5. Dengan Mentransformasi Sukacita Dharma untuk Mengalahkan Nafsu Keinginan
Sekarang Master akan mengajarkan kalian beberapa cara untuk memutuskan atau melupakan. Pertama, pembinaan diri. Melalui pembinaan diri untuk membuat kamu melupakan dan memutuskan gangguan-gangguan serta kerisauan duniawi. Yang Master bicarakan di sini adalah masalah nyata, permasalahan yang harus segera diselesaikan. Yang kedua adalah bersembah sujud dan bertobat. Dengan kata lain, bersembah sujud kepada Bodhisattva dan bertobat. Sesungguhnya, bersembah sujud dan bertobat sangat bagus, “Guan Shi Yin Pu Sa, maafkan saya, saya telah bersalah. Mohon Anda menolong saya, saya tidak akan mengulanginya lagi”. Yang ketiga, berkat kekuatan. Berkat kekuatan sangat mudah didapatkan. Master menyukai kalian, orang-orang yang berjodoh, maka Master memiliki kekuatan ini untuk memberikan berkat kekuatan kepada kalian. Selain itu, adalah dengan memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa untuk memberkati kalian. Yang keempat, kebijaksanaan. Yang dimaksud di sini adalah kebijaksanaan yang dibina, kebijaksanaan yang muncul setelah mencapai ketenangan pikiran. Harus mengikis halangan karma buruk, setelah halangan karma buruk menjadi semakin sedikit, maka bisa semakin cepat memutuskan gangguan dari kekuatan karma. Ketika ada halangan karma buruk dalam dirimu, maka sangat sulit bagimu untuk memutuskan hal-hal ini. Yang kelima, setelah membina diri sampai mencapai suatu jodoh tertentu, dengan kata lain, pembinaan diri sendiri sudah mencapai suatu tahap atau tingkat tertentu, kamu baru bisa memutuskan gangguan-gangguan yang tidak baik ini. Merasakan respon spiritual dari para Bodhisattva dan Pelindung Dharma, sewaktu kamu ingin memutuskan buah-buah karma buruk di dalam dirimu, menghilangkan hal-hal yang tidak bisa kamu lepaskan, maka kamu harus merasakan respon spiritual dengan Guan Shi Yin Pu Sa. Ketika kamu sedang memohon kepada Bodhisattva dan Dewa Pelindung Dharma untuk membantumu, maka kamu harus bersih, yakni tidak boleh ada sedikitpun pemikiran yang mengganggu serta keinginan untuk mencelakai orang lain.
Jika benar-benar bisa terhubung dengan para Buddha dan Bodhisattva besar, maka ini adalah sesuatu yang baik. Banyak orang mengatakan, “Saya memimpikan Guan Shi Yin Pu Sa”, bagus tidak? Tentu bagus. Banyak orang yang datang ke Guan Yin Tang lalu melihat Master, mereka akan sangat senang sekali saat berada di pintu masuk. Ketika kamu benar-benar mengenal Ajaran Buddha Dharma, maka kamu akan merasa sangat bahagia. Selanjutnya, Master beri tahu kalian, jika kalian benar-benar terhubung dengan Buddha yang sesungguhnya, Buddha dan Bodhisattva besar, para biksu besar dan bijaksanawan, maka tingkat kesadaran spiritual dalam pembinaan pikiran kalian akan meningkat dengan cepat. Seperti kalian yang hari ini sedang membina pikiran, lalu Master memberkati kalian, membabarkan Buddha Dharma kepada kalian, maka proses pembinaan diri kalian akan berkembang sangat cepat, benar tidak? Apabila orang yang biasanya bertemu dengan Dewa atau makhluk halus, tidak memiliki tingkat kesadaran spiritual yang tinggi, jika kamu memohon kepada mereka, maka mereka akan berubah menjadi Bodhisattva yang kamu sukai untuk menampakkan diri di hadapanmu, kemudian mereka akan mengendalikanmu, jika bertemu dengan arwah jahat, maka akan merasuki tubuhmu. Jika kalian menemukan seorang guru yang baik, kalian harus menghargai. Arwah asing bisa berubah menjadi berbagai macam rupa Bodhisattva untuk menipu kalian. Karena kebijaksanaanmu masih belum mencukupi, maka kamu baru bisa mempercayai. Karena kamu tidak bisa membedakan yang asli dan yang palsu, maka dirimu baru akan tersesat. Contoh, sekarang tubuhmu memiliki masalah serius, kamu dalam keadaan kritis namun malah sembarangan berobat ke mana-mana. Ketika kamu sudah tidak bisa membedakan yang asli dan yang palsu, setelah tersesat kemudian, maka segala hal yang kamu lakukan akan menjadi tidak benar, yang kamu pelajari adalah aliran sesat, kemudian kamu akan masuk ke jalan yang salah. Kalian mengetahui ada banyak aliran, namun banyak orang yang masuk dan tersesat di dalamnya, ada sebagian orang yang bahkan sulit untuk membebaskan dirinya. Permasalahan di Alam Roh, jika salah sedikit saja bisa sangat berbahaya. Kalian tidak boleh bertindak sembarangan. Karena menganggap diri sendiri sudah memiliki sedikit kemampuan, lalu sembarangan mendengar dan melihat. Orang-orang yang tidak memiliki guru sangat kasihan sekali.
