8. Belajar Mengharmonisasikan, Mengubah Kesadaran Spiritual — 学习融通 转换境界

Belajar Mengharmonisasikan, Mengubah Kesadaran Spiritual

Ajaran Buddha Dharma menggunakan kebijaksanaan untuk mengubah tingkat kesadaran spiritual di dunia ini,  Master menggunakan kebijaksanaan untuk mengubah kesadaran spiritual duniawi ini. Memang saya tidak memiliki kerisauan? Ada. Namun, karena saya sudah menekuni ajaran Dharma, saya sudah tahu untuk melepas, saya sudah tidak memedulikannya lagi, maka saya pun bisa melepas, jadi kesadaran spiritual saya pun berubah, dan saya tidak terpengaruh dengan kesadaran spiritual atau keadaan kamu. Awalnya satu masalah yang sangat menyakitkan, yang membuat saya sangat sedih, tetapi tidak lama kemudian saya bisa melupakannya, saya menggunakan ajaran Buddha Dharma untuk mengubah kesadaran spiritual saya, “Oh, jangan dipedulikan, lepaskan saja”, maka saya tidak akan sedih lagi; sedangkan pihak lain, masih mengingatnya, dan dia masih sangat sedih. Benar tidak? Oleh karena itu, ajaran Buddha Dharma menggunakan kebijaksanaan untuk mengubah kesadaran spiritual atau keadaan ini, pertama-tama, harus memasuki “yi xiang fa” – dharma satu rupa. Apakah yang dimaksud dengan “yi xiang fa”? Yakni, kamu terlebih dahulu mengubah kesadaran spiritual diri sendiri, pertama-tama, fokus mengubah satu hal. Contoh, sekarang ada banyak masalah, saya stress dan tidak bisa berpikiran terbuka, maka kamu terlebih dahulu membuka pikiran terhadap satu masalah, misalnya, masalah anak di rumah, atau masalah kesehatan tubuh sendiri, atau masalah suami, atau masalah dalam bisnis, atau masalah dengan saudara dan teman … Begitu banyak masalah yang berdatangan, seperti menekan kamu, membuat kamu berpikiran buntu terhadap segala hal, dalam hati, kamu tidak bisa melepas. Kalau begitu, menggunakan “dharma satu rupa”, apa maksudnya? Yakni, pertama-tama, kamu mencari satu objek dan masuk ke dalamnya, lalu melampauinya, jadi  menyelesaikan permasalahan putra saya terlebih dahulu, melihat putra saya, saya merasa senang, dia pun bisa menjadi baik, mengenai tubuh saya, mari pelan-pelan disembuhkan. Masalah dengan suami, sudah tidak masalah lagi, putra saya pun sudah baik, masalah yang lain nantinya juga bisa membaik. Ketika kamu bisa memecahkan satu masalah, maka masalah lain apapun juga bisa dipecahkan, seperti saat kita dikepung orang lain, asalkan ada satu titik keluar, lalu kita menembus titik ini, maka kita pun bisa keluar menembus kepungan ini. Apabila kamu dikepung orang lain, namun tidak ada titik keluar, maka kamu benar-benar telah dikepung orang lain, berada di dalam tidak bisa keluar, maka akan menjadi sakit jiwa, akan menjadi kacau-balau di dalam.

 

Hari ini, anak perempuan yang baru saja diterawang totemnya mengatakan, dia melihat setiap kali Master keluar, seluruh tubuh bercahaya keemasan, selain itu sekujur tubuh terasa panas, begitu dia mendekati Master, seluruh tubuhnya segera merasa panas. Dia mengatakan, baru-baru ini dia bermimpi bertemu dengan Master palsu, dia mengatakan, begitu Master palsu datang, sekujur tubuhnya merinding, tubuh tidak bercahaya, pada akhirnya, dia segera berkata, “Kamu adalah Master palsu”, dia baru saja mengatakannya, lalu yang palsu itu meledak dan lari. Sesungguhnya, dia tidak tahu kalau ini disebut “meledak”, seperti dalam film {Perjalanan ke Barat}, para siluman bukankah merasuki sesuatu dan berubah menjadi sesuatu? Begitu dipukul dengan tongkat sakti Sun Go Kong, dia segera terbang lari. Sekarang di alam roh pun ada yang menyamar menjadi saya untuk keluar, sama seperti di dunia, banyak orang mengatakan, “Dia adalah Master Lu, dia adalah tubuh Dharma Master.”

