Lepaskan Ketenaran dan Kekayaan di Dunia, Singkirkan Kemelekatan dan Diskriminasi, Memandang Hambar Tentang Kemunculan dan Kemusnahan Jodoh, Mencapai Pencerahan dan Pembebasan (Bagian 2) — 放下人间名利 去除执著分别 看淡缘起缘灭 求得开悟解脱(下)

Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Taipei - Taiwan, 13 September 2014

Lepaskan Ketenaran dan Kekayaan di Dunia, Singkirkan Kemelekatan dan Diskriminasi, Memandang Hambar Tentang Kemunculan dan Kemusnahan Jodoh, Mencapai Pencerahan dan Pembebasan

Terkadang, memiliki semangat bersaing dalam diri kita bukanlah hal yang buruk, tetapi jika memiliki semangat bersaing yang buruk seperti ingin menahan orang lain dan memanfaatkan diri untuk menjatuhkan orang lain, ini adalah semangat bersaing yang buruk dan kita akan dilawan oleh orang lain. Jika kita ingin hidup bebas dan damai, maka harus menggunakan pesona kepribadian diri untuk menulari orang lain, meyakinkan orang lain dengan kebajikan, dan meyakinkan orang lain dengan alasan. Persaingan tidak bisa menyelesaikan masalah. Perang Iran-Irak telah berlangsung selama puluhan tahun, anak-anak yang lahir sudah tahu cara memegang senjata, tidak ada sekolah. Orang tua sejak kecil memberi tahu anak: Seberang itu adalah tempat kakek dan ayahmu dibunuh. Saat kamu besar nanti, kamu harus membunuh mereka semua. Ini adalah akibat dari persaingan yang buruk. Kehebatan kepribadian setelah menekuni  Dharma adalah mampu melebihi kebutuhan nafsu keinginan. Setiap orang mempunyai nafsu keinginan, tetapi jangan memiliki nafsu keinginan, maka akan memiliki kepribadian dan mengejar kesempurnaan karakter. Keyakinan para praktisi Buddhis sesungguhnya adalah tidak lagi memiliki keinginan apapun, maka dengan sendirinya memiliki karakter yang mulia.

 

Sifat manusia dalam masyarakat modern terdistorsi dan tidak bisa membedakan baik dan buruk, seperti anak kecil yang sembarangan mengucapkan kata-kata. Master akan menceritakan sebuah lelucon singkat kepada kalian. Ada seorang anak bernama Xiaoxin. Dia suka sembarangan menggunakan kata-kata. Suatu hari, untuk menginspirasi dia, gurunya berkata: “Xiaoxin, masalahmu adalah kamu tidak tepat dalam menggunakan kata-kata. Sekarang guru akan memberimu kesempatan untuk mengujimu. Coba kamu menggunakan idiom empat karakter untuk mendeskripsikan guru sangat bahagia.” Xiaoxin berkata, “Baik, Guru kamu sangat bahagia adalah “han xiao jiu quan  — tersenyum di Alam Akhirat”.

 

Jika seseorang dapat melihat dirinya dari sudut lain atau dari ketinggian lain, maka akan memperoleh tingkat kesadaran spiritual yang leluasa. Sebelum naik pesawat, banyak orang yang menunggu di terminal, ada yang terlambat, ada yang lambat datang. Banyak orang yang memiliki banyak kerisauan, terus menggunakan ponselnya berselancar di Internet. Tetapi ketika pesawat lepas landas, apa yang kamu lihat? Kecilnya manusia. Bandara terlihat semakin kecil seiring dengan semakin tingginya pesawat. Ponsel tidak dapat digunakan, duduk di kursi, kamu baru merasa bahwa keheningan begitu berharga. Praktisi Buddhis harus berdiri di ketinggian dan melihat jauh. Semua kerisauan kita adalah bersifat duniawi, suatu hari nanti ketika tingkat kesadaran spiritual kita meningkat, kerisauan di dunia tidak lagi menjadi kerisauan, tetapi adalah jodoh pendukung untuk meningkatkan tingkat kesadaran spiritual kita.

