18. Membahas Tentang Pahala Kebajikan Duniawi Dan Tumimbal Lahir – Perputaran Kembali Di Dunia Ini 论人间福德与轮迴

18. Membahas Tentang Pahala Kebajikan Duniawi Dan Tumimbal Lahir – Perputaran Kembali Di Dunia Ini

Kita jangan sampai menjalani penderitaan dari perputaran kembali, karena perputaran kembali sangat menderita. Master beri tahu kalian, kita di dunia yang ini pun bisa merasakan derita dari perputaran kembali. Saya beritahu kalian: misalnya dulu orang ini lambungnya tidak sehat, sangat sakit sekali, akhirnya semasa muda, dia minum banyak obat, dan lambungnya pun sembuh. Namun setelah sembuh, dia sendiri tidak hati-hati, melupakan semua masa lalunya. Kemudan saat kembali sakit, dia kembali ingat masa lalu saat lambungnya sakit, ini adalah salah satu jenis merasakan penderitaan dari perputaran kembali.  Seorang wanita saat melahirkan anak, sakitnya luar biasa, pada saat itu dia berpikir kalau dia tidak mau melahirkan lagi, “Sudah cukup satu saja, saya hampir kehilangan nyawa karena anak ini”. Namun beberapa lama kemudian, dia kembali melahirkan, karena dia mulai berputar Kembali lagi. Kesalahan yang saya lakukan hari ini, akan kembali dilanggar beberapa hari berikutnya. Di dalam penjara ada banyak pencuri, mereka mencuri dan ditangkap, lalu dibebaskan, lalu kembali tertangkap, dan keluar lagi, orang-orang di kantor polisi semuanya sudah mengenalnya. Asalkan menangkap satu orang yang mencuri, begitu dicek, oh, ternyata ini yang waktu itu ditangkap, ada juga yang sampai “masuk 6 kali, keluar 6 kali”. Bukankah itu adalah perputaran kembali? Perputaran kembali pada pemikiran, bisa menyebabkan hilangnya kemanusiaan, oleh karena itu, orang-orang sekarang sama sekali tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Coba pikirkan, saat kalian sedang sakit, sesungguhnya kalian sedang berputar kembali. Lalu di manakah perputaran kembali kalian yang besar? Yakni setelah kehidupanmu berakhir lalu meninggal, maka tunggu di kehidupan berikutnya kamu terlahir kembali, maka dirimu sudah bukan kamu yang sekarang. Misalnya, jika di kehidupan ini, kamu tidak membina diri baik-baik, maka di kehidupan selanjutnya, saat kamu terlahir kembali sebagai manusia, maka kamu tidak akan memiliki nama yang sama, dan menjadi orang yang lain. Atau jika ada sebagian orang yang tidak membina diri baik-baik, tunggu saat dia sudah sadar, lalu melihat dirinya sendiri menjadi seekor kuda, pada saat itu, kesadarannya sudah sama sekali tidak ada lagi, dia hanya tahu, “Saya adalah seekor kuda”. Melihat mata sendiri yang hanya melihat ke sana kemari, sangat kasihan sekali. Pada saat itu, sudah tidak perlu mengatakan apapun, saya hanya akan mengatakan dua kata kepada kalian – sudah terlambat.

Apabila kalian tidak punya Master, kalian tidak punya guru, lalu bagaimana kalian belajar? Membaca buku sendiri apakah bisa memahami logika di dalamnya? Di dunia ini, ketahuilah bahwa kalian membutuhkan bimbingan guru yang memahami segalanya! Saya sudah berkali-kali mengatakan kepada kalian, yang diperlukan bukan guru yang terkenal, melainkan guru yang memahami kebenarannya. Semua orang sedang mencari guru yang bijaksana, ada banyak sekali orang yang begitu bertemu dengan Master lalu berkata, “Saya sudah menemukannya”. Sedangkan kalian? Apakah sedang membina diri? Saya sering memuat naskah wejangan ke internet, alhasil setelah teman-teman di internet membacanya, mereka berkata kalau Master belakangan ini sangat disiplin terhadap mereka, ini pasti karena Master melihat ada banyak buah karma buruk dan kekurangan pada diri kita. Sesungguhnya naskah-naskah wejangan ini adalah wejangan yang sebelumnya. Setiap kali asal saya memuat naskah wejangan ke internet, teman-teman se-Dharma segera membandingkannya dengan diri sendiri, semuanya mengatakan kalau mereka memiliki kekurangan pada diri mereka. Sesungguhnya setiap naskah karangan Master, atau uraian wejangan untuk kalian, sebenarnya selalu bisa diterapkan sepanjang waktu. Sama seperti sebagian buah-buahan yang bisa dikonsumsi selama 4 musim.

