30. Bersabar Baru Bisa Tekun 忍辱才能精进

30. Bersabar Baru Bisa Tekun

Master pernah mengatakan kepada kalian, pada tahun baru tahun macan pasti akan banyak masalah. Mengapa? Ini yang dinamakan waktu alam. Waktu alam, geografis bumi, keharmonisan manusia, sesungguhnya yang dibahas di sini adalah langit – bumi – manusia. Totem macan sangat galak, oleh karena itu, banyak pria dan wanita yang bershio macan memiliki nasib yang sangat “keras”. Pada tahun macan, umat manusia akan menghadapi banyak permasalahan. Di kelas-kelas sebelumnya, Master sudah membahas masalah-masalah ini. Akan tetapi kita manusia harus bisa bersabar dan bertahan membina diri baik-baik di tengah lingkungan yang buruk ini. Waktu alam akan terus bergulir maju tanpa memedulikan faktor manusia, ketika sampai di tahun yang baik, maka semua orang akan bergembira; Namun saat sampai di tahun yang tidak baik, maka semua orang akan merasa tidak senang. Ada banyak orang yang bertanya di acara Master: “Master Lu, jika tinggal di tempat yang sial, apakah setiap orang akan tertimpa kesialan?” Kurang lebih begitu. “Orang yang memiliki shio yang sama, apakah mereka memiliki nasib yang sama?” Hampir semuanya begitu, hanya masalah persentase saja. Gempa bumi Wen Chuan di provinsi Si Chuan sudah memakan korban jiwa sampai puluhan ribu orang, akan tetapi juga ada banyak orang yang beruntung yang masih hidup, sama-sama di tempat yang sial ini. Sama seperti orang-orang dari berbagai macam shio, coba kamu lihat saja, banyak orang yang bershio tidak bagus akan bernasib lebih menderita. Ini adalah hal-hal yang tidak bisa dihindari. Meskipun ilmu kedokteran masa kini sudah lebih modern, jika tidak ingin melahirkan anak bershio kurang bagus bisa melakukan operasi caesar, juga bisa memilih waktu kelahiran. Apakah kalian kira ini bisa mengubah keseluruhan nasibnya? Sesungguhnya walaupun dilahirkan lebih awal melalui operasi caesar dan berubah shionya, akan tetapi orang ini tetap akan bernasib susah. Di sini masih ada faktor waktu kelahiran, juga masalah dosa karma buruk dari kehidupan sebelumnya dari jiwa ini, Master hanya memberikan contoh. Kalian harus baik-baik membina diri. 

Rupa seseorang sangat penting. Coba kalian lihat, di antara murid Master dulu yang membina diri sampai menjadi semakin baik hati, maka keadaannya akan menjadi semakin baik. Jika pembinaan dirinya tidak baik, maka rupa wajahnya akan berubah. Master beri tahu kalian: membina pikiran bisa memperbaiki rupa, rupa akan berubah menyesuaikan pikiran. Sangat sederhana. Orang jahat akan memiliki rupa yang jahat, sedangkan orang baik akan memiliki rupa yang baik. Namun, ada dua macam keadaan yang tidak bisa dipastikan: Pertama, orang yang sebenarnya jahat, akan tetapi dia mulai menekuni Dharma, mulai berubah menjadi baik, namun wajahnya masih belum berubah menjadi baik. Ketika kamu melihat dia, wajahnya masih menunjukkan rupa jahat, namun sesungguhnya orang ini sudah mulai berubah menjadi baik. Dan ada satu jenis orang yang memang berwajah baik, namun dia mulai berubah menjadi jahat, wajahnya masih belum sepenuhnya berubah jahat, maka pada saat ini, dia paling menyesatkan orang lain, dia akan memanfaatkan wajahnya yang “Bersih dan polos” ini untuk membohongi orang lain. Oleh karena itu, rupa seseorang sangat penting. Seseorang yang benar-benar memahami prinsip kebenaran harus belajar melihat rupa wajah. Contoh: seseorang yang setiap hari depresi selama tiga jam, maka selama setahun, berapa jam dia depresi? Jika dilihat sekilas, wajahnya akan menjadi wajah orang depresi. Sedangkan orang yang setiap hari memarahi orang lain, begitu dilihat adalah sebuah wajah yang memarahi orang. Rupa wajah akan berubah menyesuaikan pikiran. Orang yang memiliki hati nurani baik, maka rupa wajahnya juga akan berubah menjadi baik; Orang yang memiliki hati nurani buruk, maka rupa wajahnya juga tidak akan baik.

