13. Tidak Memikirkan Benar Salah Baru Bisa Meninggalkan Rupa Dharma — 不想是非才能常离法相

Tidak Memikirkan Benar Salah Baru Bisa Meninggalkan Rupa Dharma

Seseorang yang bisa melihat sifat dasarnya sendiri, sudah pasti adalah orang yang memiliki ketaatan pada sila, konsentrasi pikiran, dan kebijaksanaan, dia mampu menghilangkan kebenciannya sendiri, menghilangkan kecemburuannya sendiri, dia bisa menenangkan diri, dia memiliki kebijaksanaan. Jika orang ini memiliki ketaatan pada sila, konsentrasi pikiran, dan kebijaksanaan, maka dia pasti tidak akan memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan. Dia tidak akan peduli pada ketenaran dan kejayaan duniawi, saya beri kamu satu jabatan bagaimana? Tidak ambil penting. Saya beri kamu uang bagaimana? Tidak peduli lagi. Menurut kamu, apakah orang seperti ini akan tamak? “Kamu benci tidak pada saya, dulu saya bersikap sangat buruk padamu.” “Tidak masalah lagi, saya tidak membencimu.” Apakah orang ini akan membenci orang lain? “Aih, saya beritahu kamu ya, dalam masalah ini, kamu sepenuhnya bisa mengajukan sedikit kompensasi uang, orang lain dalam satu minggu sudah mendapatkan beberapa ratus Yuan”, begitu hati tergerak, bukankah akan menjadi kacau? Merasa yang didapatkan tidak sebanding dengan yang dilakukan, benar tidak? Sekarang, ada orang yang mengatakan, “Master, penyakit kronis gigi kamu bisa mengajukan pengobatan gratis lho.” Saya tidak mengajukannya, saya sudah memiliki asuransi, mengapa masih tamak? Banyak orang yang mengetahui kalau tubuh ini sudah sakit, karena memiliki asuransi tenaga kerja, bisa melakukan pemeriksaan gratis, karena bisa melakukan pengobatan gratis dan lainnya, lalu dia sendiri berpikir, saya bagian yang ini tidak bagus, bagian yang itu kurang sehat, padahal sesungguhnya tidak ada masalah besar, namun karena melakukan pemeriksaan ini itu, karena gratis, begitu diperiksa malah muncul banyak penyakit. Kakinya sebenarnya baik-baik saja, karena gratis, lalu melakukan operasi, berpikir akan lebih baik nantinya. Ya sudah, setelah dioperasi, malah tidak bisa berdiri. Ini yang disebut sebagai ketamakan, mengerti? Sesungguhnya, sudah makan sampai perutnya kenyang begini, sudah cukup bukan? Sampai di restoran makan sepuasnya, makan dua piring besar sudah cukup, namun melihat orang di sebelah makan begitu banyak, lalu kamu berpikir, saya sudah menghabiskan uang segini, mengapa dia bisa makan lebih banyak? Maka kamu juga pergi makan lagi, ya sudah, pulang ke rumah, tengah malam radang usus buntu, terjadi gangguan pencernaan, ini karena ketamakan. Oleh karena itu, jangan tamak, jangan membenci, dan jangan bodoh, mengerti? Kalian harus memahami kebenarannya.

 