Kalian sekarang sangat bersih, lalu Master secara langsung mengajarkan Xin Ling Fa Men dari Guan Shi Yin Pu Sa yang terbaik ini kepada kalian, bukankah ini adalah hal yang sangat baik?! Apabila seseorang yang dulunya pernah mempelajari banyak hal, kemudian sekarang meminta dia mengubah, maka dia juga akan merasa lelah. Terkadang, otaknya tidak bisa memutar dengan cepat, dia harus menanyakan banyak hal. Terhadap satu permasalahan yang sama, jika kalian benar-benar belajar dari Master, maka begitu Master membicarakan suatu hal, pemikiran kalian akan segera mengikuti pandangan dan pemikiran Master. Sedangkan dia sendiri, selain harus memikirkan hal-hal yang dikatakan Master, dia juga harus mempertimbangkan hal-hal yang dipelajari sebelumnya. Coba kamu lihat, dia memiliki 2 jalan yang lebih. Apabila seseorang pernah belajar di tiga tempat, maka dia akan menyatukan ketiganya lalu memikirkannya secara serentak, maka ini akan menjadi tiga jalan terpisah di satu persimpangan. Mereka akan berpikir, “Agama barat tidak akan berkata begini? Aliran Tanah Suci juga tidak akan mengatakan begitu? Aliran Buddha Zen juga tidak akan mengatakan begitu bukan?”. Semakin banyak pintu Dharma yang kamu pelajari, maka semakin banyak hal yang akan kamu pikirkan. Master beri satu contoh: seperti sekarang ada terlalu banyak orang yang menjadi pejabat, terlalu banyak divisi, seratus lebih stempel sudah dibubuhkan, namun pada akhirnya tetap masih belum bisa mulai bekerja, benar tidak? Jika hal ini terus berputar-putar dalam pikiranmu, sampai kapan kamu baru bisa keluar? Oleh karena itu, jangan melakukan hal yang tidak benar, jangan mempelajari aliran sesat. Kita harus berpikiran benar! Oleh karena itu, Master mengajarkan kalian, jangan mengejar kekuatan supernatural. Tidak bisa melihat apapun, tidak bisa mendengar apapun, tidak apa-apa. Saya membina pikiran sampai hari ini, guru saya bisa melihat dan mendengar hal-hal gaib, namun saya tidak bisa mendengar dan melihat apapun, apakah ini memalukan? Kalian semua adalah murid Master, semuanya adalah Pelindung Dharma, orang lain akan bersikap sangat hormat kepada kalian. Jangan mengejar hal-hal ini, asalkan memiliki pikiran yang tenang dan damai, itu sudah cukup. Setelah pikiran tenang, hati menjadi damai, maka kamu dapat mentransformasi dengan sukacita Dharma, maka kamu dapat memperoleh hasil transformasi dari sukacita Dharma. Betapa sulit bagi seseorang untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian di hati. Maka, tidak peduli menghadapi masalah apapun, semuanya tidak menjadi masalah, jika bisa berpikir jernih dan terbuka, maka pasti bisa tidur nyenyak.
