Seminar Dharma – Indonesia, Jakarta – 20 April 2017
Bagaimana cara menjaga jarak yang sesuai dengan aturan Dharma dengan teman-teman se-Dharma yang pernah kita perkenalkan Dharma?
Tanya: Teman se-Dharma sudah sangat lama menekuni ajaran Xin Ling Fa Men, dan telah memperkenalkan Dharma kepada beberapa orang, dan juga selalu menindaklanjuti perkembangan mereka, untuk memperkuat pembinaan teman se-Dharma yang dia perkenalkan. Setelah beberapa tahun berinteraksi satu sama lain, hampir semua teman se-Dharma yang dia perkenalkan tersebut melatih lokiya dharma (pembinaan diri di dalam kehidupan duniawi), pembinaan dan tingkat kesadaran mereka dengan teman se-Dharma semakin sulit berkomunikasi, tidak bisa mencapai pemahaman yang sama dalam pembinaan diri maupun pengertian tentang ajaran Buddha Dharma, dan juga membawakan pengaruh negatif kepada teman se-Dharma. Teman sedharma ingin menjaga jarak dengan mereka, namun mendapatkan beberapa kritikan, menggangap teman sedharma mau melindungi diri sendiri. Bagaimana teman se-Dharma mengatasi hubungan antara teman-teman se-Dharma yang pernah dia lintasi dengan cara yang sesuai aturan dan Dharma?
Jawab: Pertama-tama, seseorang tidak boleh memiliki kesombongan setelah menekuni Dharma, merasa “saya membina diri dengan baik, Anda tidak membina dengan baik”, tidak boleh mengatakan “saya menekuni ajaran Buddhisme Hinayana, dia menekuni ajaran Buddhisme Mahayana”, tidak boleh mengatakan begitu. Dasar dari Buddhisme Mahayana adalah Buddhisme Hinayana, oleh sebab itu, mesti membangkitkan kesadaran spiritual diri sendiri baru bisa membangkitkan kesadaan spiritual orang lain. Boleh katakan kepada orang lain : “Saya masih belum cukup baik dalam membina diri, saya akan membina diri dengan baik di rumah terlebih dahulu, dan kemudian hari baru pergi menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup yang berjodoh.” Namun harus bersikap sangat sopan dengan orang lain, harus saling berkomunikasi. Karena pada dasarnya menekuni Dharma adalah memahami kebenaran, yaitu dengan memahami segalanya sehingga menemukan sifat dasar. Jika Anda bahkan tidak memiliki Sifat Kebuddhaan, dan Anda tidak ingin berinteraksi dengan teman se-Dharma, ini berarti pembinaan diri Anda telah menyimpang. Tidak ada satu orang pun yang mengatakan bahwa: “pembinaan diri saya sudah sangat bagus, oleh karena itu, saya tidak ingin bersama dengan orang lain.” Ingatlah, Bodhisattva adalah makhluk yang sudah terbuka kebijaksanaannya, sedangkan makhluk adalah Bodhisattva yang belum terbuka kebijaksanaannya. Setiap orang yang membina diri dengan baik maupun tidak adalah sama, hanya pada tingkatan yang tinggi maupun rendah saja. Lepaskanlah keakuan, dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, inilah welas asih dalam menekuni Dharma
2017-04-20 印度尼西亚·雅加达《世界佛友见面会》共修组提问
如何如理如法地和所度同修之间保持距离
问:同修学心灵法门已经很久了,度了一些人,也一直注意跟进,以巩固所度同修的道心。几年相处下来,所度同修们几乎都修世间法,思维与境界和同修越来越难沟通,修行方式以及对佛法的理解不能达到共识,也对同修带来负面影响。同修想与他们保持距离,又遭到一些非议,认为同修明哲保身。同修应该怎样如理如法处理和所度同修之间的关系?
答:首先,一个人学佛之后不能有贡高我慢之心,觉得“我修得好,你修得不好”,不能说“我修小乘佛法,他修大乘佛法”,都不能这么说。大乘佛法的基础就是小乘佛法,所以先度自己再度别人。可以跟别人说:“我自己修得还不够好,我在家里先把自己修好了,以后再出来救度更多有缘众生。”但是对别人都要非常有礼貌,跟大家要相互沟通。因为学佛本身就是明理,就是明心见性,如果你连佛的本性都没有,你不愿意和佛友在一起,说明你已经修偏了。没有任何一个人说:“我今天修得很好了,所以我不愿意和别人在一起。”记住了,菩萨就是已经开智慧的众生,而众生就是还没有开智慧的菩萨。任何一个人学得好或学得不好都是一样的,只是程度高一点、低一点。放下自我,和别人好好相处,这就是学佛慈悲。