Master beritahu kalian, setiap pemikiran harus diperhatikan seksama dengan kebijaksanaan prajna, dengan kata lain, dalam otakmu, kamu harus sering berpikir kalau kebijaksanaan sedang menyinari saya, saya adalah orang yang memiliki kebijaksanaan, saya adalah orang yang memiliki kebijaksanaan Guan Shi Yin Pu Sa, maka tidak ada satu pemikiran saya yang tidak bijaksana, dengan kata lain, setiap pemikiran yang muncul dalam diri saya memiliki kebijaksanaaan prajna. Hari ini saya makan nasi, saya memiliki kebijaksanaan, karena saya tahu, ini adalah nasi yang dianugerahi Bodhisattva kepada saya, saya akan makan baik-baik. Hari ini saya berjalan kaki, saya merasa memiliki kebijaksanaan, karena saya ingin melatih tubuh saya dengan baik, dengan begitu, saya bisa menolong lebih banyak orang, saya ingin memiliki tubuh yang sehat, maka saya harus jalan kaki. Hari ini saya tidur, saya tidak boleh tidur terlalu lama, karena tidur terlalu lama bisa menumbuhkan kebodohan, saya bisa menyia-nyiakan waktu yang baik ini dengan tidur, saya harus bangun lebih pagi, sudah waktunya bangun, maka harus bangun. Semua ini, harus dilakukan di bawah pancaran sinar mentari kebijaksanaan. Hari ini ada seorang wanita yang begitu melihatmu, membuatmu segera kehilangan kebijaksanaan. Hari ini Master teringat akan satu lelucon, ada seorang wanita, menarik suaminya untuk pergi berobat, mereka pergi ke dokter hewan, dokter bertanya, “Suamimu itu manusia, mengapa kamu mengajaknya berobat ke dokter hewan?” dia menjawab, “Suami saya begitu melihat wanita cantik, segera muncul sifat binatangnya, maka saya harus membawanya berobat ke dokter hewan.” Bukankah perbedaan antara manusia dan binatang, dengan binatang buas juga adalah masalah konsep pemikiran? Oleh karena itu, setiap pemikiranmu harus memiliki kebijaksanaan, kamu baru bisa menjadi Bodhisattva.  

 

Kita harus sering melihat sifat Kebuddhaan diri sendiri. Master baru saja mengatakan, harus sering meninggalkan rupa Dharma, benar tidak? Harus bisa meninggalkan semua rupa, kamu sendiri baru bisa menjadi bebas dan leluasa, mengerti? Oleh karena itu, sifat dasar sendiri disadari oleh diri sendiri, sesungguhnya semua dharma, merupakan sebuah jalan, tunggu selesai dijalani, maka dharma ini pun akan hilang. Oleh karena itu, Master mengatakan, 84.000 Pintu Dharma, sesungguhnya adalah 84.000 jalan yang diberikan Bodhisattva kepada kita, supaya kita bisa mencapai tepian pencerahan, berjalan ke dunia yang lain untuk memulai hidup baru, bukan supaya kalian berjalan di jalan yang ini lalu kembali menikmati, kembali melekat, dan tidak bisa terbebaskan. Pahamilah, mengapa manusia bisa memiliki kerisauan? Karena manusia memikirkan benar dan salah, maka memiliki kerisauan; Karena manusia tidak bisa melihat sifat dasar dirinya, maka dia tidak bisa melihat terang cahaya terhadap segala masalah. Mengapa kita manusia bisa memiliki kerisauan? Karena tidak bisa melihat terang cahaya, tidak bisa melihat saat ini dan masa depan. Setiap hari pergi bekerja, dia merasa terang cahayanya adalah Hari Natal, bisa libur satu bulan, ini adalah terang cahayanya. Coba kamu pikirkan, seseorang yang setiap hari hanya melihat hal ini, mana mungkin bisa memiliki terang cahaya? Coba pikirkan, setelah pensiun, setiap hari liburan di rumah, lebih merasa kesepian. Dulu dikatakan, banyak orang miskin yang mengharapkan tahun baru makan dumpling, kalau terbayangkan, rasanya ingin sekali makan, sekarang di supermarket mana pun bisa membeli dumpling, bukankah berarti terang cahayamu sudah hilang, karena yang ada di matamu hanya hal-hal kecil seperti ini, tidak bisa melihat masa depan. Maka kita harus bisa melihat masa depan, apakah masa depan itu? Masa depan adalah menolong orang, dan menjadi Bodhisattva. Apakah masa depan itu? Masa depan adalah kamu berada di Surga, seperti duduk di pesawat melihat Alam Manusia, masa depanmu bisa memiliki kekuatan yang tidak terbatas, masa depan bisa membuatmu selamanya tidak memiliki kerisauan, membuatmu selamanya bahagia, ini baru kekekalan yang abadi.