Yang paling utama dalam membina diri adalah membina pikiranmu. Harus sering mengatakan, bahwa “membina diri adalah membina pikiran”, harus bisa membina diri sampai mendapatkan ketenangan, ketentraman, tidak lagi tamak dan keras kepala. Kita datang ke dunia ini memang merasakan penderitaan, mengalami sedikit penderitaan itu tidak ada apa-apanya. Dengan berpikiran demikian, maka akan memiliki ketentraman dalam hati dan tidak ada sifat akar keburukan lagi. Jangan serakah, maka tidak akan menimbulkan kerisauan. Kemelekatan atau keras kepala yaitu saya harus melakukannya, tidak bisa tidak melakukannya. Coba kalian pikirkan, kalau kamu benar-benar tidak melakukan, memangnya akan bagaimana? Seperti saat seseorang menjelang ajal akan mengatakan: “Saya tidak boleh meninggal”, tetapi jika meninggal lalu bagaimana? Kalau meninggal ya meninggal. Jangan melekat pada segala hal di dunia ini, karena segala hal di dunia ini semuanya palsu. Mengapa harus bersikeras dan tidak mau melepaskan? Ibarat kata, mengapa kamu harus “memasukkan kepalamu ke dalam jalan buntu dan tidak mau keluar”?
Selanjutnya, Master akan membahas tentang sukacita Dharma dan terbebaskan. Sukacita Dharma adalah merasa sangat bahagia karena mengenal Ajaran Buddha Dharma. Selain itu, karena menemukan Dharma yang sesungguhnya di dunia saha ini, maka merasa sangat senang. Sukacita Dharma merujuk pada suatu perasaan bahagia di hati yang terlahir setelah kamu memahami suatu kebenaran. Memahami kebenaran berarti munculnya sifat Kebuddhaan, kebahagiaan yang muncul setelah kamu memahami kebenaran baru disebut sebagai Sukacita Dharma. Sukacita Dharma adalah respon terbaik di dunia ini, jika kita menggunakan sesuatu yang bersifat paling dasar untuk merasakan segala benda di dunia ini, maka kamu akan dipenuhi dengan Sukacita Dharma. Dengan kata lain, kamu menggunakan pikiran seorang Bodhisattva untuk memperlakukan segala hal, maka yang akan kamu dapatkan seluruhnya adalah hal-hal milik Bodhisattva. Contoh, hari ini saya menggunakan perasaan welas asih untuk baik terhadapmu, maka kamu pasti juga akan bersikap baik terhadap saya, bukankah kamu akan merasa senang? Inilah sukacita Dharma, yakni memberi dan mendapatkan.
Terbebaskan di sini merujuk pada kemampuan membebaskan diri dari kerisauan dalam suatu taraf tertentu dan lingkup tertentu di dunia ini. Apakah kita memiliki kerisauan yang besar? Misalnya, kehilangan pekerjaan, patah kaki, atau mati. Ini tidak akan bisa teruraikan, juga tidak akan bisa terlepaskan. Banyak orang berkata, “Saya sudah mengerti, saya sudah terbebas”. Ini omong kosong. Pasti dia salah bicara. Apakah kamu bisa terbebaskan? Saat pulang ke rumah, melihat lagi sesuatu yang tidak seharusnya dilihat, maka kerisauan akan kembali datang. Ketika kalian berada di Guan Yin Tang dan mendengarkan kelas Master, maka kalian bisa melepas dan terbebas dalam sementara waktu, namun begitu kamu pulang ke rumah dan melihat lingkungan tersebut, maka pada saat itu, kerisauanmu akan kembali muncul, bagaimana kamu bisa terbebaskan? Oleh karena itu, terbebaskan berarti terbebaskan dalam suatu keadaan tertentu dan area tertentu.
