Melepaskan Keakuan, Tiada Keegoisan dan Ketakutan, Membina Diri Keluar dari Keduniawian (Bagian 2) 放下自我 无私无畏 修出世法(中)

Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Malaysia, 1 Maret 2014

Melepaskan Keakuan, Tiada Keegoisan dan Ketakutan, Membina Diri Keluar dari Keduniawian (Bagian 2)

Kehidupan kita di dunia ini sudahlah cukup, kita sudah cukup menderita. Kita hidup, terkadang penderitaan mental yang kita alami, meskipun tidur di ranjang terbaik dan makan malam yang lezat, namun dirimu juga sedih dan tidak nyaman. Penderitaan mental akan membuatmu menderita seumur hidup, sedangkan kenikmatan fisik hanya akan memberimu kehangatan dan kekenyangan sementara. Jika ingin hidup nikmat secara spiritual, satu-satunya cara adalah menemukan jalan keluar dari keduniawian, yaitu lokuttara dharma (membina diri keluar dari keduniawian) yang sering dikatakan oleh Sang Buddha. Dalam menekuni Dharma dan melihat masalah, kita harus meninggalkan dunia ini. Pola pikir kita harus melampaui Alam Manusia baru bisa mendapatkan Alam Manusia ini. Seperti melihat orang lain bertengkar, saya tidak bertengkar, saya baru bisa mengerti mengapa dia benar, dan mengapa dia salah. Hari ini melihat orang-orang bersaing tetapi saya tidak bersaing, karena saya adalah Bodhisattva, karena saya tahu bahwa kereta kehidupan saya ini akan segera mencapai terminal, jadi saya tidak serakah dan tidak memohon, saya tidak sedih. Melihat orang lain bersaing dan berebut, pikirkanlah, apa yang diperebutkan itu adalah palsu, dan apa yang diperjuangkan itu juga adalah palsu. Kita tidak ada satu hal pun yang nyata, karena bahkan gigi kita pun adalah palsu, semuanya akan rontok, rambut kita juga adalah palsu. Segalanya pada diri kita pada akhirnya semuanya adalah palsu. Ketika kita datang, kita tidur di sebuah ranjang kecil. Ketika kita pergi meninggalkan dunia ini, hanya sebuah kotak kecil. Apa yang bisa dibawa pergi? Apa yang bisa dipertahankan? Bisakah kamu membawa jabatanmu pergi? Bisakah kamu membawa uangmu pergi? Bisakah kamu membawa istri dan anakmu pergi? Banyak teman se-Dharma Xin Ling Fa Men berkata kepada Master: “Master, saya tidak mempercayai anak-anak saya. Saya harus melafalkan banyak paritta cadangan dan Xiao Fang Zi sekarang. Saya ingin membakar semuanya sebelum saya meninggal, karena jika saya tidak membakar semuanya, saya tidak tahu apakah anak-anak saya akan membantu saya membakar paritta ini nanti biar saya bisa naik. Sekarang, orang-orang telah mencapai tahap di mana tidak ada seorang pun yang dapat mempercayai siapa pun dan tidak ada seorang pun yang dapat diandalkan. Jadi, kalau kita tidak bisa mengandalkan siapa pun, siapa yang bisa kita andalkan? Guan Shi Yin Pu Sa yang mulia berkata: “Kalian dapat mengandalkan saya!” Mengapa kita tidak mengandalkan Guan Shi Yin Pu Sa? Mengapa tidak mengandalkan Pu Sa untuk hidup? Sebuah lagu akan berakhir popularitasnya hanya dalam beberapa puluhan tahun. Namun ajaran Buddha Dharma kita, Dharma benar yang dibawa oleh Sang Buddha kita ke dunia, telah beredar di dunia ini selama ribuan tahun. Berapa banyak praktisi Buddhis di seluruh dunia yang menyembah Pu Sa setiap hari? Inilah kebenaran, inilah yang diinginkan orang, inilah Dharma sejati yang kita pelajari.

