36. Menekuni Dharma Memiliki “Tiga Kekuatan”, Dengan Pikiran Bijak Mulai Menyadari Kebuddhaan
Menekuni Buddha Dharma harus ada bimbingan guru, seseorang menjalani pembinaan hanya dengan mengandalkan diri sendiri itu tidak akan berhasil, membina diri sampai akhirnya tidak mengetahui sudah sampai di mana. Sekarang banyak orang sedang membina diri, akan tetapi harus mengetahui diri sendiri akan ke mana di kemudian hari. Ada orang yang bertanya kepada Master: “Membina diri mengikutimu apakah bisa pergi ke Alam Sukhavati?” Master menjawab berdasarkan bukti yang bisa kalian cari, Biksu Agung Yin Guang dalam {Wen Chao Jing Hua Lu} tertulis: “Nama suci Guan Yin, adalah Ibu besar sekarang, harus menasihati semua orang untuk lafalkan. Bagi praktis Buddhis yang membina karma baik mencapai Alam Sukhavati, selain melafalkan paritta, perlu melafalkan ini. Bagi orang yang belum bertekad, segera meminta dia lafalkan secara khusus. Seperti orang yang melafalkan nama suci Guan Yin supaya bisa terlahir di Alam Sukhavati juga bisa terwujud permohonannya.” Harus menasihati semua orang untuk melafalkan nama suci Guan Shi Yin Pu Sa, supaya semua orang melafalnya. Para praktisi yang dengan keras membina karma baik mencapai Alam Sukhavati, yaitu harus melepaskan keduniawian, termasuk jasmani, keluarga dan lainnya, semua harus dilepaskan, hanya bertekad untuk pergi ke Alam Sukhavati, ini yang disebut dengan keras membina karma baik mencapai Alam Sukhavati. Membina diri di aliran Tanah Suci Buddha, selain melafalkan paritta, juga harus melafalkan nama suci Guan Shi Yin Pu Sa. Master pernah menjelaskan kepada kalian bahwa Pintu Dharma Master juga bisa mendoakan almarhum atau almarhumah ke Alam Sukhavati, sekarang sudah ada orang yang buktikan. Setelah melafalkan Xiao Fang Zi, almarhum tiba-tiba menerima informasi dari Alam Surga untuk pergi ke Alam Surga Sukhavati. Bagi orang-orang yang belum bertekad, yang segera akan melafalkan paritta, dan dengan fokus melafalkan nama Guan Shi Yin Pu Sa. Biksu Agung Yin Guang berkata: “Seperti orang yang melafalkan nama suci Guan Yin, memohon agar bisa terlahir di Alam Sukhavati, juga bisa terwujud permohonannya.” Coba kalian pikirkan, kalian belajar mengikuti Master menyembah Guan Shi Yin Pu Sa, membina diri dalam (di) Pintu Dharma Guan Shi Yin Pu Sa, apakah kalian bisa pergi ke Alam Sukhavati? Membina Pintu Dharma ini bukan hanya bisa terlahir di Alam Sukhavati, namun juga bisa pergi ke tingkatan Surga yang lebih tinggi, bahkan hanya membina diri di rumah, juga dapat membawa kebaikan ke dalam kehidupan nyatamu. Oleh karena itu, Master memberi tahu kalian bahwa Pintu Dharma ini sangat bagus, kalian harus membina diri baik-baik.
Master sekarang memberi tahu kalian beberapa poin penting dalam membina Pintu Dharma Guan Shi Yin Pu Sa:
- yuan jue miao xin – kesadaran sempurna melahirkan hati atau pikiran yang bijaksana. yuan jue miao xin yaitu pikiranmu, pikiran untuk menolong kesadaran spiritual orang memiliki metode bijak. Apa itu metode bijak? Metode bijak yaitu pikiran benar yang sesuai dengan prinsip Dharma. Dengan kata lain, seseorang membabarkan Ajaran Buddha Dharma dan menolong kesadaran spiritual semua makhluk, kamu akan memiliki hati yang sangat mulia, yaitu metode bijak. Mengapa disebut metode bijak? Metode bijak merupakan suatu cara untuk menyadarkan kesadaran spiritual orang lain. Seseorang saat membangkitkan kesadaran spiritual seseorang harus menggunakan metode tertentu, menggunakan suatu metode yang efisien. Jika kamu bisa tersadarkan, jika kebijaksanaanmu sudah bisa sempurna, maka kesadaranmu baru bisa tiba-tiba terbuka. Jangankan memperkenalkan Dharma kepada orang lain, jika sebagai seorang manusia, kamu masih tidak jelas, sepanjang hari tidur, lalu setiap hari bangun hanya untuk makan 3 kali sehari, ini dinamakan “orang yang menunggu 3 hal” – menunggu makan, menunggu tidur, menunggu ajal. Seusai sibuk sarapan, lalu sibuk makan siang, seusai sibuk makan siang, lalu sibuk makan malam, apa makna orang seperti ini hidup di dunia? Waktu hanya berlalu begitu saja hari demi hari. Oleh karena itu, harus menyibukkan diri dengan hal-hal yang lebih bermakna. Apa yang dimaksud dengan “bermakna”? Yakni melakukan jasa kebajikan, harus menyibukkan diri dengan hal-hal yang bisa menolong keluarga sendiri, menyibukkan diri dengan hal-hal yang bisa menolong semua makhluk di seluruh dunia. Oleh karena itu harus memiliki pikiran yang benar dalam menyebarkan Ajaran Buddha Dharma, baru bisa terbuka kesadarannya.