Oleh karena itu, Master memberi tahu kalian, jika di dunia ini kamu bisa tidak mengikuti perputaran kembali, maka kamu akan mendapatkan “buah suci”. Apakah yang dimaksud dengan “buah suci”? Dengan kata lain kamu telah mendapatkan suatu buah karma yang mulia, karena karma ini sangat mulia, dan bisa menyempurnakan pahala kebajikanmu. Apakah yang dimaksud dengan “pahala kebajikan yang sempurna”? Dengan kata lain berkah pahala – keberuntunganmu, moralitasmu dan kebijaksanaanmu, semuanya akan berkembang, ini yang dinamakan “berkah pahala yang sempurna”. Kemudian kamu baru bisa terbebaskan.

Jika seseorang tidak memiliki berkah pahala, maka dia juga tidak akan bisa terbebaskan. Contoh sederhana, jika setiap hari bekerja keras untuk menghidupi keluarga, berarti ia adalah orang yang tidak beruntung. Pada kenyataannya ini berarti pahalanya tidak mencukupi, maka dia tidak bisa terbebaskan. Mengapa? Karena dia tidak punya waktu untuk melafalkan paritta, maka dia tidak akan bisa menghilangkan halangan karma buruknya. Dia sambil bekerja, sambil sakit-sakitan, kemudian setelah sakit kembali bekerja lagi, setelah bekerja jatuh sakit lagi, pada akhirnya meninggal begitu saja, karena dia tidak memiliki berkah pahala. Apabila orang yang sering pergi melakukan jasa kebajikan, bisa menyisihkan waktunya untuk ikut pergi dengan Master ke Brisbane untuk membabarkan Dharma, masih bisa mengikuti Master ke Malaysia dan Eropa untuk membabarkan Dharma, maka sesungguhnya ini adalah bentuk suatu pahala yang sempurna. Jika sekarang ada satu orang yang sangat kaya raya lalu membina pahala, saya beri tahu kalian, maka pembinaannya akan jauh lebih cepat daripada orang yang lebih miskin. Mengapa? Karena dia pernah membina dirinya di kehidupan sebelumnya, maka di kehidupan ini, dia baru bisa mendapatkan begitu banyak pahala, maka pembinaan dirinya akan menjadi lebih cepat. Dalam keadaan yang sama, orang yang perekonomiannya kurang mampu, jika diperbandingkan, maka dalam melakukan jasa kebajikan, ia akan lebih lemah. Misalnya dalam melakukan jasa kebajikan, bila dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang perekonomian yang kuat, karena mereka bisa berdana dengan lebih besar, dan mereka benar-benar berpahala, maka dia bisa mendapatkan jasa kebajikan. Ini bukan pembahasan berdasarkan uang, namun karena uangnya ini juga merupakan jasa kebajikan yang dikumpulkannya di kehidupan sebelumnya, mengerti?

