20. Mentransformasi Karma Tetap, Mengubah Karma Bersama
Seseorang yang memahami hukum karma, dia tidak akan melakukan kejahatan, dia tidak akan berani melakukan hal-hal yang jahat, karena dia tahu, hari ini melakukan kejahatan, pasti akan ada buah karma. Sama seperti memberi tahu kalian bahwa di dunia ini harus memahami hukum. Apabila kamu tidak memahami hukum, kamu tidak tahu bahwa di dunia ini masih ada hukum yang berlaku, maka kamu akan menjadi orang yang tidak takut terhadap apapun, dan akan menciptakan banyak bibit penyebab karma buruk. Oleh karena itu, hal yang paling penting yang ingin Master tekankan untuk kalian yaitu harus memahami hukum karma. Karena bila kamu tidak membiarkan bibit buah karma buruk tumbuh besar, maka dia tidak akan“matang”, dan tidak akan ada balasan karma. Oleh karena itu, kita tidak boleh berpikiran buruk, karena sesungguhnya berpikiran buruk sama dengan menggerakkan bibit karma buruk. Jika ditambah lagi dengan kita melakukan hal-hal buruk, berarti sama dengan“menyentuh”nya lagi. Sama seperti kita menyentuh sel kanker, jika tidak“diusik”, maka dia tidak akan berkembang biak, benar tidak? Jika hari ini kamu menyentuhnya, besok kembali menyentuhnya, maka semakin lama akan semakin terasa sakit. Jika tumbuh satu benjolan kecil di tubuh, lalu tanganmu terus-menerus merabanya, maka akan tumbuh semakin besar, kamu tidak menyentuhnya, maka dia tidak akan membesar. Apabila kamu sering berpikir, “apakah ini ada kemungkinan kanker?” Maka perlahan, benjolan ini akan berubah menjadi kanker. Jika terjadi penyimpangan dalam pemikiran seseorang, maka sesungguhnya hal ini bisa menyebabkan munculnya penyimpangan dalam perilakunya, karena pemikiran mengendalikan perilaku. Begitu juga dengan karma, jika kamu bisa mengendalikan “sebab”, berarti kamu sudah mencegah “akibat”. Oleh karena itu, harus diingat: kita jangan mengusik sel kanker. Jika ada salah satu bagian di tubuh kita yang sakit, merasa tidak senang, jangan terlebih dulu berpikir apakah saya terkena kanker. Mengerti? Selain itu, terhadap segala hal jangan memiliki pemikiran atau dengan sengaja bersinggungan dengan suatu hal. Dengan kata lain, terhadap hal-hal yang tidak baik, jangan sengaja membuatnya menjadi lebih buruk, contoh hari ini orang ini datang dan melihat ke arah kamu dengan pandangan yang terlihat sangat tidak senang. Setelah kamu melihat pandangan matanya, maka jangan sengaja memicu masalah dalam hal ini. Orang lain merasa tidak senang sebenarnya mungkin karena ada masalah di rumahnya yang membuatnya tidak senang, kalau setelah kamu melihatnya, lalu menggunakan pemikiranmu sendiri, berpikir: “Aduh, dia hari ini tidak senang terhadap saya.” Maka selanjutnya sel otak kamu mulai bergerak: “Apakah saya melakukan kesalahan terhadap dia? Apakah saya pernah mengatainya? Apakah saya begini begitu…” tidak henti-hentinya berpikir seperti itu. Pertama, ini membuat sel otak menjadi mati; Kedua, telah menggerakkan bibit sebab yang tidak baik. Untuk apa kamu memikirkan hal ini? Untuk apa kamu menggerakkan bibit sebab yang tidak baik? Karena setelah kamu menggerakkannya, maka pasti akan muncul satu pemikiran yang menyimpang dalam pikiranmu. Pemikiran yang tidak benar disebut juga pemikiran yang menyimpang. Setelah pemikiran ini muncul akan menyakitimu. Karena kamu mengira inilah penyebabnya, lalu kamu membalas dia, atau memberi penjelasan, sesungguhnya justru ini karena bibit penyebab yang tidak baik mulai “bekerja” di dalam otakmu. Oleh karena itu, jangan sengaja mengusik hal-hal yang tidak baik. Jika jelas-jelas tahu bahwa diri sendiri tidak mampu mengendalikan diri dalam hubungan asmara, maka jangan sembarangan melihat atau melakukan apapun dalam hal ini. Jika tidak bisa mengendalikan diri dalam masalah keuangan, maka jangan berhubungan dengan hal keuangan. Oleh karena itu, Master beri tahu kalian, karena kamu mengusik segala hal baru akan mempercepat perkembangnnya. Jika hari ini kamu terus-menerus “menyentuh” bibit karma baik, maka buah karma baik akan terus-menerus bermunculan; Jika hari ini kamu tidak henti-hentinya “menyentuh” bibit karma buruk, maka akan muncul buah karma buruk. Misalnya, hubungan pasangan suami istri yang sudah tidak baik, setiap hari bertengkar, maka sesungguhnya mereka setiap hari sedang “menyentuh” bibit sebab yang tidak baik, yang pada akhirnya menjadi malapetaka, yakni pertengkaran dan perceraian. Apabila kamu setiap hari menyentuh bibit karma baik, maka jalinan hubungan kedua orang akan menjadi semakin baik. Inilah kebaikan dan keburukan yang ingin Master jelaskan kepada kalian. Bibit baik adalah karma baik, bibit buruk adalah karma buruk, ini adalah dasarnya. Setiap orang memiliki sisi baik dan sisi buruk, asalkan hari ini kamu terlahir sebagai manusia, maka tidak mungkin tidak memiliki buah karma buruk. Ini seperti seorang manusia yang pastinya memiliki sel darah putih dan sel darah merah di tubuh.
