Seminar Dharma Sydney, 10 Agustus 2014
Mengetahui Ketidakkekalan Dunia dengan Kebijaksanaan Bodhi, Membina Perilaku dalam Kehidupan Keduniawian dengan Pikiran Keluar dari Keduniawian
Orang hidup di dunia ini akan risau, sedih, depresi, dan sakit. Karena tekanan, kerisauan, depresi, dan kebencian orang-orang sekarang semuanya membuat kita hidup dalam ketidaktahuan. Kita hidup dalam kebencian dan kerisauan setiap hari. Antar sesama akan saling menuduh benar dan salah, mengatakan pihak lain sakit jiwa. Ada semacam saling respon spiritual dalam jiwa. Jika pihak lain berkata, “Kamu mungkin memiliki beberapa masalah mental,” mungkin memang benar ada masalah. Karena manusia hidup di dunianya sendiri yang sempit, mereka hanya tahu dirinya sendiri. Ketika melihat orang lain, seringkali mereka bisa melihat kekurangannya, namun mengabaikan kekurangannya sendiri.
Pentingnya menekuni Buddha Dharma untuk mengubah tingkat kesadaran spiritual dalam hidup. Kita harus menggunakan ajaran Buddha Dharma untuk menyebarkan cinta kasih di dunia, menggunakan ajaran Buddha Dharma untuk memberi manfaat bagi semua makhluk dengan welas asih Guan Shi Yin Pu Sa, dan mewujudkan tanah suci peradaban spiritual manusia melalui pencerahan. Praktisi Buddhis harus berlapang dada, seseorang harus bertindak adil, berbicara dengan murah hati, mengatakan kebenaran dengan baik, berkata jujur, belajar memaafkan orang lain dan memahami orang lain, harus melepaskan kebencian, melepaskan iri hati dan balas dendam, harus menebar sebuah jalan yang sehat di dalam hati.
Fakta yang kejam membuat kita menyadari bahwa hidup lebih lama jauh lebih penting daripada kekayaan dan kemewahan. Sama seperti tubuh manusia adalah angka 1, reputasi, status, dan uang semuanya adalah angka 0. Jika tidak ada angka 1, menambahkan semua angka nol ke nol akan tetap menjadi nol. Menjaga tubuh dengan baik, menjaga jiwa dengan baik, dan membuat diri sendiri hidup dengan lebih baik di dunia ini akan jauh lebih baik daripada mendapatkan lebih banyak keuntungan di dunia ini. Berharap semua orang bisa menghargai dan menjaga tubuh sendiri dan lebih harus menjaga jiwa kebijaksanaan diri dengan baik.
Kita menekuni Dharma di dunia, harus belajar untuk mengalah, mundur selangkah, laut terbentang luas. Banyak hal yang mengandalkan mengalah untuk mencapai kesempurnaan. Jika suami istri bertengkar dan tidak tahu untuk mengalah, pada akhirnya akan bercerai. Dalam bergaul dengan orang lain, kita harus memahami untuk mengalah. Hidup di dunia ini jangan membandingkan diri dengan orang lain. Semakin membandingkan akan semakin sedih. Kehidupan tanpa perbandingan baru bisa meningkatkan kepribadian diri sendiri.
Kita harus belajar mengubah pikiran. Apa yang seharusnya menjadi milikmu tidak akan pergi, yang tidak seharusnya milikmu, yang tidak memiliki berkah, kamu juga tidak akan mendapatkannya. Kerisauan berasal dari perhitungan, mundur selangkah, laut terbentang luas. Praktisi Buddhis leluasa terhadap segalanya, menyesuaikan jodoh terhadap segalanya, melepaskan pasti akan membuatmu menjalani hidup yang bahagia, berpuas diri dan selalu bahagia.
