Menjadi pemandu wisata dan membantu sopir meminta uang tip, apakah akan menimbulkan karma buruk? 做导游,帮司机要小费,会否有业障

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 18 Oktober 2019

Pertanyaan 34: Menjadi pemandu wisata dan membantu sopir meminta uang tip, apakah akan menimbulkan karma buruk?

Tanya: Ada rekan se-Dharma kami yang bekerja sebagai pemandu wisata. Di daerah setempat, terdapat kebiasaan dalam industri pariwisata, yaitu pemandu wisata akan mengajak para wisatawan untuk memberikan uang tip kepada sopir. Sekarang rekan se-Dharma tersebut sudah belajar Buddha Dharma, sehingga ia merasa ragu mengenai hal membantu sopir meminta uang tip ini. Mohon bertanya kepada Master, apakah tindakannya membantu sopir meminta uang tip kepada para wisatawan akan menimbulkan karma buruk?

Jawab: Tidak akan. Memberikan uang tip adalah berdasarkan kesadaran dan kerelaan masing-masing. Yang penting, ketika meminta uang tip, jangan sampai bersikap terlalu memaksa atau mendesak. Misalnya, ketika meminta uang tip, kita bisa mengatakan, “Jika semuanya bersedia dan merasa bahwa sopir kami telah memberikan pelayanan yang sangat baik, kalian boleh memberikan sedikit uang tip. Semuanya sesuai dengan jodoh dan kerelaan masing-masing.”Bukankah berbicara seperti ini sudah baik? Karma buruk apa yang akan timbul? (Terima kasih Master memberikan wejangan)

 

191018马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问

提问34 做导游,帮司机要小费,会否有业障

问:我们有同修是做导游的,当地有一个行业规矩,就是导游会跟游客去游说,让游客给司机小费。同修现在学佛了,对于这个帮司机要小费的问题有些疑虑,请问师父,他这样子帮司机去跟游客要小费,是否会有业障?

答:不会的。要小费是自觉自愿的,只是他要的时候不要穷凶极恶就好了。就是要小费的时候:“大家如果愿意,觉得我们这个司机服务很好的话,大家可以给一些小费,这个是随缘的,随便的。”这样讲话不就好了吗?有什么业障?(感恩师父慈悲开示)