Menguraikan Kerisauan dan Penderitaan dengan Welas Asih, Ciptakan Tanah Suci Xin Ling Jing Tu dengan Kekuatan Tekad (Bagian 1) — 以慈悲化解烦恼苦痛 以愿力促成心灵净土

Seminar Dharma New York, 21 September 2014

Menguraikan Kerisauan dan Penderitaan dengan Welas Asih, Ciptakan Tanah Suci Xin Ling Jing Tu dengan Kekuatan Tekad

Terima kasih Guan Shi Yin Pu Sa Yang Maha Welas Asih dan Maha Penyayang, terima kasih para Naga Langit Dewa Pelindung Dharma, berkat jodoh yang baik dan jodoh Buddha sehingga kita bisa berkumpul bersama dan bersama-sama menikmati manfaat Dharma serta memperoleh sukacita dalam Dharma, terima kasih semuanya. Terima kasih kepada semua biksu, relawan, dan teman-teman se-Dharma dari seluruh dunia untuk menghadiri Seminar Dharma ini. Kita telah belajar memberi dan memahami untuk bersyukur, ini merupakan obat terbaik untuk kesehatan mental di dunia saat ini. Lebih banyak bersyukur akan berkurang kebencian. Lebih banyak bersyukur akan lebih berwelas asih. Berharap kita dapat menggunakan ajaran Buddha Dharma untuk membangun rumah yang sehat bagi jiwa. Menggunakan welas asih untuk mengatasi penderitaan akibat kerisauan dan depresi.  Menggunakan kekuatan tekad untuk menciptakan tanah suci  jiwa kita.

 

Menurut Organisasi Kesehatan Mental Dunia, terdapat 450 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit mental dan depresi. Penyakit-penyakit ini tidak hanya berdampak serius pada kualitas hidup individu itu sendiri dan keluarga mereka, merusak kesehatan mental mereka, tetapi juga berdampak negatif pada masyarakat. Depresi mental sebenarnya disebabkan oleh kemelekatan dan prasangka jangka panjang seseorang terhadap sesuatu. “Aku tidak bisa berpikiran terbuka, aku sedih, aku harus melakukan ini…” Kemelekatan yang berkepanjangan akan menyebabkan ketegangan mental yang berlebihan, paranoia akan muncul, dan orang akan sangat takut dengan hal-hal tertentu yang akan terjadi, dan perilaku mereka akan perlahan mundur. Hubungan keluarga perlahan menjadi tidak harmonis, ditambah dengan kebiasaan buruk, penindasan dan pertengkaran jangka panjang, menyebabkan mereka menjadi semakin takut terhadap kehidupan dan tidak dapat melepaskan apa pun. Seperti yang tertulis dalam paritta Xin Jing, hanya dengan tiada halangan baru bisa tiada ketakutan, baru bisa menghilangkan ilusi yang kontradiktif – bertolak belakang dengan kebenaran.  Kita harus memahami bahwa hati itu seperti sebuah cermin, apapun yang dicerminkan, maka itulah yang akan dipantulkan. Jika hari ini yang dilihat semuanya adalah orang jahat, bila setiap orang sangat membenci orang lain dan setiap orang bersikap jahat kepada orang lain, maka hati akan segera bersikap jahat kepada orang lain. Jika hati terpancar pada kebaikan, maka  akan menjadi baik, terpancar pada yang jahat, maka hatimu akan menjadi jahat. Jika dapat melihat panca skandha adalah kosong, maka akan mampu menghilangkan semua penderitaan.

 

Meneladani welas asih Buddha, dapat memaafkan kekurangan orang lain, maka hati tidak akan ada halangan. Kita harus memandang dunia dengan kosong, dunia ini adalah tidak kekal. Pikirkanlah, di manakah sekarang barang-barang yang kita dapatkan saat masih muda? Saat kita masih muda, kita terus berjuang dan memohon sesuatu, tetapi di manakah itu sekarang setelah kita sudah tua? Harus memahami bahwa segala sesuatu tidak dibawa datang saat kita lahir, dan tidak dibawa pergi saat kita meninggal. Kita datang ke dunia ini dengan kedua tangan yang kosong, tidak membawa apa pun ke bumi. Apakah ingin membawa semuanya pergi saat kita meninggal nanti? Ada banyak teman di sini hari ini. Di manakah kalian setelah 50 tahun nanti? Apakah kalian masih akan bersedih karena sebuah perkataan, atau merasa patah hati dan menderita karena sebuah kejadian? Relakan yang bisa direlakan, hadapi dunia ini dengan lapang dada, semuanya adalah nidana dan balasan karma. Jika memiliki jodoh hari ini maka harus menyesuaikan jodoh.  Tunggu suatu hari ketika jodoh itu berakhir, juga harus tetap menyesuaikan jodoh.  Melihat melampaui adalah akar dari hidup yang leluasa dan damai.