 

Orang harus melihat dirinya sebagai orang biasa, merendahkan diri,  harus belajar dari lautan, memiliki pikiran yang luas dan selalu berada di tempat yang paling rendah, harus belajar dari bulir gandum, semakin tinggi ia tumbuh, semakin rendah pula bulirnya. Jika menganggap diri sebagai biasa-biasa saja, maka akan terlepas dari kepentingan jangka pendek, maka tidak akan memiliki segala macam kerisauan dan persaingan di dunia, dan tidak akan bahagia dengan mendapatkan ketenaran dan kekayaan sementara. Ketenaran dan kekayaan yang diperoleh banyak orang hanya dapat mendatangkan kegembiraan dan kebahagiaan sementara. Ketenaran dan kekayaan itu akan segera lenyap dan kamu akan kembali ke dirimu yang semula.

 

Kita harus mencegah pikiran kebencian, unsur sel yang paling mudah menimbulkan masalah pada manusia terletak pada transformasi sel darah tubuh. Transformasi sel tubuh terletak pada kelainan seluruh peredaran darah. Ketika seseorang membenci, mengapa tekanan darahnya meningkat dan pembekuan darah semakin dalam? Orang tidak boleh bersaing, tidak boleh marah, karena ketika membenci orang lain akan memperdalam kesakitan pada dirinya sendiri. Ketika seseorang membenci orang lain, pertama-tama dia membenci dirinya sendiri, “Kenapa Aku mengenalnya?” Saat ditipu oleh pacarnya, “Kenapa Aku sangat sial, kenapa dia memperlakukanku seperti ini?” Saat itu bukan pihak lain yang terluka, karena pihak lain sedang bahagia bersama orang lain, sedangkan dirimu menanggung penderitaan yang tak terhingga, membuat dirimu sedih dan sakit. Untuk menemukan sumber penderitaan, maka harus memahami pikiran tenang akan merasa lega dengan sendirinya, yaitu harus melapangkan hati, penderitaan dan kerisauaan akan hilang dengan sendirinya. Ketika kerisauan seseorang hilang secara alami, tanah suci akan berada dalam kesadaranmu.

 

Ada pepatah yang sering diucapkan di dunia – “zhi mi bu wu — keras kepala dan tak tersadarkan”. Karena kamu melekat pada sesuatu dan terobsesi di dalamnya, kamu tidak akan tersadarkan. Ketika seorang gadis baru saja terobsesi dengan seorang laki-laki, orang tuanya mengatakan kepadanya: “Kamu tidak boleh memilih pria ini. Dari pengalaman kami sebagai orang tua, dia adalah pria yang jahat.” “Ayah dan Ibu, bukan kalian yang menikah dengannya, saya bersedia.” Asalkan terobsesi maka tidak bisa tersadarkan. Ada banyak pelajar internasional di Australia yang terobsesi dengan perjudian dan penggunaan narkoba. Ada tempat khusus di Australia yang bisa berjudi. Itu semua legal, tetapi jika kamu terobsesi, kamu tidak akan tercerahkan, kamu akan selalu terjebak di dalamnya dan tidak bisa keluar. Inilah sebabnya mengapa orang-orang begitu menakutkan. Ketika seseorang tidak bisa berpikir, tidak bisa memahami apa yang dirinya lakukan, dia akan berada dalam ketersesatan, sehingga baru akan menimbulkan lautan penderitaan yang tak terbatas. Praktisi Buddhis harus memahami bahwa hati harus luas dan tidak boleh sempit. Kebahagiaan kita hari ini diciptakan oleh pikiran kita, dan kesedihan hari ini juga diciptakan oleh pikiran kita. Tekun membina diri adalah satu-satunya cara praktisi Buddhis untuk kembali ke tepian pencerahan.

