Mempersembahkan buah kepada Bodhisattva harus dengan ketulusan; jangan memakan makanan yang dipersembahkan kepada orang yang telah meninggal 给菩萨供奉水果要诚心;供过亡人的东西不要吃

 

 

Wenda20170120 01:22:45

Mempersembahkan buah kepada Bodhisattva harus dengan ketulusan; jangan memakan makanan yang dipersembahkan kepada orang yang telah meninggal

Pendengar wanita: Orang-orang yang datang ke Guan Yin Tang untuk mempersembahkan buah kepada Bodhisattva, terkadang ketika membeli buah persembahan, mereka tidak tahu bahwa di antaranya ada buah yang kurang baik. Apakah buah tersebut boleh dicampur dan dipersembahkan bersama dengan buah dari rekan se-Dharma lainnya?

Master menjawab: Boleh, tidak masalah. Sebaiknya buah yang baik diletakkan bersama, dan yang kurang baik juga diletakkan bersama. Tidak masalah, Bodhisattva tidak akan mempermasalahkannya. Hanya saja, ada sedikit hal yang perlu diperhatikan: Dewa Pelindung Dharma terkadang akan merasa bahwa hati kamu kurang tulus. Misalnya, orang lain membeli apel yang sangat bagus, sedangkan kamu membeli apel yang bentuknya tidak bagus dan tidak beraturan, lalu diletakkan bersama. Ketika melihatnya, Dewa Pelindung Dharma akan merasa kurang nyaman dan berpikir, sama-sama mempersembahkan kepada Bodhisattva, tetapi mengapa hatimu tidak tulus?” Bodhisattva tidak membeda-bedakan. Namun, Dewa Pelindung Dharma bertugas melindungi Dharma (Karena yang mengerjakan hal-hal ini adalah relawan, dan orang yang datang terkadang memang tidak tahu seperti apa kondisi buah tersebut) Itu tidak masalah. Siapa yang mempersembahkan buah, dengan niat dan ketulusan seperti apa orang tersebut mempersembahkannya, Bodhisattva mengetahui semuanya. Tidak ada satu pun yang bisa disembunyikan. Jangan mengira bahwa hanya karena kamu membawa buah ke Guan Yin Tang dan meletakkan buah yang kualitasnya kurang baik, tidak ada yang tahu. Kalian sendiri mungkin tidak dapat merasakan perbedaannya. Saya dapat memberitahu kalian bahwa persembahan kita kepada Bodhisattva sangat dihargai oleh Bodhisattva. Buah yang telah dipersembahkan kepada Bodhisattva, ketika dimakan, rasanya terasa berbeda. Saya hanya bisa menjelaskan sampai di sini, ada beberapa hal yang tidak boleh saya ungkapkan terlalu banyak kepada kalian (Sudah mengerti) Kamu tidak percaya. Buah yang kamu persembahkan kepada Bodhisattva, rasanya seperti ini. Tetapi jika buah yang dipersembahkan di rumah untuk orang yang telah meninggal kemudian kamu makan, apakah kamu masih bisa merasakan keharumannya? Karena itu, buah dan makanan yang sudah dipersembahkan kepada orang yang telah meninggal jangan dimakan. Sungguh. Banyak orang takut membazir dan berkata, “Aduh, bagaimana bagaimana….,” Sebenarnya, seharusnya tidak demikian. Kalian tidak melihatnya. Master memberitahukan sedikit kepada kalian, apakah kalian masih berani memakannya? Lendir hidung dan air liur yang mengalir di sana, bahkan lidah menjulur dan makanan persembahan itu dijilat. Ada juga rambut… Aduh, penampakannya hantu yang menyeramkan. Setelah dia selesai makan, dia pergi. Menurutmu, setelah selesai dipersembahkan, apakah kalian masih mau memasukkannya ke dalam mulut dan memakannya? Buah yang dipersembahkan kepada Bodhisattva mendapatkan berkat dari Bodhisattva. Bodhisattva memberikan jasa kebajikan kepada kalian dan membawa ketulusan hatimu pergi. Bodhisattva melakukan hal seperti ini: jasa kebajikan tersebut dicatat dalam catatan jasa kebajikan kalian di alam surga. Itulah konsepnya.

 

wenda20170120  01:22:45

给菩萨供奉水果要诚心;供过亡人的东西不要吃

女听众:来观音堂里供菩萨的人,有时候他买供果时不知道,其中有不好的,可以和其他同修的混着供上吗?

台长答:可以的,没关系的。最好把好的放在一起,不好的也放在一起。没关系的,菩萨不会计较。只是有一点点不好,护法神有时候就会觉得你心不诚。比方说人家买的苹果特别好,你买的苹果歪七歪八的,放在一起,护法神看了就别扭,觉得同样供菩萨,你心不诚。菩萨没有分别心,护法神要护法的(因为是义工来做这些事情,来的人有时候也不知道那个水果是什么样)这无所谓。谁供的水果,谁自己用什么心,菩萨全知道,一点都逃不掉的。不要以为你往观音堂一放,你请了差一点的……你们是吃不出来的。我可以告诉你,我们对菩萨的供养,菩萨很感恩的。供过菩萨的水果吃到嘴巴里感觉不一样的,我只能讲到这里,有些事情不能透露给你们太多(明白了)你不信,你供菩萨是这个味道,要是你家里供亡人的水果拿到嘴巴里吃,你吃得出香味吗?所以人家供过亡人的水果、菜都不吃的,真的。很多人怕浪费,”哎呀,怎么怎么……”实际上不应该的,你们没看到,师父告诉你们一点点,你们还敢吃啊?鼻涕、口水流在那里,舌头伸在那里,你们供的菜他在舔呢;头发……哎哟,鬼兮兮的那种样子。他吃完了跑掉了,你说供完了还能往嘴巴里吃吗?供过菩萨的是有加持的,菩萨把你的功德给你了,把你的心意拿走了——菩萨都是这样的,记在你天上的功德本上,是这个概念。