Hidup di dunia ini, kita harus berpikir jernih dan mengerti, harus benar-benar memahami. Hidup saya hari ini sangat berarti. Jika saya bisa memperoleh ajaran Buddha Dharma hari ini, hidup saya tidak akan sia-sia. Semua orang yang menekuni Dharma tidak sia-sia hidup, karena ajaran Buddha Dharma mengatakan, “Raga manusia sulit didapatkan namun sekarang sudah dimilikinya, Buddha Dharma sulit dikenal namun sekarang sudah mengenalnya.” Kita adalah orang yang paling bahagia dan paling baik di dunia. Ajaran Buddha Dharma adalah sebuah filsafat. Banyak orang berkata, “Dapatkah ajaran Buddha Dharma menyelesaikan masalah-masalah di dunia?” Jika ajaran Buddha Dharma tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah di dunia, maka tidak akan ada begitu banyak orang yang mempercayainya. Kehebatan ajaran Buddha Dharma adalah membuat kita mencapai pembebasan dan keluar dari keduniawian di Alam Manusia.

Ada apa yang hebat? Berapa banyak hal yang menurut kalian hebat ketika kalian masih muda? Tanyakan kepada para ibu tua dan paman tua itu, apakah masih ada sekarang? Banyak wanita pada saat menikah, mereka harus menginginkan ini dan itu, harus membuatnya sangat megah. Apakah masih memiliki perasaan seperti itu sekarang? Bukankah semua yang kita kejar hanyalah kosong dan ilusi? Bukankah semuanya seperti mimpi? Apa yang bisa kita peroleh? Yang diperoleh adalah penyakit di sekujur tubuh, yang diperoleh adalah tidak mampu berpikiran terbuka sepanjang hari, yang diperoleh adalah kerisauan hidup. Kita harus melampaui Alam Manusia, karena Bodhisattva telah lama mengatakan bahwa “Alam Manusia adalah alam kerisauan.” Alam kerisauan harus ditinggalkan. Jika kamu tidak bisa lepas dari kerisauan, kamu akan selalu terikat dalam kerisauan. Jika kamu ingin serakah hari ini, maka kamu akan selalu dikunci oleh keserakahan. Jika kamu tidak bisa mendapatkannya hari ini tetapi harus mendapatkannya, mak kamu akan terjebak olehnya. Ketika Master berada di dalam pesawat, ada seorang Barat di sebelah yang sedang melihat komputer dengan ekspresi terkejut. Master secara tidak sengaja melihat layarnya memiliki grafik yang naik turun seperti saham. Orang Barat ini sebentar-sebentar pergi ke toilet. Sistem kekebalan tubuhnya pasti sangat buruk, dan semua rambutnya rontok. Hidup dihabiskan dalam penderitaan seperti itu, kenapa kita tidak mencintai diri sendiri? Banyak orang menukar nyawanya dengan uang, dan pada akhirnya menggunakan uang untuk membeli nyawanya sendiri, namun uang tidak bisa membeli nyawa. Banyak orang telah meninggalkan dunia ini dalam ketidakberdayaan. Berapa banyak orang yang sebelum meninggal masih berkata: “Saya masih punya banyak hal yang belum diselesaikan!” Tidak dapat menyelesaikannya, orang tidak akan pernah habis kerisauannya di dunia ini, tidak dapat menyelesaikannya. Daripada selamanya membawa kerisauan ini dan hal-hal yang tidak dapat diselesaikan, lebih baik berpikiran lebih terbuka dan melepaskannya lebih awal.

Apa hebatnya hal itu sehingga membuat kita begitu risau? Berlalu ya sudah berlalu. Hal apa yang membuat kita begitu tidak bisa berpikiran terbuka? Apakah penderitaan yang ditanggung orang tua kita lebih sedikit dibandingkan kita? Kita juga harus menanggung penderitaan, karena kita lebih bijaksana daripada orang tua kita, karena kita adalah praktisi Buddhis, kita tahu bahwa menekuni Dharma adalah mengikis karma. Kita tahu bahwa menghilangkan penderitaan adalah akar kebijaksanaan yang menyelamatkan kita. Berharap semua orang harus memahami jiwa kebijaksanaan dan akar kebijaksanaan, memahami bagaimana membuat diri kita bisa benar-benar terbebaskan. Kita berbicara tentang pembebasan setiap hari dan memikirkan tentang pembebasan setiap hari. Bagaimana cara terbebaskan? Seorang murid bertanya: “Master, bagaimana caranya agar bisa terbebaskan? Buku-buku Buddhis yang saya baca di mana pun mengatakan melepaskan, bagaimana melepaskannya?” Master memberi tahu kalian dua kata: wang ji — lupakan. Jangan pikirkan, yaitu melepaskan.