 

Berikut sedikit pengetahuan yang menarik. Ada orang mengatakan bahwa hubungan asmara putrinya tidak baik dan kesehatannya tidak baik. Tahukah kamu siapa yang menyebabkan hubungan asmara putrimu buruk? Pria yang penuh nafsu, balasannya akan pada putrinya. Jika anak laki-laki yang menerima balasan, itu tanggung jawab siapa? Ibu berperilaku buruk dan sering keluar main-main, anaknya pasti akan sial. Anaknya akan melompat-lompat dan membuat keributan.

 

Berharap semua orang memahami bahwa uang yang tidak seharusnya kamu dapat, kamu mengambil keuntungan dari orang lain, inilah yang disebut dalam ajaran Buddha, memikul karma orang lain. Uang adalah bersifat Yin, dan mengeluarkan barang-barang Yin akan membawa kesialan. Kamu mengeluarkan segepok uang di jalan, dengan istilah modern disebut “menarik perhatian”, selanjutnya kamu akan membuat masalah. Ke mana pun kamu pergi, orang-orang akan mengikuti kamu ke mana-mana dan kemudian merampas barang-barangmu. Wanita pada dasarnya adalah bersifat Yin, jadi jangan berpakaian terlalu terbuka, bersikaplah sopan saja. Di Stasiun Kereta Api Paramata di Australia, ada seorang wanita yang berpakaian sangat cantik dan modis. Dia memakai kalung emas berukuran besar. Dia bertemu dengan seorang pemuda Vietnam yang selalu mengikutinya di stasiun kereta api. Tiba-tiba dia berlari ke arahnya dan menarik kalungnya. Keesokan harinya, ketika dia turun dari kereta dari pulang kerja, pemuda Vietnam itu sudah menunggunya dan berkata: “Saya beritahu kamu, lain kali jangan memakai yang palsu lagi!” Pencuri sekarang lebih galak dari orang-orang normal. Sekarang adalah membalikkan kebenaran. Banyak orang terlihat cantik tetapi palsu.

 

Sebaiknya jangan memanfaatkan orang lain dengan uang yang tidak seharusnya kamu dapatkan, karena akan memikul karma orang lain. Lalu, apa yang akan terjadi jika orang lain mengambil uangmu? Uang yang seharusnya tidak dia ambil dan dia mengambilnya, dia akan mentransfer bencana yang seharusnya kamu terima kepada dirinya. Oleh karena itu, tidak mudah menghasilkan uang dari orang lain, harus menghasilkan uang sungguhan, tidak boleh menghasilkan uang dengan niat buruk.

 

Takdir adalah yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi peramal tidak akan meramal nasib keberuntunganmu, tetapi meramal takdirmu. Takdir adalah ditentukan, dan keberuntungan diciptakan oleh diri sendiri di kemudian, menggunakan keberuntungan untuk mengubah takdir. Takdir tidak bisa bergerak, tetapi keberuntungan bisa. Tetapi ada satu hal yang bisa membuat takdir dan keberuntunganmu sepenuhnya berubah, yaitu ajaran Buddha Dharma. Hanya praktisi Buddhis yang bisa mengubah takdir dan keberuntungannya sendiri.

