Kekuatan Tekad yang Mendalam Akan Mencapai Tingkat Kesadaran Spiritual; Melepaskan Semua Jodoh dan Terbebaskan di Saat ini (Bagian 1) — 愿力宏深成就境界 放下万缘当下自在(上)

Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Vancouver, 26 September 2014

Kekuatan Tekad yang Mendalam Akan Mencapai Tingkat Kesadaran Spiritual; Melepaskan Semua Jodoh dan Terbebaskan di Saat ini

Ketika seseorang hidup di dunia, kekuatan tekad sangatlah penting. Terbentuknya kekuatan tekad melambangkan kematangan tingkat kesadaran spiritual kita sebagai praktisi Buddhis. Orang yang mempunyai tekad besar, tingkat kesadaran spiritualnya akan semakin matang. Kekuatan tekad di dunia dapat mengubah kehidupan nyatamu. Kekuatan tekad kita ingin menekuni Dharma  dapat mengubah hidup dan jiwa kebijaksanaan. Hari ini, kekuatan tekad para teman se-Dharma di Vancouver dan Amerika Utara adalah welas asih Guan Shi Yin Pu Sa yang bertebaran di seluruh dunia. Jadi Master sangat tersentuh dan datang untuk membabarkan Dharma. Inilah welas asih di dunia, cinta yang tak terbatas! Terima kasih kepada semua teman se-Dharma atas kontribusinya!

 

Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa Maha Welas Asih dan Maha Penyayang, Naga Langit Pelindung Dharma, para relawan, biksu dan teman se-Dharma dari seluruh dunia. Setiap hati Buddha akan berubah menjadi bunga teratai yang tak terhitung jumlahnya, membuat  kita untuk berbagi manfaat Dharma dan sukacita Dharma bersama! Perjalanan ke Amerika Utara dipenuhi dengan sukacita. Ke mana pun saya pergi, semua orang bersikap tekun dan welas asih. Ajaran Xin Ling Fa Men telah membantu semakin banyak orang terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan. Ada seorang anak laki-laki berusia sebelas tahun di San Francisco. Suatu hari ia mengalami demam tinggi, 39,7°, sudah beberapa hari tidak turun suhunya. Setelah melafalkan XFZ, dia melihat Guan Shi Yin Pu Sa, dan satu jam kemudian, demamnya turun menjadi 36,5°. Terima kasih, Guan Shi Yin Pu Sa! Seorang teman se-Dharma di New York selalu bermimpi kerabatnya yang telah meninggal. Setelah kerabat tersebut meninggal dunia, teman se-Dharma tersebut menghabiskan banyak energi dan menggunakan berbagai metode untuk menyeberangkan almarhum. Almarhum ini sangat hebat, setiap kali dia pulang melihatnya, dia akan mencekik lehernya, lalu wajah dan hidungnya menjadi miring dan dia mengalami kejang yang sangat parah. Setiap kali almarhum melihatnya, dia akan sangat menderita, pada akhirnya, mulutnya pun miring. Setelah menekuni ajaran Xin Ling Fa Men, dia melafalkan XFZ untuk almarhum. Almarhum mengatakan kepadanya dalam mimpi, “Saya sangat bahagia.” Sejak saat itu, dia tidak lagi mengalami kejang, dan wajahnya pun tidak lagi merasakan sakit dan menjadi miring akibat kejang tersebut. Terima kasih, Guan Shi Yin Pu Sa! Kami percaya, juga akan membuat lebih banyak teman se-Dharma di Vancouver untuk mengubah hidup mereka! Kesehatan fisik dan mental merupakan benih sebab kita untuk mencapai buah kesucian. Welas asih dan menyelamatkan semua makhluk adalah buah akibat yang kita peroleh. Meneladani Bodhisattva berarti harus membantu semua makhluk. Semua Makhluk adalah benih sebab kamu untuk mencapai tingkat Kebuddhaan, dan pembinaan yang sungguh-sungguh adalah buah dari pencapaian tingkat Kebuddhaan-mu!

 

Di antara praktisi Buddhis, jika kamu kehilangan harta benda hari ini, kamu mungkin hanya kehilangan sedikit; Jika kamu kehilangan keberanian, kamu akan kehilangan banyak hal; Jika kamu kehilangan kebijaksanaan, kamu akan kehilangan segalanya. Perjalanan hidup ini sangat panjang dan suram, tidak bisa melihat masa depan, tetapi praktisi Buddhis tidak takut. Hanya mereka yang tidak takut, praktisi Buddhis yang akan memiliki jalan di depan mereka. Jalan ada di bawah telapak kakimu, jika kamu terus bergerak maju dan mengikuti jalan Buddha, kamu akan selalu tekun dan merasakan sukacita Dharma.

