Tubuh Dharma Tak Berbatas, Tiada Kekacauan dalam Pikiran
Apabila kamu bisa mengikuti nasib dengan bebas mempraktikkan ajaran Buddha Dharma, saya menekuni ajaran Buddha, saya belajar Dharma, saya mempraktikkannya dengan bebas, saya adalah seorang yang bijaksana. Memangnya kamu bukan orang yang bijaksana? Bukankah hari ini kamu adalah orang yang bijaksana? Sesungguhnya, asalkan seseorang merasa dirinya benar, saya bersedia melakukannya, maka saya sendiri akan melakukannya. Master dalam perjalanan membabarkan Dharma, orang-orang mengatakan, Master dalam siaran radio sepanjang hari membicarakan tentang ajaran Buddha Dharma, kamu tidak menjalankan pekerjaanmu dengan benar. Apakah saya salah? Dengan bebas menerapkan ajaran Buddha Dharma mengikuti nasib. Hari ini kalian menekuni Dharma di sini, tidak peduli apapun yang terjadi pada kalian, bagaimanapun kalian tetap adalah murid dan pengikut Master, benar tidak? Jika kalian melakukan kesalahan, itu adalah masalah kalian. Banyak orang yang saat menjalin hubungan asmara di sini, karena hubungannya tidak berlangsung baik, maka dia tidak mau datang lagi, apakah ini berarti kamu merasa malu terhadap Bodhisattva, merasa tidak enak hati pada Master, atau sedang mempersulit diri sendiri? Jika kamu memiliki keyakinan, kamu mengikuti Bodhisattva, lalu apa yang kamu takutkan? Seperti masalah ini, masalah pribadi adalah masalah pribadi, saya menekuni Dharma berarti mengikuti takdir Kebuddhaan diri sendiri, saya percaya pada Buddha dan Bodhisattva, maka saya tidak akan terhenti dan terhalangi lagi. Saya juga bukan datang demi kamu. Kamu pacaran dengan saya tetapi gagal, lalu karena kamu, memang saya tidak menekuni Dharma lagi?
Seseorang yang memiliki kebijaksanaan, secara menyeluruh menampakkan tubuh perubahannya. Apa yang dimaksud dengan menampakkan tubuh perubahannya secara menyeluruh? Karena seseorang yang bisa memiliki tubuh perubahan, dia tidak akan memiliki kerisauan. Karena memiliki tubuh perubahan, maka sesungguhnya berarti dia memiliki tubuh Dharma, sedangkan tubuh Dharma bersifat bebas dan leluasa. Coba kalian pikirkan, saat Master pergi menolong orang lain, bukankah tubuh Dharma saya bebas dan leluasa? Contoh sederhana, hari ini kamu – Xiao Zhang menunjukkan foto kepada seseorang, “Eh, apakah ini fotomu? Ini tubuh Dharma kamu.” Orang lain bersedia menempatkannya di mana, maka dia akan meletakkannya di sana, apakah ada hubungannya denganmu? Tidak ada hubungannya. Apakah kamu merasa sangat bebas? Karena kamu tidak ikut mengatur hal ini, kamu tidak mengatur tubuh perubahanmu, kamu tidak memikirkan fotomu ini lagi, di mana pun orang lain suka menaruhnya, biarkan saja, bukankah kamu akan merasa bebas dan leluasa? Bila orang ini memberitahumu, “Xiao Zhang, saya menaruh fotomu ini di rumah saya, di dapur saya atau di toilet saya.” Lalu kamu segera merasa tidak nyaman, “Aih, mengapa dia menaruh foto saya di toilet? Bau.” Bukankah berarti kamu sudah memiliki halangan pikiran? Maka tubuh Dharmamu ini pun tidak bisa bebas dan leluasa, mengerti? Oleh karena itu, harus memiliki tubuh Dharma yang bebas dan leluasa, harus memiliki pikiran yang tidak ada kerisauan, orang ini baru bisa menunjukkan tubuh perubahannya. Hari ini, baik kalian para murid maupun para pengikut, jika kalian sekarang bebas dan leluasa, bisa melakukan apapun yang diinginkan, maka kamu baru bisa memiliki tubuh perubahan, mengerti? Karena ada cahaya di hati kalian, dan cahaya ini adalah cahaya yang murni, maka tubuh perubahan kalian baru bisa memiliki kekuatan yang tak terbatas.