Orang yang menderita karena pahala kebajikannya tidak mencukupi, misalnya banyak orang yang memarahi dan memukul orang lain tanpa moral, memiliki kebiasaaan yang buruk, ini karena dia kurang moral. Jika orang yang kurang moral, maka dia tidak akan bisa menjadi seorang praktisi Buddhis yang baik. Prinsipnya sangat sederhana, orang yang bisa menyisihkan waktu untuk melafalkan paritta adalah orang yang memiliki berkah, orang yang bisa tidak bekerja (perekonomiannya mendukung), menekuni Dharma dan melafalkan paritta adalah orang yang memiliki berkah, karena mereka memiliki waktu untuk melafalkan paritta. Seperti seorang ibu tua, dalam sehari dia bisa melafalkan Xiao Fang Zi belasan lembar, maka dia pun bisa melewati halangan bencananya. Jika seperti kalian yang setiap hari harus bekerja, tidak punya waktu untuk melafalkan paritta, tidak punya waktu untuk melakukan jasa kebajikan, ini berarti berkah keberuntungannya tidak sempurna. Apabila kalian bisa sambil bekerja sambil melafalkan paritta, ini juga disebut memiliki berkah keberuntungan. Karena ada sebagian pekerjaan yang saat bekerja, mulut kita tidak bisa melafalkan paritta, contohnya yang bekerja sebagai penjual daging atau penjual seafood, itu juga termasuk tidak memiliki berkah keberuntungan. Kita harus memiliki berkah pahala. Sedangkan berkah pahala ini pada dasarnya datang dari mana? Karena hasil pembinaan dirinya di kehidupan lampau yang menimbulkan  keberuntungannya di kehidupan ini. Maka kalian jangan iri dan benci kepada orang lain, seseorang yang memiliki kemampuan ekonomi yang baik bisa melakukan dana yang besar, maka ia bisa mendapatkan jasa kebajikan yang lebih besar sebagai balasannya. Ini tidak bisa dipungkiri. Lalu darimana uangnya berasal? Dari pembinaan dirinya di kehidupan lampau. Mengerti? Mengapa dia bisa punya uang? Itu karena potensi kesadarannya di kehidupan lampau yang membawa pahala kebajikan baginya di kehidupan ini.

Apakah itu moralitas? Orang yang normal, yang tidak pernah melakukan kejahatan, selain itu memiliki karakter yang sangat baik, maka orang ini bisa mendapatkan berkat dari Bodhisattva, ia pun bisa dipercaya oleh orang-orang, maka orang ini bisa menekuni ajaran Buddha Dharma. Dengan kata lain, dia memiliki karakter moral yang seperti ini, dia punya dasar yang baik, dia baru bisa menjadi seorang praktisi Buddhis. Terkadang kalian ingin menolong keluarga sendiri, jika orang dalam keluargamu (istri atau suami) sepanjang hari marah-marah terus, berarti tidak memiliki moral. Kamu mendapatkan dia, pertama, kamu tidak bermoral; Kedua, dia tidak bermoral, maka tidak bisa menekuni Dharma; Ketiga, tidak punya uang, dan tidak punya waktu, tidak bisa menyisihkan waktu untuk melafalkan paritta, ini juga berarti tidak memiliki berkah.

Oleh karena itu, untuk menekuni Dharma harus memiliki berkah pahala yang sempurna. Orang yang memiliki berkah pahala yang sempurna, bisa menyisihkan waktunya sendiri untuk melakukan jasa kebajikan. Misalnya, uang saya tidak banyak, akan tetapi saya bisa lebih mengirit sendiri, saya tetap bisa melakukan jasa kebajikan; Moralitas saya kurang, saya memarahi orang lain, saya suka marah-marah, maka saya akan berusaha keras untuk tidak marah-marah, saya akan menyisihkan waktu saya untuk pelan-pelan membina moralitas saya sendiri, orang seperti ini juga termasuk yang memiliki berkah kebajikan, akan tetapi berkah kebajikannya lebih kecil, namun tentu saja lebih baik daripada orang yang tidak memiliki berkah kebajikan. Kalian mengatakan setiap orang setara, kalau begitu di Alam Sukhavati tetap saja terbagi menjadi 9 tingkat lotus berdasarkan tinggi rendahnya pembinaan diri seseorang. Benar tidak? Itu juga menandakan adanya perbedaan tingkat kesadaran. Apabila pembinaan yang baik dan buruk sama saja, maka tidak ada lagi perbedaan tingkat di Alam Sukhavati. Membina satu poin, mendapatkan satu poin; Menanam satu bagian, mendapatkan satu bagian; Menanam sepuluh bagian, mendapatkan sepuluh bagian. Mengerti? Seseorang yang memiliki keberuntungan, maka dia sudah memiliki dasar yang sangat baik. Akan tetapi di atas dasar ini, bagaimana supaya bisa meningkatkan diri? Ini semua kembali lagi pada diri sendiri. Mengerti? Oleh karena itu, orang yang mengejar kebebasan spiritual, harus memiliki pahala kebajikan yang sempurna.