Sebagaian orang hidup di dunia ini sangat menderita, sangat sedih. Tidak masalah jika ada keadaan sulit dalam hidup. Keadaan sulit adalah jalan yang harus dilalui dalam pertumbuhan. Seseorang akan menghadapi banyak kesulitan dalam hidupnya, orang yang berani menerima kesulitan, hidupnya baru akan tumbuh dan berkembang. Seseorang hidup di dunia ini harus belajar mengendalikan emosinya sendiri, membiarkannya dikendalikan oleh kamu, namun jangan membiarkannya untuk mengendalikanmu. Terhadap kerisauan di dunia, jika kamu tidak belajar mengendalikannya, maka emosi akan beredar di dalam tubuh, dan semakin tertekan. Jika kamu tidak bisa mengendalikannya, emosi itu pada akhirnya akan meledak, melukai tubuh dan jiwamu. Kita harus mengakui hal-hal yang ada secara obyektif. Anak sudah mandiri di Australia, kamu harus mengakuinya. Kita harus melepaskan yang seharusnya dilepaskan. Hari ini banyak hal telah terjadi, maka kita harus mengakui bahwa itu sudah terjadi, harus menerimanya, dan mengubahnya secara bertahap. Dengan begitu baru bisa menghilangkan emosi buruk dan kebiasaan buruk dalam pikiranmu.
Jika ada satu jalan buntu, kamu mempunyai tiga pilihan: yang pertama adalah melewatinya; yang kedua adalah menunggu; yang ketiga adalah menolak dan tidak menerima. Begitu juga dengan hidup,ketika ada kerisauan, masalah dan bencana, hal pertama yang harus dipilih adalah mengambil jalan memutar. Memutar melewatinya adalah pilihan terbaik untuk pembebasan diri dalam hidup. Banyak orang tidak mau terima, pada akhirnya akan membuat diri sendiri terluka parah. Berharap semua orang ketika menghadapi masalah, berusaha keras untuk memutar melewatinya. Yang kedua adalah menunggu, ketika seseorang menghadapi masalah dan terus-menerus menunggu, berharap masalah tersebut berubah dengan sendirinya, sebenarnya itu adalah menghadapinya dengan cara pasif. Karena saya tidak mungkin bisa menyelesaikannya, maka saya harus memutar melewatinya. Apa cara terbaik untuk menyelesaikan masalah? Jika kamu tidak bisa mengubah pihak lain, cara terbaik adalah mengubah dirimu sendiri terlebih dahulu. Jika kamu menanggapinya secara pasif, maka akan terlahir konsep pemikiran negatif dalam dirimu yang akan membuatmu menjadi semakin tidak bisa berpikiran terbuka. Yang ketiga adalah menolak dan tidak menerima. Menolak mengakui kenyataan akan membuat hidupmu berputar di tempat. “Saya tidak terima, saya tetap ingin melakukan begini.” Banyak orang yang seumur hidupnya berputar di tempat, banyak orang yang begitu keras kepala. Seorang gadis berkata, “Jika tidak dapat menemukannya, maka saya tidak akan mencari lagi. Jika ingin mencari, maka harus mencari pria yang seperti ini.” Pada akhirnya dia masih mencarinya di usia empat puluhan. Dia berputar di tempat dalam hidupnya. Seseorang tidak boleh menolak, tidak boleh berputar di tempat, berhenti di tempat yang terikat, dia tidak akan bisa keluar, pikirannya tidak akan bisa melampaui alam kerisauan ini.
Berharap semua orang ketika menghadapi sesuatu masalah, harus tahu bagaimana cara mengubah pikirannya untuk menyesuaikan dengan pikiran orang lain. Membuat semua makhluk bahagia, kamu akan bahagia. Kita harus belajar menerima pendapat dan berbagai ide orang lain, dan menggunakan metode yang baik untuk menguraikan kerisauan di dunia. Hidup ini sangat singkat, banyak orang melewatinya dalam penungguan. Banyak paman tua dan ibu tua yang menunggu sampai umur mereka sudah tua, menunggu sampai beruban, menunggu sampai tidak punya apa-apa, dan menunggu sampai akhirnya meninggal dunia dalam kebencian. Kita tidak boleh hidup dalam penungguan, harus menanggapinya dengan positif. Bagaimana menyelaraskan tubuh dan pikiran? Bagaimana membuat masa tua lebih menyenangkan? Bisa berpikiran terbuka dan mengerti akan menjadi semakin bahagia. Berharap semua orang jangan menunggu, harus semangat menciptakan kehidupan sendiri yang indah, menjaga diri sendiri terlebih dahulu, kesehatan sendiri baik, bisa berpikiran terbuka terhadap hal apapun, anak dan cucu memiliki berkahnya sendiri. Berharap kalian dapat memperoleh metode Bodhisattva yang luar biasa dari ini, mengubah sifat dasar dirimu, mengubah hatimu sendiri, agar hatimu bersama dengan semua makhluk, maka kamu akan hidup dengan semakin baik.