Contoh sederhana. Bagaimana kalian bisa memiliki tubuh perubahan? Saya akan beritahu kalian, tubuh perubahan bagaikan suatu aliran kehangatan, Master akan menggunakan lampu bohlam sebagai perumpamaannya: tubuh perubahan sama seperti suatu aliran listrik, dan listrik ini tidak bisa bersinar, namun hanya saat listrik ini memasuki ladang hatimu, dengan mengandalkan hati dan pikiranmu, jadi pikiran – hatimu ini adalah inti filamen – kawat tungsten dalam lampu bohlam, dan kawat ini mulai bersinar, kemudian pikiranmu adalah kaca luar lampu bohlam ini, baru bisa mengeluarkan cahaya. Pertama-tama, kamu harus memiliki listrik, dengan kata lain, pertama kamu harus punya energi listrik, yakni cahaya sifat Kebuddhaan, kamu baru bisa memasuki ladang hatimu, sedangkan ladang hatimu adalah tubuh sejati kamu, dengan begitu, kamu baru bisa bersinar, kemudian kembali ke pikiranmu, yang terbagi menjadi pikiran luar dan pikiran dalam. Mengapa disebut sebagai dunia pikiran dalam – lubuk hati? Karena pikiran luar itu palsu, sedangkan pikiran dalam itu adalah nyata. Apabila orang ini memiliki dunia pikiran dalam yang sangat kotor, sedangkan pikiran luar tampaknya seperti sangat baik, berarti merujuk pada orang-orang seperti ini memiliki lubuk hati yang sangat jahat. Coba kalian pikirkan, karena kamu sudah memiliki cahaya dalam pikiran – hati, maka pikiran Buddha dan kebaikan hati baru bisa memasuki ladang hati – pikiranmu, kalau begitu, ke mana pikiranmu akan pergi, di situlah tubuh perubahanmu berada. Dengan kata lain, hari ini hati nurani saya ingin membantu siapa, maka ia bisa merasakan kehangatan dari saya. Master hari ini membalas email kepada seseorang, jarak yang begitu jauh, apakah ada ribuan atau puluhan ribu mil? Hanya dalam sekejap, satu dua detik, ia bisa merasakan cinta kasih Master padanya, sesungguhnya setiap orang memiliki ribuan tangan dan ribuan mata untuk membantu semua makhluk, agar orang lain bisa merasakan cinta.
Pahamilah, ke mana pikiranmu akan pergi, maka di sanalah tubuh perubahanmu berada. Contoh sederhana, sekarang pikiranmu sedang memikirkan ibu di rumahmu, maka kamu bisa segera melihat wajah ibumu, bukankah berarti ke mana pikiran pergi, maka di sanalah ibu berada? Hari ini saya ingin melihat anak, maka saya memikirkan anak, bukankah wujud rupa anak akan berada di hadapanmu? Bukankah ini berarti, pikiran sampai, perasaan sampai, maka wujud rupa juga akan sampai? Oleh karena itu, jangan mengira karena tidak ada di sisi kita, yang tidak ada di sisi kita tetap saja kamu bisa mengenangnya, tetap bisa mencintainya, tetap bisa memberikan hatimu kepadanya. Banyak orang yang setiap hari berada di sisinya, akan tetapi karena muncul jarak di hati masing-masing, tidak memberikan hati – pikiran kepadanya, maka walau tidur di sampingnya, dia juga tetap akan merasa kalau orang ini adalah suatu beban yang sangat menyebalkan, inilah pikiran sampai, jiwa sampai, dan wujud rupa sampai. Tubuh perubahan ini karena tidak meninggalkan sifat dirimu, dengan kata lain, tubuh perubahan ini tidak meninggalkan sifat dasarmu, maka hanya kebaikan hati yang bisa terus berlangsung lama, seperti sinar cahaya yang menerangi sampai jauh, kegelapan tidak bisa bersinar sampai jauh, tidak bisa kelihatan. Apabila kamu membenci seseorang, jika orang yang kamu benci berada di tempat yang sangat jauh, berarti kamu sudah merusak berapa banyak pembinaan dirimu. Misalnya, di Tiongkok, dulu ada teman yang pernah menyakitimu, dan kamu sepanjang waktu membencinya, begitu teringat dia merasa benci, coba pikirkan, berapa banyak pembinaan dirimu yang akan rusak. Jika kamu teringat dulunya dia juga memiliki sisi yang lucu, mengingat satu orang lain yang kamu cintai, maka pada saat ini, dalam hatimu akan muncul suatu reaksi, kamu akan merasa sangat senang; kamu teringat padanya, cintamu ini tersebar keluar, dan mendapatkan balasan, kamu akan merasa sangat senang.
