Melimpahkan jasa kebajikan akan memikul karma, bagaimana cara mengurangi memikul karma? Apakah melepaskan makhluk hidup dapat menggantikan pelimpahan jasa kebajikan 转功德会背业,如何少背业;放生能否代替转功德

 

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 19 Oktober 2019

Pertanyaan 40: Melimpahkan jasa kebajikan akan memikul karma, bagaimana cara mengurangi memikul karma? Apakah melepaskan makhluk hidup dapat menggantikan pelimpahan jasa kebajikan

Tanya: Rekan se-Dharma ingin bertanya, apakah ketika kita melimpahkan jasa kebajikan kepada orang lain, kita akan ikut memikul karmanya? Faktor apa saja yang menentukan seberapa banyak karma yang kita tanggung ketika melimpahkan jasa kebajikan?

Jawab: Melimpahkan jasa kebajikan tentu saja akan memikul karma. Melimpahkan jasa kebajikan itu sendiri memang berarti memikul karma. Misalnya, ketika kamu ingin membantu seseorang, bagaimana mungkin kamu tidak memberikan pengorbanan? Kalau tidak berkorban, bagaimana kamu bisa membantu orang lain? Lihatlah para biksu,. mereka mengadakan upacara Dharma besar, banyak biksu yang setelah selesai melaksanakannya justru kondisi tubuhnya menjadi tidak baik, bahkan sampai harus berbaring. Tahukah kamu ada berapa puluh ribu arwah asing? Mereka melakukan persembahan api, yang kekuatannya sangat besar, sehingga banyak arwah asing dapat langsung naik ke alam yang lebih tinggi. Beberapa kali Master melihat ketika para biksu melakukan persembahan api, banyak arwah asing datang dan menerkam tubuh biksu itu. Begitu kuatnya pengaruh tersebut. Jadi, untuk hal seperti ini, jika kamu ingin menyelamatkan seseorang, bagaimana mungkin kamu tidak memberikan pengorbanan? Misalnya, seseorang jatuh ke dalam air dan kamu ingin menyelamatkannya, bagaimana mungkin kamu tidak mengeluarkan tenaga? Pertama, kamu harus meningkatkan energi diri sendiri, membuat dirimu menjadi lebih kuat. Selain itu, kamu harus terus-menerus membantu orang tersebut agar dapat memiliki kesadaran dan tercerahkan. Dengan demikian, ketika kamu memberikan jasa kebajikan kepadanya, kamu tidak akan terlalu banyak menanggung karmanya. Jika orang tersebut mampu melafalkan paritta, berarti kamu sudah berhasil. Namun, jika dia tidak melafalkan paritta, kamu hanya terus memberikan jasa kebajikan kepadanya, tanpa mendapatkan respons atau hasil apa pun darinya. Apakah mengerti? (Mengerti) Jadi, seperti Master telah membantu begitu banyak orang. Coba kalian pikirkan, bukankah Master menjadi cepat tua? (Terima kasih, Master. Rekan se-Dharma juga ingin bertanya mengenai hal ini: ketika melimpahkan jasa kebajikan, bagaimana cara memohon agar karma yang kita tanggung dapat dikurangi?) Ini disebut membantu seseorang secara terbatas dalam melakukan jasa kebajikan. Misalnya, kamu membantu ibu menanggung karma, tetapi kamu tidak ingin seluruh jasa kebajikan yang kamu miliki ikut terseret untuk membantu ibu. Maka kamu dapat berkata: “Hari ini saya akan melafalkan 100 lembar Xiao Fang Zi untuk ibu saya.” Dengan mengatakan demikian, para arwah asing  akan mengetahui bahwa kamu hanya menggantikan ibu untuk membayar karma melalui jasa kebajikan dari 100 lembar Xiao Fang Zi. Setelah 100 lembar Xiao Fang Zi tersebut selesai dibakar, mereka tidak akan datang lagi kepadamu untuk menagih. Namun, jika kamu berkata: “Hari ini saya meminta kalian membantu ibu saya. Saya sudah melafalkan Xiao Fang Zi untuknya.” tanpa menyebutkan jumlahnya, setelah Xiao Fang Zi itu habis digunakan dan jasa kebajikan ibumu tidak mencukupi, karma ibumu kembali teraktivasi. Mereka akan datang lagi untuk meminta denganmu, lalu datang lagi dan menagih denganmu. Inilah sebabnya banyak orang merasa, “Mengapa Xiao Fang Zi yang saya lafalkan seolah-olah tidak pernah selesai?” Apakah mengerti? (Mengerti. Kalau melalui melepaskan makhluk hidup untuk menggantikan pelimpahan jasa kebajikan, apakah dengan demikian kita dapat mengurangi banyak karma yang kita tanggung?) Melepaskan makhluk hidup dan pelimpahan jasa kebajikan sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. Sebenarnya, dalam praktik membina pikiran, jika kamu mengatakan bahwa semuanya sama, lalu mengapa masih perlu melakukan pelepasan makhluk hidup, berikrar, dan melafalkan paritta? Berikrar memiliki jasa kebajikan dari berikrar, pelepasan makhluk hidup memiliki jasa kebajikan dari pelepasan makhluk hidup; melafalkan paritta memiliki jasa kebajikan dari melafalkan paritta. Ketika kamu melakukan pelepasan makhluk hidup, kamu dapat memperpanjang usia dan menghapus bencana. Apakah kamu mengerti? (Sudah mengerti. Terima kasih, Master)

 

191019马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问

提问40 转功德会背业,如何少背业;放生能否代替转功德

问:同修想问,我们给别人转功德的时候会背业吗?转功德背业的量和哪些因素有关?

答:转功德当然背业了,转功德本身就是背业。比方说,你要帮助一个人,哪有不付出的?不付出,你能帮助到别人吗?你看看法师,他们做水陆法会,很多法师做完了就身体不好了,就躺下来了。你知道有多少万个鬼啊?他们要做火供,很厉害的,很多灵性就直接上去了。师父好几次看法师做火供的时候,我看那些鬼都是跑过来扑在法师身上的,就这么厉害的。所以像这种,你要救人,哪有不付出的?你说这个人掉在水里了,你要救他,你哪有不付出的?一个,你要增加自己的能量,让自己变得更加地强壮;还有一种,就是要不断地让对方能够有觉悟,那么这个时候你给他功德,你就不会帮他背很多了。对方如果能够念经,那么你就成功了;如果对方不念经,那你只是给功德,你没有任何的反馈回来的,听得懂了吗?(听懂)所以,像师父帮了很多人,你说说看,师父老得不快啊?(感恩师父。同修还想问这个问题,就是转功德如何祈求,可以少背一点业呢?)这种叫有限地帮助他做功德。比方说,你帮妈妈背业,但是你不想帮你妈妈把你所有的功德都背上去,那么你就说“我今天给我妈妈念100张小房子”,你这么一讲,那些灵性知道你只替你妈妈还100张小房子的功德,那么100张小房子还完了,他就不会来问你要了。如果你说“我今天要求你们帮助我妈妈,我给她念小房子了”,你不说数量,那么他这里用完了,你妈妈的功德不够,你妈妈的业障又激活了,他又来问你要、又来问你要。这就是为什么很多人老觉得小房子怎么念不完的,听懂了吗?(听懂了。那如果通过放生来代替转功德,是不是可以少背很多业?)放生、转功德其实是不同的作用。其实在修心当中,如果你说全部都一样,那你为什么还要放生、许愿、念经?许愿有许愿的功德,放生有放生的功德,念经有念经的功德。你放生,延寿消灾,明白了吗?(明白了,感恩师父)