Master tanya kalian, apakah memiliki kekuatan supernatural adalah sesuatu yang baik? Memiliki kekuatan supernatural tentu saja baik, akan tetapi yang harus dimiliki adalah kekuatan supernatural Buddha yang sesungguhnya. Jika bukan kekuatan supernatural Buddha dan Bodhisattva yang sesungguhnya, lalu apa gunanya kekuatan supernatural tersebut? Maka sesungguhnya kamu sudah dirasuki arwah asing. Dulu Master pernah mengatakan bahwa 90% kekuatan supernatural itu bukan kekuatan yang sesungguhnya. Jika karena dirasuki arwah asing baru memiliki berbagai macam kekuatan supernatural seperti ini, menurut kalian bagus atau tidak? Sesungguhnya setelah pembinaan diri membuahkan hasil, maka kamu akan mampu mengendalikan dengan diri sendiri. Setelah membina diri, maka kamu bisa mengendalikan dengan sendirinya. Ketika kerisauan dan buah karma burukmu sudah terkikis, maka dengan sendirinya akan muncul kekuatan supernatural, itu adalah kekuatan supernatural yang mendekati Buddha. Karena Bodhisattva tidak memiliki karma buruk, juga tidak memiliki kerisauan, tidak memiliki halangan. Membebaskan diri dari karma buruk, membebaskan diri dari kerisauan, membebaskan diri dari ketidaktahuan, membina diri dengan pemikiran yang benar, maka pada akhirnya bisa memperoleh enam kemampuan supernatural yang besar. Sesungguhnya kemampuan supernatural hanyalah hasil pencapaian tambahan dari pembinaan diri, maka jangan mengejar kekuatan supernatural. Setelah kamu membina diri dengan pemikiran yang benar, maka kamu akan memiliki kekuatan supernatural.
Sekali lagi, Master akan membahas tentang, “metta (cinta kasih), karuna (welas asih), mudita (sukacita), uppekha (keseimbangan batin)”. Ini adalah pembahasan yang Master katakan setiap hari, setiap bulan, bahkan setiap tahun. Metta, karuna, mudita, dan upekkha dalam agama Buddha dinamakan Brahmavihara – si wu liang xin. Memikirkan penderitaan orang lain, ini adalah cinta kasih; welas asih adalah mampu merasakan penderitaan dan kesulitan orang lain; memberikan kekuatan kepada orang lain, membantu orang lain dengan perasaan gembira, ini adalah sukacita; upekkha/memberi, adalah merelakan waktu sendiri dan uang pribadi, bahkan nyawa sendiri (demi orang lain). Master secara maksimal menerawang totem banyak orang, memberikan banyak wejangan Dharma, sekuat tenaga tanpa memedulikan nyawa dalam menolong orang-orang, menurut kalian apakah Master memedulikan nyawa? Bukankah Master sedang menolong orang-orang dengan merelakan nyawa sendiri? Banyak orang mengatakan beberapa tahun belakangan ini Master menua dengan cepat. Bukankah ini adalah uppekha dari brahmavihara? Merelakan uang, tidak mencari iklan, tidak mencari uang, menggunakan seluruh waktu untuk menyelamatkan kesadaran spiritual orang-orang, bahkan nyawa pun bisa direlakan, ini yang disebut sebagai Brahmavihara. Seseorang yang sudah memiliki Brahmavihara, bisa terlahir di Alam Surga tingkat yang sangat tinggi, yakni Alam Buddha. Oleh karena itu, kita harus terus bertahan membina Brahmavihara ini.
Selanjutnya, Master akan membahas tentang kebijaksanaan di Alam Manusia. Dengan mengalahkan nafsu keinginan, kita baru bisa menjadi orang yang bebas. Jika kamu ingin menjadi orang bebas, maka kamu harus bisa mengalahkan nafsu keinginan diri sendiri. Karena jika kamu dikendalikan oleh nafsu keinginan, maka kamu selamanya tidak akan bisa menjadi orang yang bebas. Karena kamu ingin melunasi cicilan rumah, maka kamu harus bekerja setiap hari, kamu menghabiskan waktu untuk bekerja dan mencari uang, lalu menurutmu, apakah kamu masih bisa memiliki kebebasan? Kamu sudah dikontrol oleh keinginan untuk melunasi cicilan rumah, coba pikirkan, apakah kamu bisa bebas? Apabila hari ini kamu dikendalikan oleh seorang pria, pacarmu ini menyuruhmu melakukan ini melakukan itu maka kamu akan menurutinya, lalu apakah kamu masih punya waktu, masih punya kebebasan? Bila ingin menjadi orang yang bebas, maka harus bisa menghilangkan nafsu keinginan diri sendiri.