 

Oleh karena itu, kalian harus memahami, bahwa kita menekuni Dharma harus memahami hal-hal ini, terlebih dulu menggunakan satu rupa dharma untuk masuk ke dalam, lalu menggunakan pemikiran dan kebijaksanaan mengubahnya menjadi penuh sukacita dalam Dharma. Seperti saya sekarang tidak takut akan apapun, karena putra saya sudah baik, berpikir terpusat pada masalah putra saya ini, saya akan bisa memikirkan hal yang positif, lalu dari sini saya menembus keluar, saya jadi berpikiran terbuka, saya sudah tersadarkan, saya sudah mengerti, kemudian pelan-pelan menyelesaikan masalah lainnya. Mengerti? Dalam satu pemikiran, maka kamu bisa mengubah keadaan. Ada banyak orang di antara kalian yang pernah bertengkar, saya ingin bertanya, saat kalian bertengkar sampai setengah, tiba-tiba berpikir, “Saya tidak ingin ribut dengannya, karena ribut terus seperti ini juga tidak ada akhirnya, dari pagi sampai malam terus bertengkar, tidak ada yang patut diributkan.” Dalam satu pemikiran, kamu tidak bertengkar lagi, semuanya berhenti, “perang” sudah berakhir. Karena satu pemikiranmu, “Saya tidak ingin bertengkar lagi dengannya”, maka masalahnya akan berubah.

 

Oleh karena itu, kita jangan dipengaruhi oleh keadaan atau lingkungan, kamu harus bisa mengubah keadaan, bukannya dipengaruhi oleh keadaan, maka hidupmu akan menjadi semakin bebas leluasa. Dengan kata lain, saat lingkungan ini berubah, saya tidak memedulikannya, suami di rumah sudah mulai membanting-banting barang, kamu pun tidak usah memedulikannya, maka kamu tetaplah dirimu, dan selanjutnya, kamu tidak akan tertimpa masalah. Suami bertabiat begitu buruk, “Kamu jahat, namun saya tidak berubah, saya tidak apa-apa, saya tetap seperti ini”; sebaliknya, begitu dia melakukan hal buruk, kamu kesal dan marah-marah, jantungmu menjadi tidak sehat, berarti kamu sudah dipengaruhi oleh kondisinya. Bukankah di hari Sabtu saat saya memberikan wejangan, saya sering mengatakan, satu orang di rumah pada mulanya sangat senang, selanjutnya begitu anak datang, “Mama, nilai rapor saya tidak bagus”, begitu mama marah, lalu terus-menerus memarahinya sampai malam, seluruh suasana hati yang baik sudah dirusak, dengan kata lain, suasana hatimu selamanya akan dikendalikan oleh orang lain, kamu tidak mampu mengendalikan suasana hati sendiri, benar tidak? Maka, jika ingin hidup semakin bebas dan leluasa, janganlah dipengaruhi oleh keadaan, kamu harus bisa mengubah keadaan. Misalnya, saya hari ini datang kemari, semua orang tidak memedulikan saya, kamu pun merasa sangat tidak senang bukan? Keadaan ini sangat tidak menguntungkan kamu bukan? Baiklah, besok saya akan menyapa semua orang dengan tersenyum, “Halo”, lalu memberikan perhatian padanya, “Apakah kamu perlu bantuan saya? Saya akan membantumu”, kamu datang setiap hari, orang lain memarahimu, tidak peduli, saya masih tetap datang setiap hari, kalian semua bersikap buruk pada saya, namun saya tetap bersikap baik pada semua orang, saya membelikan makanan untuk kalian, saya melakukan sesuatu untuk kalian, sampai pada akhirnya, sebulan kemudian, “Halo”, semua orang pun akan melihatmu dan bertegur sapa denganmu, bukankah berarti keadaanmu ini sudah berubah? Bukankah kamu menjadi bebas dan leluasa? Maka, kamu harus bisa mengubah keadaan, bukannya dipengaruhi oleh keadaan. Semakin buruk perlakuan orang-orang terhadapmu, lalu kamu semakin sedih, saat seseorang merasa tidak senang, wajahnya semakin masam, merasa tidak ada seorang pun yang baik, kalau begitu, dirimu sendiri merasa sedih atau tidak? Bukankah berarti kamu semakin mempersulit diri sendiri? Maka, kamu harus bisa mengubah keadaannya.

