Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Vancouver, 26 September 2014
Kekuatan Tekad yang Mendalam Akan Mencapai Tingkat Kesadaran Spiritual; Melepaskan Semua Jodoh dan Terbebaskan di Saat ini
Terkadang hidup ini seperti sebuah koper, ketika kita membutuhkannya, kita akan mengambilnya, ketika kita tidak menggunakannya, kita harus belajar melepaskannya. Bila kita tidak dapat melepas saat harus melepaskannya, itu seperti menyeret sebuah kotak yang berat dalam hidup, maka tidak dapat terlepas dari beban yang berat. Hidup ini terbatas, harus belajar mengakui kesalahan, harus belajar menghargai orang lain, dan belajar bertoleransi terhadap orang lain, sehingga orang lain dapat menerimamu. Hanya dengan selalu mengakui kesalahan kepada orang lain, orang lain baru akan menerimamu. Sering menghormati orang lain, bisa menoleransi kekurangan orang lain, orang lain baru akan perlahan menerima kata-katamu. Banyak orang sering berkata kepada Master, “Master, mengapa dia tidak mendengarkan saya? Suami saya tidak mau mendengarkan.” Karena kamu tidak tahu untuk menghormatinya, tidak tahu untuk menoleransi kekurangannya, dan kamu tidak tahu untuk mengakui kesalahanmu, jadi dia selamanya tidak akan mendengarkanmu. Praktisi Buddhis hanya dengan melepaskan keakuan, baru bisa benar-benar bebas dan leluasa dalam hidup.
Menjadi pribadi yang baik baru bisa mencapai Kebuddhaan. Banyak orang tahu pintar dalam berperilaku dan berbisnis. Berdasarkan pengalaman banyak orang terkaya di Asia, mereka berkata: “Jika 5% orang mengetahui keberadaan suatu hal baru, kamu harus bertindak cepat. Jika bertindak lebih awal, kamu akan memperoleh kesempatan pertama dan akan mudah untuk berhasil. Jika 50% orang mengetahui hal baru ini, kamu cukup menjadi konsumen saja. Jika lebih dari 50% orang mengetahui hal baru ini, kamu sebaiknya tidak perlu melihatnya.” Inilah pengalaman orang-orang terkaya di Asia. Sebagai praktisi Buddhis juga seperti itu, setelah mengenal ajaran Buddha Dharma hari ini, kita tidak boleh menunggu, karena waktu akan mengikis tekad kita, waktu akan membuat kita merosot dan kecewa. Jika seseorang sering kecewa, dia perlahan akan putus asa, jika dia hidup dalam harapan, maka tidak akan putus asa. Jadi jangan menunggu, jangan menyia-nyiakan waktumu, karena itu akan membuatmu tidak mencapai apa pun. Harus membuka kebijaksanaan kita, mempelajari ajaran Buddha Dharma lebih awal, dan mencapai tingkat Kebuddhaan lebih awal; memahami ajaran Buddha Dharma lebih awal, terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan lebih awal.
Konsep pemikiran seseorang sangatlah penting. Ada kelas yang memilih gadis tercantik di kelas, lebih dari 30 orang di kelas tersebut memberikan suara secara terbuka, dan semua yang cantik ikut berkompetisi. Ada seorang gadis bernama Xiaomei yang berpenampilan biasa, tidak cantik. Saat gilirannya untuk berpidato, dia berdiri dan berkata, “Teman-teman, pikirkanlah, jika kalian memberi saya kesempatan dan membiarkan saya terpilih, beberapa tahun kemudian, kalian semua di sini dapat dengan bangga berkata kepada suami kalian, ‘Saat aku kuliah, aku berkali-kali lipat lebih cantik daripada gadis tercantik di kelas kami.'” Hasilnya, Xiaomei terpilih dengan suara penuh. Untuk meyakinkan orang lain agar mendukungmu, kamu tidak harus membuktikan bahwa dirimu lebih unggul dari orang lain, tetapi membuat orang lain merasa bahwa mereka menjadi lebih unggul karena kamu. Biarkan orang lain merasa bahwa kehadiranmu membuat mereka lebih berhasil. Praktisi Buddhis harus selalu membiarkan orang lain merasakan keberadaanmu, membiarkan orang lain melihat tingkat kesadaran spiritual Bodhisattva, karena kamu mempelajari kata-kata dan tindakan Bodhisattva, membuat orang lain juga akan belajar menjadi Bodhisattva dengan cara yang sama sepertimu. Ketika kita pergi memperkenalkan Dharma kepada orang-orang, kita harus meneladani Buddha, penampilan, ucapan dan pikiran harus mendekati Bodhisattva, barulah kita dapat menjadi Bodhisattva yang sesungguhnya.
