang Master memiliki kekuatan supernatural, Master melihat pejabat Alam Bawah sedang menangkap orang, Master semakin bisa berpikiran terbuka. Kalian tidak dapat melihat, maka kalian tidak dapat berpikiran terbuka, Master sudah melihat banyak orang saat menjelang ajal, pejabat Alam Bawah datang untuk menangkap mereka, mengikat mereka, sebagian orang yang dibawa pergi, di bagian sini dipasang sebuah papan, di bagian sini terpasang borgol kaki dan borgol tangan, apakah kalian mengetahuinya?
Ketika Master masih berusia dini, sudah tahu melafalkan paritta Da Bei Zhou. Master tahu bahwa teman baik Master sudah menjelang ajal, lalu menaruh tangan di badannya dan melafalkan paritta Da Bei Zhou, mulut teman Master ini berkata: “Jangan lafalkan lagi, jangan nyanyi lagi.” Mengapa? Sebenarnya paritta Da Bei Zhou fungsinya untuk mengusir hantu dan iblis, coba pikirkan, orang yang sedang sakit ini dari mulutnya berkata: “Borgol tangan saya semuanya berkunang-kunang”. Saat paritta Da Bei Zhou dilafalkan, ini membantu dia memecahkan borgol tangannya. Paritta Da Bei Zhou sangat bagus, masalahnya adalah siapa yang menggunakannya? Misalkan, tongkat sakti Sun Go Kong bagus bukan? Coba kalian yang menggunakannya, kalian bahkan angkat saja tidak sanggup, bagaimana mau memainkannya? Paritta Da Bei Zhou begitu kuat, tergantung siapa yang melafalkannya. Banyak orang mengatakan: “Master, saya sudah melafalkan begitu banyak paritta, mengapa masih tidak manjur?” Jika demikian, mengapa manjur saat Master yang melafalkannya? Kamu tidak manjur saat melafalkan dikarenakan kekuatan pembinaan dirimu masih belum memadai.
Harus diketahui, jika kita menjauhi keserakahan, kebencian dan kebodohan, berarti kita telah menjauhi Enam Alam. Bahas ke sana ke mari hanya beberapa kata ini, belajar ke sana ke mari hanya beberapa kata ini, sungguh sangat sulit. Tanpa sadar sudah serakah, tanpa sadar sudah membenci, benar tidak? Masalah sepele saja sudah bisa mencerminkan keserakahan kalian. Mau ke Eropa, perlu menukar mata uang Eropa, kurs ini tinggi, kurs itu rendah, sebaiknya saya bagaimana di saat ini, dan bagaimana di saat itu, mengertikah? Ini masih ada niat keserakahan, tidaklah mudah untuk menghilangkan pikiran kacau. Jika hendak membina diri dalam kehidupan sehari-hari, harus tekun dalam pembinaan, sehingga dikatakan membina diri tidak harus ke mana-mana, duduk di Guan Yin Tang melafalkan paritta, harus tekun dalam pembinaan, harus benar-benar memahaminya. Tempat di mana kita menjalani kehidupan yang sesungguhnya adalah tempat pembinaan kita. Sangat penting untuk rutin melafalkan PR setiap hari. Master pernah memberi tahu kalian, mereka yang tidak rutin melafalkan PR setiap hari, walau di satu hari tertentu jumlah PR yang dikerjakan sangat banyak, kekuatan dirinya juga tidak akan meningkat. Sebagai contoh sederhana, sesibuk apa pun kamu hari ini, kamu harus melafalkan paritta. Sesibuk apa pun kamu hari ini, walau hanya sekedar menghangatkan airnya sebentar, setidaknya air tidak akan dingin di keesokan harinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk tekun dalam melafalkan paritta setiap hari.
Kerisauan, kegagalan apa pun yang kita hadapi di dunia ini, hati kita harus stabil, harus tenang, harus mampu menenangkan diri, sebenarnya membahas tentang tenang, sangatlah tidak mudah. Apa itu tenang? Tanpa keinginan maka hati akan setenang air. Orang yang tidak bisa tenang, berarti memiliki keinginan, orang yang memiliki keinginan, tidak akan bisa tenang. Kalian para muda-mudi saat berpacaran, begitu pandangannya tertuju pada seorang gadis, hati orang ini akan tergerak, hati tidak bisa tenang, keinginan alami kamu akan muncul. Ada orang yang sangat suka makan, melihat makanan enak, tubuhnya akan bergerak, tanpa disadari tangannya akan langsung memegang sumpit, sepanjang hari matanya memancarkan pandangan ingin mengambil sumpit dan makan. Seseorang yang sangat menyukai uang, asalkan dia melihat uang, mendengar tentang uang, pikirannya akan segera tergerak. Keinginan, keinginan bisa mencelakakan orang, apakah kalian tidak mengetahuinya? Keserakahan, kebencian, kebodohan, mereka yang memiliki keinginan, tidak akan bisa tenang, oleh karena itu, asalkan kamu melihat seseorang yang tidak bisa tenang, maka orang itu pasti memiliki keinginan.
