15. Dengan Kesempurnaan Pikiran Mencapai Penerangan Bodhi Yang Paling Sempurna 用圆满心证得无上菩提

Dengan Kesempurnaan Pikiran Mencapai Penerangan Bodhi Yang Paling Sempurna

Kita harus belajar memutuskan segala kejahatan untuk selamanya. Semua hal-hal buruk, saya harus mengakhirinya untuk selamanya, tidak boleh ada alasan apapun. Kalau sudah melakukan kesalahan, asalkan ada sesuatu yang salah pada diri sendiri, maka harus mengakui kesalahan sendiri, selain itu harus memutuskannya untuk selamanya. Tidak boleh mengatakan, hari ini memperbaikinya, lalu besok melanggarnya lagi, kalau begitu berarti tidak memutuskan untuk selamanya.


Harus melakukan kebaikan yang sempurna. Dengan kata lain, saat kamu melakukan segala perbuatan baik, harus sempurna. Hari ini kamu datang bersembah sujud ke Guan YinTang, maka kamu harus beranjali dan bersujud hormat; jika kamu tidak bersembah sujud, berarti tidak sempurna; kalau kamu bersembah sujud, tetapi tidak melafalkan paritta, juga termasuk tidak sempurna. Hari ini kamu membantu seseorang, kamu hanya memberikan perhatian padanya dengan meneleponnya, tetapi kamu tidak benar-benar membantunya dalam kehidupan nyata, ini berarti yang kamu lakukan tidak sempurna. Segala hal yang tidak sempurna akan menyebabkan kebocoran di Alam Manusia, jika ada kebocoran, maka kamu tidak dapat mengumpulkan, karena semakin bocor akan semakin banyak. Sewaktu kecil, jika kantong celana kita bolong, dan kita menyimpan koin di dalamnya, dengan pikiran, koin cukup besar, tidak akan jatuh keluar, maka kamu coba saja, beberapa hari kemudian, uangmu akan habis bocor keluar. Oleh karena itu, tidak boleh membiarkan adanya kebocoran, ini yang terpenting.


Harus bisa mencapai pencerahan Bodhi yang paling sempurna. Dengan kata lain, dalam melakukan hal apapun, kita harus bisa membuatnya sempurna. “Yang paling sempurna” apa maksudnya? Berarti tidak ada cacat apapun, terus meningkat ke atas, dalam mengerjakan segala sesuatu tidak ada pinggiran maupun batasan, kalau tidak dilakukan, lebih baik jangan sama sekali; kalau sudah dilakukan, lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Apa hal yang harus dilakukan dengan baik? Yakni menapaki jalan bodhi, yaitu melakukan pekerjaan misi Bodhisattva, membina pikiran Bodhisattva, meneladani perbuatan Bodhisattva.


Oleh karena itu, kita harus memahami pentingnya jodoh baik yang matang di dunia ini, kita menjalin jodoh baik dengan orang lain, juga harus memperhatikan kematangannya. Apakah yang dimaksud dengan matang? Yakni tunggu buah ini sudah matang, kamu baru bisa memetiknya. Dengan kata lain, saat kita memperkenalkan Dharma kepada orang lain, kalau orang ini belum sepenuhnya percaya, ini berarti jodoh Kebuddhaannya belum tiba atau belum matang; hari ini saat kita melakukan jasa kebajikan, kita hanya bersembah sujud kepada Buddha, tetapi tidak melafalkan paritta, berarti jodoh kita belum matang. Jodoh baik yang sudah matang, baru bisa mendatangkan kesempatan. Sewaktu kesempatan baik seseorang sudah tiba, dia baru bisa berhasil mengerjakan suatu hal. Kalau orang ini baru saja berpacaran beberapa hari denganmu, dan kamu belum menjadi warga negara, kalau kamu memintanya untuk segera menikah denganmu, maka orang itu akan segera meninggalkanmu, ini termasuk jodoh baik yang belum matang, waktu belum tepat. Tunggu sampai dia bersedia menikah denganmu, ingin baik denganmu, itu berarti kesempatannya sudah tiba.


