23. Manfaat dari Berwelas Asih
Berwelas asih memiliki 13 manfaat. Pertama, orang yang sering berwelas asih akan menjadi semakin cantik, tidak akan terlihat galak, wajahnya tidak akan dipenuhi dengan kebencian. Kedua, keberuntungan akan senantiasa menyertainya. Seseorang yang sering berwelas asih akan selalu diikuti oleh keberuntungan. Semakin besar welas asih seseorang, maka semakin banyak keberuntungan yang dimilikinya; Namun orang yang tidak mau berwelas asih, berarti orang yang tidak memiliki keberuntungan. Ketiga, bisa tidur dengan tenang. Seseorang yang sering berwelas asih, bisa terlelap dan damai, tidak akan merasa sedih dan ketakutan. Keempat, merasa damai. Dengan kata lain dia akan merasa sangat damai. Hanya orang yang memiliki perasaan welas asih, baru bisa merasa damai. Contoh: hari ini kamu memperlakukan orang lain dengan tidak baik, kamu akan merasa tidak aman, karena kamu tahu dia pasti akan balik menyerangmu. Hari ini saya memarahi orang ini di kantor, maka akan segera terpikir olehmu: Apakah dia akan melaporkan hal-hal buruk tentang saya di depan general manager? Kamu sudah merasa tidak aman, tidak nyaman, dan sangat bersusah hati. Kelima, tidak akan bermimpi buruk. Seseorang yang sering berwelas asih, dia tidak akan bermimpi buruk; sedangkan seseorang yang dipenuhi kebencian di hatinya baru bisa bermimpi buruk. Keenam, dilindungi oleh langit. Seseorang yang memiliki perasaan welas asih, maka Bodhisattva dan Dewa Pelindung Dharma di Surga akan melindungimu. Jika tidak ada Bodhisattva yang memberkatimu, ini berarti kamu belum berwelas asih. Sekarang ada berapa orang yang benar-benar bisa berwelas asih? Berwelas asih sangat tidak mudah, seseorang yang berwelas asih harus memiliki toleransi (lapang dada). Sebentar lagi saya akan membahas toleransi ini dengan kalian. Ketujuh, disayangi semua orang. Dengan kata lain, kamu akan disukai siapapun yang melihatmu, orang lain yang melihatmu akan langsung menyukaimu. “Oh, kamu ini orangnya sangat baik hati, kamu ini orangnya sangat berwelas asih, saya bersedia berteman denganmu.” Kedelapan, tidak teracuni. Dengan kata lain, seseorang yang berwelas asih tidak akan mati teracuni. Menurut kalian, di dalam hidup kita, apakah ada orang yang dicelakai sampai mati oleh orang lain? Kesembilan, tidak dilukai oleh senjata. Dengan kata lain, orang yang berwelas asih tidak akan dilukai oleh senjata dan tentara, dia tidak akan tersakiti oleh keadaan perang. Kesepuluh, tidak ditenggelamkan air. Seseorang yang berwelas asih tidak akan mati tenggelam di dalam air. Kesebelas, tidak terbakar oleh api. Seseorang yang berwelas asih tidak akan terbakar mati oleh api. kedua belas, mendapatkan keuntungan atas apapun yang dilakukannya. Asalkan orang yang berwelas asih, maka segala yang kamu lakukan akan mendatangkan keuntungan, sedangkan orang yang tidak bisa berwelas asih, walaupun kamu berpikiran licik, walaupun kamu mengerjai orang lain, namun pada akhirnya, dia tetap tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Ketiga belas, setelah meninggal naik ke Alam Surga, terlahir di Alam Brahma.
Seseorang yang benar-benar baik, itu orang yang seperti apa? Mereka adalah orang-orang yang mampu melakukan sesuatu dengan baik dan membuahkan hasil yang baik, adalah orang yang bersedia membantu orang lain. Mereka mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan. Sesungguhnya tindakan yang dilakukan seseorang didasari oleh pemikiran dan kesadaran spiritualnya untuk mengembangkan dan mendefinisikannya. Ada orang yang berkata, seumur hidup ini saya tidak mau menjadi bos. Juga ada orang yang berkata, seumur hidup ini saya sudah cukup puas bila bisa diam-diam membantu orang lain. Masih ada orang lain yang berkata, seumur hidup ini asalkan saya bisa lalui dengan sederhana dan damai, maka itu sudah cukup. Ada sebagian orang kaya berkata, hidup ini memang begini, yang seharusnya dikonsumsi sudah dikonsumsi, yang seharusnya dinikmati sudah dinikmati, kalau memang harus meninggal ya meninggal saja. Apakah yang seperti ini juga dinamakan manusia? Manusia memiliki tingkat kesadaran spiritual. Sebenarnya dirimu ingin menjadi orang yang seperti apa? Ingin menjadi orang awam, atau ingin menjadi orang suci?
