20. Pikiran dapat Terbebaskan, Segalanya adalah Kosong — 心能解脱一切为空

Pikiran dapat Terbebaskan, Segalanya adalah Kosong

Begitu Dharma berlalu, semuanya berlalu. Dengan kata lain, begitu pintu Dharma berlalu, maka semuanya juga berlalu. Setelah melewati jalan ini, apakah kita masih bisa mengambilnya kembali? Dulu Tuan Hong sangat piawai bermain bulu tangkis, jalan ini telah kamu lalui selama bertahun-tahun, sudah sangat terkenal, dharma sudah berlalu, dulu kamu sudah mendapatkan penghargaan, Tuan Hong, jika sekarang menyodorkan raket bulu tangkis kepadamu, apakah kamu masih berani bermain? Begitu kamu main, maka pinggangmu pasti akan sakit sampai terasa bukan milikmu lagi. Benar tidak? Yang sudah berlalu, maka tidak ada lagi, mengapa masih melekat pada hal-hal di masa lalu? Siapa yang menjahati saya, siapa yang mengerjai saya, siapa yang membuat saya sedih, saya bagaimana, saya bagaimana tidak bisa berpikiran terbuka, otaknya sudah bermasalah. Jika pikirannya bermasalah, berarti jiwa juga bermasalah, orang yang jiwanya tidak seimbang, maka otaknya akan bermasalah. Jika otaknya bermasalah, akan mempengaruhi jiwamu, inilah mengapa pintu Dharma  Master disebut sebagai“Xin Ling Fa Men”, menyelamatkan orang harus menyelamatkan hati – pikirannya. Menyelamatkan seseorang, tidak ada gunanya jika hanya menyelamatkan di luarnya saja, harus menyelamatkan pikiran atau hatinya, jika kamu berhasil menghidupkan hatinya, maka orang ini sudah terselamatkan. Jika kamu tidak berhasil menyelamatkan pikiran orang ini, saat dia melompat ke sungai, kamu menyelamatkannya dari ambang bunuh diri, namun selagi orang lain lengah, dia akan kembali melompat. Jika kamu menyelamatkannya, dan membuat dia memahami prinsip kebenaran, manusia tidak seharusnya mati seperti ini, seharusnya bagaimana, membuat dia mengerti, maka dia tidak akan bunuh diri lagi. Coba kamu katakan, lebih penting menyelamatkan tubuhnya atau lebih penting menyelamatkan jiwanya? Bukankah Master sekarang sedang menyelamatkan pikiran kalian? Master mengizinkan kalian berpikiran buntu, namun pikiran kalian harus terbuka. Harus memahami bahwa menyelamatkan orang harus menyelamatkan pikirannya.

 

Oleh karena itu, tidak bisa diperbandingkan. Dengan kata lain, jangan membandingkan satu pintu Dharma dengan pintu Dharma yang lain, kamu tidak dapat membandingkan jalan Broadway di Amerika Serikat dengan jalan Victoria di Australia, tidak dapat membandingkan Kuil Shing Wong di kota Shanghai dengan gereja di Australia, logikanya sama. Antar sesama Pintu Dharma, ia adalah sebuah jalan, adalah sebuah cara, setelah berlalu maka tidak ada lagi. Coba pikirkan, terbentuk, tinggal, rusak dan kosong, ketika dunia ini sirna, apa lagi yang kita miliki? Dharma sudah kosong, yang telah hilang maka sudah tidak ada lagi. Hal yang kita miliki hari ini, keesokan hari akan hilang, hari ini kita memiliki 50 yuan di saku, begitu pergi ke supermarket, saat keluar maka tidak ada lagi, benar tidak? Jadi, hal yang pernah kita pikirkan dahulu, hal yang tidak disenangi, hal yang pernah kita lakukan, mengapa tidak bisa melupakannya seperti sekarang ini? Setelah digunakan, maka tidak ada lagi, oleh karena itu, jangan mendendam, jangan membenci orang lain, ini adalah prinsip yang paling mendasar dalam menekuni Dharma. Jika kamu sebagai murid Master, bahkan perasaan membenci orang lain saja tidak dapat diperbaiki, maka kamu sudah dihapus dari konsep pemikiran Master. Kalian semua orang yang berada di sini, siapa pun yang masih membenci orang di dalam hati, maka kalian bukanlah murid Master yang baik. Tidak seharusnya membenci, seharusnya memiliki cinta kasih; tidak seharusnya membenci, seharusnya berwelas asih; tidak seharusnya membenci, seharusnya memiliki belas kasihan.