 

Pada tanggal 9 September di Zhengzhou, China, seorang pria tua bertengkar dengan seorang pemuda demi memperebutkan kursi di bus. Orang tua itu sangat marah sehingga dia menampar pemuda itu empat kali. Pemuda itu tidak melawan, karena dia mengatakan banyak kata yang kasar, membuat pria tua itu sangat marah. Setelah pemuda itu turun dari bus, pria tua itu pun meninggal dunia di dalam bus, karena dimarahi hingga meninggal oleh pemuda itu. Kita tidak boleh menyimpan dendam, konflik akan selalu ada, jika tidak memikirkannya, maka akan hilang dalam waktu singkat. Berharap setiap orang di dunia ini, selamanya jangan menyimpan dendam karena sedikit kebencian. Untuk menguraikan jodoh buruk kita perlu akal sehat. Bagaimana orang dapat hidup rukun satu sama lain? Mereka punya latar belakang berbeda, umur berbeda, kepribadian berbeda, dan bahkan jika dia adalah anakmu sendiri, akar dasar juga berbeda. Jika bukan datang untuk menagih utang maka adalah membayar utang. Berpikiran terbuka, yaitu memahami rasionalitas. Berpikir jernih, maka akan mampu membina pikiran. Setelah membina pikiran, kamu akan memperoleh kebijaksanaan.

 

Orang hidup di dunia, apakah layak marah dan mati demi orang lain? Jika kamu sakit karena marah, tak seorang yang akan menggantikanmu, hidup adalah suatu jodoh. Ke mana perginya jodoh saat muda? Kita tidak memiliki jodoh. Semua orang harus memahami bahwa anak dan cucu mempunyai berkahnya sendiri. Kita harus bisa melihat kebenaran dunia ini, harus memahami apa itu dendam lama. Master mengajarkan kalian sebuah metode, kalian akan menjadi lebih berpikiran terbuka. Apapun masalahnya, pikirkan saja, “Ini dendam lama” – dendam lama adalah sesuatu yang belum terbayar di kehidupan sebelumnya, sesuatu yang menjadi hutang di kehidupan sebelumnya. Master sering menerawang totem untuk orang lain. Kadang-kadang saya melihat seorang ibu dan anaknya adalah sepasang suami istri di kehidupan sebelumnya. Mengapa seorang ibu memperlakukan anaknya seperti harta karun. Setelah anaknya lahir, dia bisa mencampakkan suaminya? Mengapa setelah anak punya istri, konflik antara ibu mertua dan menantu perempuan menjadi begitu dalam? Karena dia telah merampas kekasihnya. Harus mengendalikan diri sendiri dengan baik, hubungan perasaan dengan orang lain semuanya dikendalikan oleh pikiran. Suami dan istri juga adalah jodoh. Jika suatu hari mereka tidak lagi memiliki jodoh, maka akan berpisah. Banyak anak muda yang kehilangan jodoh suami istri di usia yang masih sangat muda. Sangat penting untuk menghargai jodoh dan karma. Jika hari ini masih memiliki jodoh, maka jalani hidup dengan baik dan menghargainya. Jika suatu hari jodohnya  hilang, maka menyesuaikan jodoh saja. Cukup tidak merasa bersalah terhadap orang lain saja, dengan berpikir seperti ini hatimu tidak akan menjadi gila, kamu akan mampu menghadapi para penagih hutang di dunia.