Binatang juga memiliki jiwa. Kalian pernah melihat berita, bahwa ada seekor anjing yang berdiri dan kedua kaki depannya bisa memberi hormat. Ada banyak anjing yang mengenali sifat manusia, sesungguhnya anjing paling mudah terlahir menjadi manusia, sedangkan manusia jika melakukan kejahatan yang lebih ringan akan terlahir menjadi anjing, benar-benar kasihan sekali. Coba saja kamu perhatikan kedua mata anjing dengan seksama, mirip tidak dengan manusia? Kemudian coba kamu perhatikan mata kuda, mata sapi, mata kambing dengan seksama, mirip tidak dengan manusia? Lalu coba kamu lihat ada banyak orang yang wajahnya mirip seperti kerbau, ada juga yang wajahnya mirip seperti kera, memberikan kesan seperti binatang yang belum berevolusi dengan sempurna. Sesungguhnya, jika manusia tidak membina diri, maka berakhirlah riwayatnya. Ketika dia sampai terlahir menjadi binatang, maka dia hanya tahu berlari mengikuti majikannya, dia sudah menjadi seekor anjing.
Berwelas asih memiliki 13 kebaikan. Coba kalian pikirkan, betapa pentingnya seseorang berwelas asih. Apabila seseorang tidak bisa berwelas asih, maka dia juga tidak akan bisa membina pikirannya. Welas asih adalah salah satu fondasi yang paling mendasar dalam pembinaan diri. Jika seseorang tidak memahami makna dari berwelas asih, maka dia tidak akan bisa mengerti untuk membinaan diri. Hari ini kamu merasa kasihan kepada dia, maka kamu akan menolongnya. Dalam dua bulan ini, tubuh Master menjadi kurus secara drastis, karena benar-benar sangat kelelahan. Selain itu, orang-orang yang dalam keadaan darurat datang untuk berkonsultasi memiliki banyak arwah asing di tubuhnya, dan semuanya adalah setan-setan yang ganas. Master harus memiliki perasaan welas asih, bisa melepaskan segalanya. Hari ini kita semua adalah orang-orang yang datang untuk melakukan jasa kebajikan, hari ini kita semua menyebarkan Ajaran Buddha Dharma demi Guan Shi Yin Pu Sa, hari ini kamu meminta saya bekerja lebih banyak, maka saya akan bekerja lebih banyak, jika hari ini kamu meminta saya turun menolong orang lain, maka saya akan turun ke bawah, jika hari ini kamu meminta saya naik ke atas, maka saya berterima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa.
Guan Yin Tang adalah tempat untuk membina pikiran dan menyembah Buddha, bukan tempat bagi kalian untuk bergosip. Mengira Master tidak bisa melihat apapun, itu baru namanya orang bodoh. Hanya saja Master tidak mengatakannya saja. Di dalam siaran radio, Master mengatakan hal-hal yang begitu ajaib, begitu kalian terpikir satu pemikiran yang tidak baik, kalian kira Master tidak mengetahuinya? Tidak usah membahas yang lain, jika kalian memiliki sedikit pemikiran yang mengganggu, atau pemikiran lain, Master juga bisa melihatnya. Kalian harus tahu dengan siapa kalian berhadapan. Hanya dengan membina pikiran baik-baik. Tidak peduli apakah kamu itu murid Master atau bukan, jika kamu bersikap layaknya seperti murid Master, maka kamu adalah murid Master; Jika kamu tidak bisa bersikap layaknya seperti murid Master, maka kamu harus membina diri baik-baik. Begitulah manusia, segala pencapaian mengandalkan dirinya sendiri. Baik-baiklah membina diri. Bodhisattva berada di Surga, berada di atas kepala kita, kamu masih berani melakukan kejahatan? Kamu masih berani berbicara sembarangan? kamu masih tidak mau menghargai hidupmu?
