15. Membahas tentang “Kejayaan – Keterpurukan” dan “Kekhawatiran” 谈“宠辱”和“牵挂”

15. Membahas tentang “Kejayaan – Keterpurukan” dan “Kekhawatiran”

Seorang manusia memiliki perasaan dan indra perasa, juga memiliki struktur tubuh yang sangat unik dan istimewa, oleh karena itu manusia hidup di dunia ini akan selalu memiliki perasaan dan persepsi.

Struktur tubuh manusia seluruhnya dikendalikan oleh pikirannya (semangat atau kemauan), pikiran seseorang bisa mengontrol semua fungsi tubuhnya, begitu pikirannya terpusat, maka dia bisa memaksimalkan semua fungsi organ yang ada, bila pikirannya terpecah dan tidak fokus, maka tubuhnya juga akan kehilangan kemampuan untuk melakukan fungsinya.

Kekuatan apa yang kalian gunakan untuk berdoa kepada Guan Shi Yin Pu Sa pada saat ini?

Yang digunakan adalah kekuatan pikiran, dengan memilikinya, kekuatan ini baru bisa berubah menjadi keyakinan, tanpa keyakinan, maka segala hal yang dilakukan tidak akan bisa berhasil, tanpa keyakinan, maka selamanya Anda tidak akan bisa melihat secercah cahaya harapan di masa depan.

Oleh karena itu, keyakinan seseorang dalam pembinaan pikiran sangat penting sekali, karena dengan adanya keyakinan ini, Anda baru bisa berani melangkah maju ke depan. Sewaktu Anda merasa tidak yakin, maka Anda tidak akan bisa melakukan semua pekerjaan dengan baik.

Contohnya: pada saat satu keluarga di ambang kehancuran, jika pasangan suami istri ini tidak ingin bercerai, maka mereka harus mengandalkan keyakinan dan kemauan mereka untuk mempertahankan rumah tangga mereka, mempercayai bahwa pernikahan mereka pasti bisa bertahan melewati cobaan ini, dengan demikian, pernikahan mereka baru bisa membaik.

Namun, seberapa jauh keyakinan ini bisa bertahan, tergantung dari pandangan orang tersebut terhadap masa lalu dan masa depan, serta yang paling penting adalah apakah orang itu menjalani pembinaan pikiran. Jika orang itu pada hari ini telah membina pikirannya, maka dia pasti memiliki keyakinan dan harapan, akan tetapi jika orang ini tidak menjalani pembinaan pikiran, maka dia tidak akan memiliki harapan, perasaan dan pandangannya juga hampa dan tidak nyata.

Hari ini kita akan membahas tentang “kejayaan” – chong * 宠 dan “keterpurukan” – ru 辱.

Sebenarnya baik kejayaan maupun keterpurukan adalah fenomena perasaan yang menakutkan.
Contohnya: ada orang yang setiap hari menerima perlakuan yang sangat baik dari atasannya, meskipun demikian dia tetap akan merasa takut, karena dia tidak tahu kapan masa-masa ini akan berakhir dan tersingkir. Seperti: seorang pekerja biasa, tiba-tiba bosnya berkata kepadanya: “Kamu besok naik jabatan menjadi manager.” Orang ini akan merasa kaget, selanjutnya bergembira. Namun sebenarnya ini juga merupakan suatu bentuk ketakutan. Mendapatkan perlakuan istimewa atau pun perlakuan buruk, semuanya adalah salah satu wujud dari ketakutan, dan ketakutan ini akan menimbulkan kesulitan besar bagi seseorang.

Pepatah mengatakan: “Menghadapi keterpurukan tanpa rasa takut” – ren ru bu jing *忍辱不惊, “Menjalani kejayaan dan keterpurukan tanpa rasa takut” – chong ru bu jing * 宠辱不惊.

Hari ini, atasan menaikkan jabatan saya, saya tidak merasa kaget. Besok dimarahi oleh atasan dan diturunkan jabatannya, saya juga tidak merasa takut. Orang yang seperti ini memiliki pikiran yang baik, jangan merasa senang karena naik jabatan dan sedih karena turun pangkat. Jangan menyisakan kekhawatiran di dalam pikiran kita. Pada saat Anda menjalani kejayaan atau melewati kesusahan, kedua kondisi ini seringkali menimbulkan perbedaan besar pada diri kita sendiri. “Keterpurukan” yang dimaksud di sini tidak sepenuhnya merujuk pada penghinaan, melainkan saat Anda gagal untuk mencapai sesuatu yang Anda inginkan, ini sebenarnya juga termasuk suatu hal yang memalukan.