 

Orang harus berpikiran terbuka. Pada tanggal 9 Juni tahun ini, seorang wanita Tionghoa bermarga Huang di New York bunuh diri karena depresi. Dia baru berusia 30 tahun, karena tersiksa oleh penyakit itu. Dia baru saja memperoleh kartu hijau AS. Suami dan anaknya masih berada di China. Anaknya baru berusia enam tahun dan masih menunggu untuk bertemu ibunya. Depresi saat ini adalah kanker baru abad ke-21. Hampir semua orang dapat terserang penyakit ini. Ketika tidak bisa berpikiran terbuka, maka mungkin akan mengalami depresi. Pikirkan, betapa baiknya masa lalu dan betapa menyedihkannya sekarang. Secara medis, dari ingatan seseorang, hanya 20%-30% yang merupakan ingatan baik, dan 70% merupakan ingatan yang menyakitkan. Pada dasarnya, semua kenangan itu adalah menyakitkan. Bagaimana kita bisa menyembuhkan semua penyakit mental dan tekanan psikologis yang menurut dokter tidak dapat disembuhkan, seperti depresi, fobia, dan penyakit mental lainnya? Dari mana timbulnya tekanan dalam pikiran? Praktisi Buddhis harus memahami bahwa segala sesuatu adalah jodoh, dan segala sesuatu ini disebabkan oleh pikiranmu. Hanya dengan mentalitas yang baik, baru bisa merasa puas. Ketika kalian masih berpikir tentang jenis sepatu apa yang akan dikenakan hari ini, pikirkanlah tentang 350.000 orang di dunia yang tidak memiliki kaki. Ketika kalian berpikir tentang apa yang harus dimakan setiap hari, terdapat 200 juta orang di dunia masih kelaparan. Ketika kalian tidak merasa puas dengan rumah kalian yang terlalu kecil, kamu membayarnya dengan nyawamu sendiri. Seseorang tidak pernah memiliki semua yang dimilikinya. Dari rumah yang ditempati, hanya 30% yang digunakan untuk ditempati, dan 70% lainnya adalah kosong. Uang yang dihasilkan seumur hidup, paling banyak hanya 30% yang bisa dinikmati sendiri, sementara 70%-nya dihasilkan untuk orang lain. Pelajarilah ajaran Buddha Dharma dengan baik. Jangan memperebutkan hal-hal di dunia ini, terbebaskan dan melepaskan, tidak masalah terhadap segalanya. Yang sudah berlalu biarlah berlalu, inilah tersadarkan. Bisa berpikiran jernih, semuanya adalah jodoh. Tersadarkan berarti berpikiran terbuka. Orang yang dapat berpikiran terbuka baru bisa tersadarkan.

 

Ada tiga kalimat dalam hidup, ingatlah dengan baik: Kalimat pertama akan sangat bermanfaat bagimu – jangan menggunakan barang milik orang lain untuk memamerkan diri. Karena diri sendiri yang akan memperoleh hasil atas pembinaan diri. Hanya prestasi yang kamu peroleh yang menjadi milikmu. Hanya jasa kebaikan yang kamu ciptakan sendiri yang menjadi milikmu. Kalimat kedua, kamu boleh percaya diri tetapi tidak boleh sombong. Orang harus memiliki rasa percaya diri. Kepercayaan diri akan memberimu kekuatan. Kepercayaan diri adalah dasar keberhasilan apa pun. Namun, begitu orang menjadi sombong, kepercayaan diri akan berubah menjadi menyalahkan diri sendiri dan kemelekatan. Kalimat ketiga, jangan biarkan orang lain menggunakan barang-barangmu untuk pamer, karena hanya akan mengundang banyak kecemburuan. Orang hidup di dunia ini harus mengerti untuk mendisiplinkan diri; harus memiliki pikiran yang luas dan berpikir jernih; harus belajar dari lautan besar, yang selalu berhati lapang tetapi tetap berada di titik terendah. Sebagai manusia harus belajar dari bulir gandum, semakin tinggi ia tumbuh, semakin menunduk pucuknya. Sebagai manusia harus mengerti untuk bersikap rendah hati, maka hati dan pikiran akan menjadi semakin lapang; harus memahami untuk melihat melampaui dan melepaskan. Kelebihan tidak akan lari walau tidak dikatakan. Kekurangan akan menjadi masalah besar jika tidak dikatakan, maka akan memperoleh keselamatan dan kesehatan.

 

Batasi keinginan diri sendiri seminimal mungkin setiap hari. Banyak orang ingin mengejar kebahagiaan, namun kebahagiaan bukan diperoleh dari pengejaran. Kebahagiaan didapatkan dari penurunan nafsu keinginanmu, semakin rendah nafsu keinginan, semakin bisa mendapatkan kebahagiaan. Selalu berpikir dari sudut pandang orang lain dan memikirkan orang lain berarti welas asih. Banyak orang berkata, “Apa itu welas asih?” Welas asih berarti memikirkan orang lain sepanjang hari dan tidak memikirkan diri sendiri. Ibu adalah orang yang paling welas asih. Ketika anak lahir, mereka hanya memikirkan anak dan bukan dirinya sendiri, jadi ibu sangat mulia. Selalu berpikir bahwa orang lain benar dan diri sendiri adalah salah, maka seumur hidupmu tidak akan membenci orang lain. Membenci orang lain akan membuatmu sangat sedih, tidak bisa makan atau tidur dengan nyenyak. Bila kamu selalu merasa dirimu salah dan orang lain benar, maka kamu tidak akan menaruh dendam pada orang lain dan menyakiti diri sendiri.

