Murid Bertanya Master Menjawab — Seminar Dharma Makau bulan Februari 2017
Menekuni Dharma harus membina berkah dan kebijaksanaan
Tanya: Master pernah memberikan wejangan, kita tidak boleh egois mengejar berkah duniawi, namun Master juga pernah mengatakan bahwa kita boleh melafalkan beberapa paritta untuk memohon berkah, karena memiliki berkah baru bisa memiliki kebajikan. Apakah “berkah” dari kedua ini mempunyai arti yang sama? Bagaimana seharusnya kita menjunjungnya sebagai seorang murid?
Jawab: Sebenarnya, jika seseorang memiliki sedikit keberuntungan, maka dia akan memiliki berkah. Artinya, dia berbuat baik dan merupakan orang baik di kehidupan sebelumnya, sehingga dia akan memiliki berkah tersebut. Orang yang memiliki berkah dapat dengan mudah mengenal ajaran Buddha Dharma. Jika orang tersebut tidak memiliki berkah, coba kamu pikirkan, bagaimana dia bisa mengenal ajaran Buddha Dharma? Tidak mudah untuk mengenal ajaran Buddha Dharma. Tidak mudah juga untuk bertemu orang yang baik. Banyak orang bertemu orang mulia sepanjang hidup mereka dan menjadi orang mulia sepanjang hidup mereka. Banyak orang bertemu orang jahat sepanjang hidup mereka, sepanjang hidup ditipu serta ditindas oleh orang lain. Pikirkan, berapa banyak teman se-Dharma kita yang telah ditipu dan disakiti oleh orang lain sepanjang hidup mereka. Mereka tidak dapat mendapatkan bantuan dari orang-orang mulia. Selama kamu mempunyai teman se–Dharma hari ini, maka kamu akan memiliki orang yang mulia. Maka ketika “mulia” itu datang, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya; ketika “berkah” itu datang, gunakanlah dengan hemat, jangan menyia-nyiakan berkah dan umur panjangmu. Dengan begitu, kamu menambahkan dengan pembinaan diri dan memperoleh hasilnya sendiri, memiliki berkah ditambah dengan membina diri, maka akan memiliki kebijaksanaan. Oleh karena itu, dalam dunia Buddhisme mengatakan “membina berkah dan kebijaksanaan”.
弟子提问 师父回答——卢台长2017年2月澳门弘法解答会
学佛要福慧双修
问:师父开示过,我们不该自私地求人天福报,但师父也说过,我们可以念一点求福的经文,因为有福才有德。此两处的“福”是同一个含义吗?身为弟子该如何奉持呢?
答:实际上一个人有点福气,那么就有福报,说明上辈子还做善事,还在做好人,所以他才会有这个福报。有福报的人就容易闻到佛法,如果这个人没有福报,你想想看,他怎么能闻到佛法?闻到佛法不容易的。碰到善良的人也一样,很多人一辈子碰到贵人,一辈子自己也变成贵人;很多人一辈子碰到坏人,一辈子被人家骗、被人家欺负。想一想,我们有多少佛友过去一辈子不停地被人家骗、被人家害,他找不到贵人的帮助。今天只要有佛友了,你就有贵人了。所以“贵”来了,就好好地用着;“福”来了,好好地节约着,不要消福消寿。这样你再加上自修自得,有福再加上修,那么会拥有智慧,所以佛法界讲“福慧双修”。