Apa yang tidak bisa dilupakan tentang penderitaan masa lalu ini? Jika kamu menyimpan semua hal buruk dan menyedihkan di dalam hati, bukankah kamu mencelakai dirimu sendiri? Hal-hal yang tidak menyenangkan di masyarakat ini seperti sel-sel yang buruk. Jika kamu menyimpan hal-hal yang tidak menyenangkan dalam pikiranmu setiap hari, akan aneh jika tidak ada masalah dengan pikiranmu! Menyimpan semua masalah yang tidak dapat kamu pikir dengan jernih, masalah keluarga, sosial, pekerjaan, dan semua hal yang tidak menyenangkan ini ke dalam hatimu setiap hari, akan aneh jika jantungmu tidak ada masalah. Orang yang tidak risau, sedih, atau cemas, jantungnya pasti sehat. Banyak wanita berkata: “Ketika saya terpikirkan mantan suami saya, saya sungguh sangat membenci hingga mau menggertakkan gigi.” Master mengatakan kepadanya: “Kamu menggertakan gigimu sampai copot dan lihat apakah kamu dapat menghilangkan kebencianmu?” “Begitu terpikir saya pernah ditindas oleh orang lain, saya merasa sangat sedih.” Saya berkata: “Kamu teruslah bersedih dan lihat apakah kamu bisa menyelesaikannya.” Orang yang memiliki kebijaksanaan akan menganggap hidup seperti nasi yang dia makan kemarin. Seperti pakaian yang dikenakan saat masih kecil, sekarang sudah tidak layak lagi untuk dipakai dan harus dibuang, tidak boleh menyimpan pakaian masa kecil sampai sekarang. Kebijaksanaan adalah pilar spiritual utama dalam hidup, bukan ekonomi, bukan berbagai nafsu keinginan, melainkan adalah semangat. Ketika seseorang memiliki semangat, dia tidak takut pada apa pun.

Untuk apa kita menekuni Dharma? Untuk semua makhluk, dan juga untuk diri sendiri. Master pernah bercerita: Banjir akan datang, dua desa akan menderita. Salah satu kepala desa meminta setiap keluarga untuk membangun tembok tinggi untuk menutup pintu, dia mengira dengan melakukan ini, maka air tidak akan bisa masuk ke dalam rumah. Ini adalah seorang kepala desa yang egois. Kepala desa di desa lain meminta semua orang untuk membangun bendungan di luar seluruh desa. Pada akhirnya, ketika dilanda banjir menghasilkan dua akibat yang sangat berbeda: Di desa pertama, setelah banjir melanda, meskipun setiap rumah membangun tembok tinggi, tetapi semuanya hanyut. Di desa kedua, banjir terhalang oleh bendungan besar di luar desa, semua rumah di desa tersebut aman. Orang tidak boleh egois. Hanya ketika orang lain baik, membuat orang lain baik, kamu baru akan baik. Membuat orang lain bahagia, kamu baru bisa bahagia. Membuat semua makhluk bersukacita dalam Dharma, kamu pasti akan sukacita dalam Dharma. Membuat semua orang bisa welas asih, kamu akan terbang bebas di lautan welas asih.

