32. Kehidupan Yang Membingungkan, Pintu Dharma Yang Berkeyakinan Benar
Terkadang kita bisa merasa kebingungan, menghadapi begitu banyak aliran dan agama, apa yang sebenarnya kita pelajari? Hari ini orang mengatakan Pintu Dharma ini bagus, lalu kamu mempelajari yang ini; Besok ada orang yang mengatakan Pintu Dharma itu bagus, lalu kamu mempelajari yang itu. Sebelum Pintu Dharma Master muncul, banyak orang yang sudah mempelajari Pintu Dharma lain. Selanjutnya Master membahas kepada kalian, sebenarnya Pintu Dharma mana yang kamu pelajari? Apa yang sebenarnya dirimu ingin pelajari? Jika ingin menelaah Pintu Dharma apa yang kamu pelajari, aliran ini bagus atau tidak, maka pertama-tama tergantung dari akar kebaikan dan pahala kebajikanmu. Seseorang yang memiliki pahala kebajikan dan akar kebaikan baru bisa mengenal Xin Ling Fa Men. Master sekarang mengajarkan kalian membina diri di rumah, selain bisa menjaga keluarga, juga bisa membina diri sekaligus, di masa depan nanti, masih bisa terlahir di Alam Surga Sukhavati atau Empat Alam Brahma, betapa bagusnya Pintu Dharma ini. Sesungguhnya manusia sangat kasihan. Jika seseorang tidak bisa berpikiran terbuka, maka dia akan merasa sangat sedih, karena sekali kamu tersesat dan memutarbalikkan kebenaran, menghadapi banyak masalah tidak bisa berpikir terbuka, lalu akan merasa sedih. Sebenarnya hidup di dunia tidak ada apapun yang bisa membuntukan pikiran kita. Master selalu mengatakan kepada kalian, lepaskan, lepaskan. Jika masih tidak bisa melepas, maka harus menggunakan kekuatan Guan Shi Yin Pu Sa untuk membantu kalian melepaskan.
Yang kedua, harus memiliki jodoh yang mencukupi. Dengan kata lain, kalian harus memiliki jodoh ini dengan Master. Banyak orang bisa memimpikan Master, banyak orang yang langsung menangis begitu melihat Master, ada juga orang yang begitu bertemu Master merasa sangat akrab, semua ini dinamakan jodoh. Harus menjalin jodoh yang baik. Yang Master bahas semuanya ada aturan dan tahapannya, ada yang dangkal dan ada pula yang mendalam, ajaran Buddha Dharma itu berada di dalam kehidupan. Masih ada satu faktor lain, yaitu mengandalkan berkat dari Bodhisattva. Hari ini kalian bisa bertemu dengan Master, mengapa kalian bisa merasa sangat bagus? Pertama, kalian memiliki pahala kebajikan. Kedua, kalian memiliki akar kebaikan, sangat baik hati. Ketiga, jodoh – nidana (sebab musabab). Kalian memiliki jodoh ini dengan Master. Dengan adanya faktor-faktor ini, ditambah dengan berkat dari Bodhisattva, maka akan muncul jodoh yang baik. Berkat dari Bodhisattva ada dua macam: Yang pertama adalah berlutut di hadapan Guan Shi Yin Pu Sa memohon berkat, melafalkan paritta, dan membina pikiran. Sedangkan yang satunya adalah yang sudah kalian terima sekarang, yakni berkat dari Master. Ketahuilah bahwa Dharma yang kalian semua babarkan di sini adalah Dharma yang benar, yang diselamatkan adalah makhluk-makhluk yang berjodoh. Dalam menekuni dan mempraktikkan Dharma, kalian harus memiliki keuletan. Walau kalian tidak menemani Master pergi membabarkan Dharma ke Amerika sekalipun, Master juga bisa pergi naik pesawat sendirian. Ini adalah tekad yang teguh. Pada waktu itu, saat Biksu Tang mengambil Kitab Suci ke barat, apakah menderita? Biksu Jian Zhen pergi menyebrang lautan ke Jepang, apakah tidak menderita? Mana ada Bodhisattva yang tidak mengalami penderitaan saat turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia? Mana ada yang mundur dan menyerah begitu menghadapi sedikit masalah?
