Praktisi Buddhis memberikan rokok dan minuman beralkohol kepada klien, apakah sesuai aturan dan ajaran Dharma? 学佛人送客户烟酒,如理如法吗

Master Lu Menjawab Surat Keraguan (357) 16-01-2020

Praktisi Buddhis memberikan rokok dan minuman beralkohol kepada klien, apakah sesuai aturan dan ajaran Dharma?

Tanya: Pada saat hari raya atau perayaan tertentu, jika seorang praktisi Buddhis memberikan rokok dan minuman beralkohol sebagai hadiah kepada klien, apakah itu sesuai dengan aturan dan ajaran Dharma?

Jawab: Jika diri sendiri tidak merokok dan tidak minum alkohol, tetapi memberikan rokok dan minuman beralkohol kepada orang lain, bagaimanapun juga itu agak kurang sesuai dengan aturan dan Dharma. Namun, tidak ada pilihan lain; di dunia, kita hanya dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Master menyebarkan Dharma di dunia juga menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan dan banyak hal, tidak boleh melekat atau keras kepala. Jika Master sudah menjadi biksu, sedangkan banyak dari kalian tidak menaati sila, tentu Master tidak akan memperhatikan kalian lagi. Namun, sekarang Master masih berstatus umat awam, sehingga masih dapat membahas banyak hal yang duniawi.

 

卢台长开示解答来信疑惑(三百五十七)2020-01-16

学佛人送客户烟酒,如理如法吗

问:逢年过节时,学佛人如果把香烟和酒当成一种礼物送给客户,如理如法吗?

卢台长答: 如果你不抽烟不喝酒,送烟酒给别人总归是有点不如理不如法,但也没办法,在人间只能随缘。师父在人间弘法也是要随缘很多事情的,不能执著。如果师父出家了,你们很多人不守戒,师父就不理你们了;但今天师父还是居士身,所以还能和你们讲很多人间的事情。