 

Jika terhadap suatu masalah, tidak bisa melihat terang cahaya, maka dia akan memiliki kerisauan, kalau dia tidak tamak, maka tidak akan ada kerisauan. Jika kamu tidak tamak dalam suatu hal tertentu, maka kamu tidak akan memiliki kerisauan. Kamu harus bisa menggunakan kebijaksanaan, dan kebijaksanaan ini, diberikan Bodhisattva padamu, tidak akan ada habisnya, dan tidak akan habis digunakan, sama seperti lautan. Oleh karena itu, kebijaksanaan, harus bagaikan laut yang luas, tidak ada habisnya. Apakah kebijaksanaan itu? Tidak menggunakan taktik licik, seorang anak kecil berkata pada ibunya, “Mama, mohon kamu berikan saya benda ini, bolehkah? Karena saya ingin melakukan suatu hal.” Sesungguhnya, ibunya tahu, kalau dia ingin melakukan satu hal yang lain, ibunya berkata padanya: “Coba kamu jujur, saya beri kamu uang, dan kamu bisa melakukan hal ini.” “Mama, tidak begitu, saya benar-benar ingin melakukan hal yang itu.” Lalu mama memberikan dia uang. Taktik licik kamu bisa mencelakakan dirimu, sedangkan kebijaksanaan besar, yakni berbicara jujur, malah akan berakhir baik. Master kemarin malam saat memberikan wejangan, membicarakan tentang Xiao Yu, dulu Xiao Yu suka menyembunyikan semua masalah, sekarang menghadapi masalah apapun, dia selalu, “Maaf, saya yang salah”. Menurutmu, mana yang lebih baik? Apakah lebih baik untuk sering menyembunyikan kekurangan diri sendiri? Atau, “Maaf, lain kali saya tidak akan salah lagi”? Kalau semakin disembunyikan akan menjadi semakin kotor, setiap orang pasti memiliki kesalahan, maka jangan terlalu banyak menyembunyikannya, kalau memang salah ya salah, siapa yang tidak pernah salah? Dalam hidup ini, siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan? Tidak ada seorang pun yang tidak pernah salah, kalau semakin mencari-cari alasan, malah akan semakin kacau.

 

