Master memberikan wejangan pada umat perihal metafisika (7)
Lebih baik berikrar tekad yang bisa dilakukan
Tanya 64: Sebagai seorang praktisi, sangat penting untuk mengembangkan Bodhicitta dan memiliki kekuatan tekad yang besar. Namun, ketika berikrar, kamu harus melakukannya semampu diri. Jika tidak bisa melakukannya, itu menjadi berbohong. Mohon bertanya kepada Master, apa pengaruh tekad besar seseorang dalam membantunya untuk mencapai Kebuddhaan? Empat tekad agung memiliki kekuatan tekad yang sangat kuat, apakah cocok bagi kita semua yang belajar Buddha Dharma untuk berikrar tekad besar ini?
Jawab 64: Pertama-tama, berikrar ada dua macam: satu adalah berikrar yang diucapkan dengan mulut tetapi hati tidak ada kekuatan tekad; Yang satu lagi adalah kekuatan tekad yang keluar dari hati dan diucapkan melalui mulut, ini adalah kekuatan tekad yang lebih sempurna. Kekuatan tekad tergantung pada tingkat niat dirimu, semakin dalam levelnya, semakin dalam kekuatan tekadmu.
Beberapa tekad, kamu bersedia untuk berikrar, tetapi kamu harus memikirkannya terlebih dahulu, bisakah saya melakukannya? Jika kamu bisa melakukannya, kamu boleh berikrar; jika kamu merasa tekad ini sangat sulit, tetapi saya mau berusaha keras, maka kamu sudah bermasalah, kamu tidak bisa melakukan tekad ini. Tekad yang diikrar paling penting yaitu harus mampu melakukannya.
Bodhisattva Ksitigarbha berikrar, “Jika neraka tidak kosong, saya tidak akan menjadi Buddha.” Dia benar-benar menyelamatkan roh jahat dan makhluk yang menderita di alam neraka, Dia telah melakukannya. Guan Shi Yin Pu Sa “mengabulkan setiap permohonan”, dia telah melakukannya.
Jika kamu juga berikrar satu tekad hari ini, tetapi kamu tidak bisa melakukannya, maka akan ada kebocoran. Ini adalah bahasa yang paling halus, jadi lakukan semampu diri, mengerti sebab dan akibat diri sendiri, lihat akar fondasi diri sendiri dalam membina diri, dan kemudian baru berikrar satu tekad yang bisa dipahami, dipraktikkan, dan mencapainya. Tekad ini muncul adalah kekuatan tekadmu yang besar, mungkin saja kamu akan bisa menjadi seorang Buddha.
Empat tekad agung, banyak dari itu adalah kekuatan tekad untuk menjadi Buddha. Jika salah satu dari empat tekad agung itu tidak dapat dicapai, maka itu akan menjadi tiga tekad agung. Jika tidak dapat dicapai lagi, itu akan menjadi dua tekad agung atau satu tekad agung. Kamu lebih baik berikrar tekad yang mampu dilakukan. Ada berbagai nama Bodhisattva dalam paritta Li Fo Da Chan Hui Wen. Setiap nama Bodhisattva adalah jalan pembinaan Dia untuk menjadi Buddha. Bukannya satu orang memiliki semua karakteristik umum dari semua Buddha, tetapi dia memilih jalan pembinaan ini, dan dia akan bisa menjadi seorang Buddha.
台长开示佛友玄学问题(七)
尽量许自己能做到的愿
问64:作为一个修行人,发菩提心、有大愿力非常重要,但是发心许愿要量力而行,如果做不到就成了妄语。请问师父,一个人的大愿力对他圆成佛道起了怎样的作用?四宏誓愿有非常大的愿力,我们每个学佛人都适合发这个大愿吗?
答64:首先发愿有两种:一种是嘴巴发愿而心没有愿力;一种是由心发出的愿力由嘴巴说出,这种是比较圆满的愿力。愿力要看你发心的程度,程度越深,你的愿力越深。有些愿力,你愿意发,但你要先想一想,我能不能做到?如果你做得到的,你就可以发;如果你觉得这个愿力很难,但是我要去努力,那你已经有问题了,这个愿力你就做不到。发的愿力最重要的就是必须做得到。地藏王菩萨发愿“地狱不空誓不成佛”,他真的在地狱里救度那些苦难的恶灵和众生,他做到了。观世音菩萨“有求必应”,他做到了。如果你们今天也发了一个愿,但是做不到,那就是有漏,这是讲得最客气的,所以量力而行,明白自己的前因后果,看看自己的根基修行,然后再发一个让自己能够去理解、去执行、去做得到的愿力。这个愿发出来,是你的大愿力,说不定你就能够成佛。四宏誓愿,很多都是成佛的愿力,四宏誓愿只要有一个做不到,就变三宏誓愿,再做不到就是二宏誓愿、一宏誓愿。你还不如许自己能做到的愿。礼佛大忏悔文里面有各种各样名称的菩萨,每一位菩萨的名称就是他成佛的道路,并不是一个人把所有佛的共性全部拥有,而是他选择了这一条路,他就能成佛。
