Shuohua20170609 01:02
Penyebab mengalami ketidakadilan dan penindasan, serta cara mengatasinya
Pendengar pria: Master, jika kita menghadapi ketidakadilan atau ditindas, kita memilih untuk bersabar dan menahan penghinaan. Namun, justru membuat pihak lain merasa bahwa kita mudah ditindas, sehingga mereka semakin bertindak keterlaluan. Dalam menghadapi situasi seperti ini, bagaimana kita dapat menanganinya dengan bijaksana dan secara harmonis?
Master menjawab: Pertama-tama, kita sebagai praktisi buddhis berbicara tentang sebab-akibat dan nidana (sebab musabab). Tidak ada jodoh, maka tidak akan datang; tidak ada sebab, maka tidak akan terjadi. Ketika kamu ditindas oleh orang lain, sepertinya kamu sedang ditindas. Namun sebenarnya, ada orang yang setelah ditindas, dia tidak membicarakannya lagi dan tidak melawan, kemudian orang tersebut tidak menindasnya lagi. Apakah ada kondisi seperti ini? (Ada). Jika kamu ditindas oleh seseorang, lalu dia malah semakin keterlaluan dan terus menindasmu, coba kamu pikirkan: apakah karena kamu berutang banyak karma kepadanya? (Ya). Misalnya seorang anak menindas ibunya. Sang ibu menahan diri dan bersabar, tetapi anak itu terus menindas ibunya. Dari sudut pandang duniawi, anak ini adalah anak yang buruk. Tetapi jika dilihat dari sisi lain, bukankah sang ibu memiliki banyak hutang karma kepadanya? (Ya, jika dilihat dari sudut pandang sebab-akibat). Dari sudut pandang sebab-akibat, mengapa terus-menerus menindasmu? Jika kamu mampu bersabar dan menahannya, maka karma tersebut perlahan-lahan akan terhapus. Namun, jika kamu sudah bersabar tetapi dia masih terus menindasmu, maka yang terjadi di sini adalah hubungan sebab-akibat, yaitu hubungan dari kehidupan sebelumnya. Lalu bagaimana kamu menghindarinya? Di satu sisi, melafalkan paritta, di sisi lain pelepasan makhluk hidup, dan juga berikrar. Sebelum masalah tersebut terselesaikan, untuk menghindari agar kamu tidak terus-menerus ditindas olehnya, gunakan “36 siasat”…. maksudnya, bukan menyuruhmu bercerai dengannya, tetapi untuk sementara menjauh dan menghindarinya. Kalau dia setiap hari memukulmu, apakah kamu juga harus setiap hari pergi kepadanya untuk dipukul? (Saya mengerti. Terima kasih Master welas asih memberi wejangan).
shuohua20170609 01:02
受到不公和欺负的原因及解决方法
男听众:师父,如果我们面对不公或者欺负,我们选择了忍辱,反而让对方觉得好欺负,从而变本加厉。面对这种情况,我们如何圆融地去处理?
台长答:首先,我们学佛人讲因果、因缘,无缘不来,无因不来。你被人家欺负,好像你被人欺负,实际上,有的人被人家欺负了,不讲了,人家就不欺负他了。有没有这种情况?(有)如果你被人家欺负了,人家变本加厉再欺负你,你想想看,是不是因为你欠他太多?(是的)一个孩子欺负妈妈,妈妈忍辱了,他继续欺负妈妈,从人间讲这个孩子是个坏蛋,但是反过来讲,妈妈是不是欠他很多?(是,因果角度上)从因果的角度上来讲,怎么会拼命欺负你?你如果能够忍耐,它就慢慢消掉了。你忍耐,他还继续欺负你,这产生的就是因果关系了,就是上辈子的关系。你怎样来避开呢?一边念经,一边放生,一边许愿,还没有解决之前,你为了避免自己再被他欺负,三十六计……不是叫你跟他离婚,是叫你先暂时避离他。他如果天天打你,你也送过去天天被他打?(明白了。谢谢师父慈悲开示)