Tidak tamak tiada kerisauan, ketika seseorang tidak bisa mencapai keinginannya, akan terlahir kerisauan. Seseorang yang ingin melakukan suatu hal, jika dia tidak bisa mencapai tujuannya, akan melahirkan kerisauan. Hari ini Master sudah beritahu kalian, kerisauan memiliki beberapa sumber, sudahkah kalian semua mencatatnya? Ingin melakukan suatu hal namun tidak bisa, akan muncul kerisauan; Tamak menginginkan sesuatu, akan muncul kerisauan; Tidak bisa melihat terang cahaya, akan muncul kerisauan; berpendapat bahwa masalah ini ada benar salah, akan muncul kerisauan. Oleh karena itu, sepenuhnya memahami pikiran sendiri baru bisa melihat sifat dasar diri sendiri, maka tidak akan ada kerisauan, tidak akan menginginkan segala hal di dunia ini, karena dalam hati, kamu sudah memahami bahwa, semua ini tidak bisa dibawa pergi. Sekarang bibi Zhou merasa segala hal di dunia ini, bahkan pakaian yang dikenakannya sekarang, apakah bisa dibawa pergi? Tidak bisa. Ya sudah, dia tidak memiliki kerisauan lagi. Bisa berpikiran lebih terbuka, benar tidak? Oleh karena itu, tidak menginginkan segala hal yang ada di dunia ini, karena segala yang kamu miliki akan menjadi harta warisan di masa depan nanti. Semua milikmu, ini punya saya, itu milik saya, mobil ini punya saya, rumah ini milik saya, lalu bagaimana akhirnya? Semuanya menjadi harta warisan, semua yang kamu miliki sekarang adalah harta warisanmu di masa depan, mengerti? Apakah yang saya katakan masih belum cukup jelas? Suamimu adalah harta warisanmu, anakmu juga adalah harta warisanmu, sudah tidak ada lagi. Apa yang bisa kamu bawa pergi? Bahkan sehelai rambut pun tidak bisa dibawa pergi, tulang juga tidak bisa dibawa pergi, daging juga tidak bisa dibawa pergi, semuanya tidak bisa dibawa pergi, hanya karma yang akan menyertai. Oleh karena itu, kita harus memahami, bahwa kita selamanya tidak akan pernah bisa memiliki apapun, namun kita berusaha keras untuk memilikinya, maka itu disebut sebagai tamak, mengerti? Uang adalah benda duniawi yang selamanya tidak bisa kita miliki, sedangkan kita berusaha keras untuk memilikinya, itu disebut sebagai ketamakan. Rumah ini, kita tidak bisa membelinya, namun kita berusaha keras untuk membelinya, sudah terbeli, itu disebut tamak, maka selanjutnya, kamu akan menjadi “budak”nya, bekerja demi dia.

 

Jangan melakukan benar-salah, dengan kata lain, kita jangan menimbulkan masalah benar-salah, kita jangan membicarakan benar-salah, kita jangan memikirkan benar-salah, maka tidak akan ada masalah benar-salah yang akan mendatangimu. “Aduh, saya beritahu kamu ya, orang ini sangat jahat.” Ya sudah, selanjutnya, masalah akan mendatangimu, masalah benar-salah orang itu akan mendatangimu. “Kapan saya mengatakannya, coba kamu bicara lebih jelas.” Di tempat kerja, membicarakan orang lain satu kalimat dari belakang, lalu diungkapkan ke hadapan banyak orang oleh orang itu, “Coba kamu beritahu semua orang, kapan saya pernah mengatakannya?” Menyebarkan gosip. Coba kalian setiap orang renungkan baik-baik, adakah masalah “sampah” seperti ini? Bicara sembarangan, banyak orang di antara kalian dulu saat baru saja menjadi murid Master, sepanjang hari bergosip di hadapan Master. Maka, jangan melakukan hal-hal yang tidak benar, jangan bergosip, juga jangan pernah memikirkan kabar-kabar burung, “Aduh, masalah ini, sudah jelas saya yang benar, dia yang salah.” Ya sudah, berarti kamu sudah ada benar-salah, kamu harus menjauhi “benar-salah” – “gosip”, maka tidak akan ada benar-salah pada dirimu, mengerti? Hari ini Xiao Huang mengenakan masker mulut, ini “benar” atau “salah”? Dia mau begitu, dia merasa ada kuman di tubuh kalian, atau dia sendiri sedang masuk angin, dia tidak ingin menyebarkannya kepada kalian, saat kamu tidak memikirkan benar-salah dari hal ini, maka tidak akan ada benar-salah dalam pikiranmu, namun begitu kamu memikirkannya, “Aduh, Xiao Huang berbuat seperti ini tidak benar”, ya sudah, bukankah berarti ada benar-salah dalam pikiranmu? Memang apa urusanmu? Orang lain ingin memakai helm juga bukan urusanmu, mungkin karena orang itu takut kepalanya terbentur, mengerti? Jangan pernah memikirkan benar-salah, maka dengan sendirinya tidak akan ada benar-salah, orang yang suka membicarakan benar-salah adalah orang yang suka bergosip, kita harus belajar “tidak memikirkan dan tiada pemikiran”.