Contoh sederhana, kamu memiliki seorang anak di Tiongkok, dia sangat lucu sekali, begitu teringat padanya, kamu akan segera tertawa, dan tawa ini adalah balasan yang dibawakan oleh tubuh Dharmamu setelah terhubung padanya. Hari ini kamu melihat anak Tuan Xiao Zhou datang, dua hari yang lalu, anak Tuan Xiao Zhou belum datang, Master mengatakan, bawalah anakmu kemari, saya begitu teringat anak ini, saya segera tertawa, coba lihat, bukankah berarti saya sudah mendapatkan? Jika kalian teringat akan seseorang yang dulu pernah menyakiti kalian, maka begitu kalian teringat padanya, apakah balasan yang kamu terima? Kamu sangat kesal padanya, sangat membencinya, membuatmu tidak ingin makan, yang akan kamu dapatkan adalah balasan seperti ini, maka tubuh Dharmamu tidak akan berfungsi, mengerti? Oleh karena itu, menarik sesuatu yang berjarak sangat jauh ke sisi kalian, sesungguhnya adalah tubuh perubahan kalian, akan tetapi jangan meninggalkan sifat diri, dengan kata lain, sesuatu yang baik, seseorang yang tidak meninggalkan sifat Kebuddhaannya, akan memperoleh tubuh perubahan yang bebas leluasa. Coba pikirkan, dulu Master sangat berpengaruh di dunia media, sekarang, walaupun saya tidak melakukan kunjungan, tidak ikut rapat, namun coba kamu tanya Tuan Hong, asalkan dia mengatakan, “Saya dari 2OR Australia Oriental Media”, orang-orang segera berkata, salam untuk Master Lu, ini berarti tubuh Dharma saya sampai ke sana, mengerti? Jika kalian tidak datang menyembah Buddha, dan orang-orang tetap mengingat kalian, memperhatikan kalian, itu karena tubuh Dharma kalian bebas dan leluasa, berarti kalian sudah memiliki tubuh perubahan. Orang-orang masih bisa terpikir mengapa hari ini dia tidak datang, berarti orang ini memiliki tubuh perubahan yang bebas dan leluasa.
Seseorang yang menolong orang di dunia ini, dia adalah orang yang sudah melihat sifat dasarnya. Di dunia ini, dia bisa menolong orang-orang yang ditemuinya, berarti dia adalah orang yang sudah melihat sifat dasarnya. Apa yang dimaksud dengan melihat sifat dasar? Yakni orang yang sudah menemukan sifat dasarnya sendiri, yang sudah melihat hati nuraninya sendiri, sedangkan orang yang sudah melihat sifat dasarnya, tiada lagi benar-salah di hatinya. Apakah benar-salah itu? Berarti di dalam pikirannya tidak ada lagi perdebatan tentang benar dan salah, jika seseorang sudah bisa melihat sifat dasarnya sendiri, maka tidak akan ada ketidakbenaran dalam tutur katanya, tidak akan ada ketidakbenaran dalam perilakunya, tidak ada ketidakbenaran dalam pemikirannya. Dalam pemikirannya pasti tidak ada benar dan salah, memang apa yang benar dan salah? Apa yang benar dan yang salah? Tidak ada benar salah maka tidak akan ada kerisauan; karena ada kerisauan baru bisa ada benar salah; karena sudah ada benar salah, baru bisa muncul kerisauan. Kamu merasa kalau ini benar, namun sesungguhnya adalah salah, maka selanjutnya akan terlahir kerisauan dalam dirimu, memang apa yang benar dan salah? Kamu benar, saya benar, semua orang benar, tidak ada benar dan salah. Mengapa wanita ini bersikap begitu terhadap saya? Tidak ada benar salah, ini adalah karma, memangnya ada apa yang benar dan salah? Mengapa orang ini bersikap begitu terhadap saya? Dulu saya begitu baik padanya, berarti kamu membayar hutang karma, tidak ada benar salah. Saya tidak habis pikir, saya menikah dengannya, saya sudah begitu menderita, ini adalah balasan karma, tidak ada benar salah, pada dasarnya kamu memang berhutang padanya, ya sudah, tidak ada lagi kerisauan di hati, kalau tidak pasti akan ada kerisauan. Saya sia-sia menikah dengannya, berapa banyak yang dia berikan pada saya? Saya sudah berkorban seumur hidup untuknya, setiap hari hidup dalam kesusahan dan derita. Tidak ada benar salah, sudah bisa berpikiran terbuka, maka kerisauan akan hilang, benar tidak?