Kalian banyak murid membina diri sampai pada akhirnya bisa menilai rupa seseorang. Begitu wanita ini masuk, atau pria ini masuk, coba lihat saja wajahnya, seperti orang baik atau orang jahat. Master tidak mengajarkan kalian hal ini, karena takut kalian memiliki pemikiran diskriminatif saat menolong orang lain, karena rupa dia tidak baik atau jelek, lalu tidak mau menolongnya, maka kamu akan kehilangan kesempatan untuk menolongnya. Jangan menilai orang dari rupa dia , harus melihat secara nyata bagaimana sifat aslinya. Sekarang yang Master ajarkan kepada kalian adalah bagaimana menilai pikiran seseorang, bukan bagaimana menilai rupa seseorang. Tahun baru, baru saja berlalu, ada banyak hal yang akan bermunculan, masalah akan mulai bermunculan. Bencana ini atau masalah itu, tepat atau tidak, sudah tidak perlu Master katakan lagi; Nyata atau tidak, sudah tidak perlu Master ucapkan lagi. Kalian sendiri harus mawas diri. Master sudah berkali-kali mengingatkan kalian, waktu alam sudah tidak benar, karena hati manusia terlalu jahat. Sekarang menyelamatkan orang-orang harus cepat, dan diperlukan banyak pengorbanan, tidak bisa seperti dulu lagi. Jika kamu ingin memajukan diri, maka kamu harus merelakan banyak hal; Jika kamu tidak bisa melepaskan banyak hal, maka kemajuan kamu akan melambat, kamu akan terhambat, kemajuan dalam membina pikiran akan menjadi pelan. Contoh: Kamu ingin masuk universitas, maka harus mengurangi waktu tidur. Begitu juga dengan membina pikiran. Jika kamu tidak berkorban, bagaimana mungkin kamu bisa maju? Setiap tahun, Master selalu memusatkan pikiran dan energi Master dalam aspek pembinaan pikiran dan menolong kesadaran spiritual orang-orang, sampai hari ini. Setiap hari Master bekerja, berceramah, ada banyak orang yang mengasihani Master, ada juga banyak orang yang berkata, “Kamu jangan menolong orang seperti ini lagi. Tubuhmu tidak sehat, tidak bisa makan dengan baik, bagaimana kamu bisa menolong orang lain?” Apabila seseorang bisa membina dirinya lebih dini, di masa tuanya nanti, segala hutang karma sudah terlunasi, jadi tidak akan sakit dan menderita lagi. Seseorang yang ingin memperbaiki keadaannya, jika ia benar-benar memikirkan kebaikan keluarganya, maka jangan hanya melihat keuntungan kecil di depan mata. Biksu dan biksuni ketika ditahbiskan, semuanya berikrar besar, semuanya memiliki semangat pengorbanan tanpa rasa takut yang luar biasa, mereka juga melepaskan keluarganya dan banyak hal. Mengapa biksu senior bisa dihormati oleh banyak orang? Dia sesungguhnya juga memiliki keluarga, lihat dirinya sekarang, tidak memiliki apapun, hanya menjadi seorang biksu besar. Dia menyumbangkan persembahan uang yang diterimanya kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Siapa yang ingin menyelamatkan semua makhluk tanpa pengorbanan? Tidak berkorban, namanya manusia. Jika kamu berkorban, kamu sudah memperoleh, itu adalah Bodhisattva. Namun harus ingat, pengorbananmu harus sesuai, jika pengorbanan tidak sesuai maka tidak ada gunanya. Dulu Master pergi pagi pulang malam bekerja di perkumpulan sosial, yang didapatkan hanyalah ketenaran palsu, keuntungan yang didapatkan semuanya palsu. Sekarang Master menolong orang-orang, senang sekali rasanya. Begitu tiba waktu siaran, Master merasa sangat bersemangat. Melihat kalian para “murid yang beretika” ini, Master juga merasa sangat senang. Setiap orang memiliki penderitaannya masing-masing di keluarga, akan tetapi kita hanya bisa menekan penderitaan ini terlebih dahulu, lalu bekerja demi mencapai suatu tujuan. Dulu ada banyak pemuda-pemudi di desa, yang di pagi hari bekerja di sawah, saat malam baru mengerjakan PR, sampai pada akhirnya bisa lulus ujian masuk universitas. Meskipun di tahun-tahun itu mereka benar-benar susah sekali, akan tetapi mereka mendapatkan sesuatu, dan akhirnya berhasil. Banyak orang yang berperang di garda depan dengan taruhan nyawa, lalu mendapatkan jabatan, namun terakhir karena ketenaran dan kedudukan, malah menjerumuskan diri ke dalam penjara. Segala hal dalam kehidupan ini tercipta karena diri sendiri. Benar dan salah semuanya sama, mana mungkin tidak ada pengorbanan?