Kita dalam menekuni Dharma, tidak boleh timbul niat keserakahan, tidak boleh timbul niat kebencian, kita harus membina diri sesuai dengan jodoh diri kita, membina keseluruhan hidup diri sendiri dengan baik, sebenarnya, lebih baik berhasil membina diri dalam satu kehidupan, daripada tidak berhasil dalam sepuluh kehidupan. Hati tidak tenang, akan terlihat, jika seseorang tidak memiliki keinginan, dia akan tenang. Keinginan memberikan rangsangan yang sangat besar terhadap seseorang, coba kalian pikirkan, orang yang suka berjudi, mengapa tidak mampu menahan dirinya? Karena dia memiliki keinginan, anak muda yang sedang menjalin hubungan asmara, keinginan mereka mendorong mereka untuk melakukan perbuatan buruk apa pun. Oleh karena itu, kita sebagai praktisi Buddhis harus melenyapkan keinginan secara tuntas, jangan serakah. Sama seperti kata “贫 – pín – miskin”, jika lebih satu guratan, kamu akan menjadi “贪 – tān – serakah”, semakin serakah akan semakin miskin; Orang yang semakin serakah, akan semakin tidak puas, orang yang semakin tidak puas, akan semakin serakah, ini disebut siklus keburukan. Seseorang yang benar-benar membina diri, dia tak akan tergerak, apa yang digerakkan? Memangnya ada apa yang digerakkan? Memangnya kenapa jika kamu lebih terkenal daripada saya hari ini? Hari ini, walau kamu adalah orang yang terkaya dan berada di samping saya, saya tetap seperti ini. Jika kamu tidak percaya, Master memanggil seseorang yang kaya raya untuk berdiri di sini hari ini, banyak di antara kalian yang berada di bawah akan mulai bergerak, terlepas dari melenggak lenggok (menarik perhatian), mungkin kamu tidak akan bisa duduk atau berdiri dengan tenang, mata akan menatapnya, ingin segera naik ke atas dan berbicara dengannya, berjabat tangan, menyanjungnya, berharap dia memberimu sedikit uang, apa gunanya keuntungan jangka pendek ini? Itu semua adalah palsu, barang yang bersifat kosong.
Kamu tidak bisa terlepas dari kerisauan, karena kamu memiliki keinginan. Jika di dalam hatimu menginginkan uang, ingin orang lain bagaimana dan bagaimana, kamu akan segera mendapat kekecewaan, sebenarnya keinginan dan kekecewaan adalah satu kesatuan. Ketika seseorang memiliki keinginan, maka kekecewaannya akan datang, karena kamu tidak dapat mencapai keinginan, berapa banyak orang yang mampu mencapai keinginan mereka? Oleh karena itu, jangan membiarkan kekecewaan dan kerisauan duniawi untuk mempengaruhi kita. Dalam hati kita harus bahagia, kita tidak boleh membiarkan kerisauan mempengaruhi kita. Kita tidak boleh membiarkan segala macam hal buruk mempengaruhi kita, apa pun yang kamu dengar, kamu tidak serakah, tidak membenci, tidak marah, tidak ada nafsu keinginan, coba kamu katakan apakah hal yang buruk ini mampu mempengaruhimu? Jika mendengar orang lain mengatakan keburukan kamu, langsung bereaksi terhadapnya, maka kamu telah terpengaruh oleh lingkungan luar. Hatimu tidak boleh bergerak mengikuti kehendak orang, karena ini adalah hati kalian, hatimu sendiri, mengapa harus bergerak mengikuti kehendak orang lain? Coba kalian katakan, apakah hati kalian sendiri sering bergerak mengikuti kehendak orang lain? Orang lain berkata, IPO ini akan segera menanjak naik, belilah? Hatimu pun tergerak, betul tidak? Aduh, hati saya ingin sekali pergi, hati saya ingin sekali bagaimana, maka hatimu sudah tergerak, ketika hati menjadi berantakan, maka roh pun tidak lengkap lagi, jika roh tidak lengkap, maka orang akan mulai berbuat bodoh, dan kebodohan akan menghampiri. Orang yang rohnya tidak lengkap, kebodohan akan merasukinya, logikanya sesederhana itu saja.