Menekuni Dharma tidak mudah, jadi jangan sembarangan, jangan mengira dengan memiliki akar dasar yang baik lalu bisa sukses mencapai keberhasilan. Dengan kata lain, jangan mengira, karena kita telah melakukan sedikit perbuatan baik, lalu kita bisa memperoleh hasil yang baik. Banyak orang yang baru saja menyembah Buddha, hari ini saya mempersembahkan satu buket bunga untuk Bodhisattva, lalu mengatakan: “Mengapa permohonan saya masih belum terkabul? Mengapa masalah saya ini masih belum ada perbaikan?” Jangan mengira dengan hal ini lalu bisa langsung ada hasilnya. Sesungguhnya, dengan akar dasar yang sesungguhnya baru bisa mencapai kesuksesan – kesempurnaan, apakah akar dasar di sini? Yaitu hati nuranimu, kebaikan hatimu, sifat Kebuddhaanmu, itulah akar dasarmu, baru kamu bisa berhasil mencapai kesempurnaan. Kalau kamu membangun rumah, maka harus memiliki fondasi yang baik, sedangkan fondasi ini adalah hati nuranimu, kebaikan hatimu, welas asih kamu, perasaan sukacita kamu, perasaan ingin memberi atau berdana, dengan memiliki pikiran-pikiran seperti ini, baru bisa menjadi akar dasarmu, sedangkan dengan memiliki akar dasar atau “fondasi” ini, kamu baru bisa membangun rumah, dan rumah yang dibangun baru bisa tinggi.


Kita harus bisa mengamalkan sepuluh kebajikan, yaitu selamanya tidak membunuh makhluk hidup, tidak mencuri, tidak berzina atau berbuat asusila, tidak berbohong, tidak berlidah dua, tidak berkata-kata buruk. Apakah tidak berbohong itu? Dengan kata lain tidak menipu. Apakah berlidah dua itu? Yakni mengadu domba. Berkata-kata buruk sama dengan memarahi atau mencaci-maki orang. Semua ini bisa menyebabkan ketidaksempurnaan dalam pembelajaran Dharma kamu seumur hidup. Kalian semua memiliki kekurangan ini. Dan juga lagi, kata-kata yang menyesatkan, dengan kata lain, sembarangan menafsirkan perkataan orang lain; selain itu, tidak boleh memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan, tidak boleh memiliki pemahaman dan pandangan yang sesat. Apakah yang dimaksud dengan pemahaman dan pandangan yang sesat? Ada banyak anak kecil yang mengira semenjak kecil dirinya sudah pintar berkilah, benar tidak? Ada seorang anak laki-laki, orang lain berkata: Rambutmu begitu panjang, mengapa tidak dipotong? Dia menjawab: Di luar semuanya seperti ini. Kalau ditanya: mengapa tidak sikat gigi? Dia menjawab: karena tidurnya terlalu malam. Kalau ditanya: mengapa gaya orang ini duduk di atas meja sambil makan kelihatan begitu tidak sopan? Dia menjawab: Sekarang trend seperti ini. Semua ini adalah pemahaman yang sesat, dia tidak tau seperti apa itu yang benar. Yang diketahuinya semuanya sesat. Pandangan sesat, karena dia berpendapat kalau semua ini adalah benar, padahal sesungguhnya dalam hati dia tahu kalau semua ini tidak benar, namun dia bersikeras mencari-cari alasan untuk menjelaskannya; pemahaman yang sesat, biasanya dia sendiri tidak tahu kalau dirinya sudah sesat, masih mengira kalau ini benar, masih berdalih sepanjang waktu.


Kalau menjadi agen property juga demikian, sudah jelas sinar matahari tidak bisa masuk ke tempat ini, mereka malah mengatakan: di sini musim panas sangat nyaman. Dia tahu kalau ini tidak bagus, tetapi dia masih mengatakan kalau ini bagus. Mengapa tempat ini tidak ada tempat parkir? Mereka mengatakan: Kamu jalan ke depan sedikit, berolahraga juga bagus – bukankah ini adalah pemahaman dan pandangan yang sesat? Dia bisa mencari-cari alasan yang sebenarnya tidak masuk akal, dia berpendapat kalau begini sangat cocok baginya, ini adalah pemahaman dan pandangan yang sesat, selamanya selalu masuk akal. 