Bodhisattva mengatakan, Alam Manusia adalah alam penderitaan. Ketika kamu terlahir menangis di dunia ini, maka kerisauanmu sudah dimulai, sampai akhir hayat. Siapa yang bisa membebaskan diri dari kerisauan? Tunggu anak saya sudah dewasa nanti, saya ingin bagaimana dan bagaimana; Setelah saya bekerja, saya akan bagaimana; Setelah saya menikah, saya akan bagaimana; Tunggu setelah saya lebih tenang sedikit, maka saya akan bagaimana … Coba kalian beri tahu saya, kapan kalian bisa tenang? Baru saja semua keadaan membaik, lalu selanjutnya kesehatan tubuh menurun. Baru saja anak tumbuh besar dan bisa bernapas lega, selanjutnya, anak kembali menghadapi ujian. Kapan kesibukanmu akan usai? Tunggu sampai sudah menjadi nenek tua yang hampir meninggal, kamu masih harus merawat cucu. Ada banyak sekali orang-orang lansia datang ke Australia dan hidup di bawah kendali putra dan menantunya, terakhir masih harus merawat cucunya. Kesibukan seseorang seumur hidup tiada habisnya. Manusia seumur hidup bekerja, seumur hidup menderita. Hari ini karena peruntungan asmara tidak lancar, besok ribut di rumah, lusa kemudian karena tidak punya uang lalu dituntut orang lain, kapan kita bisa hidup tenang? Kita hidup di dunia yang seperti apa? Ada orang yang memberi tahu Master, di kehidupan selanjutnya masih ingin terlahir menjadi manusia. Dia berkata, di kehidupan ini hidup miskin, semoga di kehidupan selanjutnya bisa terlahir ke dalam keluarga orang kaya sudah cukup. Masih belum tersadarkan.

Baik murid Master, maupun murid pendengar, standar Master terhadap kalian cukup ketat. Jika kalian semua tidak ingin membina diri pun tidak apa-apa, ini sedikit pun tidak akan mengurangi jasa kebajikan Master, namun kalian sendiri yang akan kehilangan kesempatan. Orang dewasa harus bertindak sesuai prinsip kebenaran. Prinsip kebenaran ini bukan muncul dari perseteruan, juga bukan dari ucapan mulut, melainkan berada di ketulusan hati kalian. Prinsip kebenaran apalagi yang perlu dikatakan? Seindah apapun perkataan seseorang juga tidak ada gunanya, seseorang yang benar-benar baik hati akan menggunakan ketulusan hati untuk memahami prinsip kebenaran ini, itulah inti kebenaran yang sesungguhnya.

Hari ini Master membahas tentang seluruh Dharma. Apabila kita membina pikiran membina Dharma, mempelajari Ajaran Buddha Dharma, jika ingin berhasil, maka harus mengandalkan kesabaran. Seseorang yang bisa bersabar baru bisa mencapai keberhasilan. Jika kamu tidak memiliki kesabaran, maka hidup di dunia ini, kamu tidak akan pernah bisa berhasil. Jika hari ini kamu tidak bisa berpikiran terbuka, maka besok saya akan berbincang lagi denganmu, bila besok kamu masih tidak terbuka pikirannya, maka lusa saya akan berbicara lagi denganmu. Pada masa perang kemerdekaan Tiongkok, banyak tempat demi menghindari lebih banyak korban sipil yang berjatuhan lalu memilih untuk menyerahkan kota. Banyak pimpinan demi melindungi rakyat sipil agar tidak menjadi korban perang, banyak agen-agen rahasia yang hari ini berunding, besok kembali berunding, lusa kembali pergi berunding, sampai lawannya sudah tidak lagi menentang, dan bersedia berdamai, dengan begitu korban rakyat sipil akan berkurang, karena para pejabat ini juga bertujuan untuk menghindari bencana perang, maka proses perundingan ini baru bisa berhasil. Oleh karena itu, harus memiliki kesabaran, terus berbicara, terus memberikan penjelasan, terus melakukan komunikasi, ini sangat penting.