Setelah muncul “noda kotoran” di hati, maka jalan yang dilalui tidak akan rata. Jika di dalam hati atau pikiranmu ada noda kotoran, maka jalan hidup yang kamu jalani tidak akan benar, juga tidak akan mulus dan rata. Karena di dalam hati atau pikiranmu ada noda kotoran, maka segala hal yang kamu pikirkan, segala hal yang kamu lakukan, selamanya tidak akan rata, dan karenanya akan membuatmu terjatuh. Apabila pikiranmu bersih dan tenang, maka jalan ini akan datar merata, dan oleh sebab itu akan memperoleh kedamaian dan kebahagiaan. Takdir ditentukan oleh diri sendiri, keberuntungan tergantung oleh diri sendiri. Takdirmu ditentukan oleh perbuatan dirimu sendiri, jangan meminta keberuntunganmu kepada orang lain, melainkan mintalah kepada dirimu sendiri. Apakah kamu memiliki keberuntungan atau tidak, sesungguhnya hanya bisa memohon kepada diri sendiri lalu mendapatkannya. Orang ini baik, namun orang ini takdirnya tidak baik, bukankah semua karena perbuatan sendiri? Meskipun orang ini bernasib sangat menderita, namun jika dia membina pikiran dalam Dharma, melakukan perbuatan baik, belajar berwelas asih, maka begitu dia melafalkan paritta, nasibnya akan segera berubah. Banyak orang yang keras kepala, “Saya tidak mau berubah.” Satu kalimat yang sering Master katakan: kepribadian seseorang menentukan nasibnya seumur hidup. Ada orang yang sering berkata, “Sifat saya memang begini”. Kalau begitu, demikian pula nasibmu. Ada berapa banyak jenderal besar pada zaman dahulu yang bukan gugur di medan perang, namun kematian mereka disebabkan oleh kepribadian mereka sendiri. Dia memang sangat berani di medan perang, namun karena satu kalimat, sampai mati pun tidak mau menyerah, rela mati dibunuh orang.
Apakah tingkat kesadaran spiritual tertinggi? Setiap hari kita membicarakan tentang tingkat kesadaran spiritual, yakni: tinggi, rendah, bersih, suci, dan lainnya. Setiap orang memiliki kesadaran spiritual, kalau menurut kalian, apakah tingkat kesadaran spiritual tertinggi? Tingkat kesadaran spiritual tertinggi adalah tidak ada tingkatan. Kalian semua harus belajar dengan serius, semua ini adalah kata-kata bijaksana. Ada satu lagi perkataan yang ingin Master beri tahu kepada kalian: Buddha adalah titik tertinggi dari peningkatan kepekaan emosional dan pemikiran rasional seseorang. Coba kalian pikirkan, mengapa Buddha bisa menjadi seorang Buddha? Karena pemikiran rasional yang sangat bersih, sangat jernih, sedangkan secara emosional, Beliau juga yang paling welas asih, paling bisa menyentuh hati orang lain, ketika melihat orang lain menderita, Beliau akan merasa lebih sedih dari pada siapapun. Oleh karena itu, Buddha adalah titik penyatuan tertinggi sisi emosional dan rasional seseorang, Beliau tidak menolong orang lain demi diri sendiri. Beliau juga yang paling mahir menerapkan Ajaran Buddha Dharma Mahayaha secara rasional untuk menyelamatkan kesadaran spiritual orang-orang yang berjodoh di seluruh dunia. Seseorang yang sama sekali tidak memikirkan diri sendiri, baru bisa menjadi Buddha. Master akan mengatakannya dalam bahasa yang lebih sederhana, seseorang yang egois, seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, selamanya tidak akan bisa menjadi Buddha. “Bagaimana dengan saya, bagaimana dengan keluarga saya, bagaimana dengan negara saya”, semuanya ini tidak akan bisa. Jika hanya memikirkan mengapa umat manusia begitu menderita, ini juga tidak bisa. Buddha itu apa? Semua makhluk, seluruh makhluk yang berperasaan di seluruh dunia, bahkan hantu sekalipun juga harus diselamatkan, itu baru dinamakan Buddha. Bodhisattva Ksitigarbha turun ke Neraka untuk menolong para hantu, itu baru disebut sebagai kesadaran spiritual yang tertinggi, itu baru disebut sebagai Buddha.