Selanjutnya Master membahas dengan kalian, apakah seorang manusia bisa mengubah karma tetap yang dimiliki? Karma tetap seseorang mudah diubah, namun karma bersama yang dilakukan banyak orang sangat sulit untuk diubah. Karma tetap seseorang adalah halangan karma buruk yang sudah ditetapkan, dengan kata lain ini merupakan bibit karma buruk yang ditanam di kehidupan sebelumnya, yang waktu pembalasannya tiba di kehidupan ini. Akan tetapi sangat sulit untuk mengubah karma bersama. Semua orang bersama-sama melakukan kejahatan, saat hawa buruk ini dibalaskan, maka semua orang bersama-sama menanggungnya. Namun meskipun semua orang bersama-sama menanggung, tetapi saya akan beri satu contoh sederhana: jika di sekolah dalam satu kelas terdapat 30 orang murid bersama-sama melakukan kejahatan, hanya ada satu anak yang tidak ikut melakukan kejahatan. Ketika guru menghukum semua murid berdiri, ada satu murid yang berkata: “Saya tidak melakukannya”. Maka murid ini akan terbebas dari hukuman ini. Dengan kata lain, jika saat semua orang melakukan kejahatan, kamu tidak terlibat, tidak turut melakukan, maka meskipun saat balasan karma bersama tiba, walau kamu juga akan tertimpa bencana, akan tetapi kamu tetap bisa selamat. Mengerti? Seperti dalam bencana gempa bumi besar di Tang Shan, ada banyak orang baik, juga ada banyak orang jahat. Ketika gempa bumi terjadi, orang-orang jahat dan orang-orang baik, semuanya akan menerima karma bersama ini. Akan tetapi ada sebagian orang yang berlindung di bawah meja, ada sebagian orang yang rumahnya tidak ambruk, ada juga orang yang kebetulan berdinas ke luar kota, orang-orang ini bisa terhindar dari balasan karma bersama. Orang-orang ini adalah orang-orang yang ketika semua orang melakukan karma bersama, dia tidak turut serta melakukannya, maka dia tidak akan menerima buah karma buruk ini. Kita di sini menekuni Ajaran Buddha dan mempraktikkan Dharma, kita sedang menyelamatkan kesadaran spiritual semua makhluk, maka ketika bencana datang, kita pasti akan selamat, benar tidak? Bodhisattva telah menempatkan sebuah kotak di dalam jiwa setiap orang, ini seperti kotak hitam dalam pesawat, kotak ini merekam semua kebaikan dan kejahatan yang kamu lakukan seumur hidup. Dan kotak hitam ini harus menunggu hingga pesawat hancur, dengan kata lain sama seperti saat kita meninggal, “kotak hitam” ini baru akan berfungsi. Boleh mengeluarkan kotak hitam ini, maka bisa mengetahui segala hal yang terjadi dalam penerbangan, kemudian baru bisa mengambil kesimpulan mengapa pesawat tersebut bisa jatuh. Dengan kata lain, di dalam kesadaran kedelapan kita terdapat sebuah kamera yang paling bagus, yang merekam kesusahan, perilaku, perbuatan baik, dan perbuatan buruk yang kita lakukan seumur hidup, tunggu sampai kamu diadili di bawah sana, maka bisa terlihat dengan jelas semua yang kamu lakukan seumur hidup ini. Coba pikirkan saja, siapa yang bisa kamu bohongi? Sekalipun jarak tiga kaki dari kepalamu tidak ada Dewa, namun kamu sudah menanam karma di dalam kesadaran kedelapan, maka pikiranmu sendiri akan memberi tahu bahwa dirimu adalah orang yang berdosa. Seperti orang-orang yang mengetahui bahwa dirinya adalah orang jahat. Banyak orang yang sudah masuk penjara, jika kamu berkata padanya: “Kamu bisa menjadi orang baik.” Dia akan menjawab:“Saya sudah menjadi orang yang jahat.” Karena kesadarannya sendiri memberi tahu dia: “Kamu sudah memiliki banyak halangan karma buruk, sudah memiliki banyak jodoh buruk, yang menyebabkan balasan karmamu, oleh karena itu, kamu adalah orang jahat.” Mengerti? Oleh karena itu dikatakan, mencelakai orang lain sama