Praktisi Buddhis harus mengerti rasionalitas. Jika seseorang memiliki rasional, itu berarti jiwanya sangat suci. Orang yang jiwanya suci, mentalitasnya sangat baik, dia pasti akan bersikap rasional dan tidak akan berdebat dengan orang lain. Terkadang pikiran lebih dapat diandalkan daripada perasaan. Banyak orang yang asal mengungkapkan perasaannya, mengatakan “Aku cinta padamu”, dirinya sendiri pun tidak tahu apa yang dicintainya, dan langsung mencintainya terlebih dahulu. Banyak orang menjalani seluruh hidupnya dalam kebingungan. Apakah kamu mengerti rasionalitas? Pemikiran adalah perilaku psikologis. Perilaku psikologis seseorang mencerminkan perilaku fisik tubuh. Saat tubuh melakukan gerakan apa pun, itu melambangkan baik tidaknya hatimu.
Orang yang mengerti hakikat hidup yang sebenarnya, dia pasti akan mencintai kehidupan, karena kita tahu bahwa kita datang ke dunia ini untuk menderita dalam jangka waktu tertentu, dan dalam penderitaan itu hanya ada sedikit kebahagiaan. Kita harus menikmati setiap jengkal kehidupan. Kita datang bukan untuk menjadi kaya, bukan demi ketenaran dan kekayaan hidup di dunia ini. Kita harus memanfaatkan setiap waktu kehidupan di dunia ini untuk membina diri dengan baik. Tujuan akhir kita bukanlah di dunia, tetapi di masa depan. Setelah kita menyelesaikan perjalanan kita di dunia ini, kita akan pergi ke dunia lain. Pada saat itulah kamu baru akan tahu, hanya bila semua tindakan kita di dunia ini sesuai dengan tindakan Bodhisattva, kita baru bisa mencapai Alam Bodhisattva. Jika setiap hari kita berlaku seperti manusia di dunia, hidup hanya untuk hidup dan hanya memikirkan diri sendiri setiap hari, maka di kehidupan selanjutnya kamu paling-paling akan terlahir kembali sebagai manusia. Jika kita hidup setiap hari hanya untuk makan, minum dan bersenang-senang, seperti binatang, hidup demi hawa nafsu, hidup demi nafsu keinginan, maka di kehidupan selanjutnya kita akan terlahir kembali sebagai binatang. Jika setiap hari kita mencelakakan orang lain di belakang, mengusik orang lain di belakang, maka di kehidupan selanjutnya kamu akan menjadi hantu, di Alam Setan; Jika setiap hari melakukan banyak sekali kejahatan di dunia, pada akhirnya balasan yang kamu dapatkan adalah masuk neraka.
Berharap semua orang memahami bahwa kita harus mencintai kehidupan yang singkat ini dan menggunakan hidup yang singkat ini untuk membuka kebijaksanaan sifat Kebuddhaan diri sendiri. Kehidupan dimulai dengan satu tangisan, menjalaninya dengan penuh kerisauan, dan akhirnya meninggalkan dunia ini dengan penuh ketidakberdayaan, inilah kehidupan kita. Ketika tiba di dunia ini pada hari pertama, kita telah memasuki kereta kematian. Di dalam kereta ini, setiap orang memainkan peran yang berbeda untuk dirinya sendiri: Orang yang benar-benar memahami untuk menghargai tahu bahwa dirinya akan segera mencapai terminal, dan bagaimana dia dapat naik pesawat setelah tiba di terminal; Ada orang yang terlempar keluar jalur ketika mereka mencapai terminal. Berharap semua orang dapat menghargai kehidupan dan menghargai nyawa, ini barulah orang yang tercerahkan. Orang yang tercerahkan, hidupnya akan penuh dengan kebahagiaan dan kepuasan.