Banyak orang yang dalam menekuni Dharma, sering menggunakan pemahaman dan pandangan sesatnya sendiri untuk bicara pada orang lain: “Bodhisattva berdiri di sana tidak bergerak, bagaimana saya bisa tahu kalau Bodhisattva mengetahui saya?” Ini adalah pemahaman dan pandangan sesat. Oleh karena itu, kalian dalam berbisnis apapun atau mengerjakan apapun, semuanya ada pemahaman dan pandangan yang sesat. Yang baru saja Master katakan adalah menjadi agen property, coba pikirkan, orang lain selalu saja bisa mencari-cari kekurangannya, begitu ketemu kekurangannya, kamu lalu berkata: “Ya, ini memang benar. Yang kamu katakan memang masuk akal, kalau tidak, mana mungkin bisa begitu murah?” Logikanya sesederhana itu saja. Jangan mengatakan lagi: “Orang lain bisa menjualnya sampai berapa puluh ribu dolar lho.” Kamu selamanya merasa diri sendiri benar, ini adalah pemahaman yang sesat.


Kita harus lebih banyak memberikan ketidaktakutan, lebih sering membantu semua makhluk. Maksud dari lebih banyak memberi ketidaktakutan adalah, harus sering memiliki ketidaktakutan yang besar, kamu sendiri tidak mempermasalahkan apapun, saya tidak mementingkan apapun, terhadap siapapun saya bersikap sama, saya juga baik terhadap siapa saja. Dengan ketidaktakutan, baru bisa membantu orang lain, baru bisa tidak egois, orang ini baru bisa menghilangkan pikiran yang egois. Ketidaktakutan yang besar, yakni membantu orang lain dengan semaksimal mungkin, ada berapa orang di antara kalian yang bisa membantu orang lain? Apakah kalian memiliki ketidaktakutan yang besar? Apa yang dimaksud dengan ketidakegoisan? Dengan kata lain, sama sekali tidak boleh ada pikiran yang egois, segala pemikiran egois tidak boleh ada, hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Apakah kalian bisa melakukannya?


Kalian berbicara dengan seseorang, terkadang pun merasa seperti membuang-buang waktu, karena orang itu tidak mendatangkan keuntungan bagi kalian. Banyak orang di antara kalian yang duduk di sini juga demikian, melihat orang yang kaya lalu berusaha mengobrol terus-menerus, karena merasa mungkin nantinya bisa memperoleh bantuannya; melihat orang yang miskin, bahkan bicara pun tidak mau, ini namanya egois. Master tidak melihat banyak orang mau berbicara dengan Xiao Xu, karena kalian tidak bisa mendapatkan keuntungan dari dirinya, ini namanya egois. Apakah kalian sudah pernah makan mie goreng yang dibuatnya? Tante Zhou setiap datang selalu penuh dengan senyum, bertegur sapa dengan setiap orang, apakah kalian juga menanggapinya dengan ramah? Kalian kira Master tidak melihatnya? Kalian adalah praktisi Buddhis, seluruh akar sifat buruk dalam sifat dasar kalian semuanya muncul keluar, melihat Tante Zhou yang begitu ramah dengan kalian, tetapi tidak banyak orang yang mau bicara banyak dengannya, ini namanya egois. Kekurangan muncul keluar bukan? Sekarang apakah kalian sendiri sudah tahu salah di mana?


Kita harus senantiasa memiliki welas asih yang besar, Master baru saja mengatakan, membantu semua makhluk dengan ketidakegoisan, membantu orang lain tanpa alasan apapun, kita harus sering berwelas asih terhadap orang lain, memutuskan segala kebiasaan buruk amarah dan kebencian untuk selamanya, dengan kata lain, kita harus bisa menghilangkan segala pemikiran benci pada diri sendiri untuk selamanya. Seseorang yang tidak membenci orang lain, akan terlahir welas asih besar pada dirinya. Contoh sederhana, jika sel darah merah adalah welas asih, kalau sel darah putih terlalu banyak, maka sel darah merah kamu akan berkurang, karena sel darah putih – kebencianmu terlalu banyak dan terlalu tinggi, secara relevan, sel darah merah kamu akan hilang, dan kamu akan jatuh sakit.


Kita harus memahami pentingnya untuk sama sekali tidak menyimpan kebencian apapun terhadap orang lain dalam pikiran sendiri. Sangat sulit sekali, permintaan Master terhadap kalian tidak tinggi, pada mulanya, tidak bisa diubah, maka kebencian pelan-pelan akan muncul dengan sendirinya, setelah muncul harus segera dihilangkan, kamu tidak bisa membiarkan berkembang begitu saja, tidak boleh membiarkannya merajalela, kalau tidak welas asih dalam pikiranmu akan menjadi semakin sedikit.