 

Segala sesuatu di dunia ini akan berubah, tidak ada yang tanpa perubahan. Banyak orang merasa sedih karena tidak dapat melihat masa depan, segala sesuatu di dunia ini tidak kekal, hal yang tidak berjalan baik hari ini, tetapi dapat membuatnya menjadi baik. Buddha sering berkata: Hidup itu tidak kekal. Karena tidak kekal, maka kita harus mengikuti perubahan, mengubah keadaan yang sulit menjadi keadaan yang baik. Seberapa besar hal di dunia, semuanya adalah hal kecil, hanya hidup dan mati merupakan hal terbesar. Karena kita dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan bingung, maka kita tidak boleh meninggalkan dunia ini dalam keadaan bingung. Kita harus memahami bahwa kita tidak membawa apa pun saat kita lahir, dan kita tidak membawa apa pun saat kita meninggal. Segala sesuatu di dunia ini adalah palsu dan ilusi. Ketika kita meninggalkannya, ia tidak ada lagi. Oleh karena itu, melampaui kelahiran dan kematian merupakan hal terpenting bagi praktisi Buddhis.

 

Di dunia ini, terkadang menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri. Menganggap kesalahpahaman kecil  dari orang lain tentang diri sendiri, berpikir itu sebagai serangan dari mereka pada dirinya, dan menjadi marah di mana-mana. Pada akhirnya, menyakiti orang lain, dan juga disakiti oleh orang lain atas kehormatanmu, reputasimu, dan menyakiti hubungan perasaanmu sendiri. Praktisi Buddhis ​​harus  menggunakan kebijaksanaan untuk menyelesaikan masalah di dunia.

 

Praktisi Buddhis harus menyingkirkan hambatan urusan dan benda-benda duniawi. Terkadang banyak hal yang membawakan banyak rintangan kepadamu. Sebenarnya adalah membuatmu menerima lebih banyak ujian,  harus kembali pada keindahan sifat manusia – welas asih. Praktisi Buddhis harus terlebih dahulu belajar mengakui kesalahannya. Siapa pun yang mengatakan kesalahan orang lain, dia akan beranggapan bahwa dirinya benar. Tidak mau mengakui kesalahan adalah kesalahan terbesar dalam hidup. Orang yang tidak suka mengakui kesalahannya dan bersikeras membenarkan kesalahannya setelah melakukan kesalahan, sebenarnya dia sudah melakukan kesalahan. Mengakui kesalahan saat melakukan kesalahan adalah suatu kebajikan. Segera mengakui kesalahan segera akan menghilangkan karma. Seperti kecap asin yang mengenai baju saat makan, jika kamu mengambil selembar tisu dan mencelupkan air maka bisa membersihkannya. Tetapi akan sulit dibersihkan jika dibiarkan dalam waktu lama. Mengakui kesalahan, tidak hanya kamu tidak akan kekurangan apa pun, malah menunjukkan kemurahan hatimu. Tingkat kesadaran spiritual seorang praktisi Buddhis itu sendiri adalah suatu pembinaan agung. Berharap semua orang menekuni Dharma dengan tulus. Orang yang membina pikiran baru akan membuat kemajuan. Orang yang membuat kemajuan harus mengandalkan pembinaan pikirannya. Setiap hari membuat kemajuan baru bisa membina pikiran setiap hari. Jadi, menekuni Dharma adalah proses jangka panjang. Mengenal Dharma hari ini hanyalah permulaan. Berharap semua orang bisa selalu menekuni Dharma  dengan tekun. Dengan demikian, kamu baru bisa mencapai Kebuddhaan!

 