 

Manusia sungguh kasihan. Setiap orang hidup dengan sangat kasihan di dunia ini, hari ini sakit disini, besok sakit disana, hari ini tertimpa bencana ini, besok ada petaka itu, untuk apa kamu masih membenci orang lain? Sungguh bodoh. Kita tidak punya waktu untuk membenci orang lain, kita hanya punya waktu untuk mencintai diri sendiri, lebih banyak mencintai hati nurani dan sifat dasar diri sendiri. Seseorang yang tidak welas asih dan membenci orang, yang akan diperolehnya adalah kesedihan untuk dirinya sendiri, semua prinsip kebenaran ini Master sampaikan setiap hari, kalian adalah orang yang lebih dekat dengan Master, jika masalah kalian ini juga tidak diperbaiki, bagaimana kamu membantu semua makhluk? Bagaimana Master bisa percaya bahwa kalian sanggup menyebarluaskan Ajaran Xin Ling Fa Men di dunia ini? Sebanyak apapun orang yang kamu selamatkan, kamu juga akan kehilangan, karena yang kamu sebarkan adalah kebencian, bukan cinta kasih, yang kamu sebarkan itu adalah dendam dan kecemburuan, bukan welas asih, bagaimana cinta kasih seperti ini bisa terpancar dari dirimu? Orang yang tidak memiliki cinta kasih, bagaimana bisa membabarkan Ajaran Buddha Dharma? Semakin jalan, kamu akan semakin jauh dari Bodhisattva.

 

Ingatlah, tubuh Dharma tidak berupa. Dengan kata lain, dalam pikiran kita, tubuh kita, jiwa kita, tubuh Dharma yang dimiliki tidak seharusnya memiliki rupa, yakni tidak seharusnya memiliki satu wujud tertentu, karena kebencian itu berwujud. Ilmuwan Jepang pernah melakukan satu percobaan, yakni mencaci-maki air, setelah air ini dibekukan, corak bunga yang terbentuk sangat jelek. Apakah cinta kasih tidak memiliki rupa? Jangan ada kebencian dalam pikiran kalian, maka tubuh Dharma kamu tidak akan berupa. Tubuh Dharma Master pergi menolong orang lain, apakah Master akan menolong orang dengan membawa kebencian? Master tidak memandang rupa. Ketika kamu sakit, Master akan bersama-sama dengan Guan Shi Yin Pu Sa pergi melihatmu, benar tidak? Memangnya Master akan mengatakan, mengapa orang ini demikian? Master tidak akan membawa kebencian maupun cinta dalam menolong orang-orang, oleh sebab itu, maka harus menggunakan kesetaraan pikiran dalam memandang semua makhluk, tidak akan ada rupa yang muncul, tiada wujud, baru bisa disebut sebagai tubuh Dharma. Tubuh yang bersih itu tidak memiliki wujud, kalau berwujud berarti tidak bersih. Contoh sederhana, hari ini kamu mencuci mangkuk, di dalamnya ada sesuatu yang kotor yang menempel di dalam, apakah ini disebut bersih? Sudah ada wujudnya bukan? Ada sesuatu yang kotor, dinamakan memiliki wujud. Kalau kamu mencuci sampai bersih, apakah masih ada sesuatunya? Apakah ada wujudnya? Sudah tidak ada lagi, sudah tidak terlihat, semuanya sudah bersih. Tidak boleh ada ganjalan dalam hati, tidak boleh ada hal-hal kotor di dalam pikiran, sedikit saja hal-hal kotor bisa membuat kekotoran di dalam jiwamu menumpuk semakin banyak. Sebuah mobil yang bagus, kalau sering meninggalkan kotoran di dalamnya, maka lambat-laun, semakin menumpuk semakin banyak, akhirnya berubah menjadi mobil sampah. Jika tidak sering menyedot debu, kecoak dan kutu busuk perlahan-lahan akan masuk ke dalam mobilmu, benar tidak? Harus senantiasa membersihkan hati pikiran diri sendiri.



Menunjukkan wujud mengikuti keadaan. Bodhisattva mengatakan, ketika membantu orang lain,  harus menyesuaikan hal ini menampakkan wujudmu, setelah selesai membantu, lalu kamu kembali berubah menjadi kosong. Contoh sederhana, jika orang ini sangat menderita, lalu kamu menasihatinya, saat kamu menasihatinya, kamu akan berbicara dengannya seperti seorang Bodhisattva, setelah selesai bicara, maka kamu tidak akan memikirkannya lagi. Seusai berbicara, kalau kamu masih mengingatnya, kamu akan berkata pada orang ini, “Maaf, masalah tadi benar-benar adalah kesalahan saya, saya tidak hati-hati”, saat kamu mengatakannya, bukankah sama seperti Bodhisattva yang sedang mengubah diri sendiri? Setelah selesai bicara, kalau masih ada kebencian di hatimu, masih tidak bisa berpikiran terbuka, jika begitu, kamu seharusnya “menunjukkan wujud mengikuti keadaan”, dengan kata lain, kalau kamu sedang menghadapi masalah ini, maka kamu menunjukkan wujud seperti ini, ini tandanya kamu kembali memiliki halangan pikiran. Oleh karena itu, “menunjukkan wujud mengikuti keadaan”, artinya adalah harus menolong orang-orang dengan menyesuaikan jodoh, mengikuti keadaan setiap orang yang tidak sama dalam membangkitkan kesadaran spiritual semua makhluk.



