Seminar Dharma Taipei - Taiwan,12 September 2014
Menanggung Segala Penderitaan di Dunia, Baru Dapat Memperoleh Ladang berkah Sejati di dalam Hati
Sulit bagi orang-orang sekarang untuk memahami prinsip-prinsip menjadi manusia. Mereka hanya tahu bahwa “Saya akan melakukan apa yang dilakukan orang lain.” Tidak peduli apakah itu baik atau buruk, selama semua orang melakukan, kamu juga melakukannya. Jadi, banyak orang terjadi masalah sekarang, kamu juga terjadi masalah. Kita harus menggunakan kekuatan pikiran sendiri untuk mengendalikan kebijaksanaan diri sendiri. Harus memahami apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Menekuni Dharma di dunia harus memiliki sila, harus berperilaku seperti seorang manusia di dunia. Paling-paling, dia akan terlahir kembali di Alam Manusia lagi di kehidupan selanjutnya.
Kita tidak boleh mengecewakan leluhur kita, harus menyeberangkan mereka, maka akan memiliki lebih banyak welas asih. Kita harus terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan. Kita di dunia adalah menderita, namun orang tua kita masih menderita di alam bawah, kita harus lebih banyak membuat para makhluk untuk terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan. Seseorang yang tidak bisa meninggalkan penderitaan, maka selamanya tidak akan bahagia. Jika anggota keluargamu masih ada di alam neraka, maka kamu pasti tidak akan bahagia di dunia. Sama seperti jika ada saudara laki-laki atau perempuan yang dipenjara, pasti akan ada bayang-bayang di seluruh keluarga. Berharap kalian memahami terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan yang sungguh-sungguh, harus melepaskan semua jodoh.
Master ingin kalian mencintai negara dan bangsa di negara kalian, memahami untuk mematuhi hukum dan aturan. Menghormati hukum negara sendiri di dunia; Menghormati ajaran Buddha dalam menekuni Dharma, memahami sila. Tidak hanya menyelamatkan orang di Alam Akhirat, menyelamatkan orang di dunia, tetapi juga harus meneladani Bodhisattva di alam semesta bisa menggunakan welas asih untuk menerangi bumi, memberi manfaat bagi semua makhluk, dan membuat semua makhluk yang berjodoh bisa melampaui dan membebaskan diri melalui menekuni Dharma dan membina pikiran, bisa benar-benar menemukan jalan keluar untuk diri sendiri.
Dalam kehidupan ini harus memiliki nilai hidup. Jika kalian hari ini hidup tanpa nilai berarti kalian sedang menyia-nyiakan jiwa kebijaksanaan kalian. Jika hari ini kamu percaya tetapi tidak mau membina diri berarti kamu menyia-nyiakan jiwa kebijaksanaanmu, maka jiwa kebijaksanaan akan segera hilang. Siapakah orang-orang yang tidak memiliki jiwa kebijaksanaan? Orang yang minum dan melakukan hal buruk setiap hari. Tiga buronan melarikan diri dari penjara setelah membunuh seseorang, dua ditangkap dengan cepat, dan satu lagi melarikan diri selama lebih dari sepuluh hari, mengira dia tidak akan ditangkap, tetapi dia ditangkap hari ini. Mengapa? Orang yang berbuat jahat pasti mempunyai roh yang menghantuimu. Orang yang membina pikiran dan berbuat baik pasti memiliki Bodhisattva Pelindung Dharma yang melindungimu. Tiga kaki di atas kepala ada dewa, hati kita harus terhubung dengan hati Bodhisattva, maka hidup kita akan menjadi semakin bermakna. Kalian sedang hidup dengan bermakna. Kalian masih memiliki hal yang luar biasa, hidup untuk membantu menyelamatkan semua makhluk. Namun, banyak orang hanya hidup untuk mencari nafkah setiap hari. Ketika sudah tua, mereka adalah “orang yang menunggu tiga hal”. Orang lanjut usia di panti jompo, “Menunggu makan, menunggu tidur, menunggu kematian.” Kita harus memahami bahwa kehidupan ini bukanlah sesuatu yang diperoleh dari penungguan, itu adalah sesuatu yang kita peroleh dengan usaha keras dan ketekunan. Jika kita menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita hari ini, maka kita akan kekurangan satu modal ketika naik ke surga di masa depan, yaitu jasa kebajikan. Menekuni Dharma, menyelamatkan orang-orang dan melakukan perbuatan baik harus segera. Kita harus menggunakan waktu yang terbatas di dunia dan nyawa kita yang terbatas di dunia ini untuk lebih banyak menyelamatkan makhluk hidup dan menekuni Dharma, sehingga kita bisa bersama-sama di surga.
