42.“Perilaku, Ucapan, Pikiran” Yang Seharusnya Diperhatikan Seorang Murid (Bagian 1) 弟子应注意的“身口意”(一)

42.“Perilaku, Ucapan, Pikiran” Yang Seharusnya Diperhatikan Seorang Murid (Bagian 1)

Kita semua berkumpul bersama, asalkan ada satu dua orang yang sangat menyebalkan, sudah bisa merusak suasana hati semua orang. Oleh karena itu, para praktisi Buddhis yang membina pikiran, harus memperbaiki dirinya secara total mulai dari hati dan pikirannya. Jika masih membawa suatu pemikiran liar duniawi, maka dia selamanya tidak akan bisa memperoleh sukacita Dharma. Karena dia hidup di dunia ini hanya tahu mengkritik semua orang dan mencari kekurangan orang lain, maka hidup orang ini akan sangat melelahkan. Kalian belajar mengikuti Master, apa yang dipelajari? Yakni belajar untuk memandang orang lain sebagai orang baik. Di dunia ini tidak ada satu pun orang jahat, hanya ada karma. Apabila kalian sekarang masih menganggap orang ini sebagai orang jahat, atau orang itu sebagai orang jahat, maka Master beri tahu kalian, dirimu sendiri adalah orang jahat. Master tidak suka kalian menjelek-jelekkan orang ini atau orang itu. Semuanya boleh dikatakan, namun ada satu yang tidak boleh diucapkan, yakni tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain. Kalian sekarang harus membuka telinga kalian lebar-lebar dan dengarkan ini: Jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang ini atau orang itu di telinga kalian, maka orang ini juga bukan orang yang baik.

Sebagai orang yang membina pikiran, harus baik hati dan rajin. Hari ini Master duduk di sini melihat kalian begitu banyak orang, siapa yang sekuat tenaga melakukan jasa kebajikan, siapa yang giat bekerja, Master bisa melihatnya dengan sangat jelas. Kita menekuni Dharma sama dengan belajar bersikap dan berperilaku yang baik, seperti pepatah bisa menjadi pribadi yang baik baru bisa mencapai Kebuddhaan. Apakah Buddha itu? Dengan kata lain, di dunia ini kamu bisa menjadi orang yang baik, layaknya Buddha dan Bodhisattva, Buddha adalah pembimbing kita dalam bersikap dan berperilaku. Saat kamu sudah bisa menjadi orang yang baik, maka kamu adalah Buddha. Jika bahkan sebagai manusia saja, kamu gagal memerankannya dengan baik, lalu kamu membina pikiran apa lagi? Mulai ke depan nanti mulailah berusaha berubah, bahkan keluarga diri sendiri, sebisa mungkin jangan menjelek-jelekkan mereka. Suami sendiri, istri sendiri, anak sendiri, sebisa mungkin jangan membicarakan kejelekkan mereka. Jika memang benar-benar ingin membicarakan mereka, apa yang dibicarakan? “Oh, dia sudah banyak kemajuan. Masih ada sedikit kekurangan pada dirinya, kita harus membantunya.” Menekuni Dharma tidak boleh bersikap sombong, justru harus bisa melepas kesombongan ini, menekuni Dharma bertujuan untuk mengubah diri sendiri menjadi orang biasa. Tidak peduli siapapun dirimu, saat kamu datang kemari untuk menekuni Dharma, maka kita semuanya sama.

Kalian boleh menggunakan mata kalian untuk melihat, jika murid Master, sekarang masih ada berapa orang yang suka bergosip membicarakan kejelekkan orang lain? Apakah masih ada orang yang tidak mau bekerja? Apakah ada orang yang tidak berusaha keras untuk membabarkan Dharma? Coba kalian pikirkan, mudah untuk memuji orang lain, juga mudah menjelek-jelekkan orang lain, ini namanya membina pikiran. Master beri tahu kalian, di manapun, baik makan maupun bekerja, semuanya adalah sebuah jodoh. Hari ini kita semua bisa bersama, adalah sebuah jodoh. Kalian juga melihatnya di internet. Ada seorang teman se-Dharma, adik ipar perempuannya terinveksi virus HIV karena transfusi darah, ayahnya juga bekerja keras, biasanya mereka hidup hemat, namun dia bisa mengeluarkan ribuan Yuan untuk melepaskan makhluk hidup, ini sangat tidak mudah. Mereka juga berjodoh dengan kita. Welas asih bagi seseorang sangatlah penting, sebagai orang harus memiliki welas asih. Kalian harus membuat orang lain merasakan bahwa di dunia ini penuh dengan cinta kasih. Artikel yang ditulis teman se-Dharma ini membuat banyak orang menitikkan air mata, begitu banyak orang yang membacanya pun merasa sedih, ini melahirkan perasaan welas asih pada semua orang. 