Di dalam agama Buddha tidak ada perolehan dan merelakan (pilah pilih. Apa maksudnya? Kalian semua adalah orang yang menekuni Dharma, pada saat kita menekuni Dharma, Master juga tidak memperoleh dan merelakan. Master tidak mengatakan, “Wah, kamu baik sekali”, lalu mengundang dirimu masuk; Atau mengatakan “Kamu benar-benar tidak baik”, lalu mengusir kamu keluar, ini semua karena dirimu sendiri yang mengusir diri sendiri. Bodhisattva begitu welas asih terhadap semua orang, begitu memperhatikan, menyayangi dan melindungi kalian. Jika hari ini kamu mengatakan dirimu tidak mau menyembah Buddha lagi, apakah karena Guan Shi Yin Pu Sa yang melepaskanmu atau karena dirimu sendiri yang tidak mau datang? Bodhisattva sering memberikan pencerahan kepada kita, hanya saja kalian tidak menerimanya. Setelah satu Pintu Dharma turun, walaupun dulu kamu pernah mempelajari Pintu Dharma yang lain, namun kamu seharusnya menggunakan kebijaksanaanmu untuk menilai Pintu Dharma yang baru, menggunakan cara-cara yang sudah kamu pelajari dalam pembinaan diri untuk bertanya kepada Bodhisattva. Contohnya, jika Guan Shi Yin Pu Sa ingin menolong orang ini, maka walaupun kamu sudah memasuki Pintu Dharma tertentu, maka pasti Bodhisattva dari Pintu Dharma ini akan membantumu, masuk ke dalam mimpimu, membuat dirimu berjodoh untuk mengenal Pintu Dharma yang baru. Master beri tahu kalian, banyak orang termasuk orang-orang beragama barat pun begitu. Ada seorang umat Katolik yang memimpikan Master seperti Yesus datang menolong dirinya.
Sesungguhnya, jika seseorang yang benar-benar fokus mempelajari satu Pintu Dharma, maka Bodhisattva pasti akan membantumu. Contoh: ketika dokter keluarga memeriksa dirimu, maka kamu sudah menjadi pasien dari dokter ini. Namun sekarang muncul lagi seorang dokter spesialis atau muncul satu cara pengobatan yang baru, maka dokter keluarga ini akan memperkenalkan kamu kepada dokter spesialis yang baru, dia tidak akan cemburu pada dokter spesialis. Master adalah dokter, yang datang untuk menolong orang-orang. Dia juga dokter, dia juga datang menolong orang-orang. Kamu adalah pasiennya, dia tidak rela dirimu sakit, tentu saja dia akan memperkenalkan kamu kepada dokter spesialis. Meskipun kamu pernah memohon di satu Pintu Dharma yang lain, namun sesungguhnya setiap Pintu Dharma memiliki satu tujuan yang sama, yakni menyelamatkan kesadaran spiritual semua makhluk, maka kamu pasti akan menemukan satu Pintu Dharma yang paling cocok untuk dirimu. Jika kamu menemukan Master, ini juga karena Bodhisattva yang menuntun kamu kemari, kamu harus berterima kasih kepada Bodhisattva kamu. Beberapa hari yang lalu, Master bertemu dengan Kepala Biksu Pintu Dharma yang lain, setelah mendengarkan pembahasan Master, mereka semua sangat setuju, kemudian satu per satu berjanji akan melafalkan paritta. Mereka juga memiliki Bodhisattva, lalu mengapa Bodhisattva mereka bisa membuat mereka bertemu dengan Master? Mengerti? Maka harus mencari, harus menemukan, jangan menyerah, harus maju ke depan dengan berani. Bagi orang-orang yang sudah mengikuti Master menekuni dan mempraktikkan Dharma, apabila kamu sudah merasakan sukacita Dharma, berarti kamu sudah menerima kebaikannya, maka kamu seharusnya terus tekun membina diri. Karena kamu sudah merasakan sukacita Dharma, kamu sudah pernah mengalami kemanjuran.