Harus berusaha keras, harus bertahan, harus tekun, harus memahami bagaimana mengendalikan mentalitas diri dengan baik. Jika orang-orang sekarang memiliki mentalitas yang baik, mereka tidak akan bercerai. Jika mereka memiliki mentalitas yang baik, maka tidak akan membenci; Jika membiarkan diri sendiri memiliki mentalitas damai, maka tidak akan melakukan hal-hal bodoh. Betapa sulitnya menjadi manusia, dari rambut hitam menjadi rambut putih seumur hidup, apa yang telah kamu lakukan, apa yang telah kamu peroleh, dan apa yang dapat kamu bawa pergi? Tidak ada yang dibawa datang, tidak ada yang bisa dibawa pergi dan pada akhirnya bahkan nyawa sendiri yang paling indah dan berharga pun harus dikembalikan ke bumi. Mengapa masih harus serakah, berebut dan merampok, masih berjuang mati-matian demi perkataan diri sendiri dan sedikit keuntungan, marah dan sedih? Yang kamu sakiti bukanlah orang lain, tetapi adalah dirimu sendiri. Kita harus memahami benar dan salah, harus memahami kebenaran, dan selalu bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya melakukan dengan benar? Apakah saya menyia-nyiakan hidup saya yang berharga hari ini? Apakah saya melakukan jasa kebajikan hari ini? Apakah saya membangun tangga untuk diri sendiri untuk melampaui enam alam dan pergi ke Alam Sukhavati? ” Pikirkanlah setiap hari, jangan lupa bahwa waktu tidak akan menunggu kita, waktu akan berlalu seperti ini setiap hari. Berharap semua orang jangan hidup dalam penyesalan dan kebencian selamanya. Membuka dan melepaskan, benar-benar melepaskan hatimu yang murni, dan selamanya memahami bahwa bersikap baik terhadap orang lain berarti baik untuk diri sendiri. Semakin banyak kasih sayang yang kamu berikan, semakin banyak sumber daya untuk ke Surga. Kita harus memahami sambhāra-marga atau jalan pengumpulan (akumulasi). Jalan kebajikan ini dijalani oleh diri sendiri. Jalan ini adalah dirimu sendiri yang membangunnya menjadi tangga surga. Waktu tidak menunggu siapa pun. Baik-baiklah mempelajarinya, baik-baiklah bertobat.
Master memiliki jodoh yang mendalam dengan kalian. Terkadang Master melihat banyak orang memandang saya dari sudut pandang duniawi, saya hanya bisa tersenyum di dalam hati dan merasa mereka sangat menyedihkan. Melihat banyak orang menderita, saya merasa sangat sedih. Melihat banyak orang tidak bisa naik ke Surga, saya merasa sangat disayangkan. Saya melihat kalian, saya merasa sangat sedih, bukan terlalu sukacita dalam Dharma, yaitu banyak dari kalian yang telah membina pikiran masih banyak orang yang tidak bisa naik ke Surga, apalagi orang-orang yang sedang menderita. Ada orang yang berpikir dirinya masih bisa hidup lama di dunia ini, masih makan, minum, bersenang-senang, melacur dan berjudi, mereka adalah binatang dan korban neraka. Bodhisattva Ksitigarbha mengatakan bahwa neraka saat ini sedang diperluas dan semakin besar. Hati manusia semakin buruk, semakin tidak murni. Hati manusia sulit dikendalikan, seperti kuda liar yang tidak dapat dikendalikan. Kita harus tahu menggunakan cara apa untuk menariknya, jangan membiarkan kuda liar ini berjalan semakin jauh, berjalan menuju tebing gunung dan terjatuh. Kendalikan keserakahanmu, kendalikan kebencianmu. Bertobatlah atas semua kesalahan yang telah kalian lakukan di masa lalu. Lupakan semua keburukan dan segala dendam yang dilakukan orang lain kepada kalian. Renungkan perbuatan bodoh yang telah kalian lakukan di masa lalu.