Mendapatkan perlakuan istimewa, di sini merujuk pada orang-orang yang kedudukannya lebih rendah atau mengalami hal-hal yang biasanya tidak mungkin terjadi, namun tiba-tiba saja terjadi, maka mereka akan mengira kalau dirinya sudah mencapai kejayaan, merasa kaget sekaligus senang, namun sebenarnya perasaan ini hanya bersifat sementara. Kalian pasti pernah menonton film “The Million Pound Bank Note”, menceritakan tentang seorang miskin yang mendapatkan satu lembar cek bernilai sepuluh juta poundsterling, pada akhir cerita cek sepuluh juta pound ini diambil kembali oleh pemiliknya.

Pada saat seseorang menemukan suatu hal yang baik, dia akan merasa kaget, dan mengira bahwa segala benda yang ada di dunia ini akan membawa kejutan yang baik kepadanya, namun setelah kebahagiaan tiba, yang akan datang berikutnya adalah kehilangan, setelah kehilangan, maka Anda akan merasa sangat ketakutan. Contohnya: Raja mengatakan, hari ini Anda diangkat menjadi perdana menteri, karena perdana menteri sebelumnya tidak bagus, pekerjaannya tidak beres. Setelah menjadi perdana menteri, jika Anda tidak memiliki kecakapan sebagai perdana menteri, maka selanjutnya Anda akan melewatkan hari-hari dengan penuh ketakutan, karena setiap saat Anda bisa saja dipecat, dan mungkin nasib Anda akan berakhir lebih tragis daripada perdana menteri sebelumnya, bahkan bisa saja dihukum mati. Jangan mengira apa yang hanya bisa Anda miliki sementara waktu adalah sesuatu yang baik, ini namanya ketakutan yang bodoh.

Merasa senang sewaktu diperlakuan dengan baik. Merasa kecewa sewaktu perlakuan baik itu hilang. Merasa sedih sewaktu keterpurukan datang. Dan pada saat keterpurukan ini berlalu, kita bagaikan terbebas dari beban yang berat. Pikiran kita di dunia ini selamanya melayang ke sana kemari, tidak pernah bisa tenang. Semua orang selalu mendambakan kehidupan yang tenang dan damai, namun pikiran ini setiap hari melayang tanpa arah,

bagaimana bisa tenang?

Contohnya: sewaktu seseorang tidak sakit, maka setiap hari dia akan merisaukan tentang pekerjaannya, sedikit-sedikit mengeluh tentang atasan atau rekan kerja yang bersikap buruk kepadanya, lalu terkadang muncul masalah yang menimbulkan ketidaklancaran dalam pekerjaannya. Jika Anda sakit parah dan kehilangan pekerjaan, maka Anda tidak lagi merisaukan pekerjaan, akan tetapi mulai mengkhawatirkan tubuh Anda sendiri, menurut kalian kapan pikiran ini baru bisa tenang? Tanpa adanya ketenangan, seseorang akan menjadi labil, merasa senang dan sedih tidak menentu, manusia hidup di dunia ini selamanya seperti orang sakit, coba lihat tubuh Anda, walaupun sekarang tidak berpenyakit, namun jiwa Anda sudah sakit.

Mengapa begitu? Karena setiap hari Anda merasa takut, takut dipuji orang lain, takut juga dijelek-jelekkan orang lain, orang zaman sekarang semuanya sensitif, mendengar satu kalimat pujian, yang pertama kali muncul di dalam pikirannya malah: “Apakah orang itu sedang menyindir saya?” Bukankah ini pertanda bahwa jiwa Anda sedang sakit? Oleh karena itu, pada zaman sekarang ini ditekankan untuk memiliki tubuh dan jiwa yang sehat, hanya tubuh yang sehat saja tidak cukup, harus memiliki jiwa (pikiran) yang sehat juga.