- ji guang zhen jing – cahaya keheningan menampakkan tingkat kesadaran yang sesungguhnya. ji guang zhen jing berarti cahaya hening dan menyatu. Coba pikirkan, lebih bagus cahaya yang buyar atau yang menyatu? Cahaya mana yang bisa bersinar lebih jauh? Cahaya keheningan adalah sinar yang tenang dan stabil, dia benar-benar telah mencapai suatu tingkat kesadaran spiritual tertentu. Dengan kata lain, orang tersebut membina pikiran hingga semua sudah menjadi tenang dan sempurna, bisa menenangkan diri dalam hal apapun, tidak ada lagi masalah apapun yang bisa membuat kamu sangat bersusah hati dan bersedih, maka kamu sudah berhasil. Harus ingat, ji guang zhen jing mendapatkan kesadaran spiritual atau fenomena yang sesungguhnya, kamu harus membuat kesadaran spiritual yang sesungguhnya ini sering muncul di hadapanmu. Dengan kata lain, ketika kamu menghadapi masalah darurat, atau ketika memohon suatu hal, kamu tetap sangat tenang, kamu tetap bisa stabil dan tegar di dunia, mampu memusatkan pikiran, ini disebut “Cahaya keheningan”, dengan begitu kamu baru bisa menemukan kesadaran spiritual yang sesungguhnya. Dengan kata lain, ketika seseorang duduk tenang bermeditasi di hadapan Bodhisattva, pemikiran baru bisa melihat banyak hal-hal yang tidak terlihat. Mengerti? Jika tidak, bisa kerasukan iblis. Apabila seseorang bersikeras ingin melihat fenomena-fenomena spiritual seperti ini, dia akan kerasukan iblis. Bersikeras melihat hal-hal yang tidak terlihat, maka bahkan Buddha pun tidak akan bisa menolong, bahkan Bodhisattva pun tidak akan bisa menolongmu. Master pernah mengatakan kepada kalian, jika ingin terbebas dari kelahiran dan kematian, jika ingin menyadari kebenaran yang sesungguhnya dan mencapai tingkat kesadaran spiritual Bodhisattva, kamu harus mencapai “kesadaran terpisah”. Kesadaran terpisah, berarti membagikan potensi kesadaran menjadi beberapa bagian. Contoh, dalam suatu hal tertentu, saya sudah tersadarkan, saya sudah menyadari prinsip kebenaran, sedangkan di hal lain, masih belum tersadarkan sepenuhnya. Seperti seseorang dalam suatu hal tertentu berkata, “Oh, saya sudah mengerti”, maka dia hanya tersadarkan atas suatu hal tertentu, ini yang dinamakan kesadaran terpisah.
- yuan wu yuan jian – Sepenuhnya memahami prinsip kebenaran yang disadari oleh diri sendiri, ini baru benar-benar menyadari suatu kebenaran. Kesadaran sepenuhnya, berarti menyadari secara menyeluruh. Jika kamu hanya menyadari satu poin saja, itu tidak ada gunanya. Jika bisa menyadari: saya ingin menjadi orang baik, karena orang baik akan mendapatkan balasan baik, orang jahat akan mendapatkan balasan jahat, ini tidak ada gunanya. Harus memiliki kesadaran sempurna dan pandangan yang sempurna, mengerti?