Kita tidak harus meninggalkan dunia ini untuk mengejar kebebasan, kita berada di dunia ini pun bisa mengejar kebebasan, perkataan Master ini disebut, “tidak harus meninggalkan keduniawian untuk memperoleh kebebasan”. Dengan kata lain, kamu tidak harus meninggalkan dunia ini, kamu baru bisa terbebaskan. Banyak orang yang hidup dengan bebas, leluasa, dan bahagia di dunia ini, dia tidak meninggalkan dunia ini dan memperoleh kebebasan. Seseorang yang kerisauannya semakin banyak, semakin tidak bisa terbebaskan; seseorang yang memiliki kebencian dan kecemburuan semakin besar, maka dia tidak akan terbebaskan; seseorang yang sepanjang waktu ceria dan bahagia, berarti dia sudah melihat kebenaran di dunia ini bahwa semuanya adalah palsu, dia sudah terbebaskan. Mengerti?  Pembahasan Master hari ini dengan kalian sangat luar biasa dan sangat mendalam, sesungguhnya, Master menjabarkan tentang hal-hal ini, semakin lama semakin dalam, kalian bisa berada di sisi Master, hari ini masih bisa duduk mendengarkan di sini, adalah keberuntungan kalian.

 

Satu pintu Dharma yang baik, seorang praktisi yang baik, faktor yang terpenting adalah harus memiliki guru pembimbing yang baik. Coba kamu lihat begitu banyak praktisi Buddhis, jika tidak ada orang yang bisa ditanya mengenai masalah mereka sendiri, dari mana datangnya buku-buku ini? Yang Master ketahui banyak sekali, jika kamu tidak bertanya, maka Master tidak akan mengatakan hal-hal ini kepada kalian, terkadang tidak terpikirkan oleh Master. Coba pikirkan, sekarang hanya ada satu pintu Dharma ini, ada begitu banyak orang yang sedang membantu penyimpulannya secara sistematis, bisa menyebarkan dengan begitu baik, ini merupakan kewelas-asihan dari Guan Shi Yin Pu Sa.《Surat Kabar Harian Ren Min》, merupakan media komunikasi yang bisa dibaca oleh setiap warga, sekarang juga menerbitkan tentang Xin Ling Fa Men dari Master, coba pikirkan, betapa terhormatnya ini. “Xin Ling Fa Men” berjalan sampai hari ini, Master sudah mengalami banyak sekali kesulitan. Dulu umatnya sangat sedikit, Master pertama kali membabarkan Dharma dimulai dari 300 orang, Master terus mengingat perkataan seorang biksu tua yang terkenal, dia berkata, ada sekali dia pergi membabarkan Dharma di Singapura hanya 60 orang, pertama kali Master membabarkan Dharma di Ashfield (nama sebuah kota di Australia), ada 300 orang, titik awalnya sudah berbeda, semua orang senang. Lihatlah sekarang, di sekeliling Master ada kalian berapa banyak orang yang sedang menyebarkan Dharma, ke mana pun Master pergi, selalu ada orang yang membabarkan Dharma.

 

Ingatlah, kalian adalah pembabar Dharma, bukanlah orang awam duniawi. Kalian bukan datang ke dunia ini demi hal-hal duniawi, kalian datang demi membabarkan “Xin Ling Fa Men” dari Guan Shi Yin Pu Sa, kalian bukan hidup demi Master, kalian hidup demi menyelamatkan semua makhluk. Oleh sebab itu, apa yang perlu disedihkan, apalagi yang bisa membuntukan pikiran kita? Apalagi yang perlu dibenci? Hari ini, jika Master hanya mengurus beberapa orang yang ada di sisi Master, lalu mengeliminasi semua orang lain yang ingin menyebarkan ajaran Buddha Dharma, apakah penyebaran Dharma Master bisa meluas sampai ke seluruh dunia? Hari ini, di Meksiko, Amerika, Kanada, Perancis, Jerman, Inggris dan Jepang, juga negara-negara lainnya, semuanya memiliki umat Xin Ling Fa Men, bisa mencapai hari ini, apakah Master hanya mengandalkan satu orang atau dua orang saja? Bagaikan laut yang dapat menaungi ratusan sungai, harus berpikiran terbuka, harus memahami, harus mengerti niat baik Master, harus mengejar kebebasan di dunia ini, harus bisa terbebaskan.