28. Memegahkan Tanah Suci Buddha, Guru yang Ketat Menghasilkan Murid Yang Baik (I)
Apakah masih ingat, minggu lalu Master pernah mengatakan kepada kalian bahwa akan terjadi gempa bumi di Australia. Barusan, di pinggiran pantai Australia – sekitar New Castle terjadi gempa bumi, hari ini Los Angeles kembali dilanda gempa bumi, magnitudo empat koma sekian. Para ahli geologi sudah mengadakan beberapa kali rapat darurat. Sesungguhnya sudah terjadi perubahan pada lapisan bumi ini. Awalnya dunia ini sudah kacau balau, ditambah lagi orang-orang pendukung paham dunia kiamat, banyak aliran sesat, semuanya muncul menyebarkan berita, maka dunia ini menjadi semakin gawat. Kalian tahu, sekarang waktu alam sudah tidak main-main. Begitu juga dengan gempa bumi, mula-mula yang kecil, perlahan berubah menjadi gempa bumi besar. Di Sichuan kembali terjadi gempa bumi. Ketika terjadi bencana di suatu tempat, maka ia akan terulang kembali. Ini logikanya sama seperti penyakit di tubuh seseorang. Jika sudah ada penyakit di tubuh orang ini, maka lain kali pasti akan kumat lagi.
Sekarang Master merasa sangat tidak senang. Kalian satu per satu tidak membina diri baik-baik, tidak mendengarkan dengan baik-baik, “Kemelekatan akan aku”, hal apapun“AKU” yang paling utama. Jika di kemudian hari kalian tidak bisa merelakan juga tetap harus pergi meninggalkan, di dunia ada terlalu banyak ketidakberdayaan. Tidak rela, tidak mau melepas, tetap harus pergi. Memangnya kalian tidak pernah mendengar perpisahan antara hidup dan mati? Betapa beruntungnya memiliki Master yang baik di sisi kalian, masih tidak baik-baik menghargai, kalian murid-murid ini setiap hari tidak tekun membina diri, dalam sekejap balasan karma akan muncul. Kalian tahu, dua hari ini setelah Seminar Dharma berakhir, membuat berapa banyak orang tersadarkan. Master mengadakan satu kali Seminar Dharma bisa menyelamatkan banyak orang baru, ini adalah jasa kebajikan. Master sungguh sangat kasihan, Master tidak akan melepaskan siapapun orang yang bisa ditolong. Orang-orang yang datang menemui Master, maka Master berusaha menerawang untuk mereka. Menerawang itu sangat melelahkan. Master harus melihat seperti apa rumah mereka, apa warna sofanya, ini menguras banyak energi. Tujuan Master ingin supaya orang-orang yang tidak percaya itu menjadi percaya.
Kalian para murid benar-benar harus renungkan baik-baik, apa yang sudah kalian lakukan? Berapa banyak jasa kebajikan yang telah kalian lakukan? Jasa kebajikan yang sedang kalian lakukan sekarang dengan apa yang harus kalian korbankan di kemudian hari, apakah sudah sebanding? Diri sendiri harus paham, melakukan jasa kebajikan, kalian sendiri yang akan mendapatkannya, bukan milik orang lain. Jika kalian tidak membina diri dengan baik, ketika satu bencana datang dan tidak bisa menghindarinya, maka akan meninggal. Master beri tahu kalian, apakah jumlah orang yang mengidap kanker sekarang ini bisa dibandingkan seperti dulu? Sekarang ada berapa banyak orang yang mengidap kanker. Dahulu, ada satu orang yang mengidap kanker itu sudah heboh sekali, namun sekarang sudah tidak heran lagi. Master sekarang hanya menolong yang baik, tidak menolong yang jahat. Guan Shi Yin Pu Sa pun menyelamatkan kesadaran spiritual orang yang berjodoh. Mengapa Guan Shi Yin Pu Sa menolong kalian? Apa yang sudah kalian lakukan? Sekarang keluarga kalian sudah menjadi baik, lalu apa pengorbanan kalian? Apakah semua ini adalah hal-hal yang seharusnya kalian dapatkan? Master sudah lama tidak mengkritik kalian seperti ini. Master beri tahu kalian, jika kalian tidak membina diri baik-baik, bahkan Master pun tidak bisa menyelamatkan kalian.