Master membahas tentang melafalkan paritta untuk kalian. Ada banyak orang bertanya pada saya: “Master, mengapa saya tidak bisa melafal paritta dengan baik?” Kalau begitu sekarang Master akan memberi tahu kalian, bahwa harus mendengarkan dengan seksama, yang dimaksud mendengarkan dengan seksama berarti mendengarkan dengan segenap hati. Contoh, sewaktu kalian melafal paritta, harus dengan hati sendiri mendengarkan, jangan merasa ada “kebocoran”. Dengan kata lain, saat melafalkan paritta, jika dilafal terlalu cepat, maka di sini akan merasa ada bagian yang kurang. Oleh karena itu, saat melafalkan paritta tidak boleh merasa seperti ada yang kurang. Ketika kamu sudah melafalkan paritta sampai suatu waktu tertentu, jika tiba-tiba merasa, “Mengapa sepertinya saya kurang di satu bagian? (Kurang satu kalimat)?” Maka maaf, harus mengulang pelafalannya. Kalau tidak, meskipun kamu telah selesai lafalkan semua), hasilnya juga tidak akan terlihat. Oleh karena itu, harus menggunakan telinga untuk mendengar suaramu sendiri, lama-kelamaan tubuh dan pikiranmu baru bisa menyatu. Ingatlah menggunakan telinga untuk mendengarkan dengan seksama, sangatlah penting. Selain itu, Master beri tahu kalian, seluruh praktisi Buddhis harus menggunakan telinga untuk mendengar suara sendiri ketika melafalkan paritta, dapat membuat pikiran sendiri terpusat, selain itu jasa kebajikan akan menjadi lebih dalam. Tidak peduli siapapun asalkan menggunakan cara mendengarkan dengan seksama, maka hanya akan ada manfaat dan tidak dirugikan, hanya akan memperoleh kebaikan, tidak merugikan. Apakah kalian mengerti?
Seorang praktisi Buddhis seharusnya percaya pada “3 kekuatan”. Dalam menekuni dan mempraktikkan Ajaran Buddha Dharma, kita seharusnya memiliki 3 macam kekuatan, harus yakin, lagipula kekuatan ini berada pada tubuh kita dan berada di sekitar kita.
Kekuatan pertama adalah kekuatan Dharma. Setiap orang harus percaya pada kekuatan Dharma, kekuatan Dharma sangat luar biasa. Ke mana pun kamu pergi, asalkan kamu menyebut nama Guan Shi Yin Pu Sa, maka kamu akan segera mendapatkan respon, kamu bisa terhindar dari marabahaya. Inilah kekuatan Dharma. Tidak peduli masalah apapun yang terjadi, bencana atau kesulitan apapun, asalkan kamu menyebut Guan Shi Yin Pu Sa, maka kekuatan Dharma Guan Shi Yin Pu Sa yang tak terbatas pasti akan menolongmu. Poin ini sudah tidak perlu saya jelaskan lagi untuk kalian bukan? Kalian setiap orang telah menerima perlindungan dari kekuatan Dharma Guan Shi Yin Pu Sa, benar tidak?
Yang kedua adalah kekuatan Buddha. Kekuatan Buddha itu sangat luar biasa. Kekuatan Dharma juga sangat luar biasa. Kekuatan Buddha adalah kekuatan Buddha dan Bodhisattva. Kekuatan Buddha dan Bodhisattva adalah suatu kekuatan yang tak terbatas, oleh karena itu dinamakan Ajaran Buddha Dharma yang tak terbatas. Jika terpikir Buddha dan Bodhisattva, maka sekujur tubuhmu akan berenergi, begitu terbayangkan Buddha dan Bodhisattva, maka bisa menumbuhkan kebijaksanaanmu. Apakah kekuatan seperti ini bisa diperoleh orang biasa?
