30. Berteman menurut Ajaran Buddha Dharma 佛法论交友

30. Berteman menurut Ajaran Buddha Dharma

Hari ini kita akan membahas tentang siapa saja yang patut dijadikan teman, dan siapa yang tidak.

Berteman dengan orang yang disiplin dalam menjalankan sila. Bila di antara teman-teman Anda, ada orang yang menjalani sila dengan taat, maka boleh didekati, karena setelah dekat dengan orang seperti ini, maka Anda mampu mengurangi tidak mengejar segala keinginan, Anda tidak lagi bersikeras untuk memenuhi banyak keinginan sendiri.

Berteman dengan orang yang memiliki kebijaksanaan besar. Orang ini sangat bijaksana, yang ditekankan Master di sini adalah kebijaksanaan, bukan kepandaian, karena bila Anda bergaul dengan teman yang bijaksana, bisa membantu Anda keluar dari ketersesatan.

Berteman dengan orang yang rendah hati dan penyabar. Jika teman Anda ini sangat rendah hati, tidak sombong, penyabar, maka Anda boleh mendekatinya, karena setelah dekat dengannya, bisa menghilangkan kesombongan diri sendiri, yakni perasaan tinggi hati dan superior (merasa diri paling hebat).

Berteman dengan seorang yang dapat menyelami dengan baik dan selalu berpegang pada ajaran-ajaran dalam kitab klasik. Orang yang selalu berbicara sesuai pedoman-pedoman penting, contohnya teman ini sering memberi tahu Anda, jangan mengucapkan perkataan yang tidak benar, jangan mendengarkan hal-hal yang tidak senonoh … Semua yang diucapkannya adalah perkataan-perkataan (bijak) yang ada dalam buku, maka Anda boleh berteman dengan orang seperti ini. Karena dari dalam buku-buku ini, kita bisa mempelajari banyak pengetahuan mengenai tata krama, memahami lebih banyak prinsip untuk menjadi individu yang lebih baik. Karena orang yang cakap dalam sastra dan berpegang pada nilai-nilai ajaran, bisa membantu memecahkan kesulitan yang Anda hadapi.  

Berteman dengan orang yang berpikiran polos dan selalu memberikan nasihat yang benar. Orang ini suka berterus terang dan selalu memberikan peringatan yang benar kepada Anda, karena orang-orang seperti ini adalah sahabat yang sesungguhnya, ingat, mereka adalah teman sejati, namun ada sebagian orang yang menggunakan kepolosan atau sifatnya yang suka berterus terang ini untuk memarahi orang lain, atau menggunakannya untuk membicarakan kekurangan orang lain, dari hal-hal ini menunjukkan kalau orang ini tidak beretika, karena dia sendiri sudah menjauhi pemikiran benar yang sesungguhnya, nasihat benar yang sesungguhnya disebut sebagai “hati yang lurus”, bersikap tulus terhadap orang lain baru bisa dikategorikan sebagai orang berpikiran lurus, Anda boleh bergaul dengan orang yang berpikiran lurus dan suka berterus terang, karena mereka bisa memberi tahu kesalahan Anda, dan kekurangan pada diri Anda.

Berteman dengan orang yang tekun dan giat memajukan dirinya. Orang yang sangat rajin, dan  berusaha keras untuk maju, boleh dijadikan teman, karena bergaul dengan orang seperti ini akan membuat Anda mencapai keberhasilan dengan lebih cepat, dengan kata lain orang yang tekun dan rajin bekerja akan lebih cepat berhasil.

Berteman dengan orang yang lebih membela kebenaran daripada harta kekayaan, orang ini tidak terlalu mementingkan uang, namun sangat setia kawan, orang seperti ini boleh dijadikan teman, karena dia bisa menghilangkan kekikiran di dalam dirimu.

Berteman dengan orang yang berwelas asih dan menghargai apa yang dimilikinya. Orang yang memiliki perasaan cinta kasih, bisa berwelas asih, boleh dijadikan teman, boleh berhubungan dekat dengannya. Boleh berteman dengan orang yang tidak boros dan bisa menghargai benda-benda di sekitarnya. Karena saat Anda dekat orang yang welas asih dan menghargai barang-barang seperti ini, bisa menghilangkan kemelekatan diri sendiri.