 

Master selamanya saat berada di tengah keadaan yang susah dan sulit ini, pasti bisa mengubah keadaan. Ada seorang anak perempuan yang sangat lucu, melihat Master sedang makan, dia berkata, “Saya melihat Master di Surga sangat bahagia, rasanya senang sekali, namun datang ke dunia ini untuk menderita.” Bahkan, melihat saya makan pun, dia merasa sangat kasihan, dia mengatakan kalau saya sangat menderita, akan tetapi Master sudah merasa sangat senang, tentu saja, mana mungkin bisa dibandingkan dengan di Surga? Kalian belum pernah pergi ke atas, maka kalian selamanya tidak bisa merasakan segala yang ada  di Surga, maka masih sangat melekat di Alam Manusia ini. Seperti banyak orang yang tinggal di dalam gunung dan hutan terpencil, orang lain memberitahu dia, betapa enaknya hidup di kota, ada telepon, ada macam-macam, lalu dia berkata, bukankah keadaan saya juga cukup baik, kalian merasa di dunia ini bagus sekali, setiap hari bertengkar, masih mengatakan, kalau ini adalah penyedap rasa kehidupan, bagaikan “kebutuhan pokok”, sudah lama sekali tidak bertengkar dengannya, dan ingin bertengkar. Setelah bercerai, lama-kelamaan, kembali ingin mencari orang lain untuk diatur, setelah lama menikah, dan kembali ingin bercerai, setelah bercerai dalam waktu yang lama, kembali ingin mencari orang lain untuk dimarahi, kalau tidak ada orang yang bisa dimarahi, lalu merasa sedih. Dia selamanya dikendalikan orang lain, paling suka ada orang yang mengaturnya, kalau tidak ada yang mengaturnya, dia merasa sedih.

 

Saat hidup seseorang semakin bebas dan leluasa, maka akan terlahir suatu kekuatan untuk “mengharmonisasikan”, yakni kekuatan untuk bisa menembus dan memahami secara mendalam dan menerapkannya, jadi terhadap segala hal, kamu pelan-pelan mampu memahaminya, lalu menyelesaikannya. Orang ini bersikap buruk terhadapmu, namun kamu bisa berbicara hati ke hati dengannya, kamu bisa memahaminya, membuat dia berkomunikasi denganmu, mengerti? Kekuatan untuk mengharmonisasikan sangat luar biasa, jika menggunakan istilah masa kini, ini disebut sebagai “melobi”. Kamu tidak mencintai saya, maka saya berusaha berkomunikasi denganmu; kamu tidak mencintai saya, maka saya berusaha terus baik terhadapmu, membelikanmu barang, mengerahkan segenap kemampuan saya untuk baik padamu, sampai pada akhirnya, orang ini menikah dengannya. Ada satu orang Beijing yang saya kenal juga begitu, anak perempuan itu lebih kecil 20 tahun lebih darinya, maka dia membantunya dengan memberikan saran, setiap kali memperkenalkan teman pria padanya dan membantu memberikan penilaian, setelah itu membantu analisa: “Oh, pria ini sangat bagus dalam hal ini, kamu boleh mencoba menjalin hubungan dengannya.” Setelah berpacaran beberapa kali, lalu berdiskusi dengannya, yang ini tidak baik, dan pelan-pelan memecahkan hubungannya, anak perempuan ini setiap kali pacaran pasti meminta saran darinya, setelah pacaran 5-6 tahun, terus tidak bertemu dengan yang cocok, usianya pun semakin bertambah. Pada akhirnya, dia berkata pada anak perempuan ini, saya lihat kamu tidak usah cari lagi, kamu menikah dengan saya saja, akhirnya, benar-benar menikah dengannya. Sesederhana itu saja, meskipun contoh ini juga karena kedua orang ini berjodoh. Jika menggunakan istilah sekarang, berarti si pria sudah mampu mengharmonisasikan, bisa masuk ke dalam hatinya, bisa mengetahui apa yang dipikirkannya. Kamu ingin mencari pria kaya, maka dia mengatakan, “Orang ini tidak punya uang, saya lihat dia begitu pelit, tidak mungkin punya banyak uang”, ya sudah, si anak perempuan tidak mau. Jika dia ingin yang tampan, “Orang ini cukup tampan, namun begitu dilihat, dia pasti adalah pria yang bergantung pada wanita, mungkin saja ada banyak wanita yang mengejarnya, apakah kamu menemukan ada masalah dengannya?” Setiap wanita memiliki perasaan cemburu, “Setiap kali dia sedang bersama saya, selalu ada orang yang meneleponnya, di jalan ada banyak orang yang mengenalnya.” “Coba lihat, benar bukan? Sudah pasti, ada banyak teman wanita”, ya sudah, hubungan dengan yang ini pun berakhir. Sampai pada akhirnya, yang ini tidak cocok, yang itu juga tidak bagus, lalu dia berkata lebih baik kamu menikah dengan saya, ya sudah, benar-benar menikah dengannya.