Banyak orang hanya tahu menyembah Buddha, bersujud seperti sedang menumbuk bawang putih. Di beberapa tempat, pada hari pertama Tahun Baru Imlek, orang-orang memasang dupa pertama, memblokir rantai besi di luar dan setiap orang memegang satu batang dupa. Ketika jam 12, rantai besi itu dilepaskan, mereka bergegas masuk menancapkan dupa dan kemudian pergi. Apakah ini disebut memasang dupa pertama? Memasang dupa berasal dari hati, dan menyembah Buddha juga berasal dari hati. Mengapa kita harus sedikit mengangguk kepala ketika menyembah Buddha? Artinya tidak memohon dari luar tetapi dari dalam. Ketika kamu menundukkan kepala, berarti sedang melihat sifat Kebuddhaan dari sifat dasarmu sendiri. Dari sudut pandang Alam Manusia, menundukkan kepala dapat membuka sendi ketiga dan keempat tulang leher, sehingga membuat orang merasa nyaman. Celah pada sendi ini dapat meredakan pembekuan dan keseleo pada saraf dan pembuluh darah, serta kelenjar getah bening dan kelenjar pituitari dapat mengapung secara alami tanpa tertekan.  Banyak orang meskipun tidak menyembah Buddha, setelah waktu lama juga harus bergerak-gerak seperti ini. Lalu jika bergerak, menyatukan kedua tangan, bukankah akan lebih baik? Mengapa harus bersikap anjali? Kedua tangan disatukan, sepuluh jari adalah hati, sepuluh jari menyatu dengan hati, jari-jari disatukan, hati menjadi satu, kamu dengan tulus menyembah Buddha, bahu kamu rileks, artinya kamu melepaskan kerisauanmu. Banyak orang menyembah Buddha sepanjang hidupnya tidak tahu bagaimana menyembah Buddha, seperti menumbuk bawang putih. Ketika seseorang sedang kesal dan marah, bahunya yang kaku duluan, tidak rileks. Jika bahu orang tidak rileks, maka ia akan risau. Bisa atau tidaknya seseorang melepaskan ada hubungannya dengan peredaran darah. Setelah melepaskan kerisauan fisik dan mental, khayalannya juga akan lepas. Sekali kamu rileks, otak akan rileks, darah akan mengalir secara alami, hati dan pikiran akan memiliki pemikiran benar. Oleh karena itu, ketika seseorang sangat rileks, dia tidak akan bertengkar, tidak akan membenci orang lain. Orang dengan bahu tegang akan memiliki kerisauan yang tiada habisnya.

Antar sesama adalah suatu jodoh. Ini adalah kedua kalinya Master datang ke Taiwan. Tahun lalu, saya berdoa untuk masyarakat Taiwan di Kaohsiung Arena, penuh sukacita Dharma. Topan telah berubah arah, kita harus berterima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa!

 

Alasan mengapa dunia sedang berubah-ubah tidak kekal, hari ini bahagia, besok tidak bahagia, semuanya adalah dirimu sedang dalam proses penyesuaian psikologis, karena dunia ini masih belum sempurna. Mengapa banyak orang bersedih? Karena dia harus menemukan sesuatu yang sempurna di dunia yang tidak sempurna ini, sehingga dia akan sedih. Seorang gadis berpenampilan sangat cantik, dia harus menemukan “Bai ma wang zi — Pangeran Tampan.” Saya berkata kepadanya: “Ada banyak bai ma — kuda putih, tetapi tidak ada wang zi — pangeran.” Berharap semua orang memahami bahwa hidup adalah bertumbuh di tengah ketidaksempurnaan. Orang selalu mengejar kehidupan di dunia yang tidak sempurna ini dengan hati yang sempurna. Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup. Harus memaafkan kekurangan orang lain dan melihat kelebihan orang lain. Ini barulah kesempurnaan di hati.

 

Pikiran setenang air,  menyadari bahwa hidup yang tidak sempurna adalah normal, banyak hal yang tidak memuaskan dalam hidup. Kita harus belajar memaafkan, belajar bertoleransi, belajar berpikir dari sudut pandang orang lain, kenali diri sendiri dan kenali lawan baru bisa menyelesaikan masalaj, kerisauan muncul dari pikiranmu. Orang harus belajar untuk bahagia. Kebahagiaan orang sekarang, yang benar-benar bahagia hanya ada dua jenis orang: yang pertama adalah anak-anak, kebahagiaan anak-anak itu polos dan tidak berdosa. Ketika seorang anak tertawa, tidak ada tekanan dan sangat murni; ada juga orang bijak yang memiliki pemahaman menyeluruh tentang kehidupan. Menekuni Dharma adalah menjadi seorang praktisi Buddhis yang penuh pemahaman dan bijaksana. Materi bisa membeli kebahagiaan sementara, namun kebahagiaan yang abadi berasal dari kebahagiaan spiritual yang ada di dalam diri kita. Jika ingin hidup bahagia, kita harus memperbesar indahnya hidup dan mengurangi kenangan menyakitkan, barulah bisa berpuas diri dan selalu bahagia.