Dalam membina pikiran diperlukan kesabaran yang besar, apabila tidak memiliki kesabaran, maka tidak akan bisa berhasil. Apabila seseorang sudah bisa memusatkan pikirannya, maka harus bisa bersabar, harus memiliki kesabaran. Jika tidak bisa bersabar, maka kamu tidak akan bisa naik ke tingkat kesadaran selanjutnya, dengan kata lain kamu tidak bisa meningkatkan dirimu. Seseorang yang membina pikiran harus belajar untuk bersabar, jika tidak memiliki kesabaran maka tidak akan bisa berhasil, selain itu kesabaran adalah persiapan untuk mengembangkan diri. Dengan kata lain, kesabaran bagaikan sebuah tangga, merupakan suatu kondisi persiapan bagi kamu untuk naik ke atas satu tingkat demi satu tingkat. Memiliki kesabaran, baru termasuk orang yang tekun; Seseorang yang tidak memiliki kesabaran, berarti dia tidak memiliki ketekunan. “Saya sudah tidak sanggup lagi, saya tidak bisa bertahan lagi, saya tidak bisa lagi menahan amarah saya.” Sesungguhnya jika tidak bisa mengendalikan emosi, maka ini sangat tidak bagus, karena saat hawa “qi” amarah ini tidak terkendali, dia bisa menyakiti tubuhmu. Maka kalian jangan marah-marah, karena kemarahan sangat menyakiti tubuh. Master meminta kalian untuk tidak marah. Banyak orang yang karena berdekatan dengan orang yang mudah marah, menyebabkan dirinya menjadi sering marah-marah, ini seperti dokter ahli jiwa yang pada akhirnya juga menjadi penderita sakit jiwa.
Master akan mengajarkan kalian 3 jalan, ketiga jalan ini bisa membuat kebijaksanaan kalian menjadi lebih terbuka. Jalan yang pertama adalah jalan perenungan. Apabila seseorang ingin memiliki kebijaksanaan, maka harus lebih banyak berpikir, kurangi berbicara, lebih banyak merenung. Ini adalah jalan yang paling mulia. Jalan yang kedua adalah jalan peneladanan. Orang ini belajar Dharma seperti ini, saya meneladani dia, juga bisa berhasil. Ini adalah jalan yang paling mudah untuk membuka kebijaksanaan. Masih ada satu jalan yang lain adalah jalan pengalaman. Apabila kamu ingin memiliki kebijaksanaan, maka jalan pengalaman adalah jalan yang paling menderita, karena kamu menggunakan pengalaman sendiri dalam menekuni Dharma, untuk membuka kebijaksanaan diri sendiri, ini juga merupakan cara yang paling bodoh. Jika hanya berdasarkan pengalaman, bisa sangat melelahkan, maka kita harus menggunakan kebijaksanaan. Contohnya, hari ini kamu berjalan di jalan ini dan dirampok orang lain, besok kamu berjalan di jalan yang lain, tetap dirampok orang. Jika dengan cara meneladani atau merenungkan, kamu akan berpikir: “Melalui di jalan ini mudah dirampok, mungkin kawasan ini tidak aman, untuk selanjutnya saya jangan melewati kawasan ini lagi, sebaiknya melalui kawasan lain saja.” Ini yang namanya merenung – berpikir. Seluruh kebijaksanaan tersimpan di dalam otak kalian, hanya saja kalian masih belum berhasil menggalinya. Sekarang Master membantu membuka kebijaksanaan kalian, makanya menghadapi banyak kesulitan.
Terakhir, Master ingin berpesan beberapa hal kepada kalian: “Jangan mengatakan hal-hal yang tidak diperlukan”, hal yang tidak perlu dikatakan tidak usah diucapkan, jika dikatakan malah akan menimbulkan jalinan yang buruk. Semakin banyak kata-kata yang diucapkan, maka semakin banyak dendam yang akan terjalin. “Jangan mengatakan hal-hal yang tidak sepatutnya”, berarti jika kamu mengatakan hal-hal yang tidak sepantasnya, sama dengan sembarangan berbicara, jika bicara sembarangan maka mudah mengundang petaka. Jika tidak seharusnya dikatakan, maka jangan katakan, tidak seharusnya dibicarakan, maka jangan membicarakannya. Keadaan di seluruh dunia ini sesungguhnya tenang dan tidak bermasalah, semuanya hening dan tenang, maka dinamakan seluruh keadaan pada dasarnya tenang. Seperti begitu pintu besar ini tertutup, bukankah ruangan ini akan menjadi tenang, bisa muncul masalah apa? “Seluruh keadaan di dunia ini sesungguhnya tenang, hanya manusia saja yang membuat kekacauan sendiri.” “Jika tidak terlahir pikiran”, jika tidak terlahir kerisauan dalam pikiranmu, maka tidak perlu memahaminya; “Keadaan tetap seperti semula”, keadaan di sekitar kita masih akan sama seperti dulu. Namun kekurangan terbesar saya adalah karena saya memiliki tubuh ini, baru bisa melakukan banyak hal-hal yang tidak baik, ini disebut sebagai “Kekurangan terbesarku, karena aku memiliki raga”!