Jasa kebajikan dari bersabar. Sangat sulit bagi seseorang untuk bersabar. Jasa kebajikan dari menjalankan sila dan pembinaan keras pun tidak sebanding dengan bersabar. Bisa menjalankan sila sudah cukup hebat bukan? menjalani pembinaan keras pun sudah sangat hebat bukan? Namun tidak sebanding dengan bersabar. Karena bersabar bisa mengikis karma burukmu, sedangkan pembinaan keras belum tentu bisa mengikis karma burukmu. Setiap hari ada banyak sekali kasus darurat yang datang mencari Master, begitu daftar darurat diletakkan di meja Master, maka kepala Master pun akan sakit. Akan tetapi Master tetap harus menolong orang. Kalian sudah melakukan berapa banyak jasa kebajikan? Pada saat di Seminar Dharma, demi membuat orang-orang percaya, banyak sekali energi yang Master habiskan. Memangnya kalian mengira Master sedang main-main dan bercanda? Harus benar-benar percaya pada hukum karma, segala hal yang terjadi pada diri kita semuanya adalah karma. Jangan marah, juga jangan keras kepala. Jika ingin bermain-main, bersikap licik, dan bersilat lidah, jangan membina diri di sini. Master sudah pernah berkata kepada kalian, Guan Yin Tang sangat berenergi positif. Kalian lihatlah Guan Shi Yin Pu Sa manjur atau tidak? Maka akan tahu.
Hari itu, sempat dengar ada seorang biksu datang ke Sydney, dan ada banyak orang yang pergi ke sana. Ada orang yang bertanya, apa pendapat Master? Bagus sekali, ada orang yang datang membabarkan Dharma, Master sangat senang. Sesungguhnya, orang yang memberi tahu Master ini ingin melihat apa reaksi Master. Memangnya Master bisa bereaksi seperti apa? Siapa yang membabarkan Dharma, maka dialah Bodhisattva. Hanya saja cara yang digunakan dalam membabarkan Dharma tidak sama, contoh, kamu menggunakan teknik tradisional pengobatan Tiongkok, sekarang para tabib tradisional bukankah menggunakan alat-alat medis yang paling modern untuk memeriksa pasien? Setelah selesai memeriksa lalu memberi obat, bukankah logikanya sama? Tabib tua sekalipun, jika tidak menggunakan peralatan medis yang modern tidak akan bisa mendeteksi penyakit pasien, lalu bagaimana meresepkan obat untuk pasien? Hanya dengan memeriksa denyut nadi saja? Sedangkan sekarang menggunakan B-scan, CT, pemeriksaan darah dan lainnya. Ingatlah, orang yang meninggal sekarang ini semakin banyak, balasan karma di dunia semakin cepat. Master beri tahu kalian, setelah tahun 2010, kalian lihat saja, hampir setiap bulan akan terjadi gempa bumi. Seperti bertengkar dan bercerai, pertama-tama pertengkaran kecil, lalu pertengkaran sedang, terakhir pertengkaran besar, kemudian bercerai. Sama seperti, awalnya gempa bumi kecil, lalu lihatlah apakah dia akan berhenti. Hawa buruk terlalu besar, setiap orang egois dan mementingkan keuntungan sendiri, setiap orang hanya memikirkan kepentingan sendiri. Master beri tahu kalian, tidak peduli muda atau tua, jangan masukkan pemikiran egois dan keuntungan pribadi ke dalam Ajaran Buddha Dharma. Apabila demi keuntungan diri pribadi lalu menghilangkan keuntungan orang lain, ini adalah dosa.
Hidup di dunia ini harus mempercayai hukum karma. Apabila kamu tidak benar-benar percaya, masih berpikir “Bukankah saya sudah bervegetarian? Bukankah saya sudah menjadi Buddhis? Bukankah saya sudah menjalankan sila?” Kemudian begitu keadaan buruk menimpa membuat semuanya menjadi tidak baik, dan akan segera berpikir, “Manjur atau tidak ya? Paritta yang saya lafalkan ini ampuh tidak ya?” Kembali ragu lagi, Ajaran Buddha Dharma manjur atau tidak? Maka telah menanam satu karma lagi. Karma apa ini? Ini disebut sebagai “Tidak memahami karma”. Tidak memiliki kebijaksanaan. Mengira asalkan diri sendiri membina pikiran, maka sudah cukup. Pahamilah bahwa balasan karmamu hanya tinggal menunggu waktu. Hal yang kalian janjikan harus ditepati, jika tidak ditepati memangnya masih pantas menjadi orang? Melakukan jasa kebajikan berdasarkan kesadaran sendiri, semuanya termasuk karma diri sendiri. Master beri tahu kalian, tidak paham juga merupakan karma, namanya ketidakpahaman karma. Contohnya, seseorang yang terus melakukan perbuatan baik, tunggu sampai ketidaklancaran menimpanya, maka kamu harus memahami bahwa ini merupakan balasan dari perbuatan buruk yang telah kamu lakukan di kehidupan sebelumnya atau di kehidupan ini, pembinaan dirimu di kehidupan ini tidak mencukupi maka tidak bisa menghilangkan kekuatan karma ini. Oleh karena itu, dalam membina pikiran tidak boleh mundur. Orang yang mundur dalam pembinaan pikiran akan menerima balasan karma yang lebih besar daripada orang yang tidak membina pikiran, karena kamu sudah pernah menerima berkat dari Bodhisattva.