Kita hidup di dunia yang penuh kerisauan setiap hari. Apa pun yang kita lakukan, hati kita jangan tergerak. Jika hati seseorang tidak tergerak, pikirannya tidak akan bergerak sembarangan. Duduk harus duduk yang benar, pikiran tidak boleh bergerak sembarangan, jika tidak bergerak, maka tidak akan menyakiti hati diri sendiri. Prinsip kebenaran yang sangat sederhana, jika kamu melihat tas yang kamu sukai di jalan, kamu sangat menyukainya, asalkan hatimu tergerak, kamu akan sedih jika tidak mampu membelinya. Jika kamu tidak peduli terhadap apa pun di etalase, maka kamu tidak akan memiliki kerisauan ini. Hati manusia tidak boleh tergerak, jika hati tergerak pasti akan terluka. Bila hatimu tergerak, kamu pasti akan bertindak gegabah. Hari ini kamu jatuh cinta pada seseorang, hatimu tergerak, maka perasaanmu akan segera menjadi kacau. Oleh sebab itu, banyak orang yang begitu terpikir tentang uang, hati mereka mulai tergerak. Setelah hatinya tergerak, maka akan menyakiti tubuhnya, menyakiti tulangnya, dan menimbulkan rasa sakit pada tulangnya. Dengan kata lain, selama seseorang mempunyai nafsu keinginan, selama dia ingin mengejar sesuatu, maka badannya akan terasa sakit, tulangnya akan terasa sakit, karena dia tidak dapat mengatasinya.
Pikiran harus tetap tak tergoyahkan. Apa pun yang dihadapi seorang praktisi Buddhis, tidak peduli itu keinginan baik atau buruk, kamu hendaknya tidak merasakan apa pun pada dirimu sendiri, ini berarti tetap tak tergoyahkan. Hati tergerak akan membuatmu merasakan segala macam penderitaan di dunia. Hati tergerak adalah akar kerisauan, begitu hatimu tergerak, kamu akan memiliki kerisauan. Ada banyak orang di Australia, rumah yang mereka tinggal lumayan bagus. Namun ketika mereka pergi ke pesta dan melihat rumah-rumah mewah milik orang lain, pulang ke rumah dan berpikir, “Kita juga ingin rumah yang lebih besar.” Sejak saat itu, mereka tidak lagi memiliki senyum bahagia di wajah mereka. Awalnya tinggal di rumah sendiri dengan tiga kamar tidur dan dua ruang tamu sangat bagus, tetapi tiba-tiba melihat sebuah rumah (villa) dan berpikir: Oh, mengapa saya begitu sengsara, seumur hidup pun tidak punya villa. Sejak saat itu, dia melarut dalam kerisauan setiap hari. Berharap semua orang tetap tak tergoyahkan, harus tahu cara menghilangkan akar kerisauan, yaitu pikiran tidak boleh tergerak, itulah pikiran yang kamu lepaskan. Membina pikiran adalah melepaskan pikiran, membina diri berarti memperbaiki perilaku. Membina pikiran dan membina diri secara bersama, dapat membuatmu melampaui kerisauan di dunia.
Metode yang baik adalah yang paling penting bagi praktisi Buddhis. Hal apapun di dunia ini semuanya ada cara untuk menguraikannya. Hanya saja apakah kamu menemukan konsep yang benar atau salah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika kamu tidak dapat memikirkan solusinya, itu berarti kamu tidak memiliki metode yang baik. Jika kamu menghadapi suatu masalah dan tidak dapat menyelesaikannya, itu berarti kamu belum menemukan metode yang tepat. Hidup itu seperti sebuah rumah, tidak ada yang sempurna dan ada kerisauan di mana-mana, yang penting adalah bagaimana kamu menyelaraskan mentalitasmu. Setiap orang memiliki persepsi berbeda tentang dunia ini, terhadap satu hal yang sama, menurutmu baik, tetapi menurut orang lain itu tidak baik, setiap orang memiliki pendapat yang berbeda. Master pernah menceritakan sebuah kisah: Bos sebuah pabrik sepatu pernah meminta manajer umum untuk pergi ke sebuah pulau untuk menyelidiki apakah ia bisa menjual sepatu di pulau itu. Setelah penyelidikan, manajer umum mengirim telegram kepada bos: “Tidak ada harapan, karena penduduk setempat tidak memakai sepatu.” Bosnya mengganti tenaga penjualan yang lain. Setelah sampai di sana, dia langsung mengirim telegram pada hari yang sama, memberi tahu bosnya dengan gembira: “Bagus sekali! Kirimkan saya dua mobil penuh sepatu. Tidak ada penduduk setempat yang memakai sepatu, dan saya ingin mereka semua memakai sepatu.” Inilah perbedaan konsepnya.