 

Master beritahu kalian, kemampuan untuk mengharmonisasikan ini, jika bisa digunakan untuk menyelaraskan, hasilnya sangat luar biasa, membuat kamu bisa berpikiran terbuka, saya tidak mengajarkan kalian untuk menggunakan kemampuan mengharmonisasikan ini dalam hal seperti ini – hubungan asmara, saya ingin kalian mempergunakannya di dalam keseharian kalian. Terhadap masalah-masalah yang membuat kalian berpikiran buntu, aih, tidak ada apa-apanya, tidak masalah, saya tidak mau bertengkar dengannya, saya sudah memarahinya, saya juga sudah bertengkar dengannya, sudahlah, kita adalah praktisi Buddhis, untuk apa memikul hal-hal kotor seperti ini di hati? Cobalah untuk berpikiran lebih terbuka, aduh, dia ingin pergi, maka kita pergi saja; dia tidak meninggalkan saya, maka saya masih akan baik padanya. Kalau memang ada jodoh ini, maka kita menyesuaikan jodoh saja, meskipun saya menderita, tetap jalani saja, manusia hidup pada dasarnya memang menderita; saya sangat miskin, meskipun miskin, namun bukankah saya masih tetap hidup? Orang lain kaya raya, bukankah juga makan tiga kali sehari, tidur di satu ranjang? Dan memiliki satu mobil, itu saja. Bukankah dengan begitu, kamu sudah berpikiran terbuka? Bukankah ini adalah pemahaman total? Jika kamu merasa diri sendiri hebat, maka ketahuilah bahwa, banyak orang yang belum mencapai kemenangan terakhir namun sudah meninggal terlebih dahulu, merasa dirinya adalah seorang pemimpin, seorang yang berbakat, pada akhirnya orangnya semuanya meninggal duluan, masih berbakat apalagi. Banyak orang merasa saya seumur hidup ini memiliki kemampuan yang hebat sekali, saya seharusnya menjadi seorang Perdana Menteri, saya seharusnya begini begitu. Master bertemu dengan banyak anak perempuan, yang berparas sangat cantik, keluarganya semuanya berkata padanya, kamu seharusnya menikah dengan pangeran. Saya berkata padanya, kamu seharusnya menikah dengan “rumah”. Kamu kira karena kamu cantik lalu bisa jadi hebat, kamu tidak memiliki nasib seperti ini. Kamu mengira kamu punya uang, maka kamu pasti bisa mendapatkan banyak uang, namun apakah kamu memiliki nasib ini? Walaupun dulu kamu bisa mendapatkan banyak uang, namun sekarang dan di masa depan nanti, apakah kamu masih memiliki nasib seperti ini? Maka, kamu seharusnya bersikap lebih wajar, seorang praktisi Buddhis harus bisa melepas. 

 

Seperti kalian para muda-mudi ini, kamu masih muda, juga berparas lumayan cantik, punya latar belakang pendidikan yang baik, coba pikirkan, sekarang dirimu pun sudah berusia 30 tahun, benar tidak? Hiduplah lebih wajar, karena lingkungan bisa berubah, berpikirlah lebih terbuka, pahamilah lebih seksama. Murid saya Wei Na begitu berpikir, “Putra saya bisa begini sudah bagus sekali, coba lihat orang lain, banyak orang yang punya anak pun tidak bisa, saya masih bisa melahirkan putra seperti ini, meskipun sakit, tetapi sekarang sudah sembuh”, bukankah berarti kamu sudah mengharmonisasikannya? Suami saya ini, coba pikirkan, masih ada banyak wanita yang tidak menikah, masih tidak bisa menikah dengan orang seperti suami saya ini, kamu hanya bisa berpikir begitu. Ada banyak hal, setelah dipikir-pikir, lalu pikiran kita akan terbuka, setelah diselami, lalu bisa melampauinya. Yang sudah tidak ada ya tidak ada lagi, di dunia ini, saya sudah mengatakannya, sudah tidak ada, maka tidak ada lagi, begitu jodoh berlalu sudah berlalu, jika bisa ditangkap maka tangkap baik-baik, jika tidak, maka tidak ada lagi; kalau sudah jatuh ke bawah, akan jatuh ke bawah. Oleh karena itu, setelah kamu memiliki kekuatan untuk mengharmonisasikan seperti ini, akan terjadi perubahan kualitatif pada dirimu. Apakah perubahan kualitatif? Karena kamu sudah bisa menyelaraskannya, kamu sudah bisa berpikiran terbuka terhadap apapun, maka kualitas atau mutu hidupmu baru bisa mengalami perubahan, kamu sudah berpikiran terbuka, “Saya sangat menghargainya, saya sudah merasa sangat senang, saya memiliki satu keluarga seperti ini, saya menjalani hari-hari ini, saya merasa bahagia,”ya sudah, dengan adanya perubahan kualitatif, maka di rumah kamu akan bersikap baik padanya, dia pun akan baik terhadapmu, terjadilah perubahan pada kualitas hidupmu, maka kamu tidak akan lagi mempermasalahkan banyak hal-hal sepele. Benar tidak? Setelah terjadi perubahan kualitatif, ini disebut sebagai menyesuaikan jodoh.