dengan mencelakai diri sendiri, setelah mencelakai diri sendiri lalu kembali mencelakai orang lain. Maka yang paling bagus adalah jangan mencelakai siapapun, bahkan jangan memiliki sedikit pun pemikiran, juga jangan ada perilaku seperti, juga jangan terlontar ucapan dalam hal ini. Saya beri tahu kalian, jika hari ini gigimu sakit, ini juga disebut sebagai balasan karma. Kamu mungkin akan berpikir, yang Master katakan terlalu berat, sesungguhnya apa yang saya katakan sedikit pun tidak berat. Apabila ini bukan balasan karma dari arwah asing terhadap kamu, maka ini merupakan balasan karma dari kebiasaan hidupmu dalam waktu yang lama. Karena kamu tidak sikat gigi, atau tidak menyikatnya dengan bersih, atau kadang-kadang sikat gigi, kadang-kadang tidak, atau karena kamu makan terlalu banyak makanan manis, dan lain-lain, semua penyebab ini menyebabkan sakitnya gigimu pada hari ini. Atau kamu juga bisa mengatakan, bahwa seiring dengan bertambahnya usia, gigi akan semakin kekurangan kalsium dan melonggar. Ini juga benar, namun mengapa ada sebagian orang yang walaupun sudah berusia 70an tahun, giginya masih baik-baik saja? Sedangkan kamu, berapa usiamu)? Mengapa gigimu sudah tidak bagus? Ini adalah buah karma. Coba pikirkan, hal ini terjadi karena tidak memiliki pengetahuan umum dan tidak menjalani kebiasaan hidup yang benar. Seperti anak-anak kita, di mana meminta dia setiap hari hati-hati terhadap ini atau itu, namun dia mengacuhkannya, maka jika suatu hari nanti sakit, dia sendiri yang akan bersedih, bukan kita yang bersedih. Sama seperti Master melihat kalian, setiap hari kalian melakukan kesalahan, menciptakan karma buruk, setiap hari Master menasihati kalian, menjabarkan logika kebenaran kepada kalian. Tenggorokan saya sudah serak, tetapi kalian tetap tidak mau dengar, apalagi yang bisa saya lakukan?
Meskipun karma bersama dan karma tetap sulit diubah, namun karma bersama memiliki satu kesamaan: walaupun Buddha dan Bodhisattva tidak bisa mengubah karma tetap, akan tetapi Buddha dan Bodhisattva bisa membuatnya bertransformasi. Apakah kalian mengerti? Karma tetap tidak bisa diubah, tetapi bisa ditransformasikan. Apa yang dimaksud dengan transformasi? Sesungguhnya mentransformasi sama dengan mengubah, tetapi tidak bisa dikatakan tidak ada. Satu contoh yang sering Master katakan: ketika kamu salah menulis di kertas, lalu apakah huruf yang salah di kertas ini bisa dihapus? Ini yang disebut sebagai karma tetap tidak bisa diubah. Akan tetapi dengan menggunakan penghapus untuk menghapusnya, atau tip-ex untuk menghilangkannya, bukankah terjadi perubahan? Karma tetapmu tidak bisa diusik, akan tetapi bisa membuatnya berubah, oleh karena itu, sangat penting untuk mentransformasikannya. Terhadap satu benda yang sama, jika bisa mentransformasikannya, maka dia tidak akan menyakitimu. Seperti sebuah pisau, sebuah pisau yang bisa membunuh orang, jika kamu mentransformasikannya, maka dia akan menjadi sebuah pisau pemotong barang. Jika kamu membuat seorang jahat menjadi baik, maka dia akan menjadi orang baik, menjadi orang yang berguna, orang yang berguna bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita harus bisa mentransformasikannya. Bodhisattva datang ke dunia ini bukan untuk menghukum manusia, melainkan datang untuk membantu manusia terbebas dari kesusahan dan penderitaan, datang untuk mentransformasikan pemikiran dan kesadaran manusia. Oleh karena itu, harus bisa memahami hal ini. Lalu bagaimana cara mengubah karma ini? Pertama, menyembah Buddha. Kedua, pertobatan dari dalam. Pertobatan dari dalam, berarti bertobat dari dalam hati. Seseorang