Apa yang Master katakan kepada kalian selalu dikatakan dengan sangat jelas. Semua sebab pasti akan membentuk akibatnya, semua akibat pasti memiliki sebab yang membentuknya, hukum karma di dunia ini tidak akan bisa terelakkan. Master ingin kalian mengawalinya dari diri sendiri. Baik para murid, maupun orang-orang yang turut mendengarkan, maupun sukarelawan di Dong Fang Tai, jika tidak memperbaiki kekurangan diri sendiri, maka Master akan merasa tidak senang. Harus berubah total. Siapa yang masih berani menjelek-jelekkan orang lain di belakang, berarti tidak membina diri baik-baik. Master berharap kalian jangan berpura-pura membina diri. Jika kalian mengikuti Master baik-baik membina diri, maka binalah diri kalian baik-baik; Jika kalian hanya berpura-pura, maka kalian akan meninggalkan Master. Karena ini ada balasan karmanya, karena orang yang membina dirinya dengan baik, maka balasan karma yang akan diterimanya sangat besar, jika sudah baik akan menjadi lebih baik; Sebaliknya jika kamu tidak membina diri dengan baik, maka jika sudah buruk akan menjadi semakin buruk. Orang yang sering menciptakan karma ucapan akan turun ke alam bawah. Master tidak bercanda. Bukankah Master pernah mengatakannya? Banyak orang yang gagap bicara, apa penyebabnya? Karena mereka di kehidupan sebelumnya memarahi orang lain, menjelek-jelekkan orang lain. Coba pikirkan, seumur hidup ini tidak bisa berbicara dengan jelas, memangnya balasan karmanya masih ringan? Kalian harus baik-baik membina diri.

Kalian semua bisa berkumpul bersama di sini, sesungguhnya merupakan suatu bentuk kasih sayang Master kepada kalian. Master juga melihat kalian melakukan jasa kebajikan. Banyak orang dengan sendirinya keluar dan melakukan banyak hal, mereka sangat tekun, biasanya pun Master memperhatikannya. Namun ada juga banyak orang yang tidak melakukan jasa kebajikan, memangnya Master tidak tahu? Jangan mempermainkan ajaran Buddha Dharma, kalau tidak pada akhirnya diri sendiri pun tidak tahu bencana apa yang akan menimpamu. Dharma yang memang benar adalah Dharma yang benar. Ketersesatan diri sendiri, diri sendiri tidak melakukan hal-hal baik, maka akibatnya adalah buah karma yang akan menyertainya.

Harus manfaatkan waktu baik-baik! Lihat bencana yang terjadi di dunia ini sekarang, banyak yang meninggal dan terluka. Coba kalian lihat, di Sungai Yang Tze di Tiongkok ada 13 juta orang yang menjadi korban; Coba lihat, bencana di Haiti memakan korban 25 ribu orang. Harus menggunakan praktik nyata untuk membuktikan pembinaan pikiran diri sendiri, belajarlah untuk menjadi rajin, kerja keras sesungguhnya adalah sesuatu yang sangat baik untuk melatih tekad pembinaan pikiran diri sendiri. Inilah mengapa banyak kuil menerapkan aturan untuk membuat orang-orang bekerja keras. Master sudah bicara dengan jelas, siapa murid yang baik, Master pasti melindunginya. Di dunia ini, membantu orang baik terlebih tahulu, tidak membantu orang jahat. Dimulai dari melatih mulut sendiri, diawali dari membina pikiran sendiri. Ketahuilah, menjalani hidup tanpa membandingkan, kamu baru bisa benar-benar menikmati hidupmu. Kamu tidak membandingkan baik maupun buruk dengan orang lain, berarti kamu benar-benar mendapatkan kehidupan ini. Hari ini kamu bisa mengatakan, “Saya tinggal di rumah sebesar ini, supaya saya bisa bersaing dengan orang-orang lain”, itu bukanlah hidup yang sesungguhnya. Karena begitu membandingkan akan melahirkan ketamakan. Segalanya adalah ilusi yang palsu. Hari ini bisa memiliki rumah ini, besok bisa menjualnya. Semuanya itu palsu, hanya hati ini yang nyata.