Karena titik awalnya berbeda, jadi biarlah orang lain mengomentari apakah itu baik atau buruk. Kendalikan pikiran sendiri dengan baik, ini terutama tergantung pada penilaian dalam hatimu saat ini. Bila melakukan sesuatu, selama penilaian dalam hatimu benar, lakukanlah dengan baik. Saat ini, banyak orang tahu bahwa mereka menekuni Dharma adalah untuk mencapai Kebuddhaan, tetapi banyak orang tidak memahaminya. Asalkan menurutmu itu benar, sebaiknya kamu pelajari baik-baik dan kerjakan dengan baik. Sebutir telur ditaruh di telapak tangan, sekuat apa pun kamu meremasnya, ia juga tidak akan pecah. Namun jika dilempar pelan saja, ia akan langsung pecah. Mengapa demikian? Memecahkan sebuah telur berarti memusatkan semua tujuan pada satu titik. Meskipun kekuatannya terlihat kecil, begitu tujuannya terfokus, daya yang dihasilkan menjadi sangat besar. Jika kamu menggenggam telur di telapak tangan, kekuatan genggammu akan tersebar ke seluruh permukaan telur. Karena kekuatannya tersebar, meskipun kamu menggunakan seluruh tenagamu, kamu tetap tidak bisa memecahkan cangkangnya — inilah konsep ajaran Buddha Dharma yang harus dipelajari oleh kita di dunia. Dalam menekuni Dharma, kita harus menyatupadukan hati, perilaku dan pikiran kita, dan menerapkannya pada satu titik, baru bisa menekuni Dharma dengan baik. Untuk mencapai keberhasilan, kita perlu memusatkan pikiran, menyelaraskan konsep dan tindakan, lalu fokus mengerjakannya. Banyak orang melafalkan paritta seperti biksu kecil yang melafalkan paritta dengan mulutnya tanpa ketulusan hati, harus melafalkan paritta dengan tulus, maka kekuatanmu pasti dapat menghilangkan banyak hambatan. Banyak hambatan yang dihadapi orang-orang sebenarnya bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari cara yang salah dalam mengatasi hambatan tersebut. Ketika menghadapi kesulitan, masalah, atau persoalan, banyak orang tidak tahu bagaimana harus menanganinya, lalu bertindak sembarangan, seperti pepatah Tiongkok yang mengatakan: ‘karena panik saat sakit, asal cari dokter’. Banyak penyakit orang adalah salah didiagnosis atau tertunda. Dalam berperilaku sebagai manusia pun demikian, menekuni Dharma juga demikian. Baik-baiklah membina pikiran agar belajar dengan benar dan lurus. Setiap hari pelajari sedikit demi sedikit Dharma, sedikit demi sedikit kebijaksanaan Buddha. Maka saat kita menghadapi kesulitan, kita akan mampu menghilangkan ketersesatan dan mencapai pencerahan, serta menemukan arah untuk mengatasi kerisauan dalam kehidupan.
Einstein pernah berkata bahwa materi dapat diubah menjadi energi, dan energi dapat diubah menjadi materi. Apa yang dibicarakan? Ketika seseorang berkata, “Saya punya tekad ini hari ini, saya harus melakukan sesuatu,” itu akan menjadi semacam energi. Materi hari ini adalah kita menyembah Buddha. Setelah menyembah Buddha, kita akan membentuk satu tubuh energi, dan energi ini akan menjadi semacam materi. Ini adalah konversi energi Einstein. Kejujuran, belas kasih, dan pengertian kita adalah bagian dari pembelajaran spiritual. Ketika kita lebih banyak berbelas kasih dan menolong sesama, kita akan memperoleh kekayaan spiritual yang mampu membuat kita mengatasi berbagai masalah. Konversi energi dan meningkatkan tekad, ketika seseorang bekerja keras, “Saya harus menyelesaikannya. Demi anak bisa kuliah, saya akan memberikan semuanya.” Begadang setiap malam untuk menemani anak belajar, dan bangun pagi untuk menemani anak belajar lagi, ini adalah sejenis kekuatan. Dari manakah kekuatan ini berasal? Karena kekuatan tekadnya, dia harus memasukkan putranya ke SMA elit dan universitas terkemuka. Semakin besar energi dan kemampuan, semakin lapang pula hatimu; Semakin sempit hatimu, semakin kecil energimu. Orang yang ingin sukses, pertama-tama dia harus memperluas hatinya, harus melepaskan yang dapat dilepaskan. Lepaskan semua kerisauan, kesedihan, dan kebencian kita. Lepaskan semua jodoh dan terbebaskan di saat ini.