 

Seorang profesor filsafat mengkritik keras seorang mahasiswa di kelas: “Kamu tidak punya imajinasi, kamu tidak akan pernah mencapai apa pun.” Siswa itu sangat sedih, dia berpikir, bagaimana bisa profesor berkata seperti itu? Dia merasa tidak senang dan langsung berdebat dengan profesor itu. Profesor itu tersenyum dan berkata, “Bagaimana kalau begini? Kamu datang ke papan tulis dan gambarlah seekor binatang buas sesuai imajinasimu.” Siswa itu sangat gembira dan segera berlari ke papan tulis lalu menggambar kepala profesor, badan babi, sayap elang, ekor ikan, dan kaki rusa. Setelah selesai melukis, para siswa tertawa terbahak-bahak. Profesor itu mengangguk kepala sambil berpikir dan berkata, “Kamu tidak punya imajinasi, saya benar, apa yang kamu lukis hanyalah gabungan dari hal-hal yang telah kamu lihat, kamu masih tidak punya imajinasi.” Praktisi Buddhis harus melepaskan kemelekatannya. Apa yang dilihat di masa lalu belum tentu adalah benar. Banyak orang lanjut usia yang beranggapan bahwa masa lalu mereka benar, harus melepaskan. Orang yang bersikeras pada pandangannya sendiri hanya dapat menyatukan berbagai hal dan tidak akan pernah tahu cara menciptakannya. Setelah menekuni Dharma, seseorang harus meninggalkan kebiasaan buruk masa lalu, menjaga hati yang murni, dan benar-benar menjalani kehidupan yang baik di dunia, dapat menekuni Dharma dan membina pikiran, membiarkan hati diri sendiri menciptakan lebih banyak konsep ajaran Buddha Dharma dan membiarkan perasaan diri sendiri membawakan lebih banyak cinta kasih kepada dunia.

 

Praktisi Buddhis harus belajar menggunakan kebijaksanaan untuk mengembangkan metode-metode baik dalam menekuni Dharma. Kita menggunakan metode yang berbeda dalam membantu teman-teman yang berbeda untuk menekuni Dharma. Di dunia ini, perolehan juga merupakan kehilangan, dan kehilangan juga merupakan perolehan lagi. Sama halnya dengan pernikahan banyak orang, jika hari ini tidak ada, besok akan ada. Jika kita kehilangannya hari ini, bukan berarti tidak akan ada lagi di masa depan. Jangan melekat, harus mengenali hakikat manusia, datang ke dunia ini, asalkan melakukan yang terbaik dalam segala hal, tidak memohon apa pun baru akan benar-benar terbebas dari rasa khawatir. Kita manusia sangat bodoh, semakin melekat untuk mengejar sesuatu, semakin tidak tahu bagaimana cara melepaskannya setelah mendapatkannya, beban pun menjadi semakin berat, inilah sebabnya mengapa tekanan mental orang semakin besar. Jodoh dan perasaan di dunia ini rumit dan sulit untuk diputuskan. Berharap semua orang benar-benar mengerti untuk tidak menciptakan halangan bagi diri sendiri. Masalah manusia adalah terus-menerus menciptakan banyak halangan bagi dirinya sendiri. Alasan mengapa terus terjerat dalam asmara adalah karena terlalu menjerumuskan dirinya ke dalam hubungan asmara. Alasan mengapa terus terjerat dalam hal uang adalah karena ingin menghasilkan uang sepanjang hari. Karena menuntut terlalu banyak dalam segala hal, sehingga mengunci dan mengikat diri. Banyak orang tidak peduli, jika punya uang ya pakai, tidak punya uang ya tidak masalah, dengan demikian baru bisa menyesuaikan jodoh. Lebih baik melepaskannya lebih awal daripada harus melepaskannya suatu hari nanti.