Seminar Dharma yang begitu besar, sangat tidak mudah. Coba lihat, kemarin ada berapa banyak orang yang melakukan pelepasan makhluk hidup? Lebih dari sepuluh mobil truk besar. Jika bukan jasa kebajikan Guan Shi Yin Pu Sa, bagaimana mungkin bisa ada begitu banyak orang yang pergi? Kalian tidak menghargai makhluk-makhluk itu. Hari itu setelah Seminar Dharma, Master selesai berbicara, namun terus dikelilingi oleh orang-orang, agar mereka memiliki kesempatan, supaya mereka memiliki kepercayaan diri, supaya mereka tahu kalau ada orang yang akan menyelamatkan mereka. Coba kalian renungkan sendiri, berapa banyak jasa kebajikan yang telah kalian lakukan? Walau Master menolong orang seperti ini, namun Master masih merasa jasa kebajikan Master tidak cukup. Master tidak bisa menolong begitu banyak orang, Master hanya bisa menjawab pertanyaan mereka dengan satu kalimat. Kalian harus meneladani semangat Master ini, jangan hanya mementingkan diri sendiri. Saat keadaan keluarga sudah lebih baik, anak menjadi lebih baik, sudah membeli rumah, suami sudah baik, maka sudah tidak peduli apapun lagi. Kalian datang membina diri demi keluarga kalian, hari ini lebih tekun, besok tidak berusaha, lusa kembali berusaha keras, tulat tidak mau berusaha… selamanya ada keegoisan yang mengacaukan diri kalian. Lalu bagaimana kalian membina diri? Begitu murid terjadi masalah, memangnya Master tidak sedih? Juga sedih. Setelah diangkat menjadi murid, maka Master pasti memikirkan mereka. Siapa yang tidak memiliki masalah? Siapa yang tidak bermasalah di rumahnya? Banyak orang yang pada mulanya tidak membina diri baik-baik, namun begitu ada masalah di keluarganya, maka menjadi jodoh pendukung baginya. Diri sendiri harus bersungguh-sungguh, harus baik-baik bertobat. Jangan tunggu sudah bermasalah baru berubah, sebelum ada masalah juga harus memperbaiki diri. Jangan tunggu sampai dilanda gempa bumi baru melarikan diri, sebelum ada gempa bumi, diri sendiri harus membina pikiran baik-baik, agar bencana tidak datang.
Master beri tahu kalian, hidup harus berlomba dengan ketidakkekalan, membina diri juga berlomba dengan ketidakkekalan. Apa itu ketidakkekalan? Waktu hidup kita di dunia ini tidak panjang, segala hal tidak ada yang kekal. Hari ini adalah suami istri, besok sudah tidak lagi; Hari ini anak bersikap baik kepadamu, besok anak tertindih dan meninggal dunia. Kalian harus memahami tragedi menyedihkan di dunia ini! Coba kalian pikirkan, kita harus berjuang dalam hidup, berlomba dengan ketidakkekalan, ini menandakan apa? Sesungguhnya ini berarti kalian harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum ajal menjemput. Banyak orang yang tidak membina diri, hanya tahu bermain mahjong, berwisata ke mana-mana, hidup ini sangat singkat, setelah meninggal, akan pergi ke mana? Kalian adalah murid Master, yang sudah berada di tengah keberuntungan namun tidak mensyukurinya, kalian masih tidak mau mendengarkan perkataan Master baik-baik. Oleh karena itu, “Ketika jodoh dan karma tiba, balasannya tetap ditanggung sendiri.” Ketika jodoh sudah bertepatan, maka balasan karma sudah datang. Jodoh dan balasan karma bagaikan bayangan yang menyertai dan selalu berada di sisimu, setiap hari berada di sampingmu. Sekali lenyap, maka tidak ada lagi. Apa yang kalian lakukan setiap hari? Demi uang, demi ketenaran, demi keuntungan, demi keluarga, demi anak… Kalian tidak tahu, jika kalian hidup demi semua makhluk, bukankah anak dan keluarga kalian semuanya termasuk di dalamnya? Ada berapa di antara kalian yang hidup demi semua makhluk? Master hari ini ingin bertanya, dalam Seminar Dharma Master kali ini, ada berapa orang yang merupakan keluarga saya?