yang memahami pentingnya pertobatan adalah orang yang sangat cerdas. Kalian harus belajar melakukan pertobatan dari dalam, hanya orang-orang yang mau bertobat baru bisa mengubah karma; Jika seseorang tidak mau bertobat, maka orang tersebut tidak bisa diselamatkan. Sekali lagi, saya ingatkan kalian: di kemudian hari, tidak peduli apapun kesalahan yang telah dilakukan, kalimat pertama yang harus diucapkan adalah “maaf”. “Gantungkan” kata maaf di mulutmu, meskipun kamu benar, tetap harus meminta maaf kepada orang lain. “Maaf” tidak menandakan bahwa kamu pasti bersalah, “Maaf” melambangkan tingkat kesadaran spiritualmu. Karena segala hal di dunia ini tidak ada benar dan salah, oleh karena itu, tidak peduli apapun yang terjadi, kamu katakan saja: “Saya yang bersalah, maaf.” Seperti banyak orang yang berbicara di dalam rapat, “Maaf, tidak tahu apakah yang saya katakan hari ini benar atau tidak, mohon kalian memaafkan dan mentolerirnya. Sekarang saya akan mengutarakan pandangan saya…” Lalu apakah kata “maaf” ini telah merendahkan martabatnya? Tidak. Sebaliknya malah meninggikan martabatnya. Seseorang yang setiap hari mengatakan kalau dirinya benar, sesungguhnya ia belum tentu benar. Sedangkan orang yang sering mengatakan, “Maaf, saya mungkin bisa melakukan kesalahan, saya mungkin bisa salah berucap”, orang-orang seperti ini tidak akan melakukan kesalahan. Oleh karena itu, dalam menekuni dan mempraktikkan Dharma, serta dalam bersikap dan berperilaku, orang-orang yang sering menyalahkan orang lain pastinya sudah salah. Seseorang bisa menyalahkan orang lain karena dia mengira dirinya benar, namun begitu menyalahkan orang lain, sesungguhnya kamu telah melakukan kesalahan. Yang ketiga, harus ada kekuatan berkat. Kalian tahu bahwa karma tetap sangat sulit diubah, namun jika ingin mengubahnya, maka harus ada kekuatan berkat, ini adalah satu faktor yang sangat penting. Jika tidak ada berkat dari Master, dari Buddha dan Bodhisattva, maka orang ini tidak akan bisa mengubah karma tetapnya. Seperti seorang ibu tua yang walaupun mampu melafalkan paritta dengan sangat baik, dia tetap tidak akan panjang umur sampai saat ini. Karena harus ada satu orang yang menjadi penjamin, harus ada suatu kekuatan berkat. Mengapa diperlukan kekuatan berkat ini? Seperti Master, begitu mengumumkan akan mengadakan penerimaan murid, maka banyak orang yang mendaftar, mereka merasa ini adalah kemuliaan yang sangat besar, merasa benar-benar senang. Karena mereka memerlukan seorang guru, memerlukan bimbingan dari seorang guru yang benar-benar paham, orang ini baru bisa berjalan menuju jalan kebenaran. Master pernah mengatakan, seorang mahasiswa universitas terbuka yang tidak memiliki guru, jika dibandingkan dengan seorang mahasiswa universitas resmi yang diajari para dosen, menurut kalian apakah mereka memiliki level yang sama? Dalam satu mata pelajaran yang sama, jika yang satu diberikan materi pelajaran untuk dipelajari sendiri setiap hari, biarpun sudah lulus, apakah level mereka akan sama dengan ada dan tidaknya guru yang mengajari? Apakah kalian bisa memahami logikanya? Inilah mengapa ada begitu banyak orang di seluruh dunia yang berusaha keras menyebarkan Xin Ling Fa Men dari Master, karena mereka mengetahui keberadaan Guan Shi Yin Pu Sa, ada Bodhisattva yang begitu agung yang sedang memberkati kita, maka mereka merasa sangat senang. Selain itu ada Master yang menjadi guru pembimbing mereka, mengajarkan mereka bagaimana membina diri dan memahami kebenaran di dunia, membimbing mereka supaya mereka memiliki keyakinan penuh untuk membina jalan mencapai kesadaran Bodhisattva.