Di Alam Manusia ini, di tengah alam kerisauan ini, dengan saling berbaur terlahirlah 84.000 penyakit kronis. Dengan kata lain, di dunia ini, kita memiliki 84.000 macam jenis penyakit, maka baru bisa terlahir 84.000 Pintu Dharma. Karena kerisauan manusia terlalu banyak, banyaknya sampai sudah tidak bisa terhitung lagi; Deritanya sampai sudah tak terkira lagi; Lelahnya sampai sudah tidak tertahankan lagi, sudah mencapai batasnya. Oleh karena itu, Pintu Dharma Guan Shi Yin Pu Sa terlahir menyesuaikan peruntungan, adalah suatu Pintu Dharma yang bisa menjawab segala permohonanmu. Apakah kalian mengerti? Kalian harus tahu, kita menekuni Dharma pasti berada di tengah kerisauan, di tengah Alam Manusia. Alam Manusia adalah alam kerisauan, berbaur dan berpadu melahirkan 84.000 macam penyakit kronis. Dengan kata lain di dunia ini akan muncul 84.000 macam penyakit kronis, sedangkan penyakit kronis ini bisa mengacaukan tubuh dan pikiranmu, ketidakstabilan ini akan menyiksamu. Lalu kamu membutuhkan cara apa untuk mengubahnya? Kamu harus memiliki kekuatan tekad untuk mengubahnya. Mengerti? Tekad, siapa diantara kalian yang memiliki tekad? Tekad apa yang kalian ikrarkan sekarang?

Harus bisa menambah berkah dan umur. Menambah berkah dan umur pada dasarnya sama dengan memperbesar berkah dan moral, karena orang yang bermoral baru bisa panjang umur, orang yang memiliki berkah bisa hidup tenang dan nyaman. Jika setiap hari masih bekerja keras, orang yang sangat menderita, karena dia belum bisa melepas, demi kebutuhan hidup sehari-hari masih belum bisa melepas. Ini juga merupakan suatu kerisauan. Siapa di antara kalian yang bisa melepas? Saya beri tahu kalian satu hal: ada orang yang dulunya mencari satu pekerjaan, kerjanya sangat keras. Dia sepanjang hari “memeluk erat” pekerjaan ini dan bekerja dari pagi sampai malam, benar-benar melelahkan sekali, dia sendiri masih merasa bahwa ini adalah suatu pekerjaan yang baik, dia tidak pernah mau melepasnya. Lalu Master menasihatinya, “Jika kamu terus melekat pada pekerjaan ini, maka kamu selamanya tidak akan bisa menemukan pekerjaan bagus yang cocok untuk dirimu. Lebih baik kamu melepaskannya lebih dulu. Kamu jangan terburu-buru, coba cari-cari berdasarkan jurusan yang kamu pelajari, coba lihat apakah bisa menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studimu.” Karena dulu dia belajar tentang ilmu kimia, dia meneliti tentang sejenis plastik yang bisa memancarkan cahaya di malam hari yang biasa kita lihat di pinggir jalan, sedangkan pekerjaan yang sekarang dilakukannya adalah bekerja di sebuah panti jompo, dia setiap hari bekerja sampai sekujur tubuhnya sakit dan pegal. Sesungguhnya dia adalah seorang insinyur teknis senior. Karena perkataan Master ini, dengan yakin dia mengundurkan diri dari pekerjaannya di panti jompo, lalu melalui internet, dia terus mempelajari tentang ilmu-ilmu kimia yang dikenal di negara-negara barat. Pada akhirnya, meskipun ia tidak mendapatkan ijazah-ijazah menyangkut penelitian kimia dari pemerintah Australia, akan tetapi dia berhasil masuk dan bekerja dalam lab di suatu lembaga penelitian. Justru karena dia sudah meninggalkannya, dia sudah melepaskannya, dia baru bisa mendapatkan. Apabila dia setiap hari masih bekerja di panti jompo, sampai kapan dia baru bisa mendapatkan hal yang seharusnya dimilikinya? Dia sekarang hebat sekali, bekerja di bagian penelitian sebuah perusahaan besar di Australia, khusus meneliti bahan-bahan kimia. Banyak orang-orang barat sesungguhnya memandang sebelah mata terhadap hasil penelitian orang Tiongkok, meskipun dasar teorinya itu sama. Tidak disangka, seiring dengan meningkatnya kemampuan Bahasa Inggrisnya, dia jadi bisa berbaur dengan orang-orang barat, sekarang mereka memandangnya sebagai seorang insinyur, inilah yang disebut sebagai kesuksesan. Karena dia sudah melepaskan, dia baru bisa mendapatkan.