Manusia tidak boleh bodoh sepanjang hidupnya, kita boleh bodoh untuk sementara waktu, namun tidak boleh bodoh seumur hidup. Ketika kita masih muda, kita melakukan banyak kesalahan tanpa menyadarinya. Sekarang dipikir-pikir apakah bodoh? Seorang pendengar memiliki hubungan yang buruk dengan ibu mertuanya. Ibu mertuanya memarahinya sepanjang hari, dia sangat membencinya. Suatu kali, dia dengan sengaja mematahkan salah satu kaki kursi, berharap ibu mertuanya akan jatuh. Suatu hari, ibu mertuanya benar-benar jatuh dari kursi, dia bahagia selama satu minggu, hati seperti apa ini? Dia merasa sangat bersalah pada orang tua itu saat memikirkannya sekarang. Ketika ibu mertuanya meninggal, dia menulis surat yang berbunyi: Saya minta maaf kepada menantu perempuan saya. Saya sangat kejam padanya, saya akan memberikan seluruh tabungan hidup saya yang lebih dari 100.000 yuan kepada menantu perempuan saya. Menantu perempuan itu baru bertobat dan menceritakan pengalamannya. Mengapa orang selalu membiarkan dirinya melakukan hal-hal yang menyesali? Mengapa tidak memahami untuk berwelas asih kepada orang lain? Ketika orang lain memberikanmu tekanan dan mengatakan kamu jahat, mengapa kamu tidak berpikir “Saya sendiri tidak melakukannya dengan baik”, maka kamu selamanya tidak akan membawa suatu kebencian di dunia.
Berharap kalian memahami prinsip-prinsip Buddhis ini di dunia. Mengerti cara menyingkirkan kepintaran duniawi yang membuat dirimu melakukan hal-hal bodoh. Harus mempelajari kebijaksanaan Buddha. Kebijaksanaan para Buddha dan Bodhisattva seperti sinar matahari yang selalu menyinari bumi, namun hati kita terkadang seperti rumah. Hari ini berpikiran terbuka, membuka jendela untuk membiarkan sinar matahari masuk, merasakan bahwa Bodhisattva itu ada. Setelah beberapa hari merasa tidak bahagia, menutup pintu dan jendela dan berkata mana ada sinar matahari, mana ada cahaya Buddha? Itu karena kamu telah menutup pintu hatimu, sehingga kamu tidak bisa mendapatkan welas asih dan perlindungan dari Bodhisattva. Buka pikiranmu, buka hatimu, biarkan hatimu benar-benar welas asih, dan biarkan cahaya Buddha bersinar secara merata, barulah bisa mendapatkan perlindungan dari Bodhisattva.
Jangan menyimpan dendam saat memandang orang lain, harus selalu menyayangi orang lain. Jika kamu tidak memikirkan masa lalunya, kamu akan merasa dia sangat lucu. Jika kamu memikirkan masa lalunya, kamu akan merasa dia sangat menyebalkan. Menyebalkan ini akan menempati sedikit noda di dalam hatimu. Mana ada suami istri yang tidak bertengkar? Mana ada yang bisa selamanya bahagia? Mana ada yang bisa selamanya damai dan ramah? Bahkan jika kamu melihat hal yang sama atau makan makanan yang sama setiap hari, kamu juga akan merasa bosan. Orang yang setiap hari makan makanan lezat dan seafood juga ingin makan lobak. Orang harus menyesuaikan diri baru bisa hidup. Jika mentalitasmu kurang baik hari ini, tidak bahagia, membenci orang lain, atau merasa sedih, itu berarti kamu tidak menyelaraskan mentalitas diri dengan baik. Hari ini tubuhmu tidak sehat, itu berarti kamu tidak menyelaraskan tubuhmu dengan baik. Bagaimana liver bisa rusak, karena kamu tidak tahu cara melindungi liver.