Apapun yang terjadi, jangan mengeluh atau menyalahkan. Hari ini menemukan satu pintu Dharma yang baik, mengapa masih harus menyimpan penderitaan masa lalu di dalam hati? Ada orang berkata, “Saya sangat bahagia telah memperoleh Buddha Dharma hari ini. Tetapi jika saya mengetahuinya lebih awal, ayah saya tidak akan pergi. Jika saya melafalkan lebih banyak Xiao Fang Zi, saya tidak akan bercerai…” Dia masih terlibat di masa lalu. Masa lalu adalah hal yang paling buruk. Apa itu masa lalu? Jika sudah lewat, maka harus berlalu. Jika sudah berlalu, maka harus melewatinya. Jika sudah berlalu maka biarlah ia berlalu.

Siapa yang tidak mempunyai kesakitan, siapa yang tidak mempunyai halangan karma buruk, siapa yang tidak mempunyai kesedihan, siapa yang tidak mempunyai kerisauan? Kerisauan adalah Bodhi. Tanpa kerisauan, bagaimana bisa ada kebijaksanaan? Dulu tidak pernah menghadapi hal seperti ini, itu karena tidak mengerti, sehingga akan tertipu. Ada banyak hal yang belum kita temui. Terkadang kita tidak dapat memahami kebijaksanaan Bodhisattva. Bodhisattva berkata, “Kerisauan adalah Bodhi.” Banyak orang berpikir: “Bodhisattva mengizinkan saya memiliki kerisauan. Ada kerisauan maka akan ada kebijaksanaan.” Bodhisattva adalah kebijaksanaan, karena datang ke dunia ini tidak mungkin tidak ada kerisauan. Oleh karena itu, Bodhisattva mencerahkan kita “Kerisauan adalah Bodhi”. Bisakah kalimat ini diucapkan di Alam Sukhavati? Di situ semuanya adalah Bodhisattva agung. Berbagai Bodhisattva agung ada di sana. Sang Buddha maju dan berkata, “Kerisauan adalah Bodhi”? Para Buddha dan Bodhisattva tidak memiliki kerisauan. Para Buddha dan Bodhisattva tidak berada di alam kerisauan, tetapi kamu berada di Alam Manusia, maka tidak dapat terhindar dari kerisauan. Oleh karena itu, ketika kerisauan datang, harus diselamatkan, artinya harus terbebaskan, harus diuraikan. Ketika kamu tahu bagaimana untuk menguraikan kerisauan, maka kamu adalah orang yang bijaksana. Ada orang yang tercengang ketika menghadapi masalah, langsung tidak berdaya ketika menghadapi kesulitan. Sedangkan ada orang yang memiliki kebijaksanaan, setelah menghadapi masalah dan berpikir: “Tidak apa-apa, saya punya cara untuk menyelesaikannya, bisa melakukan seperti ini…” Praktisi Buddhis harus belajar menjadi orang yang bijak. Sama-sama menderita penyakit kanker, sebagian orang menangis tersedu-sedu dan berpikir untuk meninggalkan wasiat setiap hari, tidak ingin hidup lagi. Sedangkan sebagian orang mencari cara ke mana-mana, ingin mencari jalan keluar, mendengarkan nasihat dan informasi dari orang yang menderita penyakit yang sama. Beberapa orang akan mencari ajaran Buddha Dharma sebagai sandaran spiritual untuk mengatasi penderitaan di hati mereka dan penyakit fisik pada diri mereka. Ada seorang teman se-Dharma yang menderita kanker. Dia membaca Bai Hua Fo Fa di ranjang rumah sakitnya. Dia bermaksud menyelamatkan teman pasiennya. Para pasien sangat menyedihkan. Setiap hari anggota keluarganya menangis ketika datang. Mereka sangat sedih. Dia berkata: “Apakah kamu tahu bahwa menekuni ajaran Xin Ling Fa Men mungkin akan bermanfaat bagimu, mungkin bisa menyelamatkanmu.” Setelah melihatnya, orang itu tiba-tiba merasa bisa diselamatkan. Teman se-Dharma ini berkata kepada saya: “Master, tahukah Anda? Setelah saya menunjukkannya kepadanya, dia sepertinya telah memegang sebatang jerami penyelamat nyawa.” Master menjadi sebatang jerami penyelamat nyawa. Jika rumput kecil ini bisa menyelamatkan seluruh orang di dunia, saya bersedia menjadi rumput kecil ini.