 

Di masa lalu, Kaisar Julius menguasai Asia, Eropa, dan Afrika. Sebelum meninggal, ia berpesan kepada pelayannya, “Setelah saya meninggal, ketika memasukkan saya ke dalam peti mati, mohon letakkan kedua tanganku di luar peti.” Pelayan bertanya mengapa. Ia berkata, “Saya ingin memberi tahu semua orang di dunia, mereka yang merasa mampu menaklukkan dunia seperti saya bahwa Kaisar yang agung juga mati dengan tangan kosong.” Orang harus belajar untuk terbebas dari kekhawatiran terhadap jodoh dunia ini, harus mengurangi nafsu keinginan dalam hati. Lebih sedikit nafsu keinginan berarti nafsu keinginan semakin sedikit. Kita harus menempatkan jodoh perasaan terhadap dunia ini di dalam hati, menempatkan perasaan Buddhis di dunia di posisi pertama. Hanya ketika kita terbebas dari kekhawatiran, baru dapat melampaui fana dan menjadi orang suci. Berharap semua orang dapat menjaga hati sendiri dengan baik. Orang sepenuhnya mampu mengatur perasaannya sendiri. Orang mempunyai pandangan berbeda tentang hal yang sama. Ketika makan di prasmanan, menghabiskan puluhan yuan, tetapi kenyataannya sekotak nasi di luar harganya sepuluh yuan. Banyak orang yang tidak dapat menahan diri dan tidak dapat mengendalikan nafsu keinginannya saat tiba di restoran prasmanan. Banyak bos yang mengatakan kepada Master: “Untuk melihat apakah orang ini serakah atau tidak, apakah bisa berbisnis dengannya, maka saya akan mentraktirnya makan ke restoran prasmanan. Jika dia terus makan dan terus makan, dia pasti akan menghasilkan banyak uang dariku di masa depan. Jika orang ini hanya berkata “tidak masalah, sudah cukup”, orang ini memiliki rasional, bisa mengendalikan diri dalam kenyataan.” Harus memahami bahwa kita tidak boleh serakah terhadap apa pun, jika terlalu serakah, kita akan kehilangan. Semakin banyak yang dimiliki, semakin banyak yang akan kehilangan. Dulu kita memiliki banyak hal, tetapi sekarang telah kehilangan semuanya. Kehilangan itu sangat menyakitkan. Jika seseorang tidak ingin menderita,  jangan banyak memiliki, maka selamanya tidak akan pernah merasakan sakitnya kehilangan.

 

Ajaran Buddha Dharma merupakan kekayaan yang tiada tara. Setelah menekuni Dharma, kamu akan memiliki kekayaan ini. Uang tidak dapat menyelesaikan masalah hidup dan mati, berapa banyak orang kaya yang terbaring di rumah sakit, berapa banyak obat yang telah diminum, namun tetap tidak dapat membeli nyawa mereka. Seorang dokter di Amerika Serikat pernah berkata bahwa di Amerika Serikat, biaya mengganti bola mata membutuhkan lebih dari 20.000 dolar AS, 70.000 hingga 80.000 dolar AS untuk mengganti ginjal, dan ratusan ribu dolar untuk mengganti jantung atau paru-paru. Jika semua teman-teman yang hadir di sini hari ini memiliki jantung yang normal, liver yang normal, dan paru-paru yang normal, kalian adalah jutawan. Bila menggunakan uang yang dihasilkan untuk membiayai tubuh diri sendiri, maka harus menanggung penderitaan yang lain, yaitu penderitaan fisik.

 

Mengapa hubungan antar manusia menjadi begitu rumit saat ini? Karena kesadaran kedelapan manusia penuh dengan keegoisan. Orang-orang zaman sekarang semuanya hanya mementingkan diri sendiri, suami istri tidak bisa menoleransi satu sama lain, bahkan terhadap anak-anaknya sendiri juga tidak bisa bersabar, keegoisan manusia telah memasuki lubuk hatinya. Kita memiliki sifat Kebuddhaan di dalam hati kita, tetapi  juga memiliki benih-benih buruk di dalam hati kita. Ketika hati bertemu dengan kebaikan, jodoh baik dalam hati akan muncul; ketika bertemu dengan kejahatan, maka jodoh buruk dalam hati akan muncul. Benih jahat tumbuh sangat cepat, balasan karma buruk sekarang dibalas puluhan kali lebih besar daripada di masa lalu. Di masa lalu, dikatakan bahwa “tidak ada kata terlambat bagi seorang pria sejati untuk membalas dendam.” Orang zaman sekarang, asalkan kamu memarahinya, dia akan langsung memarahimu kembali. Jika kamu memukul istrimu, dia akan langsung melemparkan sesuatu kepadamu, inilah balasan karma langsung. Pikiran jahat manusia yang tak bisa dikendalikan akan membuat kita merasa dunia ini penuh dengan kekecewaan dan kesedihan. Orang-orang sekarang harus berhati-hati ketika berteman, hanya boleh menanam benih baik, tidak boleh menanam buah karma buruk, harus berteman dengan orang baik, akan selalu membantumu, harus berteman dengan orang yang baik hati, baru bisa memiliki balasan karma baik. Memiliki jodoh baik baru akan memiliki akar kebaikan.