Kalau kalian menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu, menyelamatkan keluarga sendiri, menyelamatkan teman dan sanak saudara. Jika Master hari ini mengatakan, “menyelamatkan para pendengar Dong Fang Tai”, itu pun bukan Buddha. Menyelamatkan satu negara, menyelamatkan seluruh dunia, itu juga bukan Buddha. Master sekarang sudah pergi keluar Australia untuk menyelamatkan orang-orang yang berjodoh, walaupun yang ditolong tidak banyak, akan tetapi dari perilaku ini, sudah terhitung sebagai Buddha. Kalian mengikuti Master berkeliling dunia, bukankah juga sedang menyelamatkan orang-orang? Di dalam suatu acara, ada seorang pendengar wanita bermimpi, anaknya terjatuh ke dalam jurang yang sangat dalam, sang ibu sangat panik dan berkata, “Bagaimana ini?” Tiba-tiba Master menangkap anak itu dan menggendongnya ke atas. Apakah kalian mendengarnya? Itu baru yang disebut sebagai Buddha, itulah Ajaran Buddha Mahayana. Sekarang baru saja meminta kalian mengorbankan sedikit keuntungan pribadi, seperti waktu, ketenaran, kedudukan, harta benda, tidak perlu membahas tentang mengorbankan nyawa, apakah kalian bersedia berkorban sama seperti seorang Bodhisattva?
Master beri tahu kalian, Master sudah mempersiapkan dengan baik mengenai apa yang Master jalankan saat ini. Siapakah yang diantara kalian sudah siap? Harus mempraktikkan Ajaran Buddha Dharma, meneladani Buddha yang sesungguhnya, mempelajari semangat ketidaktakutan seorang Buddha. Sedangkan kamu masih menginginkan segalanya di dunia ini, di dunia yang tidak ada apa-apanya ini, kalian masih menginginkan segalanya, bodoh atau tidak? Kalian mengira masih bisa mengejar semua, kamu masih bisa memilikinya dalam berapa tahun? Walau kamu memenangkan undian lotre sekalipun, menang 10 juta (Yuan), kamu bisa menggunakannya selama berapa tahun? Apakah kamu bisa membawa pergi semua uang ini? Inilah yang disebut dengan menekuni Dharma. Mempelajari konsep pemikiran Buddha, meneladani kesadaran spiritual tertinggi dari Buddha. Sedangkan di tingkat kesadaran spiritual yang tertinggi adalah sudah tidak ada apa-apa lagi, itulah kesadaran spiritual yang sesungguhnya.
Demi menyelamatkan kesadaran spiritual orang-orang, Master benar-benar mencurahkan seluruh perasaan Master, Master sudah mempersiapkan mental dan pikiran. Setiap kali Master bersembah sujud di hadapan Guan Shi Yin Pu Sa, Master selalu berikrar: Master ingin menyelamatkan kesadaran spiritual semua makhluk yang berjodoh di seluruh dunia. Master akan berusaha sekuat tenaga melakukan sebanyak mungkin, dan mungkin Master belum tentu bisa mewujudkannya, akan tetapi Master berusaha keras untuk mewujudkannya. Master berharap kalian para murid belajar seperti Master, berusaha lebih keras untuk menyelamatkan orang-orang di seluruh dunia.
Tahukah kalian? Sekarang, saat Master menasihati orang lain untuk membina pikiran, maka pada saat yang sama, Master juga meminta seluruh pendengar, serta semua teman-teman di internet untuk menyelamatkan kesadaran spiritual semua makhluk. Standar permintaan Master terhadap mereka sudah mulai tinggi, bukan berarti hanya diri sendiri saja yang baik sudah cukup. Saat keadaan kamu sudah membaik, maka kamu harus memberitahukan orang lain tentang Pintu Dharma yang begitu bagusnya. Binalah diri kalian dengan baik, ada berapa banyak orang yang tersesat di tengah masyarakat, jangan menunggu sampai bencana tiba, kamu baru memahami kebenaran. Sewaktu Bodhisattva menyelamatkan kalian, maka Beliau harus melihat terang cahaya dari tubuhmu, Beliau baru bisa menyelamatkan kalian. Pada malam Sabtu, ada seorang pendengar yang mengatakan, dia melihat dari langit muncul awan yang berbentuk seperti tangan yang turun menyelamatkan orang-orang. Jika cahaya di tubuh kalian semakin terang, maka ketika bencana melanda, Bodhisattva akan menyelamatkan kalian keluar dari bencana. Baik-baiklah membina diri!