Master sudah pernah beri tahu kalian, ada banyak Dewa Pelindung Dharma datang dari Alam Asura, mereka sangat hebat. Sewaktu makan, berdoa sebentar, berkata, “Terima kasih Guan Shi Yin Pu Sa”, ini juga ada jasa kebajikannya. Bisa makan dengan baik, juga merupakan suatu jasa kebajikan; Jika tidak bisa makan dengan baik, ini juga merupakan buah karma buruk. Oleh karena itu, ketika makan tidak boleh bertengkar, terutama tidak boleh mengetuk-ketuk mangkuk. Apakah pernah mendengar orang-orang tua dulu mengatakan? Mengetuk mangkuk sama dengan “Mengumpat langit”. Makanan, beras, semuanya adalah pemberian Surga. Sebelum makan, dalam hati berpikir: “Terima kasih atas welas asih Guan Shi Yin Pu Sa”, maka sudah memiliki jasa kebajikan. Mengembangkan bodhicitta bisa menumbuhkan jiwa kebijaksanaan tubuh dharmamu. Tubuh Dharma adalah tubuh fisik kita sekarang, sedangkan dunia ini dinamakan alam Dharma. Jiwa kebijaksanaan, berarti memiliki kebijaksanaan dan terbuka kesadaran. Apabila ada orang yang meracuni makanan kalian, jika setiap hari kamu sebelum makan dan berkata: “Terima kasih atas welas asih Guan Shi Yin Pu Sa”, maka kamu tidak akan mengonsumsi makanan beracun, dan tidak akan membuatmu mati. Dulu ada seorang biksu yang pernah diracuni orang lain. Ketika makanan sampai di tenggorokannya, racun sudah hilang, sangat aneh sekali. Sama seperti Bodhisattva Ji Gong makan daging. Banyak orang yang melihat mulutnya makan daging, sesungguhnya Dia sedang menertawai orang-orang di dunia, ketika daging sampai ke tenggorokannya akan hilang semua, karena dia adalah tubuh Bodhisattva. Maka jika ada orang yang meracunimu, maka Naga Langit akan membantumu menghilangkannya, dijamin kamu tidak apa-apa. Sesungguhnya Naga Langit adalah Pelindung Dharma besar.
Jika tidak ingin diketahui orang lain, terkecuali diri sendiri tidak melakukannya. Coba pikirkan, dulu kalian sudah melakukan berapa banyak kejahatan. Master memberi kalian kesempatan untuk memperbaiki diri, supaya kalian membina pikiran dengan baik, kalian masih tidak mau memanfaatkan kesempatan dengan baik? Masih tetap membawa kekurangan diri yang dulu? Ketahuilah bahwa kekurangan diri akan mendatangkan halangan karma buruk.
Hanya orang yang fokus melafalkan paritta, pikiran akan bersinar, dan dihormati oleh roh-roh dan para Dewa. Siapa di antara kalian yang hatinya bersinar? Di Akhirat ada hantu, juga ada dewa. Dewa mengatur hantu, seperti pemimpin. Banyak orang yang setelah sampai di Akhirat dalam waktu lama tidak mau keluar. Master tidak ingin mengatakannya, sesungguhnya orang-orang ini sudah menjadi dewa, namun mereka adalah dewa-dewa di Akhirat, mereka makan daging, makan makanan persembahan itu.
Master mengatakan, ada seorang pencuri dalam pikiran kalian, itu adalah “khayalan”. Segala khayalan kalian adalah pencuri. Kalian jangan malah memuja pencuri itu, jangan mengira bahwa khayalan diri sendiri sangat bagus. Contoh: ingin membeli lotere, masih beralasan indah kalau bisa menang, akan menyumbangkan 10 ribu dolar ke Guan Yin Tang. Jika kamu menganggap khayalan sebagai pencuri, bukankah berarti kalian “mengakui penjahat sebagai ayah” kalian? Jangan memedulikannya, harus memiliki pemikiran yang benar, maka khayalan akan pergi dengan sendirinya. Master menggunakan kata-kata yang lebih mudah untuk menyampaikannya kepada para murid seperti kalian. Sudah tidak ada cara lain lagi, saya mohon kepada kalian. Apakah kalian ingin baik di kemudian hari? Maka lakukanlah lebih banyak jasa kebajikan. Demi kebaikan di kemudian hari, lalu melakukan jasa kebajikan, malu atau tidak? Tingkatkan kesadaran spiritual kalian sedikit, sering memikirkan hal-hal yang benar, maka pemikiran yang mengganggu akan hilang.
