Wenda20180624B 02:27
Mengenai “Kemelekatan akan Aku” dan “Kemelekatan akan Dharma”
Pendengar pria: Sebelum tersadarkan, orang akan memiliki pengetahuan dan pandangan diri. Pendapat orang-orang berbeda juga karena pengetahuan dan pandangan diri, apakah pemahaman ini benar?
Master menjawab: Ya, benar. Pengetahuan dan pandangan diri. Sebelum kamu tersadarkan, kamu adalah bingung. Kamu mengira hal ini benar, kamu mengira hal ini salah. Kamu mengira orang ini baik, kamu mengira orang ini jahat… …Banyak orang yang mengira bahwa orang yang mengendalikan kamu itu adalah orang jahat, dan orang yang menuruti pembicaraanmu adalah orang baik, pada akhirnya bukankah dia akan mencelakaimu? (Ya. Pengetahuan dan pandangan diri adalah suatu kemelekatan akan Aku. Ketika kita belajar Buddha Dharma, kita juga akan memiliki kemelekatan akan Dharma.
Apakah orang yang memiliki kemelekatan akan Aku dalam membina pikiran dan perilakunya akan sangat mudah memiliki kemelekatan akan Dharma? Jika menghilangkan kemelekatan akan Aku, maka dalam belajar Buddha Dharma tidak mudah memiliki kemelekatan akan Dharma. Apakah pemahaman ini benar?) Benar. Kemelekatan akan Aku, kemelekatan akan Dharma, kedua kemelekatan ini harus dihilangkan (Ya) Kamu bahkan tidak memiliki “Aku”, tidak memiliki benar dan salah, bagaimana datangnya kemelekatan akan Dharma? Benar tidak? (Benar) Jadi, orang adalah yang paling penting.
Segala hal tercipta dari pikiran. Kamu sendiri belum terlepas dari kerisauan di alam manusia, maka kamu tidak akan dapat memasuki alam welas asih dari Bodhisattva (Mengerti. Apakah akan ada hambatan kemelekatan akan Dharma ketika kita belajar berwelas asih? Bagaimana kita bisa menyingkirkan kemelekatan akan Dharma ini?) Ya. Saat belajar welas asih, kemelekatan kamu terhadap hal tertentu adalah kemelekatan akan Dharma. Misalnya, harus tidur, istirahat yang baik, mengisi kembali energi diri dengan lebih baik, agar tubuh sehat, dapat menyelamatkan lebih banyak makhluk yang berjodoh.
Ada orang yang dalam pembinaan dirinya, dia melekat untuk tidak makan setelah tengah hari, duduk bermeditasi pada malam hari, tidak tidur, kesehatannya memburuk, jika dia begitu melekat, menurut kamu apakah dia dapat membina dirinya dengan baik? Belum apa-apa, yang dihasilkan dalam pikirannya semuanya adalah ketidaktahuan. Karena jika kamu memiliki kemelekatan akan Dharma, maka kamu akan memiliki ketidaktahuan. Jika kamu ingin berhasil membina diri menjadi Buddha, terkadang kamu harus menyingkirkan pikiran ketidaktahuan. Sama seperti kemelekatan akan Dharma, kemelekatan akan Aku dan kemelekatan akan Dharma semuanya adalah suatu kebingungan yang membuat orang tidak dapat terbebas dari samadhi. Oleh karena itu, orang-orang dalam kehidupannya tumbuh dalam kebingungan, mati dalam kebingungan, dan melakukan terlalu banyak kesalahan dalam kebingungan, pada dasarnya ini merupakan suatu kemelekatan.
Wenda20180624B 02:27
关于“我执”“法执”
男听众:在没有证悟之前,人都会有我知我见,人跟人的意见不同也是因为我知我见,这样的理解正确吗?
台长答:是啊,正确。我知我见,你没有证悟之前,你就是糊里糊涂的,你以为这个事情是对的,你以为这个事情是错的,你以为这个人是好的,你以为这个人是坏的……很多人以为管你的人是坏人,顺着你讲话的人是好人,最后你不被他害死啊?(是。我知我见是一种我执,我们在学佛法的时候也会有一种法执,是不是我执的人修心、修行很容易会有法执?如果破除我执,修学佛法也就不容易有法执。这样理解正确吗?)正确。
我执、法执,二执全部都要破除(是)你连“我”都没有了,人我是非都没了,哪来法执啊?对不对?(对)所以人是最重要的,万物唯心造,你这个人本身没脱离人间的烦恼道,你就进入不了菩萨的慈悲道(明白。我们在学慈悲的时候会不会有法执阻碍?如何破除这种法执呢?)会。学慈悲心的时候,你对某一件事情的执著,就是法执。比方说,应该睡觉,好好地休息,更好地养精蓄锐,让自己身体好,能够救度更多有缘众生。有些人在自己修行当中,他就执著于过午不食,晚上坐在那里坐禅,不睡觉,自己的身体不好,这么执著,你说他修得好吗?还没怎么样呢,意念当中完全产生的是无明,因为你拥有法执的话,你就会拥有无明。你要想修成佛,必须有时候要断除一念无明。法执一样,我执、法执都是让人不能解脱三昧的一种困惑。所以人的一生在迷惑中长大,在迷惑中死去,在迷惑中做错太多的事情,实际上本身就是一种执著。