 

Ada seorang biksu kecil yang akan pergi berkelana untuk memperdalam pengetahuannya, gurunya tahu bahwa keyakinannya kurang teguh, guru bertanya kepadanya: “kapan murid akan berangkat?“ Biksu kecil menjawab: “Mungkin minggu depan, perjalanannya jauh saya ingin mempersiapkan beberapa sandal jerami.“ Guru berkata: “Besok saya umumkan kepada semua orang untuk membawakan sandal jerami kepadamu.“ Dengan demikian setiap hari ada yang membawakan sandal jerami. Karena khawatir akan hujan di perjalanan, maka ada juga yang membawakan payung untuknya, ruangan meditasi dipenuhi dengan barang-barang, tetapi biksu kecil masih belum berangkat. Gurunya datang dan berkata: “coba kamu hitung, sandal ini dapat dipakai berapa hari, dan masih butuh berapa payung?” Sebenarnya adalah mengingatkan dia untuk segera berangkat dengan tekun untuk belajar. Satu minggu kemudian, guru kembali lagi berkata: “Payung dan sandal sudah cukup, barangkali di perjalanan kamu bakal menyeberangi sungai kecil, besok saya akan memohon semua orang untuk menyumbangkan sebuah perahu untukmu, bawa juga perahu itu!. “Saat ini biksu kecil baru sadar, guru sungguh serius, ia segera bersujud dan berkata:    “Guru, murid akan berangkat sekarang, semuanya tidak saya bawa, sungguh merisaukan!“  Melakukan sesuatu hal, yang paling penting bukanlah pada kelengkapan peralatan, tetapi mengandalkan pada keteguhan hatimu. Memiliki target dan lakukan dengan sepenuh hati, target terlihat jauh di depan, namun jalan ada dibawah telapak kaki. Setiap langkah akan mendatangkan suatu hasil; dengan sepenuh hati, maka segala kondisi akan terpenuhi. Dengan tekun dan sepenuh hati dalam menekuni Dharma, akan menghasilkan kebijaksanaan yang sempurna.

 

Master teringat sebuah lelucon kecil. Saat ini, orang-orang membakar komputer, ponsel, dan segala sesuatunya untuk almarhum di Alam Akhirat. Ayah seorang pria meninggal dunia, pemilik toko memintanya untuk membeli ponsel, iPhone 6, yang baru saja diluncurkan. Orang ini berkata, “Saya membeli satu untuk dibakar kepada ayah saya. Apakah bisa digunakan?” “Bisa digunakan. Sekalian beli satu casing ponsel juga, karena menggunakan ponsel tanpa casing juga tidak bisa, belilah casingnya .” Orang ini membeli casing ponsel. Dia memikirkannya dan berkata, “Apakah benda ini berfungsi? Apakah ayah saya bisa menggunakannya?” Tahukah kamu apa yang dikatakan pemilik toko? Dia berkata: “Bos iPhone telah turun untuk mengajari mereka.” Orang ini juga sangat lucu. Dia akhirnya berkata: “Siapa nama kamu? Bolehkah kamu menulis faktur kepada saya? Karena jika ayah saya tidak tahu cara menggunakannya, saya akan membakar agar kamu turun ke bawah dan mengajarinya bersama.”

 

Menekuni Dharma tidak boleh menunggu waktu. Jika kamu menunggu, kamu akan menyia-nyiakan masa mudamu. Sekali kamu mempelajarinya, kamu akan memanfaatkan waktumu sendiri. Bodhisattva berkata, “Tidak ada kekacauan adalah Bodhi.” Tidak ada kekacauan berarti tidak ada kekacauan di dalam hati. Mengapa kita harus sarapan tepat waktu di pagi hari, tidur siang di siang hari, dan istirahat di malam hari? Tidak ada kekacauan adalah kebijaksanaan. Kita harus selalu bijaksana dalam ketenangan. Ketika menghadapi sesuatu, kebijaksanaan akan datang ketika kita diam dan tenang, ketika kesal, kita akan marah. Pikiran tidak kacau, kerisauan akan menjauh,  inilah pencerahan Bodhi. Tidak mengambil atau ketidakterikatan juga merupakan solusi akar yang sangat penting dalam pencerahan atau Bodhi. Tidak mengambil,  berarti tidak menginginkan apa pun. Orang lain berkata, “Benda ini sangat bagus, kamu dapat menghasilkan banyak uang,” kamu tidak menginginkannya. Orang yang tidak mengambil baru bisa tidak ada pikiran kemelekatan dan diskriminasi. Tidak melekat baru tidak akan merasa orang ini baik dan orang itu jahat. Orang yang memiliki pikiran diskriminasi akan muncul kebencian.

