Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Melbourne – Australia, 6 Desember 2019
Pertanyaan 45: Semua barang yang disumbangkan orang lain ke Guan Yin Tang harus diterima dengan sukacita
Tanya: Di Guan Yin Tang, sering ada saudara se-Dharma yang menyumbangkan barang-barang dari rumahnya yang sudah tidak dibutuhkan, seperti panci, mangkuk, perabotan, atau makanan. Ada juga rekan se-Dharma yang merasa sayang untuk membuang barang-barang tertentu dan tidak tahu bagaimana cara menanganinya, lalu menaruhnya di Guan Yin Tang. Ia berpikir pasti ada orang yang membutuhkan dan menganggap tindakannya itu sebagai bentuk dana. Namun, seiring waktu, hal ini menyebabkan Guan Yin Tang dipenuhi banyak barang yang tidak terpakai. Banyak saudara se-Dharma sudah menasihatinya, tetapi ia tidak mau mendengarkan, bahkan kadang menaruh barang-barang itu diam-diam saat tidak ada orang. Ada juga shixiong yang berpendapat bahwa karena orang lain berniat berdana, kita seharusnya bersukacita dan memuji perbuatannya. Mohon bertanya kepada Master, apakah tindakan seperti ini sesuai dengan aturan dan Dharma?
Jawab: Ingatlah, apa pun niatnya, selama seseorang memberikan sesuatu kepada Guan Yin Tang, itu sudah termasuk berdana dan menunjukkan niat tulusnya (Terima kasih, Master) Tidak bisakah dia membuangnya ke tempat sampah? Barang yang ia tidak tega relakan itu… bahkan kalau ia membawanya ke Guan Yin Tang, meskipun kamu tidak bisa menyalurkannya sebagai dana dan akhirnya harus membuangnya, kamu tetap harus menerima niat baiknya. (Baik.) Kalau seseorang datang ke rumahmu untuk memberikan sesuatu, apakah kamu bisa berkata, “Bawa saja kembali, jangan berikan ke kami”? “Kue bulan yang tidak habis di rumahmu, berikan padaku”? Berani kamu berkata begitu? Tidak peduli apa yang ia berikan—meskipun itu kue bulan buatan sendiri, meskipun rasanya tidak enak—kamu tetap harus menerimanya. (Sudah mengerti, kami akan bersukacita dan memujinya, terima kasih, Master) Tidak boleh bersikap seperti itu. Menjadi manusia harus bisa ikut bersukacita, benarkah? Menyesuaikan jodoh saja, orang lain sudah mau memberikan sesuatu, itu sudah sangat baik, patut disyukuri. Yang penting adalah menumbuhkan niatnya untuk berdana. Hari ini ia sudah mau mengeluarkan sesuatu dari rumahnya, kelak ia akan lebih banyak melakukan dana Dharma, dana materi, dan dana tanpa takut. Kalau hari ini kamu malah menutup hatinya yang baru mulai belajar berdana, bagaimana nanti ia bisa terus berdana? Lalu kamu masih bisa berkata bahwa ia hanya memberikan barang yang tidak terpakai di rumahnya, dan kamu merasa dirimu anak baik? (Maaf, kami pasti akan memperbaiki diri)
191206澳大利亚・墨尔本世界佛友见面会提问
提问45 别人布施给观音堂的东西,都应该随喜接受
问:观音堂常有师兄会贡献自己家中不需要的锅碗瓢盆、家具或者食品,还有些同修是把舍不得丢的,自己也不知道怎么处理的东西放在观音堂里面。他认为一定有人会需要,他认为自己是在做布施,但是这样的行为时间一久,往往造成观音堂里面堆积了很多杂物。还有很多师兄劝了他也不听,甚至在大家不在的时候把它放在观音堂。也有师兄认为别人在捐赠物资,我们应该随喜赞叹这样的行为。请问师父,这样的行为是不是如理如法?
答:记住了,人家同修不管什么心,他只要给观音堂,他就是布施、发心(感恩师父)他不能倒在垃圾桶里的?他不舍得的东西……他哪怕拿到观音堂来了,你布施不出去,你扔掉,也要接受人家这份心(好的)人家到你家里来送东西,你可以叫人家“拿回去,不要拿到我们这里来”吗?“你家里吃不掉的月饼拿给我,送给我啊?”你敢讲吗?你不管他送什么,哪怕自己做的月饼,哪怕不好吃,你也得吃(明白了,我们会随喜赞叹,感恩师父)不能这样的。做人要随喜,对不对?随缘啊,人家拿过来就很好了,感恩啊,先培养他的布施心,他今天肯把家里的东西拿出来,他以后就会布施更多的法布施、财布施、无畏布施……你今天把他一点点布施的心都堵住了,他以后怎么布施啊?还要说人家家里用不掉东西拿出来,你是个好孩子啊?(对不起,一定改)