Ada seorang Bodhisattva yang selalu mengawasi liver kalian. Ada seorang pelindung Dharma di liver. Jika liver seseorang rusak, orang tersebut akan segera meninggal. Kanker liver pada dasarnya tidak dapat disembuhkan. Pelindung Dharma di liver ini mencatat baik dan buruk kalian. Di bawah kaki juga terdapat Dewa Pelindung Dharma, yaitu Dewa Bumi. Jika kaki seseorang rusak, pasti karena dia telah melakukan banyak hal yang tidak sesuai aturan dan Dharma, melakukan hal yang menyakiti alam roh dan alam akhirat. Orang-orang sekarang tidak dapat melihat benda-benda di ruang dimensi. Banyak dunia spiritual yang hidup di ruang dimensi ini pada waktu yang sama dengan kita. Mereka tidak menempati tempat apa pun di dunia kita untuk keberadaannya, namun mereka dapat mengetahui apa yang kita pikirkan dan lakukan. Ketika seseorang menggunakan pikiran yang baik, Bodhisattva sangat bahagia dan penuh sukacita Dharma. Ketika seseorang menggunakan pikiran yang buruk, hantu kecil paling bahagia. Ia akan segera mendatangimu, ia dapat menarikmu ke bawah, membuatmu meninggal, dan ia akan menggantikanmu, ini adalah mencari kambing hitam. Ada suatu tempat di Sungai Huangpu di mana beberapa orang melompat dari jembatan setiap tiga tahun untuk menjadi kambing hitam. Kita tidak dapat melihat surga, bumi, hantu dan dewa, tetapi mereka ada di sekitar kita. Ketika kamu melakukan hal yang buruk, itu tidak mungkin membohongi mereka.
Pejabat Putih dan Pejabat Hitam di Alam Akhirat, mengapa dibagi menjadi dua jenis? Jika seseorang melakukan sesuatu yang buruk yang tidak dapat dikendalikan oleh hukum di dunia, Pejabat Hitam akan mencatatnya dan datang menghukummu. Jika seseorang melakukan sesuatu yang melanggar hukum di dunia, Pejabat Putih akan mencatatnya; Ketika Pejabat Hitam dan Pejabat Putih memeriksa, ketika takdirmu dan masa hidupmu akan segera berakhir, begitu keduanya tinggal di rumahmu, itu berarti kamu sudah hampir akan meninggal. Banyak orang bermimpi melihat Pejabat Hitam dan Pejabat Putih di rumah, maka bersiaplah untuk pemakaman. Jika kamu tiba-tiba terbangun dan seorang putih tanpa wajah, kamu telah melakukan banyak perbuatan yang tidak sesuai aturan dan Dharma di dunia. Jika kamu melihat bayangan hitam dalam mimpi, itu berarti kamu telah melakukan perbuatan jahat yang tidak bermoral. Jangan mengira mereka datang tanpa tujuan, mereka datang untuk memverifikasi identitas dan mengambil foto. Di Alam Akhirat juga ada komputer. Apapun yang ada di Surga dan dunia ini, di Alam Akhirat juga ada, jadi semuanya dicatat. Mereka lebih canggih dari pada di dunia. Ketika mereka menarikmu ke bawah, rohmu sedang dihukum di Alam Antarabhava Raja Yama, mereka dapat menggunakan buku jasa kebajikanmu di masa lalu, seperti layar film, yang akan memutar satu per satu semua hal baik dan hal buruk yang telah kamu lakukan dalam hidupmu. Raja Yama berkata, “Apakah dosa yang seharusnya kamu tanggung?” Kamu tidak bisa berkata apa pun. Asalkan memberimu sepotong kulit domba, dan kulit itu akan menempel pada tubuhmu, tidak bisa melepaskannya, mengantri untuk terlahir kembali menjadi domba. Orang tidak boleh karena tidak mengerti lalu berkata “Saya tidak melihatnya, saya tidak tahu”. Sama seperti banyak orang, jika kamu tidak memahami hukum, apakah kamu tidak akan dihukum oleh hukum? Bolehkah menerobos lampu merah dan menabrak orang karena tidak memahami peraturan lalu lintas?
Seseorang harus bermoral, harus memiliki kualitas yang baik, harus memahami apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Jika saya tidak melakukannya dengan baik dalam aspek ini, berarti saya tidak bekerja keras dalam aspek ini. Jika kesehatan saya tidak baik hari ini, berarti saya tidak bekerja keras untuk melindungi tubuh saya. Jika pikiran saya tidak dibina dengan baik hari ini, itu berarti saya tidak menyelamatkan orang dan membina diri dengan baik dalam aspek spiritual; Jika kamu memiliki kerisauan hari ini, itu karena kamu sendiri yang menciptakan kerisauan; Jika kamu merasa hidup ini membosankan, itu pasti karena ada hantu merasuki tubuh.