 

Jodoh adalah hal yang paling menyusahkan. Terkadang ketika jodoh datang, kita bahkan tidak bisa menghalanginya. Misalnya, seorang gadis sangat cantik. Melihat bos datang, matanya memancarkan sinar yang menggoda kepadanya, dia telah menanam jaring ini. Seiring waktu, dia akan jatuh ke dalam jaring cinta dan tidak bisa keluar. Dia sendirilah yang menenun jaring ini, jadi dia tidak bisa lepas dari jaring cinta ini. Berharap semua orang tidak menenun jaring dan membiarkan diri sendiri terjerumus ke dalamnya. Selama jodoh berlebihan, akan menghambat pembinaan diri sendiri. Hari ini kamu sangat menyukai teman se-Dharma ini dan ingin bersamanya, kamu telah memasuki keadaan jodoh. Tidak boleh memaksa jodoh, tidak boleh sepenuhnya menghancurkan jodoh, karena ini adalah jodoh masa lalu, harus mempertahankan jodoh ini, jika tidak, jodoh buruk akan membuat orang merosot, dan kerisauan akan menambah karma diri sendiri. Kita harus tenang, tidak boleh menuntut terlalu tinggi pada orang lain, harus menyesuaikan jodoh. Jika ada jodoh, kita harus menyesuaikannya. Jika tidak berjodoh, jangan memaksanya.

 

Kita tidak bisa memuaskan diri kita sendiri, dan hidup yang tidak bisa kita puaskan adalah hidup yang paling menyedihkan. Banyak orang berkata “Saya sangat kasihan” karena tidak bisa mendapatkan kepuasan, sehingga merasa dirinya kasihan. Hati luar tidak pernah bisa terpuaskan. Hari ini memiliki mobil dan masih menginginkan mobil yang lebih baik. Sudah memiliki rumah, masih menginginkan villa tepi pantai. Baru-baru ini, harga rumah pantai Australia sedang anjlok akibat efek rumah kaca, air naik begitu tinggi sehingga beberapa villa terendam banjir. Terkadang hal yang baik belum tentu baik, karena kamu tidak akan pernah menyadari welas asih dan bodhicitta Sang Buddha. Sang Buddha memiliki kebijaksanaan. Tidak peduli sebagus apapun hal yang kamu miliki, Sang Buddha memberi tahu kamu bahwa itu adalah tidak kekal dan akan segera lenyap. Tidak ada asumsi dalam hidup, setiap hari hidup dalam realitas sebab dan akibat. Jika kamu hidup dalam khayalan setiap hari, itu berarti kamu menyia-nyiakan hidupmu. Tidak boleh mengkhayal, harus melampaui diri sendiri, dan mencari pembebasan melalui pencerahan.

 

Saya pernah menceritakan sebuah kisah pada Konferensi Agama-Agama Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di Brisbane, Australia, ada seorang pria memiliki sebuah rumah kayu kecil di tepi pantai. Luasnya sekitar 20 meter persegi dan rumahnya sangat bagus. Suatu hari dia pergi ke Filipina untuk perjalanan bisnis, jadi dia mengunci pintu dan pergi. Ketika dia pulang, dia mengambil kuncinya tetapi tidak dapat lagi menemukan rumahnya. Karena banjir di Brisbane, rumahnya hanyut. Begitulah hidup, ketika kamu masih belum tersadarkan, kamu mengira ia ada. Ketika kamu tersadarkan, sebenarnya ia tidak ada. Inilah yang dikatakan Sang Buddha: “Rupa adalah kosong, dan kosong adalah rupa.”