 

Masa lalu adalah masa lalu, lupa ya lupakan saja, tidak marah, kamu akan hidup dalam jodoh baikmu. Jika kamu marah, maka akan hidup dalam jodoh burukmu. Seseorang tidak dapat mengubah penampilannya sendiri, tetapi dapat mengubah temperamennya, terkadang wajah kita tidak dapat diubah, tetapi temperamen kita dapat diubah. Setelah menekuni Dharma dan melafalkan paritta, temperamen seseorang akan benar-benar berubah. Banyak pria berkata, “Setelah istri saya menekuni Dharma, ia benar-benar berubah, dulu dia suka berkacak pinggang dan memarahi saya, tetapi sekarang dia tidak berkacak pinggang saat memarahi saya,” setelah satu atau dua minggu, ia tidak marah orang lagi, menjadi semakin baik. Pria itu berkata, “Sekarang kamu tampak seperti seorang praktisi Buddhis.” Sang istri langsung berkata, “Bukan urusanmu!” Kambuh lagi. Ada orang yang lebih hebat lagi, “Master berkata, kalau saya membina diri dan kamu tidak, saya naik surga dan kamu akan masuk neraka.” Suaminya makin tidak mau membina diri. Seorang praktisi Buddhis  tidak bisa mengubah masa lalunya, karena yang sudah berlalu telah berakhir, memikirkannya kembali pun hanyalah sekadar kenangan. Kita harus mengubah masa depan sendiri. Menekuni Dharma itu seperti menjadi manusia, menjadi baik hati, antusias, welas asih, dan jujur lebih mudah mengubah lingkungan kita sendiri di dunia. Kita harus menanamkan kebaikan dan welas asih di dalam hati kita. Kita bisa membuat diri kita memiliki rumah Buddha yang indah di dunia.

 

Ada seekor siput yang selalu memiliki prasangka buruk terhadap seekor katak. Suatu hari, katak tak bisa menahan diri lagi dan berkata kepada siput, “Pak Siput, apakah aku pernah menyinggung perasaanmu? Mengapa kamu begitu membenciku?” Siput berkata, “Kamu punya empat kaki dan bisa melompat ke sana kemari, tetapi aku harus membawa cangkang yang berat dan merayap di tanah, rasanya sunggih tidak senang, jadi aku tidak suka melihatmu.” Katak berkata, “Setiap keluarga punya kesulitannya masing-masing! Kamu hanya melihat kebahagiaanku, tetapi tidak melihat penderitaanku.” Pada saat itu, seekor elang besar terbang turun dari langit. Siput dengan cepat memasukkan kepalanya ke dalam cangkangnya, sementara katak langsung dimakan oleh elang itu. Praktisi Buddhis akan hidup lebih nyaman jika tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Asalkan membandingkan dirinya dengan orang lain, maka akan mati karena iri, jangan membandingkan diri dengan orang lain. Ketika kita baru tiba di Amerika Serikat, tinggal di rumah dua kamar satu ruang tamu, sudah merasa sangat puas. Akan tetapi setelah beberapa waktu,  saat menghadiri pesta dan melihat rumah mewah milik orang lain, langsung muncul keinginan untuk memiliki sebuah rumah mewah, lalu pun terikat olehnya dan selamanya tida bisa terlepas darinya. Selanjutnya bekerja dua atau tiga pekerjaan demi mencicil rumah. Bagaimana orang bisa terperangkap? Karena terus-menerus serakah dan memiliki nafsu keinginan. Jika tidak membandingkan, hidup akan lebih nyaman. Iri hati terhadap orang lain sering kali hanya membawa lebih banyak penderitaan. Sebaliknya, jika kita sering memikirkan apa yang sudah kita miliki, itu akan membawa rasa syukur dan kebahagiaan.