Kita harus memahami untuk mengusir iblis, dan melenyapkan semua aura iblis yang ada di hati termasuk iblis tawa, iblis keserakahan, iblis kebencian, dan iblis kebodohan, baru bisa benar-benar keluar dari rintangan iblis. Orang hidup di dunia ini, kerasukan iblis atau terobsesi adalah hal yang sangat mudah terjadi. Praktisi Buddhis harus pantang melakukan segala hal yang dapat merangsang. Jika merasa hal ini, saya tidak boleh menyerahnya atau meninggalkannya di dunia ini, bermain mahjong, minum minuman keras, melakukan hal buruk, mencuri, memakai narkoba… Jika merasa tidak bisa hidup tanpanya, itu berarti terobsesi. Praktisi Buddhis harus memahami hal ini. Ini adalah nasihat Master kepada kalian.
Putra dari seorang selebriti terkenal melakukan masalah yang begitu besar, di usia yang begitu muda, berkahnya habis dinikmatinya dan dipenjara. Bukan tidak terbalaskan tetapi waktunya belum tiba. Banyak orang tidak mendengarkan perkataan Master, maka mereka menderita, mereka tidak memahami ada balasan karma baik dan balasan karma buruk, ada balasan ganda, balasan tiga kali lipat, dan empat kali. Di masa depan, Master akan menjelaskannya secara perlahan kepada kalian secara rinci ketika ada kesempatan.
Master sekarang memberi kalian begitu banyak kesempatan untuk menyelamatkan orang dan melakukan jasa kebajikan. Apakah kalian mau melakukannya? Manfaatkan waktu, jangan lupakan semuanya setelah diri sendiri menjadi lebih baik. Kalian harus membina diri dengan baik.
Kaki bapak tua itu tidak bisa berdiri selama delapan tahun, namun welas asih Bodhisattva-lah yang memungkinkannya untuk bisa berjalan. Dia memberikan kesaksiannya hari ini. Tidak mudah baginya untuk bisa berdiri selama satu jam sekarang. Cahaya Buddha bersinar secara merata, kekuatan Dharma tidak terbatas. Berharap semua orang membina diri dengan baik, lebih banyak melafalkan paritta, dan banyak terhubung dengan aura Guan Shi Yin Pu Sa. Bodhisattva tidak akan pelit seperti orang-orang di dunia. Bodhisattva akan selalu mencintai dan melindungi kita. Jika dia selamanya duduk di kursi roda, dia akan terlahir menjadi binatang, tetapi sekarang dia berdiri. Semua hewan memunggungi langit, hanya manusia yang kepalanya menopang langit dan kaki di atas tanah. Oleh karena itu, sebagai manusia, tidak boleh mengecewakan Surga, yaitu kepala menopang langit; tidak boleh mengecewakan bumi, yaitu kaki menginjak tanah. Praktisi Buddhis harus berjiwa benar, penuh dengan aura positif, dengan gagah perkasa berpijak di antara langit dan bumi.
Terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan adalah tujuan utama dan terpenting bagi kita. Harus terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan, harus melepaskan diri sendiri dan menjadi seorang Bodhisattva, karena jika kita bukan Bodhisattva, maka tidak dapat kembali ke tempat Bodhisattva. Selama kalian terus tekun, Master tidak akan pernah meninggalkan kalian para murid. Hanya murid yang akan meninggalkan Master. Ketulusan hati akan membuahkan hasil. Harus membiarkan sifat dasar kita menyalakan percikan kehidupan. Manusia harus melakukan hal-hal sebagai Bodhisattva, harus menjadikan pikiran kita menyatu dengan Buddha. Ketika pikiran menyatu dengan Buddha barulah Buddha sejati. Mengapa manusia memiliki kekuatan, karena percaya pada Guan Shi Yin Pu Sa. Mengapa manusia memiliki kemampuan? Karena percaya pada kekuatan supernatural Bodhisattva. Mengapa manusia dapat mengatasi kesulitan dan hidup di dunia? Karena memiliki cahaya terang di dalam hati, memiliki seorang Bodhisattva, itu adalah Buddha diri sendiri – Buddha Sifat Diri. Baik-baiklah memohon kepada Buddha diri kalian sendiri!
Dharma yang benar, Dharma yang menyelamatkan manusia, pasti akan bertahan selamanya di alam semesta, karena kita memiliki guru yang paling baik—Guan Shi Yin Pu Sa !