Kalian semua tahu, Bodhisattva sering membahas tentang enam paramita. Di antara keenam paramita ini, salah satu di antaranya yang sangat penting adalah bersabar. Hari ini Master membahas tentang kesabaran, ada sebagian murid yang tidak mampu bersabar. Tidak bisa sedikit bersabar bisa merusak rencana besar. Yang terpenting dalam keenam paramita yang dibahas oleh Bodhisattva adalah kesabaran. Yang dikatakan Bodhisattva adalah berdana dan sabar. Harus memahami untuk berdana dan bersabar. Kesabaran merupakan poin penting terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam membina pikiran. Akan tetapi, Bodhisattva yang sesungguhnya tidak akan memandang kesabaran sebagai suatu kesabaran, karena membina diri sampai pada akhirnya, dengan sendirinya, dia sudah tidak merasakan jika dia sedang bersabar. Apabila masih merasa diri sendiri sedang bersabar, maka ini adalah kemelekatan rupa. Kesabaran yang sesungguhnya adalah tidak menganggapnya sebagai suatu kesabaran, “jika bukan hinaan, lalu untuk apa bersabar?”Seseorang yang mampu bersabar baru bisa tekun. Jika tidak bisa bersabar, maka tidak akan bisa tekun.

Selanjutnya, Master beri tahu kalian bahwa kesabaran terbagi menjadi 3 macam. Hari ini kalian adalah murid Master, standar Master terhadap kalian sangat tinggi, Master tidak mengizinkan adanya sedikit pun pemikiran menganggu dalam pikiran kalian. Baik atau tidaknya pembinaan diri seseorang bukanlah sesuatu yang bisa dikendalikan oleh diri sendiri. Karena kamu bukan dokter, kamu sama sekali tidak tahu penyakit apa yang kamu derita. Master membantu menunjukkan kekurangan, kelemahan kalian, supaya kalian tahu bagaimana mengubah dan memperbaikinya. Master setiap hari dan setiap saat selalu memperbaiki kekurangan pada diri kalian, ini sangat tidak mudah. Master pernah bilang, asalkan orang yang ingin menekuni dan mempraktikkan Dharma, maka Master pasti akan memperhatikannya. Setiap keluarga memiliki kesulitan masing-masing, maka lafalkan paritta ini baik-baik dan jalani menyesuaikan jodoh. Memangnya orang yang duduk di sini dan tidak bertengkar, berarti tidak memiliki amarah di hati? Memangnya orang yang duduk di sini dan tidak memarahi orang lain, lalu tidak ingin memarahi orang lain dalam hati? Harus bisa mengubah kebiasaan buruk masing-masing secara tuntas, bernaung di dalam Ajaran Buddha Dharma.

Ingatlah, seorang praktisi Buddhis berbeda dengan orang awam pada umumnya, kalian harus bisa bersabar, kalau tidak, kalian bukanlah praktisi Buddhis. Melakukan apapun sesuai keinginannya dan tidak bisa bersabar, berarti adalah orang yang tidak memiliki tekad yang teguh, sifat Kebuddhaan tidak kuat, pembinaan yang sangat buruk, dan tidak bisa berpikiran terbuka. Saat orang lain memarahimu, jika kamu mendengarkan dan mengingat semuanya, maka akan terlahir kebencian. Master kembali mengajarkan kalian cara menghalangi telinga, supaya telinga kalian tidak mendengar. Jika di dunia ini, tidak bisa mendengar semuanya, bukankah sangat bagus? Untuk apa mendengarnya? Setelah mendengar dan melihat malah akan melahirkan kerisauan. Setelah hidung menciumnya akan melahirkan kerisauan, mulut yang berbicara akan melahirkan kerisauan, semua kerisauan ini datang dari diri sendiri. Memangnya hal apa yang bisa mempengaruhi saya dalam membina pikiran dan melafalkan paritta? Pilihlah satu jalan dan bina diri baik-baik, sampai pada akhirnya Bodhisattva akan memberkatimu, membuat kebijaksanaanmu terbuka, melancarkan pekerjaanmu, membuat segala aspek kehidupanmu menjadi baik. Membina pikiran bagaikan menanam bibit sebab. Jika menanam bibit sebab yang tidak baik, maka kamu akan memperoleh buah karma buruk. Mengapa semangka yang saya tanam tidak tumbuh? Coba carilah penyebabnya sendiri. Mengapa semangka orang lain bisa tumbuh? Mengapa pencernaan orang lain sangat bagus, sedangkan pencernaan saya tidak bagus? Karena kamu makan sembarangan. Mengapa orang lain membencimu? Karena kamu bicara sembarangan dan sembarangan memarahi orang lain.