Kekuatan ketiga adalah kekuatan jasa kebajikan dari sifat diri. Kekuatan jasa kebajikan dari sifat diri juga luar biasa. Apakah yang dimaksud dengan kekuatan jasa kebajikan dari sifat diri? Diri sendiri menekuni Ajaran Buddha Dharma harus memiliki sifat diri, semua makhluk memiliki sifat Kebuddhaan; Kekuatan jasa kebajikan yaitu diri sendiri memiliki banyak jasa kebajikan, banyak perbuatan baik yang kamu lakukan sudah berubah menjadi jasa kebajikan, maka di kelahiran dan kehidupan ini, serta kelahiran dan kehidupan yang lalu, dirimu sendiri memiliki jasa kebajikan tertentu, ini disebut sebagai kekuatan jasa kebajikan dari sifat diri. Kekuatan jasa kebajikan dari sifat diri, dengan kata lain kamu sendiri membangkitkan sifat dasar, pada dasarnya membangkitkan sifat diri yang memang memiliki jasa kebajikan, dengan adanya jasa kebajikan maka bisa melenyapkan malapetakamu, dengan adanya jasa kebajikan maka bisa menghapus halangan karma burukmu. Jasa kebajikan itu sangat penting. Kalau begitu mohon tanya, ada berapa orang yang di antara kalian yang memiliki banyak jasa kebajikan? Apakah kalian ingat dalam Ajaran Buddha Dharma ada satu kalimat yang berbunyi “jasa kebajikan yang sempurna?” Apakah kalian bisa sempurna? Kalian sendiri tidak bisa utuh dan sempurna. Hari ini melakukan sedikit kebajikan, besok tidak dilakukan. Begitu menghadapi sedikit kesulitan, bahkan paritta pun tidak dilafalkan lagi. Ini namanya manusia, tidak memiliki keyakinan, tidak memiliki kekuatan jasa kebajikan. Harus memiliki keyakinan terhadap diri sendiri, harus melakukan lebih banyak jasa kebajikan. Ketika jasa kebajikan sudah terkumpul semakin banyak, maka di saat malapetaka tiba, diri sendiri baru bisa menangkalnya. Sekarang jasa kebajikan kalian terlalu sedikit. Walaupun kalian sudah melakukan sedikit jasa kebajikan, akan tetapi halangan karma buruk kalian dari kehidupan sebelumnya ditambah dengan kehidupan ini, sama sekali tidak bisa kalian tangani, itu yang menyebabkan kalian masih harus menghadapi banyak penderitaan. Inilah apa sebabnya kekuatan spiritual kalian tidak mencukupi, jasa kebajikan tidak mencukupi. Mengerti?
Bagaimana cara menemukan ketiga kekuatan ini di dunia ini? Lalu bagaimana cara kamu menemukan bahwa kekuatan Dharma Bodhisattva tak terbatas? Bagaimana cara kamu menemukan bahwa kekuatan Buddha tak terbatas? Lalu bagaimana cara menyadari bahwa kekuatan jasa kebajikan yang dimiliki sendiri itu luar biasa? Saya beri tahu kalian, harus memiliki kekuatan keyakinan, tekad, tindakan. Apakah yang dimaksud dengan keyakinan, tekad, tindakan? Pertama-tama, harus memiliki keyakinan. Saya percaya Buddha dan Bodhisattva pasti akan menolong saya, saya percaya bahwa kekuatan Dharma Buddha dan Bodhisattva tak terbatas. Kedua harus memiliki tekad (kekuatan tekad). Dengan kata lain, saya berikrar akan melakukan suatu hal, atau disebut juga berikrar, dan harus berikrar besar. Ketiga, tindakan. Dengan kata lain benar-benar diterapkan. Jika hanya memiliki kekuatan tekad, namun tidak diwujudkan, maka tidak akan berhasil. Jika hanya berbicara, hanya dengan melafalkan paritta, namun tidak melakukan apapun, juga tidak akan berhasil. Mengapa ada Pintu Dharma yang menekankan praktik, dan ada juga Pintu Dharma yang menekankan pelafalan? Dengan kata lain, ada sebagian Pintu Dharma yang meminta orang membina perilaku, dan ada juga Pintu Dharma yang meminta orang membina pikiran. Namun sesungguhnya, pembinaan perilaku dan pikiran harus dijalani secara bersama. Kesetaraan pikiran merujuk pada semua orang bersama-sama membina pikiran dan memajukan diri dari titik awal yang sama. Di titik permulaan, semuanya sama, bukan merujuk pada kesetaraan atas banyaknya kejahatan dan kebaikan yang dilakukan, jika begitu tidak akan ada hukum karma lagi. Ingatlah, hanya dengan membina diri baik-baik, ditambah dengan pertolongan dari Master, harus ada guru baru bisa, jika tidak, tidak akan bisa. Oleh karena itu, keyakinan, tekad, tindakan itu yang paling penting. Keyakinan, tekad, tindakan yang dimaksud adalah harus percaya pada Buddha dan Bodhisattva, harus memiliki keyakinan diri, harus memiliki keyakinan kekuatan tekad. Apakah tekad itu? Yakni saya bersedia melakukan suatu hal, atau saya bertekad melakukan suatu hal. Tindakan berarti saya benar-benar sedang melaksanakan. Kalian para murid terkadang bertekad melafalkan paritta, namun tidak ada perwujudannya; ada juga orang yang melakukan banyak hal, namun tidak memiliki kekuatan tekad. Oleh karena itu, jika ingin menemukan 3 kekuatan ini, maka harus mengamalkan keyakinan, tekad, tindakan.