Sekarang kamu mengatakan, Tuan Zhou berhutang sangat banyak pada Nyonya Zhou, lalu Nyonya Zhou berpikir, saya berhutang sangat banyak pada Tuan Zhou, semuanya salah, kamu berhutang padanya, dan dia berhutang padamu, ini adalah jalinan hubungan buruk dari kehidupan lampau kalian, tidak ada benar salah, saat hutang sudah lunas, maka akan berakhir, kamu sudah tidak memiliki kerisauan lagi. Jika dalam hatimu terus berpikir, saya masih berhutang pada si tua Zhou, coba pikirkan, bukankah kerisauan akan datang? Tidak bisa tidur nyenyak bukan? Sudah tidak berhutang lagi, saya Nyonya Zhou sudah melunasinya, yang seharusnya diberikan untuknya sudah diberikan semua padanya, tidak seharusnya berhutang lagi, selamat tinggal, sudah tidak ada kerisauan lagi; kalau tidak, “Saya masih terus berhutang padanya”, ya sudah, kerisauanmu tidak akan ada habisnya. Atau kamu mengatakan, “Aduh, dia hutang pada saya, saya benar-benar membencinya”, lalu kamu kembali dilanda kerisauan; saat sudah berpikir terbuka, kamu sudah tidak lagi memikirkan benar salah, sudah tidak berhutang lagi bukankah berarti sudah berakhir? Semuanya sudah seri, maka kamu akan memperoleh tubuh perubahan yang bebas dan leluasa. Tidak ada lagi ketidakbenaran dalam pikiranmu, tidak ada lagi benar salah, maka kamu tidak lagi memiliki kerisauan, kamu sudah tidak memiliki halangan, kamu tidak lagi memiliki kebodohan spiritual. Banyak orang-orang yang begitu pasangannya meninggal, “Saya tidak mau hidup lagi”. Ya sudah, halangan datang, bodoh bukan? “Aiya, saya berhutang terlalu banyak padanya”, “bang”, begitu melompat, satu orang lagi yang meninggal, ini yang disebut sebagai kebodohan.
Pahamilah bahwa pikiran tidak boleh kacau, maka dikatakan, tiada kekacauan tiada kebodohan, jangan memiliki kebodohan, jangan biarkan pikiran berantakan, karena saat seseorang menjadi bodoh, pikirannya akan menjadi kacau. Coba kamu lihat, konser Zhang Huimei, begitu kamu masuk, hatimu akan menjadi kacau. Dia membuatmu kacau, dia membuatmu di dalam mengikuti mereka menjadi kacau, semakin kacau semakin bagus, musiknya keras, sinar lampunya kacau, semua yang ada di panggung kacau-balau, melakukan banyak gerakan, pada akhirnya apakah hatimu bisa tenang? Saat menonton konser, jika tiba-tiba kamu mengatakan, “Saya ingin melafalkan paritta”, maka kamu pun tidak akan teringat melafalkan paritta apapun, “Aduh, saya masih ada anak di rumah”, pada saat itu, kamu tidak akan mengingatnya, karena otak kamu sudah kacau-balau, kamu sudah menjadi bodoh, coba pikirkan, orang-orang yang berjingkrak di dalamnya bodoh atau tidak? Berdiri di atas kursi melompat-lompat sambil berteriak-teriak, pada saat itu, bukankah sama dengan orang sakit jiwa? Jika tidak ada sinar lampu-lampu ini, tidak ada suara musik-musik ini, tidak ada lagu, dan orang-orang di arena semuanya melakukan gerakan seperti ini, lalu tiba-tiba kamu masuk ke dalam, menurutmu, bukankah itu seperti rumah sakit jiwa? Inilah kebodohan, karena sudah kacau. Oleh karena itu, kita harus bisa menenangkan hati – pikiran, barulah orang ini adalah orang yang sudah melihat sifat dasarnya, mengerti? Pikiran harus bisa tenang. Seumur hidup ini, saya juga tidak berhutang padanya, dia juga tidak berhutang pada saya, coba pikirkan, saya dan dia berdua, yang seharusnya dibayarkan sudah dibayarkan, semuanya sudah seri, tidak ada kerisauan apapun lagi, saling menghormati, ya sudah, berakhir sudah. Jika kamu bisa berpikir demikian, pikiranmu baru bisa tenang dan terpusat.