Ada tiga orang dikurung dalam penjara, Ketua Lapas berkata: “Saya memberikan kalian kesempatan untuk mengajukan satu permohonan.“Orang Amerika menginginkan tiga kotak cerutu; Orang Perancis ingin ditemani 3 perempuan; Orang Yahudi hanya menginginkan sebuah telepon untuk berkomunikasi dengan orang di luar. Tiga tahun kemudian , cerutu orang Amerika telah habis dan dan terus berteriak “saya mau cerutu“, lalu pergi; Tangan orang Perancis  menggendong seorang anak dan juga memeluk seorang anak, dan mengandung seorang bayi, lalu pergi; Hanya orang Yahudi inilah yang menjabat tangan ketua Lapas sambil berkata: “Terimakasih, dalam tiga tahun ini, saya setiap hari berkomunikasi dengan orang luar, bisnis saya semakin baik, omset mengalami peningkatan satu kali lipat, sebagai tanda terimakasih kepada Anda, saya menghadiahkan Anda sebuah mobil.“Cerita ini menjelaskan bahwa pilihan seseorang menentukan kehidupannya di dalam masyarakat.  Kehidupan kita sekarang ini merupakan hasil dari pilihan kita di masa lalu, jika menginginkan kehidupan yang lebih baik, maka harus baik-baik melakukan pilihan pada hari ini. Jika menginginkan masa depan yang baik, maka harus sungguh-sungguh membina pikiran dan menekuni Dharma mulai dari saat ini.

 

Praktisi Buddhis harus ingat untuk tidak menyesal, tidak marah, tidak merajuk, dan bersikap sopan satu sama lain serta hidup harmonis. Penyesalan adalah emosi yang menguras energi. Penyesalan akan membuatmu mengalami kemunduran, menyebabkan kerugian yang lebih besar, dan menciptakan kesalahan yang lebih parah. Orang tidak boleh hidup dalam penyesalan, harus terus membuat kemajuan.

 

Tercatat dalam kitab suci Buddha bahwa ada dua bersaudara, yang satu tekun melafalkan nama suci Buddha, tetapi tidak membina berkah, tidak melakukan perbuatan baik, dan tidak berdana. Yang satu lagi suka membina berkah, sering membantu orang miskin, tetapi tidak melafalkan paritta. Setelah kedua orang ini bereinkarnasi, suatu hari, seorang praktisi Buddhis pergi berpindapata dengan membawa patta yang kosong. Saat melewati taman raja, dia melihat seekor gajah yang dilapisi emas dan perak, dihiasi dengan sangat mewah. Ini adalah gajah kesukaan raja. Biksu yang telah mencapai pencerahan ini berjalan ke arah gajah dan berkata, “Adik se-Dharma, kita telah menyimpang dalam pembinaan diri di kehidupan sebelumnya. Saya tidak membina berkah, hanya membina kebijaksanaan, sehingga  berakhir dengan selalu membawa patta yang kosong! Dan kamu hanya membina berkah, tetapi tidak membina kebijaksanaan. Kamu menjalani kehidupan tanpa rasa khawatir dalam kehidupan ini, memakai emas dan perak, memiliki berkah, tetapi kamu terlahir ke Alam Binatang. ” Praktisi Buddhis harus memamahi untuk tersadarkan. Beberapa orang berdana tetapi tidak membina pikiran. Beberapa orang membina pikiran dengan tulus tetapi tidak berdana, keduanya ini adalah salah.

 

Menanam benih sebab ini, akan mendapatkan buah akibat ini. Berharap semua orang membina jodoh seperti ini dan mencapai hasil seperti itu. Praktisi Buddhis harus memahami untuk membina berkah dan kebijaksanaan. Membantu orang lain berarti membantu diri sendiri. Kita harus selalu melepaskan ego pribadi dan mengutamakan kepentingan universal.