Menghadapi kejayaan dan keterpurukan dengan sikap tenang dan biasa, jika hari ini kehilangan pekerjaan juga tidak apa-apa, nanti pasti bisa menemukan pekerjaan baru; bila hari ini divonis menderita penyakit tertentu juga tidak apa-apa, pasti penyakitnya bisa disembuhkan. Orang yang tidak memiliki kekhawatiran, itulah orang yang benar-benar tidak egois. Kalimat ini terdengar kurang masuk akal dan sulit dipahami, bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki kekhawatiran adalah orang yang tidak egois? Bila dipikirkan dari sudut pandang yang lain, orang yang tidak memiliki kekhawatiran berarti tidak memiliki keinginan pribadi, tidak ada keakuan. Jika sepanjang hari memikirkan diri sendiri, pekerjaan sendiri, masa depan diri sendiri, keluarga sendiri, dan lain-lain, bukankah orang ini masih memiliki keegoisan?

Maka, kita harus memahaminya dari sisi yang berlawanan, pada saat seseorang masih mengkhawatirkan ini dan itu, berarti sifat egois orang itu sangat kuat. Guan Shi Yin Pu Sa datang kembali ke dunia ini untuk menyelamatkan semua makhluk, jika beliau sepanjang hari memikirkan kehidupan sebagai Pu Sa di Langit, atau berpikir “Saya sudah cukup banyak menderita di dunia ini, sudah saatnya saya kembali ke Langit”, jika berpikiran seperti itu, bagaimana mungkin bisa menyelamatkan semua makhluk? Ada berapa banyak biksu yang bertekad untuk meninggalkan keluarganya demi menolong semua makhluk, bersedia untuk membina diri dengan menjadi biksu, lalu kelak terlahir kembali ke dunia ini untuk menyelamatkan lebih banyak makhluk lainnya. Inilah yang dinamakan pengorbanan tanpa pamrih.

Seseorang yang tidak memiliki kekhawatiran, adalah orang yang benar-benar tidak egois. Karena dia sudah memberikan pengorbanan, tidak lagi memikirkan diri sendiri, tidak mengkhawatirkan keluarganya, tidak memikirkan tentang semua pekerjaannya, masa depan, uang, dan lain-lain, ini berarti dia sedang “merelakan”, karena orang yang mampu merelakan semua yang dimilikinya adalah orang yang tidak egois.

Sewaktu membantu orang lain, jangan mengharapkan imbalan apa pun. Jika Anda membantu orang lain demi memperalat mereka, agar suatu saat nanti orang tersebut bisa membantu Anda atau keluarga Anda, bukankah bantuan yang Anda berikan itu sangat egois. Karena Anda masih memiliki kekhawatiran akan diri sendiri, keluarga, dan masih berpikir: semoga setelah saya membantu kamu sekarang, nantinya kamu juga bisa membantu saya, ini adalah bantuan yang mengharapkan pamrih.

Tokoh terkenal dari Tiongkok – Lei Feng *雷锋, sudah membantu begitu banyak orang, namun apakah dia pernah memikirkan dirinya sendiri? Apakah dia pernah memikirkan imbalan yang akan diterimanya? Ini baru dinamakan bantuan tanpa kekhawatiran, perwujudan welas asih terhadap siapa pun juga, pengorbanan tanpa pamrih.

Orang yang benar-benar tidak memiliki kekhawatiran, baru bisa menjadi orang yang benar-benar bebas dari ketakutan.

Pertama, tanpa keegoisan baru bisa bebas dari ketakutan, karena orang yang bisa merelakan segalanya, tidak akan takut apa pun. Di dalam banyak film, bisa kita lihat para penjahat suka menculik anak kecil, karena mereka tahu Anda mengkhawatirkan anak Anda, menggunakan siasat ini untuk menakuti-nakuti Anda, demi mencapai tujuan mereka.

Bila dilihat dari sudut pandang manusia biasa, anak kita sendiri atau keluarga kita diculik orang, mana mungkin kita tidak merasa khawatir? Bagaimana mungkin kita bisa menghilangkan rasa takut? Sebenarnya ini adalah pemahaman yang salah, saat Anda memiliki semangat keberanian tanpa perasaan egois, saat Anda membina diri dengan baik, maka Pu Sa (Bodhisattva) pasti akan memberkati Anda, maka baik anak Anda atau anggota keluarga Anda tidak akan diculik orang lain, keluarga Anda akan hidup dengan aman dan damai. Jika keluarga Anda tidak damai, maka sebenarnya itu menandakan Anda belum membina diri dengan baik, tidak memiliki pahala, yang menyebabkan kondisi keluarga Anda tidak tenang dan menderita. Seseorang yang tidak memiliki rasa takut, adalah orang yang benar-benar bisa melakukan hal-hal besar. Orang yang melakukan hal-hal besar, baru benar- benar bisa mengemban tanggung jawab besar dari Langit.