Orang yang membina diri dengan penuh kesungguhan, kita jangan terpengaruh oleh lingkungan luar, hati jangan kacau, hati jangan tergoyah, bagaimanapun juga, saya tetap seperti ini. Tak tergoyah, senantiasa tenang, inilah yang disebut dengan konsentrasi zen, zen adalah tenang, maka dinamakan konsentrasi zen, harus memiliki konsentrasi zen. Orang yang dapat tenang dan diam, maka dia akan dapat melihat sifat Kebuddhaan dirinya sendiri. Jika orang dapat diam, dapat tenang, maka akan memiliki kebijaksanaan supernatural, harus berkepala dingin, baru dapat memikirkan cara untuk mengatasinya. Oleh sebab itu, orang yang ingin mencapai buah Kebuddhaan, meskipun dalam hatinya akan sangat lelah, namun semuanya adalah cobaan. Master mengajarkan beberapa cara kepada kalian, hati sangat lelah, tidak apa-apa, anggap saja ujian untuk saya. Bagaimana jika pikiran sangat penat? Anggap saja rintangan datang, agar kita melewatinya. Menjadi bahan omongan orang lain di belakang, ini merupakan jodoh pendukung kita, merupakan jodoh kita, jika dia tidak mengkritik kita, kita malah tidak tahu bagaimana agar dapat menjadi lebih maju, karena ada orang yang menciptakan rintangan untuk kita, barulah kita tahu bagaimana untuk maju. Jika tidak ada orang yang memberikan tangga yang ada kesulitannya, bagaimana kita bisa melewati rintangan? Difitnah oleh orang lain di depan umum, pasti ada iblis yang datang memberi cobaan, harus sabar, betul tidak? Hanya dengan mengorbankan Aku yang kecil, barulah mampu menyempurnakan Aku yang besar.
Master meminta semua orang bagaimanapun juga, dalam setiap pemikiran harus menunjukkan kemajuan, hilangkan segala bentuk pikiran buruk, mencapai jasa kebajikan dari pemikiran yang benar dalam lokuttara (keluar dari keduniawian), mengertikah? Mencapai jasa kebajikan dari pemikiran yang benar dalam lokuttara (keluar dari keduniawian), yaitu semua yang kita lakukan di Alam Manusia, semuanya adalah benar, semuanya mampu membuat kita berhasil membina pemikiran benar yang keluar dari keduniawian. Hanya ajaran Dharma yang benar yang dapat menghilangkan ketidaktahuan, di dalam hati kita memiliki terlalu banyak ketidaktahuan, kita harus menghilangkan kebodohan, baru dapat benar-benar mencapai tepian pencerahan atau Paramita.
Setiap orang pulang ke rumah dan pikirkan dengan baik-baik, dalam satu minggu, ada berapa banyak kesalahan yang telah kalian lakukan? Kalian harus mengerti untuk bertobat. Seberapa malas kalian sebenarnya? Ada berapa orang yang menghabiskan waktu mereka yang paling berharga untuk membina diri, namun digunakan untuk tidur? Sebagai manusia di dunia ini, apakah kamu baik hati? Apakah kamu memiliki hati yang welas asih? Coba kalian pikirkan hal-hal ini setiap harinya, maka kalian akan semakin dekat dengan Bodhisattva. Master menyampaikan Bai Hua Fo Fa kepada kalian, sebagai contoh sederhana, kita ingin menjadi murid baik dalam tiga sektor, pertama-tama kamu harus berpikir: Apakah badan jasmani saya sehat? Apakah saya belajar dengan baik? Apakah karakter moral saya bagus? Sangat baik, bukankah kamu sudah mendekati murid baik dalam tiga sektor? Bukankah kamu adalah murid baik dalam tiga sektor? Sekarang Guan Shi Yin Pu Sa berada di sini, meminta kalian untuk mendekati Bodhisattva, Bodhisattva meminta kalian jangan serakah, apakah kalian telah serakah? Meminta kalian jangan bodoh, apakah kalian bodoh? Meminta kalian agar tidak iri hati terhadap orang lain, apakah kalian iri hati? Meminta kalian untuk memiliki hati welas asih, apakah kalian memiliki hati welas asih? Apabila kalian menghilangkan keserakahan, kebencian dan kebodohan, maka kalian telah mendekati Bodhisattva, bagaimana kalian bisa tidak mendapat respon dari Bodhisattva? Memohon sepanjang hari, apakah Bodhisattva bisa tidak datang? Salah satu fondasi dari belajar Buddha Dharma tergantung pada dirimu sendiri, ada sebuah pepatah yang berbunyi“hati dan pikiran saling selaras”, yaitu menyelaraskan hati Kebuddhaan dengan hati Buddha, menyelaraskan hati Kebuddhaan dalam dirimu sendiri dengan hati dari Buddha, maka kamu akan mendapatkan penerangan sinar cahaya Buddha.
