37. Hati yang Tidak Melekat, Memperbaiki Perilaku Diri Sendiri
Buah karma buruk dan aura kotor seseorang akan merasuki jiwanya sesuai dengan hukum karma, lebih tepatnya masuk ke dalam roh dan tubuhnya. Mengapa karma buruk harus dihapuskan? Karena semua karma buruk pasti memiliki aura kotor dan medan aura yang buruk, dan aura yang tidak bersih ini akan merasuki jiwa seseorang sesuai dengan karmanya. Menurut pandangan pengobatan tradisional Tiongkok, dia bisa menghalangi peredaran aliran chi (udara) dan aliran darah dalam tubuh kita, yang bisa menimbulkan kesakitan (penyakit) bagi diri kita. Inilah yang sering Master katakan, satu demi satu gumpalan karma buruk yang jika sudah terkumpul terlalu banyak, akan membuat peredaran aliran chi dalam tubuh seseorang menjadi tidak lancar, juga akan menghambat peredaran aliran darah untuk bekerja secara normal, karena itu tubuh kita akan jatuh sakit. Membina diri dan membina pikiran sama dengan membuka cahaya dalam jiwa kalian dengan hati dan perilaku, bila hari ini Anda telah melakukan banyak perbuatan baik, maka hatimu akan merasa tenang dan senang. Sewaktu Anda membantu orang lain, baik melalui perilaku maupun secara psikologis, itu sama dengan membuka jendela hatimu, jendela jiwamu.
Karena Ajaran Buddha Dharma luar biasa dalam maknanya, ia tidak terlihat dan tidak bisa disentuh, maka saya akan memberi tahu kalian, mengenai kebaikan dari Ajaran Buddha Dharma. Ketika seseorang berada dalam keadaan luar biasa menderita dan merasa paling tidak berdaya, maka Ajaran Buddha Dharma sudah memasuki hatinya, ini seperti pernyataan, saat seseorang merasa paling menderita, itu adalah saat di mana dia paling bisa percaya kepada Buddha. Karena ketika orang ini berada dalam keadaan yang tersulit, saat dia sudah putus harapan, dia baru bisa melepaskan segalanya. Karena sewaktu seseorang benar-benar sangat menderita, luar biasa sakit deritanya sampai membuat hatinya pilu, menusuk sampai ke dalam sifat dasarnya, maka sifat kebuddhaan yang terpendam dalam dirinya baru bisa keluar, dia baru bisa menerima Ajaran Buddha Dharma yang sebenarnya. Sedangkan, sewaktu seseorang berada dalam kondisi yang baik dan berkecukupan, tidak merasakan penderitaan apapun, maka biasanya orang tersebut tidak akan bisa membina diri dengan baik. Hanya saat seseorang berada dalam kondisi yang paling menderita dan paling tidak berdaya, lalu Anda membantunya, maka itulah saat di mana dia bisa meyakini Ajaran Buddha Dharma. Karena sudah tidak berdaya, dia baru bisa berdoa memohon kepada Buddha dari lubuk hatinya yang terdalam.
Saat melakukan perbuatan baik, kita harus bisa “melihat” kekosongan dari dalam diri sendiri. Berarti ketika Anda melakukan suatu kebajikan, maka pada saat yang sama, Anda juga harus menyadari bahwa semua itu bersifat kosong. Bersifat kosong maksudnya, ketika Anda sedang melakukan perbuatan baik yang didasari oleh sifat dasar Anda, maka pikiran Anda kosong, bukan demi mengejar balasan atau imbalan apapun, Anda murni hanya ingin membantu orang lain. Karena ketika Anda memiliki suatu tujuan tertentu sewaktu membantu orang lain, mereka juga bisa merasakan bahwa Anda tidak tulus, perbuatan baik yang dilakukan dengan tujuan tertentu tidak akan memperoleh jasa kebajikan hanya saja balasan karma baik. Namun jika sewaktu melakukan kebajikan, kita bisa “melihat” kekosongan dalam diri kita sendiri, itu berarti Anda sudah berhasil, kalau tidak, Anda hanya akan memperoleh balasan baik, namun bukan jasa kebajikan. Apabila saat Anda membantu orang lain, pikiran Anda masih belum kosong, maka apa yang Anda lakukan hanyalah suatu perbuatan baik, karena Anda masih menginginkan sesuatu dari hal ini.
Membina diri, adalah hal yang sering Master katakan kepada kalian semua, yakni memperbaiki perilaku diri sendiri, sembari memperbaiki sembari praktek, “praktek” di sini berarti menjadikan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari sebagai lapangan pembinaan diri. Memperbaiki perilaku buruk diri sendiri dalam pekerjaan dan keseharian kita, menganggap pekerjaan yang kita lakukan sebagai proses pembinaan diri, dan membina diri sebagai suatu pekerjaan, bekerja sambil membina diri dan membina diri sambil bekerja, menyatukan keduanya sebagai suatu aktivitas sehari-hari. Jangan mengira bahwa setelah tiba di Guan Yin Tang baru membina diri, dan menyudahi pembinaan diri begitu Anda pulang, tidak melupakan pembinaan diri saat bekerja, dan tidak melupakan pekerjaan ketika membina diri, karena semua tutur kata dan perilaku kita dalam pekerjaan dan keseharian kita merupakan praktek pembinaan diri.
Hati yang tidak melekat, dengan kata lain, jangan menempatkan hati Anda pada suatu posisi tertentu, “Saya tidak masalah, ditempatkan di manapun boleh, tidak ditempatkan juga boleh” Jangan menitikberatkan hati Anda pada suatu hal, lalu apakah yang dimaksud dengan “hati yang melekat”? Tidak peduli apakah itu hal yang menitikberatkan pada keserakahan, dalam aspek makanan, maupun karir Anda, semua ini disebut dengan “hati yang melekat”. Sedangkan hati yang tidak melekat, Anda tidak akan memasukkan semua masalah kecil dan hal yang sepele ke dalam hati. Kita harus bisa menemukan sifat kebuddhaan kita, membangkitkan kesadaran kita, serta mengembangkan potensi pencerahan dalam diri kita.
Hidup ini bagai perpaduan antara kenyataan dan ilusi, hidup kita ini nyata, namun terkadang seperti mimpi, terkadang juga bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat nyata. Kenyataan dan ilusi berubah-ubah silih berganti, kenyataan bagai ilusi, namun ilusi juga sepertinya nyata. Master berharap kalian selalu berhati-hati dalam berperilaku dan berbicara, jangan sampai menanam bibit karma tanpa disadari.
