Perihal terbukanya pikiran dalam waktu singkat, tetapi masih melekat pada kesalahan masa lalu 关于短暂想通后还执著于过去错误的问题

 

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 19 Oktober 2019

Pertanyaan 35. Perihal terbukanya pikiran dalam waktu singkat, tetapi masih melekat pada kesalahan masa lalu

Tanya: Ada sebagian rekan se-Dharma yang setelah sempat memahami suatu hal dalam waktu singkat, namun masih melekat pada kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu, bahkan khawatir akan melakukan kesalahan yang sama lagi di kemudian hari. Apakah ini sama dengan wejangan Master kemarin, yaitu “觉今是而昨非 — menyadari bahwa yang benar adalah yang sekarang, sedangkan yang dilakukan kemarin adalah salah? Apakah kita seharusnya melepaskan masa lalu, dan menggenggam kebebasan serta sukacita Dharma pada saat ini?

Jawab: Apa pun yang pernah dilakukan seseorang di masa lalu, meskipun dirinya sudah memahami, ia tetap akan merasakan bahwa apa yang dilakukannya dahulu adalah salah. Karena ketika seseorang melakukan kesalahan, di dalam ladang kesadaran kedelapan akan muncul rasa penyesalan di dalam kesadaran kedelapan. Selama ia bertobat, maka di dalam kesadaran Alaya pasti akan tersimpan catatan tersebut. Oleh karena itu, ketika ia merasa sedih dan tidak nyaman, secara perlahan karma buruk tersebut akan terkikis. Jadi, terkadang hal seperti ini membutuhkan waktu untuk mengikis karma buruk dan bekas air mata dari masa lalu. Jika masih ada waktu, biarkan dia memiliki ruang untuk merenung. Tetapi setelah selesai merenungkannya, biarkan dia melangkah maju dengan baik. Jika terus-menerus maju, maka lama-kelamaan dia tidak akan memikirkannya lagi. Setiap hari terus bergerak maju dan terus berkembang, maka dia tidak akan terus memikirkan masa lalunya. Jika seseorang hanya berhenti dan tidak maju, setiap hari berada di rumah dalam keadaan menderita tanpa mengalami kemajuan, maka yang akan dilakukannya selanjutnya adalah setiap hari memikirkan hal-hal menyakitkan dari masa lalu. Ini justru akan membuat dirinya semakin mundur. Oleh karena itu, kita harus membantu mereka untuk terus maju (Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)

 

191019马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问

提问35 关于短暂想通后还执著于过去错误的问题

问:有些师兄在短暂想通后还执著于过去的错误,而且担忧以后犯同样的错误,是不是跟师父昨天开示的“觉今是而昨非”一个道理?我们是不是应该放下过去,把握住当下的自在和法喜?

答:任何人曾经做过的事情,就算自己想通了,他也会有这种昨非的感觉。因为任何一个人做错了,在他的八识田中会有忏悔的心,只要忏悔,在他的阿赖耶识里面就一定有储存,所以当他难受的时候,他就会慢慢地消掉这些业障。所以,有的时候,这件事情要靠时间来磨掉他当年的那些业障和泪痕。有时间的,让他有一个思想的空间;但是想完之后,让他好好地继续前进,经常地前进就不会想了。每一天在往前面走,在进步,他就不会想他的过去了。如果这个人只是停滞不前,天天在家里难受,他没有进步的话,他接下来的工作就是天天在想着过去难受的事情,就会让他倒退,所以我们要帮助他们前进(感恩师父慈悲开示)