shuohua20140530 26:01
Membina diri di rumah seharusnya tidak hanya berfokus pada diri sendiri; juga perlu bertanggung jawab pada keluarga
Pendengar pria: Master, kemarin saya melihat satu paragraf dalam buku Bai Hua Fo Fa Anda yang tidak sepenuhnya saya pahami, jadi saya ingin meminta bimbingan Anda. Master berkata, “Seorang yang membina diri dan menapaki jalan menuju Kebuddhaan bukan berarti harus menjadi tanpa perasaan atau tidak peduli. Sekarang ini ada orang yang membina diri sampai akhirnya menjadi tidak peduli — suaminya di rumah cemas bukan main, namun ia tidak menghiraukannya dan hanya sibuk melafalkan paritta, memikirkan diri sendiri saja. Bersikap tanpa perasaan atau tidak peduli bukanlah niat awalmu. Pikiran dan jiwamu dalam tubuh terikat bersama. Ketika pikiran bergerak, maka sifat dasarmu juga akan bergerak. Mengapa disebut membina pikiran dan perilaku? Karena ketika kamu telah membina pikiran, maka akan memperbaiki perilakumu. Jika hari ini kamu berniat menjadi orang baik, maka kamu akan melakukan perbuatan baik; tetapi jika kamu memilih untuk menyerah dan membiarkan diri hancur, maka sifat dasarmu akan berubah menjadi buruk.” Master juga pernah berkata, “Membina diri di Alam Manusia harus melepaskan semua jodoh, saat menghadapi masalah, jangan cemas; lafallah paritta dengan tekun.” Namun di sini, Master juga berkata: Jangan hanya memikirkan diri sendiri dan terus melafalkan paritta sementara anak sedang cemas, suami di rumah juga gelisah, jangan hanya sibuk melafalkan paritta. Mohon Master memberikan wejangan, apakah makna yang terkandung di dalam ini?
Master menjawab: Hanya memberi dua kata kepadamu, kamu akan paham yaitu tingkat kesadaran spiritual! Tingkat kesadaran spiritual yang berbeda memperoleh Dharma yang berbeda. Ketika mencapai tingkat kesadaran spiritual tertentu, maka ia dapat melepaskan hal-hal tertentu. Bai Hua Fo Fa yang Master jelaskan kepada kalian sekarang adalah saat ini kalian masih memiliki keluarga dan kehidupan sendiri. Jika kalian tidak peduli tentang apa pun saat ini, mengapa tidak pergi ke vihara dan berlatih di sana? Kamu masih memiliki keluarga, jadi bagaimana kamu bisa meninggalkannya? Mereka yang telah mencapai kesadaran spiritual yang tinggi telah sepenuhnya melepaskan keluarga mereka, dan mereka benar-benar menjadi biksu. Bukankah mereka juga telah melepaskan? Bisakah kalian melepaskannya sekarang? Jika tidak mampu, maka hanya bisa memperlakukannya dengan baik. Artinya, ketika mencapai kesadaran spiritual yang berbeda, kita akan mengalami respon spiritual yang berbeda pula. (Baik. Master, apakah maksudnya dalam proses kita sebagai umat awam yang membina diri meskipun ada keadaan darurat atau kesulitan di rumah, kita seharusnya tidak hanya melafal paritta dan berlatih untuk diri sendiri, lalu mengabaikan anggota keluarga. Sebaliknya, kita harus membantu anggota keluarga dengan melafal paritta, berikrar, dan melepaskan makhluk hidup. Bukan berarti, ketika anggota keluarga atau orang tua kita sedang cemas, kita juga ikut gelisah, dan tidak melafal paritta dan membina diri lalu melakukan hal-hal duniawi …). Benar, artinya menggunakan kebijaksanaan Bodhisattva untuk menyelesaikan masalah duniawi. Tidak boleh sama sekali tidak peduli, tapi juga tidak boleh terlalu ikut campur. Sesederhana itu — jalan tengah. Bila bisa membantu, maka bantulah; tetapi jika memang tidak bisa membantu, maka belajarlah untuk melepaskan (Baik, terima kasih atas wejangan Master)
shuohua20140530 26:01
在家修行不应只顾自己,还要对家人负责
男听众:师父,上次我看到您《白话佛法》里有一段话,弟子看得不是完全明白,想请教下师父。师父说:“一个人要修心成佛并非修到无动于衷,现在有的人修心修到后来,家里老公急得不得了,她理都不理就念经,只顾自己。无动于衷并不是你的初衷,你的心和肉身上的魂是绑在一起的,心动了,你的本性就会动,为什么称为修心修行?因为你的心修了,你的行动就会改正。你今天想做好人,你就会做好事;你今天破碗破摔,你的本性就会成为一个坏人。”师父另外也说过:“在人间修行要放下万缘,碰到事情不要急,要好好念经。”但是这边师父又讲:不要只管自己念经,孩子急得不得了,家里老公急得不得了,不要只管自己念经。想请师父开示一下,这里面是什么涵义?
台长答:两个字给你你就明白了境界!不同的境界得不同的法,等到一定的境界,那么他就可以把一些东西甩掉了。台长现在给你们讲的白话佛法就是说现在你们还有家庭,还有自己的生活,如果你现在什么都不管,那你索性上庙里去修不就可以了吗?你现在还有家,你怎么可以甩呢?人家修得好的境界,把家完全甩掉了,人家真的出家了,那人家不也放下了吗,现在你们放得下吗?放不下只能好好地善待啊。就是修到不同的境界,会有不同的感应(好的。师父,是不是在我们作为在家人修行的过程当中,哪怕家里面碰到一些急啊或者一些困难的时候,并不是说只管自己念经,自己修,不去管家里人,而是通过念经、许愿、放生来帮助家里人;也不是说家里人急或者是长辈急就跟着一起去急,把这个念经修心就扔下了,然后去做人间的一些……)对啊,就是用菩萨的智慧来解决人间问题啊,又不能不管,又不能管得太多,就这么简单,中庸。能帮忙就帮忙,帮不了忙只能放弃(好的,感恩师父开示)