Kita semua berjodoh di kehidupan sebelumnya, tidak ada yang aneh dengan hal ini. Di kehidupan ini, orang ini bisa bersama orang itu, juga hanya karena jodoh, hanya sebuah sebutan saja. Di kehidupan ini, kamu adalah istri saya, atau siapanya saya, sesungguhnya semua ini adalah kelanjutan jalinan perasaan dari kehidupan sebelumnya. Seberapa besar kekuatan Master sekarang? Asalkan Master bersujud di sini, memandang Guan Shi Yin Pu Sa, lalu mengangkat kedua tangan Master ke atas, maka Master akan merasa seperti sedang menyangga alam semesta, medan aura dari tangan Master luar biasa besarnya.
Semua buah karma yang tidak baik, berasal dari bibit karma yang kamu tanam. Segala balasan karma yang kamu tanggung pada hari ini, semua berasal dari bibit karma yang kamu tanam sendiri. Hari ini istri bertengkar denganmu, itu merupakan bibit karma yang kamu tanam; Hari ini kamu tidak punya uang, itu adalah bibit karma yang kamu tanam; Hari ini kamu ditimpa kesialan, itu adalah bibit karma yang kamu tanam … sekarang ini Master bisa menolong orang-orang melalui pemikiran, oleh karena itu Master harus lebih serius membina pikiran, terlebih tidak boleh memperlakukan orang lain dengan tidak baik, harus menahan diri untuk tidak marah, tidak boleh beremosi. Kalian semua harus membina diri baik-baik, jika bisa membina diri sampai apa yang dipikirkan bisa terwujud, apakah kamu masih takut akan jatuh sakit? Guan Shi Yin Pu Sa memberi tahu Master: seberapa baik dirimu menjaga kesehatan tubuhmu, maka sepanjang itulah umurmu. Mana mungkin Bodhisattva tidak berwelas asih kepada Master? Dengan hal yang sama, Guan Shi Yin Pu Sa juga berharap kalian bisa menjalani setiap hari di dunia ini dengan baik.
Ada seorang pendengar yang berkata kepada Master: “Setelah Anda mengajarkan semua orang melafalkan paritta, bahkan pemerintah Australia pun perlu berterima kasih kepada Anda, karena Anda membuat banyak orang tidak usah pergi berobat ke dokter, bisa menghemat uang pemerintah.” Sebenarnya ada banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan melafalkan paritta. Oleh karena itu, harus terus tekun melafalkan paritta, maka tubuh akan menjadi lebih baik. Jika acara Master terus dilanjutkan, maka sepuluh tahun kemudian, akan ada banyak orang tubuhnya akan menjadi sehat, bahkan orang yang makan seafood hidup pun akan menjadi semakin sedikit.
Membabarkan Ajaran Buddha Dharma demi membawa kebaikan bagi semua makhluk. Hari ini kamu menyebar-luaskan Ajaran Buddha Dharma, maka ini akan membawa kebaikan bagi dirimu sendiri, dengan kata lain baik bagi tubuhmu. Hari ini Master membabarkan Dharma, sama dengan membawa kebaikan bagi semua makhluk. Oleh karena itu, kalian harus menekuni Dharma dengan baik. Terlebih sebagai murid, kalian harus lebih menyayangi diri sendiri. Segala benda-benda di dunia ini, hari ini bisa berubah menjadi seperti ini, besok juga bisa berubah lagi menjadi seperti itu. Jika hari ini tubuhmu tidak sehat, maka besok tubuhmu bisa menjadi sehat. Akan tetapi jika kamu tidak melakukan perbuatan baik, maka yang tadinya baik juga bisa berubah menjadi tidak baik. Jika hari ini bisnismu buruk, maka besok bisnismu akan membaik. Jika hari ini kamu melakukan kebajikan seperti ini, maka besok kamu akan memperoleh buah kebaikan. Ingatlah: seseorang yang membina pikiran harus rendah hati dan mawas diri (bersikap hati-hati), selalu memperlakukan orang lain dengan baik. Harus benar-benar membina diri! Kerjakan sesuatu dengan diam-diam dan sungguh-sungguh, jangan mengejar ketenaran dan pencapaian yang besar.