Standar Master kepada para murid sangat tinggi. Jika kalian hari ini mengikuti Master, maka hanya ada satu jalan, yakni membina diri baik-baik, belajar baik-baik. Jika kalian sendiri tidak mau belajar baik-baik, di rumah masih mengira, dia adalah suami saya, mengira dia adalah istri saya, maka saya bisa berbicara sesuka hati, saya bisa bertindak sewenang-wenang, maka pasti tidak akan memperoleh buah karma yang baik. Orang lain sedang membina dirinya, sedangkan kamu tidak, maka kamu  akan disingkirkan oleh masyarakat ini, dan tersingkirkan oleh sifat Kebuddhaan diri sendiri. Selalu mencari kekurangan pada diri orang lain, sedangkan pembinaan orang lain sekarang semakin baik, maka kamu tidak akan baik. Suamimu membina diri semakin baik, jika dirimu sendiri tidak membina diri, maka dirimu akan tereliminasi. Mengapa sekujur tubuhmu semuanya pegal linu? Mengapa dia tidak? Mengapa orang ini sudah terkena kanker sekarang masih begitu sehat? Mengapa dia mati, sedangkan dia masih hidup? Ini adalah karma dari membina diri. Seseorang yang bahkan tidak mengetahui untuk membina diri dan pikirannya, maka tidak termasuk tersadarkan di dunia ini. Membina pikiran demi membina perilaku, sedangkan membina perilaku demi membina pikiran. Berpura-pura sebaik apapun juga tidak ada gunanya. Maka ingat baik-baik: harus membina diri baik-baik. Master mengizinkan kalian melakukan kesalahan, tetapi jika kalian tidak berubah, Master tidak menyukainya. Ingatlah, kalian membina diri mengikuti Master, maka Master bisa membuat kalian menjadi baik, Guan Shi Yin Pu Sa begitu memperhatikan kalian, maka kalian tidak akan tertimpa malapetaka. Namun jika tidak membina diri, maka kalian hanya bisa berjalan mengikuti nasib kalian sendiri.

Kekuasaan sama dengan gembok, kekayaan bagaikan awan yang melayang pergi. Hari ini kamu memiliki kekuasaan, sama dengan memakaikan gembok pada diri sendiri. Jika kamu punya uang, maka tunggu sampai masa ini berlalu, ia akan seperti awan yang berlalu pergi, semuanya tidak akan ada lagi. Jika hari ini kalian mengikuti Master menekuni ajaran Buddha Dharma dengan baik, maka akan terlahir perasaan bersyukur. Perasaan syukur terlahir dari dalam hati. Masalah tidak takut banyak, juga tidak takut sedikit. Seorang praktisi Buddhis harus bisa seperti Bodhisattva, terhadap masalah apapun harus berebut mengerjakannya. Master mengetahui semuanya. Jika hanya berbicara di mulut, tidak ada gunanya. Kekurangan orang-orang adalah mulutnya, maka yang harus dibina adalah mulut ini. Harus benar-benar membina diri baik-baik. Medan aura Master sudah sangat bersih, sama sekali tidak bisa menerima hal-hal kotor sedikit pun. Maka benda yang kotor, lebih baik Master tidak mau. Master mengatakan hal ini: sesuatu yang benar harus dibina benar-benar dengan segenap jiwa, gunakan segenap hatimu untuk membinanya, maka kamu baru bisa membina dengan baik. Jika kamu tidak tulus membinanya, maka kamu tidak akan memperoleh ajaran Buddha Dharma yang sesungguhnya. Jika kamu tidak bisa membina sampai ke intisari di dalam dirimu, maka pembinaan ini akan sia-sia, dan akan kehilangan hal yang paling suci di dunia ini.

Segala hal yang kalian lakukan di Guan Yin Tang, diketahui oleh Alam Surga. Hanya orang yang tidak mengerti baru tidak merasa takut, seperti orang yang tidak memahami hukum, dia tidak tahu kalau suatu hari dia akan ditangkap. Apakah kalian melihat Zhou Cang Pu Sa di sebelah Guan Di Pu Sa? Zhou Cang Pu Sa juga merupakan Dewa Pelindung Dharma. Kalian pandangi matanya selama satu menit, coba lihat apakah kalian akan merasa takut? Kecuali kamu tidak melakukan kejahatan. Jika kamu melakukan kejahatan, maka kamu pasti akan merasa takut. Oleh karena itu, Master beri tahu kalian, semua orang tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain. Kalian harus saling mengingatkan, jika ada siapapun yang membicarakan kejelekkan orang lain, maka orang ini tidak membina dirinya. Master sudah mengatakan dengan jelas kepada para murid: harus saling melindungi dan menyayangi, harus saling membantu, Master baru bisa benar-benar menyukai kalian murid-murid ini.

Master minta kalian untuk mendisiplinkan diri sendiri. Kalian harus mendengarkan ajaran Buddha Dharma yang Master ajarkan dengan baik, membina diri baik-baik mengikuti Master. Siapapun yang benar-benar membina dirinya baik-baik, maka dalam sekejap bisa mengubah nasibnya sendiri, dalam sekejap bisa mengubah peruntungannya sendiri. Mengapa ada orang yang melafalkan paritta bisa terwujud permohonannya dengan cepat, sedangkan orang lain yang melafalkan paritta tidak begitu? Yang paling penting adalah pikiran. Jika hari ini kamu benar-benar tulus, maka itu sudah cukup.