Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 19 Oktober 2019
Pertanyaan 27: Cara orang tua mendidik tidak tepat, anak mengalami gejala autisme awal, bagaimana agar dapat kembali normal?
Tanya: Ada sepasang suami istri relawan yang merupakan murid Master. Putra mereka berusia 24 tahun. Karena pekerjaan mereka berdua tidak dapat ditinggalkan dan sangat sibuk, mereka hanya membacakan sedikit paritta PR dan permohonan bimbingan spiritual untuk putra mereka , sedangkan Xiao Fang Zi yang dilafalkan untuknya sangat sedikit. Putra mereka semakin lama semakin tidak normal. Pada malam hari dia tidak tidur dan bermain game sepanjang malam. Pada siang hari dia terus-menerus bersembunyi di kamar selama belasan bahkan dua puluh jam. Pola makan dan pekerjaannya juga tidak normal. Terkadang pada tengah malam dia minum banyak gelas bir. Sejak kecil, kedua orang tua cukup ketat dalam mendidiknya, tetapi di antara mereka terdapat hubungan karma buruk, sehingga putranya tidak mau mendengarkan mereka. Dulu putra mereka percaya kepada Guan Shi Yin Pu Sa. Terkadang, dia akan memasang dupa, dan bahkan pernah membakar sendiri Xiao Fang Zi yang dilafalkan oleh orang tuanya untuknya. Mohon Master berwelas asih memberikan wejangan, bagaimana mereka dapat membantu putranya menjalani kehidupan yang normal, berubah menjadi lebih baik, serta kembali belajar Buddha Dharma dan melafalkan paritta secara normal?
Jawab: Anak seperti ini sebenarnya sudah menunjukkan gejala autisme sejak awal. Dia tidak mau berinteraksi dengan orang lain, pendidikan di dalam keluarga yang terlalu ketat, atau ayah dan ibu sendiri dalam melakukan sesuatu tidak sesuai dengan aturan dan Dharma, sehingga anak mendengar banyak perkataan yang membuatnya tidak bahagia. Kemudian, pada diri anak itu sendiri juga terdapat karma buruknya. Anak itu pasti memiliki karma buruk dalam dirinya. Pada umumnya, orang yang pada siang hari tidak mau keluar, tetapi pada malam hari justru keluar, pada tubuhnya pasti ada arwah asing. Jadi, untuk kondisi seperti ini, pertama-tama harus membantu anak tersebut untuk menyeberangkan arwah asing yang mengganggunya. Kedua, memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa agar memberikan kebijaksanaan kepada anak saya XXX. Mohon Guan Shi Yin Pu Sa welas asih memberikan kebijaksanaan kepadanya. Kemudian, orang tua juga harus membantu anak tersebut berikrar dengan baik (Baik) Setelah itu, berikan kesempatan kepadanya untuk mendengarkan rekaman wejangan Master dan menonton video wejangan. Katakan kepadanya, “Kakek Master Lu ini sangat manjur. Coba kamu lihat. Kalau kamu punya masalah apa pun, kamu bisa memohon kepada beliau, dan permohonanmu bisa terkabul.” Ketika perkataan seperti ini dapat membangkitkan ketertarikan anak, barulah perlahan-lahan anak dapat dibimbing untuk mengenal dan menerima Dharma (Terima kasih Master) Semua ini terjadi karena dulu ayah dan ibu terlalu ketat dalam mendidik anak. Sebenarnya, metode pendidikan mereka kurang tepat, sehingga menyebabkan anak sekarang menyimpang dari jalan yang benar. Oleh karena itu, mereka harus bertobat dengan sungguh-sungguh (Terima kasih Master)
191019马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问
提问27 父母教育方法不对,孩子有前期的自闭症,如何恢复正常
问:有对义工夫妻都是师父的弟子,他们的儿子24岁,义工夫妻俩人间的工作不能放下,工作非常忙,只给儿子念点功课和劝导升文,经文组合念得很少,儿子越来越不正常,晚上不睡觉,通宵玩游戏,白天连续十几二十小时躲在房里,吃饭和工作不正常,有时候晚上半夜喝好多杯啤酒。他们从小比较严格要求儿子,但有孽缘,儿子不听他们的。儿子以前相信观世音菩萨,有时候会上香,也曾经自己烧送父母给他念的经文组合。请师父慈悲开示,他们该如何帮助儿子过上正常的生活,让他改变,正常地学佛念经?
答:像这种孩子已经有前期的自闭症了,不愿意跟人家接触,家里的教育太严格,或者爸爸妈妈自己本身不如理不如法,他听到了很多话,不开心了;然后自己身上的业障……孩子一定身上有业障。一般地,白天不肯出来,晚上出来的人,身体上都有点灵性的。所以像这种,首先要帮他超度灵性;第二,求观世音菩萨给儿子某某某拥有智慧,请观世音菩萨慈悲,给他智慧;然后再好好地帮他许点愿(好)然后给他有机会听听台长的录音、看看录像,就跟他说:“这个台长爷爷很灵的,你看看,你有什么事情,可以求的,求得到的。”跟他讲的话,引起这小孩子兴趣了,那你才能慢慢地把他度化过来(感恩师父)这个都是爸爸妈妈过去讲起来很严格,实际上还是教育方法不对,让孩子现在走偏差了,所以要叫他们好好地忏悔(感恩师父)