Hari ini datanglah seorang sopir taxi, Master mengatakan kalau dia memiliki banyak penyakit di tubuhnya. Saya mengatakannya dengan jelas, saya bilang: “Kalau kamu terus bekerja sebagai sopir taxi, maka sekujur tubuhmu akan sakit. Sistem urinaria – perkemihan kamu sudah bermasalah.” Dia berkata: “Kita para sopir taxi harus bisa menahan kencing.” Saya berkata: “Lambungmu tidak bagus.” Dia menjawab: “Kami sopir taxi tidak pernah satu kali pun dalam sehari bisa makan dengan normal.” Saya mengatakan: “Kualitas tidurmu buruk.” Dia menjawab: “Kami sopir taxi sudah tidak bisa membedakan pagi dan malam.” Saya mengatakan: “Masih ada satu masalah lagi, kamu berhubungan dengan terlalu banyak wanita.” Dia berkata: “Karena kami para sopir taxi lebih ‘fleksibel’.” Dia masih memiliki kebiasaan berjudi. Itu adalah orang yang datang sore ini, saya memberi tahu dia satu arahan. Saya mengatakan: “Kamu mulai sekarang jangan terus terpuruk dalam keadaan ini, kamu harus menentukan satu waktu bagi diri sendiri, misalnya dalam waktu setengah tahun, saya akan berganti pekerjaan. Saya tidak akan lagi menjadi sopir taxi, saya ingin mencari pekerjaan yang lebih baik. Meskipun itu adalah membuka kedai kopi atau supermarket kecil.” Setelah dia mendengarkan perkataan saya, lalu berjalan keluar dari kantor saya, dia merasa sangat lega, dia berkata: “Master Lu, saya merasa sekarang saya punya harapan.” Kalau tidak, sekujur tubuhnya sakit, duduk di sana sampai tulangnya sakit. Tahukah kalian, kalau mengendarai mobil itu tidak mudah, terkadang sakit pinggang, lalu kaki harus diposisikan seperti ini terus, dalam sehari menyetir berapa jam? Bisa menyetir 12 jam. Coba kalian pikirkan, jika tidak melepaskan, bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan masa depan dan kesehatan yang lebih baik?

Oleh sebab itu, meminta kalian untuk belajar melepas, lepaskan semua hal yang tidak baik, hal-hal kotor yang memengaruhi kehidupan kalian, lepaskan segala pemikiran liar dalam otak kalian, lepaskan segala hal yang merusak tubuh dan jiwa kalian, yakni karma buruk. Orang yang tidak lagi menciptakan karma buruk sesungguhnya mereka sama dengan sudah bisa melepas. Harus belajar untuk melepas, harus memiliki berkah keberuntungan, harus memiliki moralitas yang baik. Sebagai manusia justru harus memiliki moralitas, meyakinkan orang lain dengan moralitas. Orang yang bermoral baik baru bisa meyakinkan orang lain, baru bisa membuat orang percaya dan mau mendengarkanmu; Jika orang ini tidak bermoral, maka orang lain tidak akan mau mendengarkanmu. Coba lihat saja, orang yang memukul orang lain, apakah bisa membuat orang lain menurut kepadanya? Atau orang yang memarahi orang lain, apakah bisa membuat orang lain patuh kepadanya? Oleh karena itu, harus meyakinkan orang lain dengan moralitas, kita baru bisa menyelesaikan permasalahan dalam hidup ini, orang yang berakhlak mulia baru bisa memiliki nama yang baik. Yang kalian dengarkan adalah materi-materi kesadaran spiritual tingkat tinggi, semuanya adalah kata-kata Bodhisattva. Kalian harus mempelajarinya baik-baik.