Ada seorang pria yang sangat suka merokok dan telah berkali-kali mencoba untuk berhenti, namun tidak berhasil. Temannya berkata kepadanya, “Jika kamu ingin merokok, beli saja es loli. Karena akibat merokok sangat berbahaya, menghabiskan uang, dan tidak baik untuk kesehatan. Jika kamu tidak percaya, belilah sebatang es loli dan cobalah, maka kamu tidak akan ingin merokok lagi nanti.” Dia langsung berkata, “Saya sudah mencobanya sejak lama, tetapi saya tidak bisa menyalakannya!” Ketika seseorang terlalu terobsesi pada sesuatu dan mendalaminya, sering kali itu berarti objek tersebut telah menjadi tuan pribadinya. Ketika kamu terobsesi pada suatu hal tertentu, maka hal itu akan menguasai jiwa dan kehidupanmu. Kamu tidak bisa keluar darinya. Praktisi Buddhis tidak boleh mempunyai kebiasaan buruk. Jika tidak tahu berusaha keras untuk mengubahnya, maka pasti akan membuat dirimu semakin kecanduan dan semakin bodoh. Kita harus belajar mengenali kebingungan, baru bisa  tercerahkan. Coba kalian pikirkan, dalam kehidupan hari ini, ada berapa banyak hal yang masih membuatmu terobsesi, itu berarti kamu belum tercerahkan. Jika suatu hari kamu telah melihat melampaui dan memahami segalanya, maka kamu tidak akan terobsesi lagi, kamu pasti akan tercerahkan. Bisa melepaskan, baru bisa memiliki kebijaksanaan. Seseorang harus melepaskan masa lalu, hal-hal di masa depan belum tiba, juga harus melepaskannya. Kita harus melepaskan hal-hal kemarin, barulah kita bisa hidup leluasa hari ini. Berharap semua orang di dunia ini harus belajar untuk terbebaskan dan melepaskan.

Berharap para murid di dunia ini, tidak peduli apapun, pertama-tama harus mengandalkan kesabaran. Kesabaran akan membuat segalanya tenang. Praktisi ​​Buddhis harus belajar bersabar terlebih dahulu, mundur selangkah laut menjadi luas dan langit tampak kosong. Kesabaran adalah dasar dari pemahaman. Hanya dengan kesabaran baru  dapat tercapai pengertian. Ketika terjadi pertengkaran dalam rumah, yang harus dilakukan adalah bersabar terlebih dahulu, kamu baru akan perlahan punya dasar untuk memahaminya. Kalau waktu itu semuanya bertengkar, maka tidak akan ada lagi pengertian. Belajar bersabar baru bisa menangani berbagai urusan dunia. Harus menggunakan kebijaksanaan untuk membuat hal-hal besar menjadi kecil, dan hal-hal kecil menjadi tiada. Praktisi Buddhis tidak hanya harus bersabar, tetapi juga harus belajar bersikap rasional dan menerima. Karena masalah ini sudah terjadi, maka saya harus menerimanya dengan baik. Hari ini ada penagih utang datang ke rumah, saya juga harus menerimanya dengan perlahan. Hari ini berselisih pendapat dengan seseorang, saya juga harus menerimanya. Hanya setelah bersabar, kamu baru bisa menerimanya. Berharap semua orang dapat mengerti untuk menerimanya.

 

Sebagai manusia, terkadang kita harus  menggunakan kebijaksanaan untuk menguraikan konflik. Sering kali seseorang terjebak pada satu kalimat, terpendam dalam satu emosi, atau terpaku pada satu sudut pandang saja. Dalam ajaran Buddha Dharma, ini disebut sebagai kemelekatan. Kemelekatan pada suatu hal tertentu berarti tidak bisa melepaskannya, sebenarnya, kamu adalah melekat. Master berharap kalian harus memahami bahwa kita manusia tidak boleh melekat pada masa lalu, tidak boleh melekat pada sesuatu yang dikatakan seseorang tentang diri saya, atau sesuatu hal yang pernah menyakiti saya. Saya pernah mengatakan satu kalimat di Seminar Dharma di New York, dan banyak hadirin langsung bertepuk tangan saat itu. Ini adalah kebenaran yang sangat sederhana, namun kita sebagai manusia saat ini kurang memahaminya. Seorang profesor datang ke kelas di universitas, dia mengambil selembar kertas putih dan menempelkannya di papan tulis, lalu menggunakan pena untuk membubuhi satu titik hitam di atas kertas putih dan bertanya kepada murid-muridnya, “Apa yang kalian lihat?” Para murid berdiri dan berkata, “Guru, ada titik hitam.” “Semua siswa, apa yang kalian lihat?” “Guru, kami semua melihat titik hitam ini.” Guru berkata, “Mengapa kalian hanya melihat titik hitam ini dan tidak melihat selembar kertas putih ini? Mengapa kita selalu melihat sedikit kekurangan kecil dari orang lain tetapi melupakan kebaikan dan keunggulan karakter mereka?” Istri telah melakukan begitu banyak kebaikan di rumah, tapi jika dia sekali-kali melakukan kesalahan kecil, kamu malah terus-menerus mempersoalkannya, ini namanya pandangan menyimpang. Menekuni Dharma harus mempelajarinya secara rasional. Harus memahami bagaimana memiliki kebijaksanaan. Melihat kelebihan orang lain, kamu akan hidup dengan nyaman. Jika sering melihat kekurangan orang lain, kamu akan hidup dengan sedih.