Kita telah menanggung penderitaan di dunia ini, maka kita harus menemukan jalan keluar dari kesulitan, menemukan rasional di dalam kerisauan, harus dengan tulus memahami bahwa mengubah diri berarti mengubah frekuensi hidup. Dulu tidak bisa berpikiran terbuka, sedih, sakit hati, dan depresi, sekarang kita perlu mengubah frekuensi dan mengatur mentalitas kita dengan baik, hati kita baru bisa tenteram dimanapun. Inilah yang kita sebut tetap tenang dalam menghadapi situasi apapun.
Seringkali orang merasa sedih karena kehilangan kesempatan, khawatir akan waktu yang hilang, dan terkadang akan menghela nafas, namun seringkali mereka lupa mensyukuri apa yang dimilikinya saat ini. Bersyukurlah ketika kamu memilikinya, bersyukurlah ketika kamu telah kehilangannya – Saya tidak kehilangan segalanya, saya masih memilikinya sekarang.
Hidup itu ibarat lapangan permainan, terbagi menjadi babak pertama dan babak kedua. Pada babak pertama kehidupan, berdasarkan kualifikasi pendidikan, kekuasaan, prestasi karir, dan gaji, setiap hari bersaing siapa yang meningkat. Tunggu pada babak kedua, berdasarkan tekanan darah, lipid darah, asam urat, dan kolesterol, setiap hari berbanding siapa yang menurun, setiap hari khawatir. Babak pertama kehidupan adalah mengikuti arus, berjuang mati-matian; Babak kedua kehidupan adalah segalanya bergantung pada usaha diri sendiri, ingin mengubah takdir, namun pada akhirnya harus menerima takdir. Bagaimana cara mengubah takdir diri sendiri? Cara terbaik adalah dengan menggunakan ajaran Buddha Dharma dan melafalkan paritta untuk mengubah diri sendiri. Baik-baik menekuni Dharma dan membina pikiran untuk mengubah takdir diri sendiri, menciptakan sebuah kehidupan yang indah untuk masa depan diri sendiri.
Menekuni Dharma adalah belajar menguraikan masalah manusia, benda, dan materi di dunia. Kita mempunyai terlalu banyak rintangan di dunia. Bagaimana kita dapat mengembalikan pikiran kita ke alam? Gunakan keindahan sifat dasar, yaitu hati yang welas asih. Hati nurani dan welas asih yang dimiliki sejak kecil untuk memandang panca skhanda adalah kosong. Dunia ini adalah dunia yang berupa, harus melihat melampauinya. Segala hal di dunia ini, ketenaran dan kekayaan, semuanya adalah kosong, tidak bisa dipertahankan. “Rupa adalah kosong”. Penderitaan semua makhluk adalah penderitaan saya, artinya menekuni Dharma di dunia harus menganggap penderitaan semua makhluk sebagai penderitaan diri sendiri. Inilah yang sering dikatakan oleh para Buddha dan Bodhisattva “orang lain terluka, saya yang kesakitan”, ini adalah keindahan sifat dasar yang alami.
Berharap semua orang tidak mengejar perselisihan di dunia. Jangan mengejar terlalu banyak keinginan materialistis. Orang yang terlalu mengejar keinginan materialistis akan lupa untuk memaafkan orang lain, akan kehilangan welas asih. Berapa banyak keluarga yang demi perebutan harta hingga melakukan gugatan ke pengadilan. Berapa banyak suami istri yang berpisah karena nafsu keinginan. Apakah itu layak? Berharap semua orang dapat menguraikan perselisihan di dunia, memahami sebab dan akibat, serta melihat melampaui sifat dasar dunia ini. Sifat dasar dari dunia ini adalah datang dan pergi menyesuaikan jodoh. Kita tidak boleh memperebutkan uang dan barang milik orang yang meninggal. Perebutan warisan akan menimbulkan tuntutan hukum, karena semuanya adalah bersifat Yin. Benda yang bersifat Yin sebaiknya jangan mendapatkannya. Kita semua pada akhirnya adalah kosong, tidak ada apa-apa. Kita lahir tidak memiliki apa-apa, mengapa kita ingin mengambil barang-barang yang bukan milik kita ketika kita meninggal? Kita harus melepaskan diri sendiri, harus memahami bahwa dunia ini kosong, tidak mendapatkan apa-apa, ini barulah disebut melihat melampauinya, ini barulah melepaskan.
